Liputan6.com, Jakarta - Usaha kuliner UMKM menjadi salah satu sektor yang paling diminati karena makanan merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang terus dicari setiap hari, baik untuk konsumsi pribadi, keluarga, maupun acara tertentu. Namun, di balik peluang yang besar tersebut, persaingan juga sangat ketat karena banyak pelaku usaha bermunculan dengan konsep yang hampir serupa, sehingga tidak sedikit UMKM kuliner yang hanya ramai di awal, tetapi kemudian kesulitan bertahan karena tidak memiliki strategi yang matang dalam menjaga kualitas, pemasaran, dan hubungan dengan pelanggan.
Agar usaha kuliner tidak sekadar laris sesaat, tetapi juga mampu bertahan lama dan berkembang secara berkelanjutan, pelaku UMKM perlu memahami bahwa bisnis makanan bukan hanya soal memasak, melainkan juga tentang membangun ciri khas produk, menjaga konsistensi, memperluas relasi, berinovasi, serta mengelola modal dan pasar dengan bijak. Hal ini juga dialami oleh Rifqi Rozanah (37), pelaku UMKM asal Panggungharjo, Sewon, Bantul, yang membuktikan bahwa ketekunan, strategi, dan adaptasi pasar mampu membawa usaha kuliner berkembang dari skala rumahan hingga menembus pasar luar daerah.
1. Menjaga Kualitas Rasa dan Konsistensi Produk
Kualitas rasa merupakan faktor utama yang membuat pelanggan tertarik mencoba sebuah produk kuliner dan kembali membelinya di kemudian hari, karena sekuat apa pun promosi yang dilakukan, konsumen tidak akan bertahan jika rasa makanan tidak sesuai harapan. Oleh sebab itu, UMKM perlu menjaga keseimbangan bumbu, tekstur, aroma, serta tampilan produk agar selalu memuaskan konsumen.
Selain rasa, konsistensi juga menjadi kunci penting agar kepercayaan pelanggan tidak turun. Konsumen biasanya kecewa ketika rasa yang didapat hari ini berbeda jauh dengan pembelian sebelumnya, sehingga penting bagi pelaku usaha membuat standar resep dan proses produksi yang sama setiap waktu.
Dalam usaha kopinya, Rifqi Rozanah juga menekankan pentingnya ciri khas rasa. Ia mengatakan, “Biji kopi itu sama, tapi kalau yang roasting berbeda itu rasanya juga akan beda. Jadi ketika kita akan membeli suatu produk, itu harus punya ciri khas, kenapa orang membeli produk kita.” Prinsip ini juga berlaku pada kuliner lain, karena keunikan rasa yang konsisten membuat pelanggan mau kembali membeli.
2. Menentukan Ciri Khas atau Keunikan Produk
Di tengah banyaknya usaha kuliner, memiliki ciri khas menjadi nilai pembeda agar produk mudah diingat dan tidak tenggelam di pasaran. Ciri khas bisa berupa resep, konsep, kemasan, porsi, maupun fungsi produk yang memudahkan konsumen.
Keunikan ini memberi alasan kuat bagi pelanggan untuk memilih satu produk dibandingkan yang lain, karena konsumen cenderung mencari sesuatu yang berbeda dan memiliki nilai lebih dari sekadar makanan biasa. Identitas produk yang kuat juga memudahkan proses branding dan pemasaran.
Rifqi Rozanah menegaskan pentingnya fokus dan karakter usaha sejak awal. Ia menyampaikan, “Kalau memulai usaha itu harus punya ciri khas. Jadi kami berpikir fokus, orang datang bisa pesan sesuai ukuran, model, dan motif.” Prinsip fokus dan ciri khas tersebut kemudian ia terapkan juga di kuliner, seperti saat membranding keripik ikan sebagai camilan sekaligus lauk praktis.
3. Menentukan Harga yang Sesuai Pasar
Harga merupakan aspek sensitif yang sangat memengaruhi keputusan beli konsumen, sehingga pelaku UMKM perlu menetapkannya dengan perhitungan yang matang agar tidak terlalu mahal namun juga tidak merugikan usaha sendiri. Penentuan harga sebaiknya memperhatikan biaya bahan baku, tenaga kerja, kemasan, operasional, serta margin keuntungan yang realistis.
