Liputan6.com, Jakarta - Memiliki pasokan seledri segar di dapur kini bukan lagi impian, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki lahan luas. Seledri (Apium graveolens) merupakan tanaman bumbu serbaguna yang menjadi primadona dalam berbagai masakan Indonesia, mulai dari sup hangat hingga tumisan lezat. Memahami cara menanam dan menumbuhkan seledri sendiri di rumah bisa jadi salah satu cara untuk menghemat pengeluaran serta menjamin konsumsi seledri organik.
Praktik menanam seledri dari sisa batang dapur ini tidak hanya mengurangi limbah makanan, tetapi juga memastikan Anda selalu memiliki sayuran hijau yang siap digunakan kapan saja. Alih-alih membuang bonggol seledri setelah digunakan, bagian ini dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman baru. Metode ini sangat cocok bagi pemula atau Anda yang ingin mencoba berkebun di area terbatas seperti apartemen.
Kemudahan dalam menanam seledri menjadikannya pilihan ideal bagi para pemula yang ingin memulai hobi berkebun. Seledri dapat tumbuh subur di iklim tropis Indonesia, asalkan Anda mengikuti langkah-langkah kunci seperti memilih varietas tahan panas, menyiapkan media tanam yang tepat, menjaga kelembaban konsisten, dan melakukan pemupukan secara berkala.
Berikut selengkapnya:
Pemilihan dan Persiapan Pangkal Batang Seledri
Langkah awal yang krusial dalam memulai budidaya seledri dari sisa dapur adalah pemilihan dan persiapan pangkal batangnya. Proses ini menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman baru Anda. Cukup gunakan pangkal batang seledri yang baru dibeli, dengan menyisakan sekitar 5 cm dari bagian bawahnya.
Pangkal batang ini merupakan fondasi bagi pertumbuhan akar dan tunas baru. Pastikan pangkal batang yang dipilih masih segar dan tidak busuk untuk hasil optimal. Sisakan beberapa sentimeter batang dekat akar sebelum proses perendaman dimulai.
Persiapan yang tepat akan merangsang pertumbuhan tunas dan akar lebih cepat. Dengan demikian, Anda akan memiliki bibit seledri yang kuat untuk dipindahkan ke media tanam permanen. Langkah ini adalah fondasi penting sebelum melangkah ke tahap selanjutnya.
Perendaman Awal dalam Air
Setelah pangkal batang seledri disiapkan, langkah berikutnya adalah merendamnya dalam air untuk merangsang munculnya akar dan tunas baru. Letakkan pangkal batang seledri di wadah kecil yang berisi air.
Penting untuk mengganti air rendaman secara rutin, idealnya setiap 1-2 hari sekali, untuk menjaga kebersihan dan mencegah pembusukan. Biarkan pangkal batang terendam selama kurang lebih seminggu hingga akar dan daun baru mulai tumbuh.
Pangkal batang seledri yang baru dibeli (sekitar 5 cm dari bawah) perlu direndam dalam air hingga akar baru muncul sebelum dipindahkan ke media tanam. Setelah akar dan daun cukup berkembang, bibit seledri siap untuk tahap penanaman berikutnya.
Pemindahan ke Media Tanam
Ketika akar dan tunas baru sudah terlihat jelas dan cukup kuat, bibit seledri siap untuk dipindahkan ke media tanam permanen. Tahap ini merupakan transisi penting dari perendaman air ke lingkungan tumbuh yang lebih stabil. Bibit seledri sudah bisa dipindahkan setelah berumur dua minggu di media semai.
Saat memindahkan, pastikan untuk menanam batang seledri tepat di bagian tengah media tanam. Penempatan yang tepat ini akan membantu tanaman tumbuh dengan sempurna dan mendapatkan nutrisi secara merata.
Proses pemindahan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar yang baru tumbuh. Dengan penanganan yang benar, seledri akan lebih mudah beradaptasi dan melanjutkan pertumbuhannya di lingkungan baru.
Pemilihan dan Persiapan Media Tanam
Media tanam yang tepat adalah kunci utama untuk pertumbuhan seledri yang optimal dan subur. Tanah yang gembur dan subur sangat direkomendasikan untuk menanam seledri. Media tanam yang baik akan menyediakan nutrisi dan drainase yang dibutuhkan tanaman.
Anda bisa membuat media tanam sendiri dengan campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang. Gunakan perbandingan 1:1:1 untuk mendapatkan komposisi yang ideal. Setelah dicampur, ayak semua media untuk mengambil bagian yang halus saja, lalu campur kembali hingga rata.
Media tanam yang gembur akan memudahkan akar seledri untuk berkembang dan menyerap nutrisi. Kompos dan pupuk kandang akan memperkaya tanah dengan zat hara yang diperlukan untuk pertumbuhan daun dan batang seledri yang sehat.
