Pakan Ayam Joper agar Tidak Bau, Panduan Lengkap untuk Ternak yang Sehat

1 day ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Ayam Joper, singkatan dari Jawa Super, merupakan jenis ayam pedaging yang semakin populer di kalangan peternak. Pertumbuhannya yang relatif cepat dan kemudahan pemeliharaannya menjadi daya tarik utama. Namun, salah satu tantangan yang kerap dihadapi adalah masalah bau kotoran yang menyengat akibat tingginya kandungan amonia di kandang.

Oleh karena itu, penerapan pakan ayam joper agar tidak bau menjadi solusi esensial bagi setiap peternak untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan lingkungan kandang serta sekitarnya.

Pemberian pakan ayam joper agar tidak bau tidak hanya berkontribusi pada pengurangan polusi udara, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi pencernaan dan kesehatan ayam secara menyeluruh. Formulasi pakan yang tepat, dengan penambahan bahan-bahan tertentu, mampu membantu menekan produksi gas amonia dalam sistem pencernaan ayam.

Berikut ini telah Liputan6.com ulas secara mendalam tentang strategi pakan ayam joper agar tidak bau, termasuk cara pembuatannya dengan bahan-bahan yang mudah didapat dan terjangkau, pada Jumat (30/1).

Formulasi Bahan Dasar untuk Pakan Minim Bau

Bau kotoran umumnya timbul akibat protein hewani berlebihan yang tidak tercerna secara optimal. Kunci utama dalam menciptakan pakan ayam yang tidak menghasilkan bau kotoran menyengat terletak pada komposisi yang seimbang antara protein dan serat. 

Bahan-bahan utama yang direkomendasikan meliputi:

Dedak padi halus (bekatul)

Dedak padi berfungsi sebagai sumber serat dan kalori, sementara jagung menyediakan energi karbohidrat serta vitamin A dan E.

Jagung giling

Jagung menyediakan energi karbohidrat serta vitamin A dan E.

Tepung ikan

Tepung ikan, di sisi lain, merupakan sumber protein berkualitas tinggi.

Penting untuk memperhatikan dosis penggunaan, misalnya tepung ikan sebaiknya tidak lebih dari 10% dari total pakan, jagung hingga 20%, dan dedak hingga 45%.

Penambahan arang aktif (karbon) sebanyak 1-2% dari total bobot pakan juga dapat dipertimbangkan. Arang aktif memiliki kemampuan menyerap racun dan gas berbahaya di saluran pencernaan, mengikat senyawa amonia sebelum dikeluarkan melalui kotoran, membantu menjaga keseimbangan pH, serta mengurangi bakteri patogen yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Namun, penggunaan arang aktif harus sesuai dosis yang tepat karena kelebihan dapat mengganggu penyerapan nutrisi. Pastikan arang aktif yang digunakan adalah food grade dan telah melalui proses aktivasi yang benar.

Peran Probiotik dalam Pakan Ayam Joper

Probiotik menjadi komponen penting dalam formulasi pakan ayam modern yang berperan vital dalam mengurangi bau kotoran. Bakteri menguntungkan dalam probiotik akan mengoptimalkan proses fermentasi dan pencernaan protein, sehingga limbah nitrogen yang dihasilkan lebih minimal. EM4 Peternakan adalah pilihan probiotik yang umum digunakan karena efektivitas dan kemudahan aplikasinya. EM4 mengandung berbagai mikroorganisme seperti Lactobacillus sp, Khamir, Actinomycetes, dan Streptomyces.

Proses pembuatan larutan probiotik yang benar sangat menentukan keberhasilan aplikasi teknologi ini. Aktivasi bakteri probiotik memerlukan lingkungan yang tepat dengan ketersediaan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme menguntungkan. Molase atau tetes tebu berfungsi sebagai sumber energi bagi bakteri probiotik selama proses aktivasi.

Berikut langkah-langkah pembuatan larutan probiotik:

  • Campurkan 1 tutup botol EM4 Peternakan dengan 1 sendok makan molase dalam wadah bersih.
  • Tambahkan 1 liter air bersih, hindari air yang mengandung klorin tinggi.
  • Aduk rata dan diamkan selama 15-30 menit untuk proses aktivasi bakteri.
  • Larutan siap digunakan ketika sudah terlihat gelembung-gelembung kecil, menandakan aktivitas bakteri.
  • Semprotkan secara merata ke pakan kering hingga tekstur sedikit lembap, namun hindari pakan yang terlalu basah karena dapat menyebabkan pembusukan.