Selain menghitung biaya, pelaku usaha juga harus memahami daya beli target pasarnya, karena harga yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar akan membuat produk lebih mudah diterima oleh konsumen tanpa menimbulkan kesan terlalu murah atau justru terlalu eksklusif. Harga yang pas juga membuat pelanggan merasa nilai produk seimbang dengan kualitas yang mereka terima.
Dengan strategi harga yang tepat, usaha kuliner bisa tetap memperoleh keuntungan yang sehat sekaligus menjaga kestabilan penjualan, sehingga bisnis tidak hanya ramai di awal, tetapi juga mampu bertahan dalam jangka panjang.
4. Memanfaatkan Media Sosial dan Platform Online
Di era digital, pemasaran kuliner tidak bisa lepas dari media sosial dan platform online yang memungkinkan UMKM menjangkau konsumen lebih luas tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Media seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, serta layanan pesan antar dapat digunakan untuk menampilkan foto produk, video proses memasak, testimoni pelanggan, hingga promo menarik.
Konten yang rutin dan konsisten akan membantu membangun kepercayaan calon pembeli, karena mereka bisa melihat langsung bagaimana produk dibuat dan bagaimana respon pelanggan lain terhadap usaha tersebut. Media sosial juga menjadi sarana komunikasi dua arah antara penjual dan pembeli sehingga hubungan bisa terjalin lebih dekat.
Dengan pemanfaatan digital yang baik, UMKM kuliner tidak hanya bergantung pada pembeli sekitar lokasi, tetapi juga bisa menarik pasar yang lebih luas yang berpotensi meningkatkan omzet secara signifikan.
5. Memberikan Pelayanan yang Ramah dan Cepat
Pelayanan menjadi nilai tambah yang sering kali menentukan apakah pelanggan akan kembali atau tidak, karena meskipun rasa makanan enak, pengalaman buruk saat membeli bisa membuat konsumen enggan melakukan transaksi ulang. Oleh karena itu, sikap ramah, komunikasi yang jelas, serta respon cepat sangat penting dalam usaha kuliner.
Pelayanan yang baik juga mencakup ketepatan pesanan, kecepatan penyajian, serta kemasan yang rapi agar pelanggan merasa dihargai dan nyaman saat bertransaksi. Hal kecil seperti mengucapkan terima kasih atau meminta masukan bisa meningkatkan kesan positif di mata konsumen.
Jika pelayanan dilakukan dengan konsisten, pelanggan akan merasa memiliki hubungan emosional dengan usaha tersebut, sehingga bukan hanya membeli, tetapi juga menjadi pelanggan setia yang mendukung perkembangan bisnis.
6. Menjaga Kebersihan dan Keamanan Pangan
Kebersihan merupakan faktor penting dalam usaha kuliner karena berkaitan langsung dengan kesehatan konsumen dan citra bisnis di mata masyarakat. Dapur, peralatan, bahan baku, serta proses pengolahan harus dijaga agar tetap higienis dan aman dikonsumsi.
Penggunaan alat bersih, penutup makanan, serta kontrol tanggal kedaluwarsa sangat penting agar produk tidak merugikan konsumen maupun pelaku usaha sendiri.
Dalam sistem konsinyasi, Rifqi juga disiplin mengontrol masa simpan produk. Ia menjelaskan, “Dua bulan sebelum expired kami harus menarik produk itu supaya masih ada waktu untuk menjual ke end user.” Cara ini membantu menjaga mutu sekaligus memutar modal secara sehat.
7. Melakukan Inovasi Menu Secara Berkala
Pelanggan cenderung menyukai hal baru, sehingga inovasi menu menjadi langkah penting agar usaha kuliner tidak terkesan monoton dan membosankan. Inovasi bisa berupa varian rasa, ukuran porsi, paket hemat, atau kombinasi menu yang menarik.
Perubahan kecil yang relevan dengan kebutuhan pasar dapat meningkatkan minat beli tanpa harus meninggalkan menu utama yang sudah disukai pelanggan. Dengan begitu, usaha tetap segar dan mengikuti perkembangan selera konsumen.
Jika inovasi dilakukan secara terencana, maka UMKM akan lebih adaptif terhadap perubahan tren dan memiliki peluang lebih besar untuk terus bertahan dalam persaingan yang dinamis.
8. Mengelola Keuangan Usaha dengan Baik
Manajemen keuangan yang rapi menjadi fondasi agar usaha kuliner tidak hanya ramai, tetapi juga sehat secara finansial. Pelaku UMKM perlu memisahkan uang pribadi dan uang usaha agar arus kas dapat dipantau dengan jelas.