Penanaman di Pot atau Polybag
Bagi Anda yang memiliki lahan terbatas atau ingin berkebun di rumah, menanam seledri di pot atau polybag adalah pilihan yang sangat praktis. Cara menanam seledri di polybag dari batang sangat mudah dilakukan dan tentunya lebih murah.
Untuk memulai, masukkan media tanam yang sudah disiapkan ke dalam polybag atau pot. Isi hingga tiga perempat bagian wadah agar ada ruang untuk pertumbuhan akar dan penyiraman.
Pilih pot atau polybag dengan ukuran yang cukup memadai untuk menampung pertumbuhan seledri. Pastikan juga wadah memiliki lubang drainase yang baik untuk mencegah genangan air yang bisa menyebabkan akar busuk.
Perawatan Rutin
Meskipun seledri relatif mudah ditanam, perawatan rutin tetap diperlukan untuk memastikan pertumbuhannya yang subur. Tidak ada perawatan khusus yang rumit untuk menumbuhkan tanaman seledri.
Perawatan dasar meliputi penyiraman secara teratur, pemupukan berkala, dan penyiangan gulma. Penting juga untuk melindungi tanaman dari serangan hama serta penyakit, disarankan menggunakan biopestisida agar hasil sayuran yang didapatkan organik.
Perhatikan kondisi tanaman Anda; daun seledri menguning bisa disebabkan oleh kelebihan air (tanah becek), kekurangan sinar matahari, atau kurangnya nutrisi. Batang seledri yang kecil dapat mengindikasikan kurangnya nutrisi, media tanam padat, atau jarak tanam yang terlalu rapat.
Panen dengan Metode "Cut-and-Come-Again"
Salah satu keuntungan menanam seledri adalah kemampuannya untuk dipanen berulang kali dengan metode "cut-and-come-again". Panen pertama biasanya siap saat tanaman berumur 80–100 hari setelah tanam, atau 6-8 minggu jika ditanam dari sisa bonggol.
Untuk memanen, potong bagian pangkal batang tepat di atas akar. Metode ini memungkinkan tanaman untuk menumbuhkan daun baru dari pangkal yang tersisa, sehingga Anda bisa mendapatkan pasokan seledri segar secara berkelanjutan.
Seledri dapat dipanen saat daunnya tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, memastikan kualitas terbaik. Dengan panen yang tepat, Anda dapat menikmati seledri segar dari kebun rumah Anda untuk waktu yang lama.
5 Pertanyaan dan Jawaban
1. Apakah seledri bisa ditanam kembali dari sisa batang dapur?
Seledri bisa ditanam kembali dari sisa batang dapur karena bagian pangkalnya masih memiliki titik tumbuh yang mampu menghasilkan akar dan tunas baru jika direndam dan dirawat dengan benar.
2. Berapa lama seledri dari sisa batang mulai tumbuh akar?
Seledri dari sisa batang biasanya mulai menumbuhkan akar dan tunas baru dalam waktu sekitar 5–7 hari setelah direndam dalam air bersih.
3. Kapan seledri sebaiknya dipindahkan ke tanah atau pot?
Seledri sebaiknya dipindahkan ke tanah atau pot setelah akar dan daun baru tumbuh cukup kuat, umumnya setelah 10–14 hari perendaman.
4. Apakah seledri bisa tumbuh baik di pot atau polybag?
Seledri dapat tumbuh dengan baik di pot atau polybag selama media tanam gembur, lembap, kaya nutrisi, serta mendapatkan sinar matahari yang cukup.
5. Berapa lama seledri bisa dipanen setelah ditanam dari batang?
Seledri biasanya dapat dipanen pertama kali sekitar 6–8 minggu setelah ditanam dari sisa batang dengan metode panen potong-tumbuh kembali.

1 hour ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487226/original/025370200_1769660228-unnamed__19_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4032453/original/007830200_1653389202-Piper_betle_plant.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485811/original/050025600_1769562142-Untitled_design__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490543/original/019499100_1770015219-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_18.33.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488197/original/015306800_1769741063-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490922/original/076142100_1770031354-Alta_Ballah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490815/original/001976100_1770026229-jualan_es.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466415/original/082739700_1767844447-kayu4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490663/original/005359900_1770019966-Black_Sapote.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490321/original/078762700_1770007386-TD-60-80-01.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490648/original/042458000_1770019622-desain_kebun_sayur_pakai_kaleng__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487009/original/092544600_1769654070-unnamed__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490639/original/026490800_1770019196-skin_barrier_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481421/original/036756900_1769128515-Untitled_design__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5374859/original/076690000_1759905895-lk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358421/original/059682900_1758604724-ChatGPT_Image_Sep_23__2025__12_08_55_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1540452/original/019429700_1489754718-bekicot_kawin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489887/original/026084000_1769944251-cover_perkebunan_melon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490530/original/005219900_1770014517-budidaya_belut.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)