Liputan6.com, Jawa Tengah - Dunia hobi burung berkicau di Indonesia bukan sekadar tren sesaat, melainkan industri kreatif yang menjanjikan keuntungan fantastis bagi siapa saja yang menekuninya dengan serius. Bagi Anda yang ingin memulai, memahami tips budidaya burung murai batu kicau merdu ekor panjang adalah langkah fundamental agar tidak salah langkah dalam mencetak anakan berkualitas premium yang menjadi incaran para kicau mania. Potensi pasar burung yang memiliki nama latin Copsychus malabaricus ini sangat stabil, bahkan cenderung meningkat seiring dengan banyaknya kompetisi gantangan di berbagai daerah.
Berbisnis ternak Murai Batu menawarkan perputaran uang yang cepat jika Anda mengetahui celahnya. Tidak perlu lahan berhektar-hektar, pekarangan rumah pun bisa disulap menjadi pabrik uang. Kuncinya ada pada ketelatenan merawat indukan, manajemen pakan yang tepat, serta strategi panen anakan yang efisien. Yugo Yunianto, seorang peternak sukses dari Menden, Kebonarum, Klaten, Jawa Tengah membuktikan bahwa dengan ketekunan, hobi ini bisa menghasilkan omzet jutaan rupiah per bulan. Menurutnya, harga jual Murai Batu sangat ditentukan oleh kualitas suara dan fisiknya, terutama ekor.
"Saya jual rata-rata Rp 3 juta, kalau sampai puluhan juta yang bagus yang udah prestasi lomba-lomba itu. Murai itu semakin merdu dan semakin panjang ekornya semakin mahal," ungkap Yugo saat ditemui reporter Liputan6.com belum lama ini.
Pemilihan Indukan dan Proses Penjodohan yang Efektif
Langkah awal dalam tips budidaya burung murai batu kicau merdu ekor panjang adalah memastikan Anda memiliki indukan yang siap produksi dan memiliki genetik unggul. Genetik memegang peranan krusial karena panjang pendek ekor serta mental burung sangat bergantung pada keturunan dari induknya, sehingga pemilihan bibit tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
Yugo Yunianto, seorang peternak berpengalaman dari Menden, Klaten, menjelaskan bahwa keberhasilan ternak dimulai dari usia burung yang tepat dan kecocokan pasangan.
"Burung biasanya sekitar umur 7 bulan siap produksi. Kalau panjang pendek ekor itu enggak bisa diatur, itu gen dari indukan. Indukan segitu ya segitu, nanti anaknya paling rata-rata hampir sama," ujarnya saat menjelaskan pentingnya faktor genetik dalam budidaya.
Kriteria Indukan Berkualitas
Usia Produktif
Pastikan burung jantan dan betina sudah berusia minimal 7-10 bulan. Pada usia ini, organ reproduksi sudah matang sempurna.
Fisik dan Mental
Pilih jantan yang memiliki volume suara keras dan variasi lagu yang banyak. Untuk betina, pilihlah yang sehat, lincah, dan memiliki nafsu makan baik.
Panjang Ekor
Jika target Anda adalah pasar ekor panjang, pastikan indukan jantan memiliki ekor di atas 20 cm. Ekor yang sangat panjang (30 cm ke atas) biasanya merupakan hasil persilangan atau jenis impor.
Manajemen Kandang dan Lingkungan yang Kondusif
Kandang merupakan istana bagi murai batu, tempat mereka bereproduksi dan merasa aman. Untuk keperluan ternak, kandang permanen berukuran besar lebih disarankan dibandingkan kandang gantung karena memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi pasangan burung untuk berinteraksi dan membangun sarang secara alami.
Dalam penataan kandang, sirkulasi udara dan pencahayaan matahari menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan demi kesehatan burung. Yugo, peternak murai sekaligus peternak jangkrik di Klaten ini menyarankan agar lantai kandang tidak disemen sepenuhnya.
"Kalau bisa bawahnya tanah, atau dibagi lagi ke pasir kan meresap airnya. Kalau cor kan nanti basah lembab, lama keringnya kotoran. Minimal ada cahaya masuk melalui atap transparan," jelasnya mengenai standar kebersihan dan kenyamanan kandang.
Komponen Penting dalam Kandang Ternak
Media Sarang
Gunakan bahan alami seperti kulit buah kelapa yang dilubangi sebagai tempat bertelur. Ini meniru kondisi alami di hutan dan memberikan kehangatan bagi telur.
Kebersihan Rutin
Meskipun kandang ternak jarang dibersihkan secara harian seperti kandang lomba, pembersihan total minimal sebulan sekali sangat penting untuk mencegah kutu atau gurem.
"Ada kutu Gurem. Di murai juga. Cuman jarang karena kandang bersih. Paling kendalanya ya cuaca sih, Mas. Cuaca ekstrem di sana, perubahan musim. Burung rawan sakit. Solusinya ya, itu pakai kita tambahin vitamin. Vitamin terus kebersihan kandang. Kalau di kandang gantung kita pakai Krodong itu, Mas. Pakai krodong kain itu biar hangat," tambah Yugo
Penerangam
Pastikan ada bagian atap yang transparan agar sinar matahari pagi tetap bisa masuk, yang sangat berguna untuk metabolisme dan kalsium burung.
