Peringatan 10 Desember 2025 Hari HAM Sedunia, Simak Sejarah hingga Kutipan Inspiratifnya

1 month ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Peringatan 10 Desember 2025 sebagai Hari HAM Sedunia 2025 hadir sebagai momentum refleksi global, atas perjalanan panjang perjuangan martabat manusia. Setiap negara diajak menilai kembali arah kebijakan publik agar lebih berpihak pada nilai kemanusiaan universal. Momen ini membantu masyarakat memahami betapa pentingnya penghormatan terhadap hak dasar bagi seluruh individu tanpa pengecualian.

Dalam konteks sosial modern, Hari HAM Sedunia 2025 memicu diskusi luas mengenai tantangan baru terkait ketidakadilan, kekerasan struktural, serta akses terhadap kebutuhan fundamental. Berbagai komunitas bergerak untuk memperkuat suara publik agar prinsip kemanusiaan tetap berada di posisi utama. Semangat solidaritas menjadi energi besar, untuk membangun dunia yang lebih aman bagi seluruh individu.

Tema peringatan Hari HAM Sedunia 2025 “Human Rights, Our Everyday Essentials” juga mendorong masyarakat global, supaya memperkuat komitmen terhadap upaya perlindungan hak dasar dalam kehidupan sehari-hari. Institusi pendidikan turut berperan, melalui peningkatan literasi tentang penghargaan terhadap martabat setiap orang.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (10/12/2025).

Sejarah Hari HAM Sedunia

Awal mula peringatan penting ini dapat ditelusuri kembali, pada masa ketika dunia baru saja keluar dari tragedi besar Perang Dunia II. Setelah menyaksikan penderitaan tak terbayangkan, kehancuran fisik di berbagai wilayah, serta runtuhnya martabat manusia, komunitas internasional menyadari perlunya sebuah pedoman bersama untuk mencegah kekejaman serupa muncul kembali pada generasi berikutnya. Kesadaran kolektif tersebut kemudian mendorong berbagai negara untuk duduk bersama dan menyusun sebuah naskah yang mampu menegaskan nilai kemanusiaan secara menyeluruh.

Pada tanggal 10 Desember 1948, dalam sebuah sidang bersejarah di Paris, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi mengesahkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) atau Universal Declaration of Human Rights. Dokumen ini lahir sebagai hasil perdebatan panjang dan pertimbangan mendalam para delegasi negara yang ingin memastikan bahwa martabat setiap manusia mendapatkan pengakuan setara tanpa syarat apa pun. Keberadaannya menjadi bukti bahwa dunia memerlukan standar moral dan hukum yang dapat menjadi rujukan universal dalam memajukan peradaban yang lebih berkeadilan.

DUHAM dianggap sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah umat manusia, sebab untuk pertama kalinya seluruh bangsa mengakui secara resmi bahwa hak dasar manusia tidak boleh diganggu gugat oleh siapa pun. Kumpulan pasal di dalamnya menegaskan bahwa setiap individu berhak hidup bebas, aman, dan terlindungi dari berbagai bentuk penindasan. Dokumen ini tidak hanya mengatur prinsip legal, tetapi juga mengandung pesan kemanusiaan yang melintasi batas budaya, bahasa, agama, maupun sistem politik.

Sejak saat pengesahan tersebut, tanggal 10 Desember diperingati sebagai Hari HAM Sedunia. Peringatan ini berfungsi sebagai pengingat bagi masyarakat global agar tidak melupakan nilai-nilai kesetaraan, keadilan, serta kebebasan yang melekat pada setiap manusia sejak lahir. Melalui momentum tahunan ini, dunia diharapkan terus memperbarui komitmen terhadap perlindungan hak asasi, serta memperjuangkan kehidupan yang lebih bermartabat bagi seluruh umat manusia tanpa memandang ras, kepercayaan, gender, atau status sosial apa pun.

Menggali Makna Tema Hari HAM Sedunia 2025

Pada peringatan Hari HAM Sedunia 2025 pada 10 Desember, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan sebuah tema besar yang dianggap sangat relevan bagi realitas kehidupan modern. Tema tersebut berbunyi “Human Rights, Our Everyday Essentials” atau dalam terjemahan Bahasa Indonesia menjadi “Hak Asasi Manusia, Kebutuhan Esensial Kita Sehari-hari.” Pemilihan tema ini mencerminkan upaya serius komunitas global untuk memperluas pemahaman publik bahwa hak asasi bukan sekadar konsep besar dalam diplomasi internasional, tetapi bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian setiap individu.

Melalui tema tersebut, PBB berupaya mengikis anggapan lama bahwa Hari HAM Sedunia hanya terkait ruang sidang, organisasi hukum, atau kelompok aktivis tertentu. Sebaliknya, PBB ingin menekankan bahwa prinsip-prinsip HAM hadir dalam hal-hal paling sederhana dalam kehidupan manusia, mulai dari kesempatan memperoleh udara yang layak dihirup, akses terhadap makanan yang aman, hingga hak untuk merasa terlindungi di lingkungan tempat tinggal. Seluruh aspek tersebut bersifat mendasar dan seharusnya menjadi standar minimum bagi seluruh manusia tanpa kecuali.