Pencatatan pemasukan, pengeluaran, modal, dan keuntungan membantu pemilik usaha mengetahui kondisi sebenarnya dari bisnis yang dijalankan, sehingga keputusan yang diambil lebih tepat dan tidak berdasarkan perkiraan semata.
Dengan keuangan yang terkontrol, UMKM memiliki kemampuan untuk berkembang, menambah peralatan, memperluas pemasaran, dan menghadapi risiko tanpa harus mengorbankan kelangsungan usaha.
9. Membangun Hubungan Baik dengan Pelanggan
Pelanggan bukan sekadar pembeli, tetapi aset jangka panjang yang menentukan kelangsungan usaha kuliner. Menjalin hubungan baik bisa dilakukan dengan memberikan perhatian kecil seperti bonus, diskon, atau sekadar menyapa pelanggan tetap dengan ramah.
Hubungan yang positif membuat konsumen merasa dihargai dan lebih loyal terhadap produk, sehingga mereka tidak mudah berpindah ke kompetitor meskipun ada banyak pilihan di pasaran.
Jika hubungan ini dijaga, pelanggan akan menjadi bagian dari promosi alami yang membantu usaha dikenal lebih luas tanpa biaya besar.
10. Evaluasi dan Adaptasi terhadap Pasar
Pasar kuliner selalu berubah mengikuti tren, gaya hidup, dan kondisi ekonomi, sehingga UMKM perlu melakukan evaluasi secara berkala terhadap produk, pelayanan, serta strategi pemasaran yang digunakan. Masukan pelanggan sebaiknya dijadikan bahan perbaikan, bukan diabaikan.
Dengan evaluasi, pemilik usaha bisa mengetahui apa yang harus ditingkatkan dan apa yang perlu diperbaiki agar bisnis tetap relevan dan diminati. Adaptasi ini membantu usaha bertahan dalam situasi apa pun.
UMKM yang mampu belajar dan menyesuaikan diri akan lebih kuat menghadapi persaingan dan memiliki peluang besar untuk terus berkembang dalam jangka panjang.
Pertanyaan dan Jawaban
Q: Apa yang membuat usaha kuliner cepat laris?
A: Kualitas rasa, harga sesuai pasar, pelayanan baik, dan promosi yang konsisten.
Q: Bagaimana cara mempertahankan pelanggan kuliner?
A: Dengan menjaga kualitas, pelayanan ramah, dan membangun hubungan baik dengan konsumen.
Q: Apakah UMKM kuliner harus memakai media sosial?
A: Ya, karena media sosial membantu menjangkau pasar lebih luas dengan biaya minim.
Q: Kenapa konsistensi rasa penting?
A: Karena pelanggan ingin mendapatkan rasa yang sama setiap kali membeli.
Q: Apa kesalahan umum UMKM kuliner?
A: Tidak mencatat keuangan, mengabaikan pelayanan, dan jarang melakukan inovasi menu.

11 hours ago
6
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495699/original/087407300_1770395606-IMG-20260206-WA0103.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4779617/original/036087100_1710997991-20240321BL_Pengambilan_Sumpah_WNI_Cyrus_Margono_10.JPG)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495694/original/058179800_1770395231-IMG-20260206-WA0061.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495664/original/012532800_1770390287-PSJ02234.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495424/original/073309000_1770369689-1001912126.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487859/original/027277700_1769680869-Lakukan_Pengendalian_Hama___Penyakit_dengan_Tepat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495441/original/065691700_1770370772-Cara_membersihkan_filter_air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315768/original/045151800_1755170609-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__26_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495423/original/096616400_1770369490-Cara_Menanam_Lidah_Buaya_di_Pot_Kecil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495505/original/005602900_1770373062-PSIM_V_PERSIS.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447115/original/003159000_1765948624-Gemini_Generated_Image_z1kf6mz1kf6mz1kf.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458414/original/095279200_1767078866-milomir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495369/original/008785000_1770367341-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495296/original/090491300_1770364232-Tanaman_Genjer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468953/original/075305800_1768037861-borneo_fc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495331/original/089320000_1770365129-ular.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495033/original/063751100_1770352230-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4850575/original/083890800_1717327227-WhatsApp_Image_2024-06-02_at_16.39.51.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443441/original/030682100_1765689642-unnamed_-_2025-12-14T120743.838.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418282/original/089534600_1763613709-unnamed_-_2025-11-20T113804.508.jpg)