Waktu Terbaik untuk Minum Kopi, Ini 10 Fakta Penting yang Jarang Diketahui

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Waktu terbaik untuk minum kopi tidak harus sesaat setelah bangun tidur atau ketika pagi hari. Waktu konsumsi ini juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, jumlah kafein yang diminum, kebiasaan harian, dan jam tidur. Bagi sebagian orang, kopi pada pagi hari membantu meningkatkan kewaspadaan, sementara bagi yang lain, kopi beberapa jam setelah bangun lebih sesuai.

Penelitian dalam Journal of Clinical Sleep Medicine berjudul "Caffeine effects on sleep taken 0, 3, or 6 hours before going to bed" menunjukkan bahwa konsumsi kafein bahkan enam jam sebelum tidur masih bisa mengganggu waktu tidur. Melansir dari Popsci, Marie-Pierre St-Onge, profesor kedokteran nutrisi di Columbia University Medical Center menjelaskan, tidak ada waktu yang bisa dianggap paling tepat untuk semua orang. Waktu konsumsi kopi dapat dipengaruhi usia, metabolisme, dan toleransi seseorang terhadap kafein.

Karena itu, menentukan waktu minum kopi bukan hanya soal memilih pagi, siang, atau sore. Aktivitas yang akan dilakukan, respons tubuh terhadap kafein, jumlah kafein yang dikonsumsi, hingga waktu tidur juga perlu menjadi pertimbangan.

Jadi sebenarnya kapan waktu terbaik untuk minum kopi itu? Untuk mengetahui jawabannya, simak informasi selengkapnya dilansir dari Popsci, Rabu (9/9).

1. Kafein Membantu Mengurangi Rasa Kantuk

Kafein merupakan stimulan utama yang terdapat dalam kopi. Cara kerjanya berkaitan dengan adenosin, zat alami yang terus menumpuk di otak selama seseorang terjaga.

Kafein bekerja dengan menghambat adenosin pada otak. Adenosin terus terakumulasi selama seseorang terjaga dan berkaitan dengan meningkatnya rasa kantuk.

Ketika kafein menghambat kerja adenosin, rasa mengantuk bisa berkurang sehingga seseorang merasa lebih siap melakukan kegiatan. Efek ini membuat kopi sering digunakan sebelum bekerja, belajar, atau berolahraga.

Namun, kopi tidak menggantikan kebutuhan tidur. Jika rasa lelah muncul karena kurang tidur, kafein mungkin membuat seseorang merasa lebih terjaga untuk sementara, tetapi kebutuhan tubuh untuk tidur tetap ada.

2. Kopi Tidak Harus Diminum Sesaat Setelah Bangun

Banyak orang menjadikan kopi sebagai bagian dari rutinitas setelah membuka mata pada pagi hari. Kebiasaan ini tidak selalu menjadi masalah, tetapi kebutuhan minum kopi sebenarnya bergantung pada kondisi tubuh dan aktivitas yang akan dilakukan.

Menurut St-Onge, seseorang seharusnya tidak selalu membutuhkan kafein tepat ketika baru bangun. Tubuh secara alami sudah berada dalam kondisi terjaga setelah bangun tidur. Karena itu, kopi dapat diminum ketika seseorang mulai merasakan penurunan energi beberapa jam setelah bangun.

Dengan kata lain, kopi tidak harus menjadi minuman pertama yang dikonsumsi pada pagi hari. Jika tubuh masih terasa cukup waspada, minum kopi dapat ditunda hingga kafein memang dirasakan dibutuhkan.

Jika setelah bangun tubuh sudah cukup siap beraktivitas, kopi bisa ditunda sampai rasa kantuk mulai muncul. Cara ini juga membantu seseorang menggunakan kafein ketika memang membutuhkan tambahan kewaspadaan.

Artinya, waktu terbaik untuk minum kopi tidak memiliki satu patokan yang berlaku untuk semua orang. Perhatikan respons tubuh, jadwal kegiatan, serta waktu tidur sebelum menentukan kapan kopi dikonsumsi.

3. Minum Kopi Sebelum Aktivitas Bisa Menjadi Pilihan

Waktu minum kopi juga dapat disesuaikan dengan aktivitas yang membutuhkan efek stimulasi kafein.

Dustin Lee, asisten profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Johns Hopkins, menjelaskan bahwa penyerapan kafein mencapai puncaknya dengan cepat, sekitar 30 hingga 60 menit setelah dikonsumsi.

Karena itu, kopi dapat diminum sekitar satu jam sebelum melakukan aktivitas yang membutuhkan efek kafein. Misalnya, seseorang dapat mengonsumsi kopi sebelum melakukan aktivitas fisik seperti berlari.