Untuk memperkuat pesan tema tersebut, kampanye tahun 2025 dibangun di atas tiga landasan utama.

  • Positivitas (Positivity). Melalui pilar ini, masyarakat diajak memahami bahwa HAM tidak hanya dibicarakan ketika terjadi pelanggaran, melainkan juga sebagai sumber rasa aman, kenyamanan batin, serta kebahagiaan yang memungkinkan manusia menjalani kehidupan bermartabat.
  • Esensialitas (Essentiality). Dalam kondisi dunia yang kerap diguncang instabilitas politik dan persoalan ekonomi, PBB ingin menegaskan bahwa hak asasi merupakan unsur konstan yang menjaga nilai kemanusiaan tetap kokoh. HAM berfungsi sebagai pijakan moral agar setiap orang tetap dihargai keberadaannya, betapa pun dinamis situasinya.
  • Ketercapaian (Attainability). Pilar ini menekankan bahwa penegakan HAM tidak selalu membutuhkan tindakan besar. Prosesnya justru dimulai dari tindakan sederhana sehari-hari, seperti menghormati batas pribadi orang lain, bersikap adil dalam interaksi sosial, serta keberanian untuk menyampaikan suara ketika melihat ketidakadilan terjadi.

Kampanye bertema Hari HAM Sedunia 2025 pada 10 Desember ini juga diperluas melalui berbagai saluran digital yang melibatkan partisipasi aktif generasi muda. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kebutuhan dasar seperti udara bersih, makanan bernutrisi, lingkungan aman, serta kesempatan berkembang merupakan hak fundamental yang tidak dapat dinegosiasikan. Melalui keterlibatan masyarakat luas, PBB berharap nilai-nilai tersebut semakin mengakar dan menjadi bagian penting dalam perilaku sehari-hari seluruh warga dunia.