Aplikasi probiotik harus dilakukan secara konsisten untuk mendapatkan hasil yang optimal. Bakteri probiotik memerlukan waktu untuk berkembang dan mendominasi flora usus ayam, yang pada akhirnya akan menekan kadar amonia dalam kandang sehingga sirkulasi udara semakin baik dan kandang tidak bau.

Pemanfaatan Hijauan Fermentasi sebagai Suplemen Serat

Penambahan bahan hijauan yang telah difermentasi merupakan strategi efektif untuk meningkatkan kualitas pencernaan dan mengurangi bau kotoran ayam joper. Serat hijau yang difermentasi lebih mudah dicerna dan menghasilkan tekstur kotoran yang lebih padat serta kering. Azolla, eceng gondok, atau daun talas merupakan pilihan hijauan yang sangat baik karena kandungan seratnya yang tinggi dan mudah difermentasi. Azolla, misalnya, memiliki kandungan protein yang cukup tinggi (25-35%).

Proses fermentasi hijauan akan memecah struktur selulosa yang sulit dicerna menjadi komponen yang lebih sederhana dan mudah diserap oleh ayam. Ini membantu memperbaiki metabolisme protein pada ayam, sehingga kadar amonia dalam feses ayam berkurang drastis secara alami.

Teknik pengolahan hijauan untuk pakan:

  • Pilih hijauan segar yang bersih dan bebas dari kontaminan.
  • Cacah hijauan dengan ukuran 2-3 cm untuk memudahkan konsumsi.
  • Layu-layukan hijauan selama 4-6 jam untuk mengurangi kadar air.
  • Campurkan dengan probiotik dan diamkan selama 12-24 jam.
  • Hijauan siap dicampur dengan pakan utama dengan proporsi 10-15%.

Hijauan yang telah difermentasi akan memiliki aroma sedikit asam dan tekstur lebih lunak. Hindari penggunaan hijauan yang sudah membusuk atau berbau tidak sedap.

Teknik Fermentasi Pakan untuk Efisiensi Optimal

Fermentasi pakan adalah teknologi pengolahan yang mengubah pakan mentah menjadi pakan yang telah mengalami pra-pencernaan oleh mikroorganisme. Proses ini sangat efektif dalam mengurangi beban kerja sistem pencernaan ayam sekaligus meningkatkan nilai nutrisi pakan. Pakan yang telah difermentasi akan menghasilkan kotoran yang lebih sedikit bau karena protein telah terurai menjadi asam amino yang lebih sederhana.

Proses fermentasi memerlukan lingkungan anaerob (tanpa oksigen) yang terkontrol untuk mencegah pertumbuhan bakteri pembusuk. Wadah fermentasi harus kedap udara dan bersih dari kontaminan yang dapat mengganggu proses. Suhu optimal untuk fermentasi berkisar antara 25-30°C dengan kelembapan yang terkontrol.

Prosedur fermentasi pakan secara detail:

  • Siapkan wadah fermentasi berupa ember atau drum plastik yang bersih.
  • Campurkan semua bahan pakan sesuai formula yang telah ditentukan.
  • Basahi campuran dengan larutan probiotik hingga kadar air mencapai 40-50%.
  • Masukkan campuran ke dalam wadah dan padatkan untuk mengeluarkan udara.
  • Tutup rapat wadah dan pastikan tidak ada kebocoran udara.
  • Simpan pada suhu ruang selama 2-3 hari untuk fermentasi optimal; beberapa sumber menyebutkan waktu fermentasi bisa 7 hingga 14 hari.
  • Pakan siap digunakan ketika berbau harum seperti tape dan berwarna kecokelatan.

Pakan fermentasi dapat disimpan hingga 7 hari dalam kondisi tertutup rapat. Untuk penyimpanan lebih lama, pakan fermentasi dapat bertahan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun jika disimpan dengan benar dan terhindar dari sinar matahari dan hujan. Buka wadah hanya saat akan mengambil pakan untuk menghindari kontaminasi udara.

Manajemen Alas Kandang dengan Sistem Deep Litter

Sistem manajemen alas kandang yang tepat merupakan komplemen penting dari program pakan anti bau. Sistem deep litter menggunakan kombinasi bahan organik yang dapat menyerap kelembapan dan mengurai kotoran secara biologis. Sekam padi, serbuk gergaji, dan kapur dolomit bekerja sinergis dalam menciptakan lingkungan kandang yang kering dan bebas bau.

