Mengapa Pelaku Usaha Perlu Gabung Komunitas? Ini 6 Manfaatnya

2 days ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Membangun usaha merupakan sebuah proses yang tak berjalan instan. Tahapan untuk menuju ke usaha yang lebih maju butuh perjalanan panjang yang penuh perjuangan dan kesabaran.

Salah satu yang perlu diperhatikan dalam membangun usaha adalah bergabung dengan komunitas. Di dalam komunitas kita bisa menjalin relasi dengan banyak orang. Hal ini yang disadari betul oleh Rifqi Rozanah (37), seorang pebisnis kopi asal Desa Panggungharjo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Demi mengenalkan berbagai produk yang ia miliki, Rifqi bergabung dengan berbagai komunitas dan ikut berbagai kegiatan di dalam komunitas itu. Lalu apa manfaatnya bergabung dengan komunitas terutama untuk pengembangan usaha? Berikut selengkapnya.

1. Memperluas Jaringan

Bagi Rifqi, bergabung dengan komunitas memungkinkan dia untuk bertemu dengan sesama pengusaha, mentor, atau calon pelanggan yang dapat membuka peluang kerja sama dan bisnis baru.

Dari interaksi ini, Rifqi juga bisa mendapatkan banyak pelanggan baru yang sebelumnya tidak ia kenal, sekaligus memperluas jaringan dan wawasan tentang tren bisnis terbaru. Selain itu, berada dalam komunitas memberi kesempatan untuk belajar dari pengalaman orang lain, berbagi strategi, dan mendapatkan inspirasi untuk inovasi usaha.

“Pada intinya kalau orang mau terjun di dunia bisnis itu kita jangan pernah puas dengan relasi yang kita miliki saat ini. Jadi kita harus ikut banyak komunitas,” ujarnya saat ditemui Liputan6.com pada Kamis (22/1).

2. Belajar dari Pengalaman Orang Lain

Dengan bergabung ke dalam komunitas, Rifqi dapat belajar dari pengalaman orang lain, sehingga ia bisa meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi saat membangun usaha. Interaksi dengan sesama anggota komunitas memberinya wawasan baru dan inspirasi tentang berbagai cara menjalankan bisnis.

“Di komunitas saya bisa ketemu sesama pengusaha. Dari sana saya bisa terinspirasi, oh dia usaha apa,” kata Rifqi.

Selain mendapatkan ide, ia juga bisa membangun jaringan, bertukar strategi, dan menemukan peluang kerja sama yang sebelumnya tidak terpikirkan, membuat perjalanan bisnisnya lebih terarah dan efektif.

3. Mendapatkan Motivasi dan Dukungan

Menurut Rifqi, bergabung dengan komunitas membuatnya bersemangat dalam membangun usaha. Selain terinspirasi dari teman-temannya yang sukses membangun usaha, di dalam komunitas mereka saling memberi dukungan satu sama lain dan saling berbagi solusi kalau ada anggotanya yang terkena masalah. Ini membuat pengusaha tak merasa sendirian.

“Namanya orang bisnis semangatnya naik turun. Nah itu yang salah satu manfaat saat kita ikut komunitas, kita jadi pas baru nggak semangat, ternyata di grup ada teman yang omzetnya besar. Intinya di sana saling support, ada circle positif,” terang Rifqi.

4. Meningkatkan Kredibilitas

Aktif di komunitas bisa memperkuat reputasi dan kepercayaan pasar terhadap usaha yang dijalankan. Apalagi bisnis merupakan sesuatu yang dibangun atas dasar kepercayaan. Dengan hadir dan dikenal dalam komunitas, pelaku usaha lebih mudah membangun hubungan yang solid dengan pelanggan maupun mitra bisnis.