Penentuan waktu juga perlu memperhatikan aktivitas setelahnya. Jika kegiatan selesai pada malam hari, minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur justru bisa mengganggu waktu istirahat.

Prinsip ini membuat waktu minum kopi tidak harus selalu ditentukan berdasarkan jam. Jika seseorang mengetahui kapan dirinya membutuhkan tambahan kewaspadaan, konsumsi kopi dapat disesuaikan dengan waktu tersebut.

4. Hindari Kopi Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur

Salah satu hal penting dalam menentukan waktu terbaik untuk minum kopi adalah jarak dengan waktu tidur. Penelitian menunjukkan kafein dalam jumlah tertentu masih bisa memengaruhi tidur ketika dikonsumsi enam jam sebelum waktu tidur.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Sleep pada 2025 juga menemukan bahwa dampak terhadap tidur bergantung pada jumlah dan waktu konsumsi. Dalam penelitian tersebut, dosis 400 miligram memiliki pengaruh terhadap tidur ketika dikonsumsi dalam rentang waktu sebelum tidur.

Karena respons tubuh berbeda, orang yang mudah terganggu tidurnya sebaiknya memberi jarak lebih panjang antara kopi dan waktu tidur. Jika tidur pukul 22.00, misalnya, konsumsi kopi pada sore atau malam perlu dipertimbangkan kembali.

5. Jumlah Kafein Sama Pentingnya dengan Waktu Minum

Waktu minum kopi bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Jumlah kafein dalam minuman juga berpengaruh terhadap respons tubuh.

Menurut Lee, dosis kafein sama pentingnya dengan waktu seseorang meminum kopi. Kandungan kafein dapat berbeda berdasarkan jenis kopi, jumlah bubuk yang digunakan, cara penyeduhan, dan ukuran sajian. Karena itu, dua cangkir kopi belum tentu memberikan jumlah kafein yang sama.

Bagi orang yang rutin minum kopi, tubuh juga bisa beradaptasi terhadap kafein. Ketika konsumsi dihentikan secara mendadak, sebagian orang dapat mengalami sakit kepala, lelah, mengantuk, atau sulit berkonsentrasi. Gejala tersebut umumnya mulai muncul 12–24 jam setelah penghentian.

Artinya, dua cangkir kopi belum tentu memberikan jumlah kafein yang sama. Karena itu, jumlah sajian saja tidak cukup untuk menggambarkan berapa banyak kafein yang masuk ke tubuh.

Untuk sebagian besar orang dewasa sehat, FDA menyebut konsumsi hingga 400 miligram kafein per hari sebagai jumlah yang secara umum tidak dikaitkan dengan efek negatif. Dalam sumber tersebut, jumlah ini kira-kira setara dengan dua hingga tiga cangkir kopi berukuran 350 ml.

6. Respons terhadap Kopi Bisa Berbeda pada Setiap Orang

Tidak semua orang merasakan efek kopi dengan cara yang sama. Ada orang yang bisa minum kopi pada siang hari tanpa masalah, sedangkan orang lain bisa mengalami gangguan tidur setelah mengonsumsinya beberapa jam sebelum tidur.

Perbedaan tersebut membuat waktu terbaik untuk minum kopi perlu disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing. Catat kapan kopi diminum dan bagaimana pengaruhnya terhadap rasa kantuk serta tidur pada malam hari.

Jika setelah minum kopi sore hari seseorang sulit tidur, langkah yang bisa dicoba adalah memajukan waktu konsumsi atau mengurangi jumlahnya. Cara sederhana ini bisa membantu menemukan pola yang sesuai.

7. Usia Bisa Memengaruhi Waktu Minum Kopi

Waktu yang cocok untuk minum kopi juga dapat berubah seiring bertambahnya usia. Kemampuan tubuh untuk memetabolisme kafein dapat melambat ketika seseorang bertambah tua. Akibatnya, tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk membersihkan kafein dari aliran darah.

Pada saat yang sama, ritme sirkadian juga mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Perubahan tersebut dapat membuat seseorang merasa mengantuk lebih awal dibandingkan ketika masih lebih muda.

Menurut St-Onge, kedua perubahan tersebut dapat membuat seseorang perlu mengonsumsi kafein lebih awal seiring bertambahnya usia. Artinya, kebiasaan minum kopi yang sebelumnya tidak mengganggu tidur belum tentu memberikan efek yang sama ketika usia bertambah.

8. Minum Kopi Saat Perut Kosong Bisa Membuat Sebagian Orang Tidak Nyaman

Selain memperhatikan waktu terhadap aktivitas dan tidur, kondisi perut juga dapat menjadi pertimbangan. Minum kopi dalam keadaan perut kosong dapat terasa terlalu mengganggu bagi sebagian orang. Kondisinya dapat membuat seseorang lebih mudah merasa gelisah atau mengalami peningkatan keinginan untuk buang air.