Kutipan Umum tentang Hak Asasi Manusia yang Inspiratif

  1. Hak asasi manusia merupakan fondasi fundamental yang menopang martabat setiap individu dan menegaskan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan, perlindungan, serta kesempatan untuk mengembangkan potensinya secara maksimal tanpa diskriminasi.”
  2. “Hari HAM Sedunia mengingatkan kita bahwa setiap tindakan kecil dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghormati sesama hingga menegakkan keadilan, merupakan langkah nyata dalam memperkuat prinsip-prinsip kemanusiaan yang universal.”
  3. “Kebebasan bukan sekadar hak formal, melainkan pengalaman hidup yang memungkinkan setiap manusia mengekspresikan dirinya, menentukan pilihan, serta hidup dalam lingkungan yang aman dan penuh rasa hormat.”
  4. “Peringatan Hari HAM Sedunia adalah pengingat abadi bahwa martabat manusia tidak dapat diukur oleh status sosial, kekayaan, agama, atau latar belakang budaya, melainkan oleh penghormatan terhadap hak-hak mendasar yang melekat sejak lahir.”
  5. “Setiap individu memiliki kewajiban moral dan sosial untuk memperjuangkan hak-hak orang lain, karena keadilan dan kebebasan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat ikut serta menjaga integritas hak asasi manusia.”
  6. “Hari HAM Sedunia menegaskan bahwa kesetaraan bukan hanya prinsip abstrak, tetapi juga komitmen nyata untuk memastikan setiap manusia memperoleh akses yang adil terhadap pendidikan, kesehatan, dan perlindungan hukum.”
  7. “Hak asasi manusia adalah instrumen universal yang tidak mengenal batas negara atau wilayah, menekankan pentingnya kolaborasi global demi menciptakan dunia yang adil, aman, dan penuh empati bagi setiap generasi.”
  8. “Menghormati hak orang lain adalah bentuk nyata dari kebijaksanaan dan kematangan moral, serta menjadi landasan bagi terciptanya masyarakat inklusif yang menghargai perbedaan dan keberagaman.”
  9. “Pendidikan tentang hak asasi manusia merupakan fondasi untuk membentuk generasi masa depan yang sadar akan tanggung jawab sosial, empati, dan keberanian untuk menolak segala bentuk penindasan.”
  10. “Melalui Hari HAM Sedunia, setiap komunitas diingatkan bahwa perlindungan terhadap hak individu bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga panggilan kemanusiaan yang menuntut partisipasi aktif seluruh warga.”
  11. “Kesadaran bahwa setiap manusia memiliki hak yang melekat sejak lahir menjadi landasan untuk membangun dunia yang damai, stabil, dan mampu menumbuhkan solidaritas antarindividu maupun kelompok.”
  12. “Kebebasan berbicara, bergerak, dan memilih merupakan hak fundamental yang memungkinkan manusia mengekspresikan jati diri tanpa rasa takut atau intimidasi, sekaligus menegaskan nilai martabat universal.”
  13. “Hari HAM Sedunia mengajak kita melihat bahwa setiap kebijakan publik harus berorientasi pada penghormatan terhadap hak individu, agar kesejahteraan, keadilan, dan kesetaraan dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat.”
  14. “Menghargai HAM berarti membangun budaya empati dan kepedulian, di mana setiap tindakan kecil yang kita lakukan turut memperkuat perlindungan hak orang lain dalam kehidupan sehari-hari.”
  15. “Peringatan ini menjadi pengingat bahwa diskriminasi dalam bentuk apa pun harus ditolak, dan bahwa hak-hak setiap individu harus dijaga sebagai aset moral yang tidak bisa diperdagangkan atau diabaikan.”
  16. “Setiap manusia berhak hidup dalam lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari intimidasi, karena hak-hak tersebut membentuk fondasi kehidupan yang bermartabat dan seimbang.”
  17. “Hari HAM Sedunia menekankan bahwa kebebasan, keadilan, dan perlindungan hak-hak dasar adalah pilar yang menopang stabilitas sosial, kemakmuran, dan keharmonisan masyarakat global.”
  18. “Menguatkan HAM berarti memperkuat jaringan solidaritas antarindividu, di mana empati dan rasa tanggung jawab sosial menjadi modal utama bagi perdamaian abadi.”
  19. “Hak-hak manusia yang melekat sejak lahir menjadi penanda bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkreasi, dan berkontribusi bagi kemajuan bersama tanpa adanya diskriminasi.”
  20. “Hari HAM Sedunia menjadi pengingat bahwa kebebasan, pendidikan, dan perlindungan hukum bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan esensial yang harus dijamin untuk setiap manusia di planet ini.”
  21. “Setiap pelanggaran hak asasi manusia adalah panggilan untuk bertindak, menegakkan keadilan, serta memastikan bahwa martabat setiap orang tetap terjaga di tengah dinamika sosial dan politik.”
  22. “Kesetaraan gender, hak anak, hak atas pendidikan, serta kebebasan beragama merupakan bagian integral dari HAM yang harus diterapkan secara konsisten di seluruh lapisan masyarakat.”
  23. “Hari HAM Sedunia menekankan bahwa tindakan nyata, sekecil apa pun, yang memperkuat hak orang lain, merupakan kontribusi besar bagi pembangunan masyarakat yang beradab dan harmonis.”
  24. “Mengajarkan anak-anak tentang hak asasi manusia sejak dini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sadar akan keadilan, tanggung jawab, dan nilai kemanusiaan universal.”
  25. “Setiap individu memiliki hak untuk dihargai, diakui, dan diperlakukan secara adil, karena martabat manusia adalah prinsip yang tidak dapat diganggu gugat.”
  26. “Hari HAM Sedunia 2025 menjadi pengingat global bahwa kebebasan dan keadilan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pemerintah dan praktik sosial.”
  27. “Hak-hak dasar manusia tidak mengenal batas ras, agama, budaya, atau status ekonomi; setiap orang berhak atas pengakuan dan perlindungan yang sama.”
  28. “Kebebasan berekspresi, hak untuk hidup aman, dan hak atas pendidikan merupakan kebutuhan mendasar yang membentuk kualitas hidup manusia secara menyeluruh.”
  29. “Hari HAM Sedunia mengajarkan kita bahwa penegakan hak asasi manusia adalah tanggung jawab kolektif yang memerlukan partisipasi aktif setiap warga dunia.”
  30. “Menghormati HAM orang lain merupakan wujud nyata dari kepedulian terhadap kemanusiaan dan prinsip moral yang berlaku lintas generasi.”

FAQ Seputar Topik

Apa itu Hari HAM Sedunia 2025?

Hari HAM Sedunia 2025 adalah peringatan global pada 10 Desember yang menandai 77 tahun adopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) dan merefleksikan komitmen terhadap hak-hak fundamental setiap individu.

Kapan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) diadopsi?

Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) secara resmi diadopsi oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 10 Desember 1948 di Paris.

Apa tema Hari HAM Sedunia 2025?

Tema Hari HAM Sedunia 2025 adalah "Human Rights, Our Everyday Essentials" atau "Hak Asasi Manusia, Kebutuhan Esensial Kita Sehari-hari", yang menekankan bahwa HAM adalah fondasi utama keberlangsungan hidup manusia.

Apa saja pilar kampanye tema Hari HAM Sedunia 2025?

Kampanye tema Hari HAM Sedunia 2025 memiliki tiga pilar utama: Positivitas, Esensialitas, dan Ketercapaian, yang menekankan aspek kebahagiaan, landasan martabat, dan tindakan nyata dalam penegakan HAM.

Bagaimana peran PBB dalam perlindungan hak asasi manusia?

PBB berperan signifikan dalam perlindungan HAM dengan memfasilitasi hukum internasional, membuat dokumen seperti DUHAM, serta membentuk komite khusus seperti UNCHR untuk menegakkan keadilan dan memberikan bantuan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|