“Misalnya kita mau  menawarkan produk kopi kita ke orang. Karena mereka biasanya sudah punya supplier. Nah kalau sudah cocok dengan itu, dia tidak mudah untuk berpindah. Artinya bagaimana kita bisa membuat satu produk yang orang itu mau kembali lagi order ke kita,” ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa jaringan komunitas bukan hanya tempat bertukar informasi, tapi juga sarana membangun loyalitas pelanggan.

5. Akses ke Sumber Daya

Bergabung dengan komunitas membuka akses ke berbagai sumber daya yang dapat membantu usaha berkembang lebih cepat. Banyak komunitas menyediakan pelatihan, seminar, dan informasi penting yang biasanya sulit didapatkan jika berjalan sendiri.

“Rata-rata banyak info dari dinas koperasi. Atau ada pelatihan dari perusahaan aplikasi atau universitas. Banyak orang datang ke kami untuk menawarkan kerja sama. Kadang kami juga dapat bantuan modal. Link-link itu kalau kita melakukan sendiri belum tentu ketemu dengan pihak sana. Tapi melalui tangan-tangan komunitas kita jadi bisa kenal,” ungkap Rifqi.

Dengan memanfaatkan jaringan komunitas, pelaku usaha bisa mendapatkan peluang dan bantuan yang nyata untuk kemajuan bisnisnya.

6. Ide dan Inovasi Baru

Interaksi dengan berbagai anggota membuka peluang ide kreatif atau inovasi produk yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya. Namun yang paling penting dari adanya ide dan inovasi baru itu adalah passion yang dimiliki. Dengan adanya passion, maka seorang pengusaha akan tetap bertahan menjalankan usaha seberapa berat tantangan yang harus dilalui.

“Jadi ketika orang itu memutuskan ingin usaha itu pada intinya adalah kita harus tahu dulu nih, kita itu pengen, passion nya gimana. Karena kalau saya melihat orang lihat usaha es kepal milo, viral, laris, ngikut2, buka, ternyata saya passion nya nggak di situ. Ya sudah nggak akan bertahan. Termasuk ketika kita mengikuti usaha orang lain yang viral,” tutupnya.  

Pertanyaan dan Jawaban

1. Mengapa bergabung dengan komunitas penting bagi pelaku usaha?

Bergabung dengan komunitas membantu pelaku usaha memperluas relasi, mendapatkan informasi peluang bisnis, serta membuka akses kerja sama. Komunitas juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan solusi, sehingga pelaku usaha tidak berjalan sendiri dalam mengembangkan bisnisnya.

2. Apa manfaat komunitas bagi pengusaha pemula?

Bagi pengusaha pemula, komunitas memberikan dukungan moral, bimbingan, serta inspirasi dari sesama pelaku usaha yang lebih dulu berpengalaman. Selain itu, komunitas sering menjadi sumber informasi pelatihan, pendampingan usaha, hingga akses bantuan permodalan.

3. Bagaimana komunitas membantu pengembangan produk usaha?

Melalui komunitas, pelaku usaha dapat mengikuti pelatihan pengemasan, pemasaran, dan peningkatan kualitas produk. Diskusi dengan anggota komunitas juga memunculkan ide-ide baru, sehingga produk dapat terus berkembang dan menyesuaikan kebutuhan pasar.

4. Apakah komunitas dapat membantu memperluas pasar usaha?

Ya, komunitas sangat berperan dalam memperluas pasar. Banyak peluang kerja sama, pameran, dan skema penjualan yang diperoleh melalui jaringan komunitas. Dengan bergabung di komunitas, pelaku usaha bisa menjangkau konsumen dan mitra bisnis yang sebelumnya sulit dijangkau.

5. Jenis komunitas apa yang cocok diikuti oleh pelaku UMKM?

Pelaku UMKM dapat bergabung dengan komunitas wirausaha, koperasi, komunitas berbasis produk, atau komunitas lokal di daerahnya. Komunitas seperti ini biasanya aktif mengadakan pelatihan, berbagi informasi bantuan usaha, serta membuka peluang kolaborasi antarpelaku bisnis.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|