Namun, sumber tersebut juga menjelaskan bahwa anggapan kopi saat perut kosong dapat menyebabkan tukak lambung merupakan mitos. Bagi orang yang memiliki perut sensitif dan merasa tidak nyaman setelah minum kopi tanpa makanan, mengonsumsi makanan bersama kopi dapat menjadi pilihan.

9. Kopi Pagi Bisa Berfungsi Mengurangi Efek Putus Kafein

Bagi orang yang rutin minum kopi setiap hari, secangkir kopi pertama pada pagi hari dapat memiliki fungsi yang berbeda. Menurut Lee, orang yang sudah memiliki toleransi terhadap kafein mungkin mengonsumsi kopi pagi bukan hanya untuk mendapatkan tambahan energi, tetapi juga untuk mengurangi sebagian efek putus kafein setelah tidak mengonsumsinya sepanjang malam.

Ketika konsumsi kafein dihentikan, seseorang yang sudah terbiasa mengonsumsinya dapat mengalami gejala seperti sakit kepala, mudah marah, kelelahan, dan kesulitan berkonsentrasi.

Gejala tersebut biasanya mulai muncul dalam 12 hingga 24 jam setelah berhenti mengonsumsi kafein. Gejala dapat mencapai puncaknya sekitar 48 jam dan kemudian membaik dalam waktu dua hingga sembilan hari. Hal ini menunjukkan bahwa efek kopi pada peminum rutin tidak selalu sama dengan orang yang hanya sesekali minum kopi.

10. Atur Waktu Minum Kopi Berdasarkan Kebutuhan

Pada akhirnya, tidak ada satu waktu minum kopi yang bisa disebut sebagai waktu terbaik untuk semua orang. Waktu terbaik untuk minum kopi pada dasarnya adalah ketika kafein dibutuhkan tanpa mengganggu tidur. Kopi pagi bisa dipilih jika memang membantu memulai aktivitas, sedangkan kopi menjelang siang bisa menjadi pilihan ketika rasa kantuk mulai muncul.

Bagi orang yang masih cukup waspada setelah bangun tidur, kopi dapat ditunda hingga beberapa jam kemudian ketika mulai merasakan penurunan energi. Sementara itu, orang yang membutuhkan efek stimulasi kafein untuk aktivitas tertentu dapat mengatur waktu konsumsi sekitar 30 hingga 60 menit sebelumnya.

Untuk orang yang memiliki jadwal tidur malam, menghindari kopi pada sore dan malam hari bisa membantu menjaga waktu istirahat. Penelitian juga menunjukkan bahwa kafein memiliki hubungan dengan perubahan durasi dan kualitas tidur.

Usia dan metabolisme juga perlu diperhatikan karena kemampuan tubuh dalam memproses kafein dapat berubah. Orang yang lebih tua mungkin perlu mengonsumsi kafein lebih awal karena kafein dapat bertahan lebih lama dalam tubuh.

Jadi, tidak perlu terpaku pada satu jam tertentu. Perhatikan waktu bangun, jadwal aktivitas, jumlah kopi, respons tubuh, dan waktu tidur. Dengan begitu, kopi bisa ditempatkan sebagai bagian dari rutinitas tanpa mengorbankan waktu istirahat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Waktu Terbaik untuk Minum Kopi

1. Kapan waktu terbaik untuk minum kopi?

Waktu terbaik untuk minum kopi bergantung pada kebutuhan dan respons tubuh. Kopi bisa diminum ketika mulai membutuhkan kewaspadaan, tetapi sebaiknya tidak terlalu dekat dengan waktu tidur.

2. Apakah boleh minum kopi setelah bangun tidur?

Boleh. Namun, tidak semua orang membutuhkan kopi segera setelah bangun. Waktu konsumsi bisa disesuaikan dengan rasa kantuk dan aktivitas yang akan dilakukan.

3. Berapa jam sebelum tidur sebaiknya tidak minum kopi?

Sebagai langkah hati-hati, hindari konsumsi kafein setidaknya enam jam sebelum tidur karena penelitian menemukan kafein masih bisa mengganggu tidur dalam rentang tersebut.

4. Mengapa kopi membuat sulit tidur?

Kafein dapat mengurangi rasa kantuk dan tetap berada dalam tubuh selama beberapa jam. Karena itu, konsumsi yang terlalu dekat dengan waktu tidur bisa mengganggu proses tidur.

5. Apakah minum kopi setiap hari bisa menyebabkan ketergantungan?

Konsumsi rutin dapat membuat tubuh beradaptasi terhadap kafein. Jika dihentikan mendadak, sebagian orang bisa mengalami gejala seperti sakit kepala, lelah, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|