Sekam padi berfungsi sebagai bahan penyerap utama yang dapat mengikat kelembapan dari kotoran ayam. Serbuk gergaji memberikan struktur yang gembur dan meningkatkan aerasi dalam alas kandang. Kapur dolomit berperan dalam menetralkan pH dan mencegah pertumbuhan bakteri anaerob yang menghasilkan gas amonia. Kombinasi ketiga bahan ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi bakteri pengurai yang menguntungkan.

Teknik aplikasi deep litter system:

  • Bersihkan lantai kandang dari kotoran dan sisa pakan lama.
  • Taburkan kapur dolomit tipis merata di seluruh lantai kandang.
  • Campurkan sekam padi dan serbuk gergaji dengan perbandingan 3:1.
  • Sebarkan campuran alas dengan ketebalan 10-15 cm.
  • Semprotkan larutan probiotik encer ke seluruh permukaan alas.
  • Biarkan alas mengering sebelum memasukkan ayam.
  • Lakukan pembalikan alas setiap minggu untuk aerasi optimal.

Ganti alas kandang setiap 4-6 minggu atau ketika sudah menunjukkan tanda-tanda kejenuhan seperti bau yang mulai menyengat atau tekstur yang terlalu basah. Sirkulasi udara yang baik juga sangat penting; kandang yang pengap akan membuat bau kotoran terperangkap dan semakin menyengat.

Evaluasi dan Monitoring Program Pakan

Keberhasilan program pakan ayam joper anti bau perlu dipantau secara berkala untuk memastikan efektivitas dan melakukan penyesuaian jika diperlukan. Parameter yang perlu diamati meliputi kondisi fisik ayam, karakteristik kotoran, tingkat konsumsi pakan, dan pertambahan bobot badan. Ayam yang sehat dengan sistem pencernaan yang optimal akan menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dengan produksi kotoran yang minimal bau.

Evaluasi kualitas kotoran dapat dilakukan dengan mengamati konsistensi, warna, dan aroma. Kotoran yang baik memiliki tekstur padat, warna cokelat normal, dan aroma yang tidak menyengat. Jika masih terdapat bau yang kuat, perlu dilakukan penyesuaian formulasi pakan atau peningkatan dosis probiotik. Pakan berkualitas baik akan menghasilkan kotoran yang tidak terlalu menyengat.

Indikator keberhasilan program:

  • Kotoran berbentuk padat dan tidak lengket.
  • Aroma kandang tidak menyengat meski dalam ruang tertutup.
  • Pertumbuhan ayam tetap optimal sesuai standar breed.
  • Konsumsi pakan efisien tanpa banyak sisa.
  • Kesehatan ayam terjaga dengan mortalitas rendah.
  • Lingkungan sekitar kandang tetap nyaman.

Dokumentasikan semua parameter untuk memudahkan evaluasi dan perbaikan program di masa mendatang. Kondisi kandang yang terang cenderung lebih kering dan bersih, membuat ternak lebih sehat dan kandang tampak rapi.

Pertanyaan dan Jawaban

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat hasil dari pakan anti bau?

A: Hasil biasanya dapat terlihat dalam 7-14 hari setelah aplikasi pakan fermentasi dengan probiotik. Pengurangan bau kotoran akan mulai terasa setelah minggu pertama, dan efek optimal dicapai setelah 3-4 minggu penggunaan konsisten.

Q: Apakah penggunaan arang aktif aman untuk kesehatan ayam dalam jangka panjang?

A: Ya, arang aktif food grade aman digunakan dalam jangka panjang dengan dosis 1-2% dari total pakan. Namun, perlu dipastikan menggunakan arang aktif berkualitas tinggi dan tidak berlebihan karena dapat mengganggu penyerapan vitamin dan mineral tertentu.

Q: Bisakah menggunakan EM4 untuk tanaman sebagai pengganti EM4 peternakan?

A: Sebaiknya gunakan EM4 khusus peternakan karena strain bakterinya sudah disesuaikan untuk sistem pencernaan ternak. EM4 tanaman memiliki komposisi bakteri yang berbeda dan mungkin kurang efektif untuk aplikasi pada pakan ternak.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|