Tips setting kandang ternak
Ukuran: Minimal lebar 90 cm, panjang 90 cm, dan tinggi 180 cm agar burung leluasa terbang.
Lantai: Tanah atau pasir campur kapur untuk menyerap bau dan kotoran.
Pola Pakan Ekstra Fooding untuk Stamina Maksimal
Pemberian pakan yang tepat adalah rahasia di balik burung yang rajin berkicau dan indukan yang produktif bertelur. Dalam tips budidaya burung murai batu kicau merdu ekor panjang, pakan tidak hanya berfungsi sebagai pengenyang, tetapi juga sebagai stimulan birahi dan sumber energi untuk pertumbuhan bulu yang sehat.
Sistem pemberian pakan "full extra fooding" tanpa menggunakan voer atau pur seringkali dilakukan untuk hasil yang lebih alami dan berkualitas.
"Pakannya itu pakai jangkrik, cuman jangkrik. Ada ulat hongkong, terus kroto, cacing. Buat 8 pasang murai, 1 kilo jangkrik paling buat 4 hari karena full jangkrik, enggak pakai pur itu cuman buat tambahan," ungkapnya sambil memberi makan koleksi murai batu di rumahnya.
Jenis Pakan Wajib Murai Batu
Jangkrik: Merupakan pakan utama yang kaya protein. Pemberiannya harus stabil untuk menjaga birahi indukan.
Ulat hongkong: Pakan tambahan bergizi tinggi untuk burung, kaya protein, lemak, vitamin, dan mineral yang membantu meningkatkan energi, stamina, nafsu makan.
Kroto (Telur Semut Rangrang): Sangat bagus untuk meningkatkan kecerdasan dan stamina burung, terutama saat masa pemasteran.
Cacing Tanah: Berguna untuk mendinginkan suhu tubuh burung dan meningkatkan kesuburan betina.
Vitamin: Berikan tambahan vitamin, minimal seminggu sekali, terutama Vitamin C, untuk menjaga daya tahan tubuh saat perubahan cuaca.
Proses Penetasan dan Perawatan Anakan (Trotolan)
Masa kritis dalam budidaya murai batu adalah saat telur menetas hingga anakan bisa makan sendiri (mandiri). Peternak harus memutuskan apakah anakan akan diloloh oleh induknya atau diambil untuk diloloh secara manual oleh manusia demi mempercepat siklus produksi induknya kembali. Yugo memilih metode pengambilan anakan lebih awal untuk efisiensi produksi.
"Pengeraman itu 2 minggu menetas. Anaknya umur 5 sampai 7 hari baru diambil. Tujuannya biar cepat pada loloh lagi, jadi diambil anaknya biar induknya bertelur lagi. Kalau diloloh induknya, baru umur 1 bulan bisa mandiri," tuturnya mengenai strategi mempercepat siklus bertelur yang biasanya terjadi sebulan sekali.
Proses Panen dan Perawatan Trotol (Anakan)
- Pemanenan: Ambil anakan di sore hari pada usia 5-7 hari.
- Inkubator: Masukkan ke dalam kotak inkubator dengan lampu penghangat (5 watt) agar suhu tetap stabil.
- Meloloh: Suapi anakan dengan adonan voer basah dicampur kroto bersih setiap 1-2 jam sekali.
- Mandiri: Anakan biasanya mulai belajar makan sendiri (mandiri) pada usia 1 bulan hingga 1,5 bulan.
Pemasteran untuk Menciptakan Kicau Merdu Berharga Mahal
Siklus reproduksi Murai Batu sebenarnya cukup cepat jika ditangani dengan benar. Indukan betina biasanya bertelur sebulan sekali dengan jumlah telur rata-rata 2-4 butir. Masa pengeraman memakan waktu sekitar 14 hari (2 minggu). Di sinilah strategi peternak diuji: membiarkan indukan merawat anak sampai besar atau memanennya lebih awal?
Yugo menerapkan metode panen dini, yaitu mengambil anakan pada usia 5 hingga 7 hari setelah menetas. Teknik ini memiliki dua keuntungan besar. Pertama, anakan menjadi lebih jinak karena diloloh (disuapi) oleh manusia sejak kecil. Kedua, indukan yang "kehilangan" anaknya akan segera kembali birahi dan bertelur lagi dalam waktu seminggu. Ini adalah cara efektif untuk melipatgandakan hasil produksi.
"Menetas nanti anaknya umur 5 sampai 7 hari baru diambil. Nanti selang seminggu biasanya ngelor lagi. Jadi yang gantiin ngerawat dengan loloh (memberi makan) sendiri. Biar tujuannya biar cepat pada loloh lagi. Oh, jadi diambil anaknya biar bertelur lagi," jelas Yugo.
Tips Pemasteran Efektif:
Waktu: Mulai perdengarkan suara masteran sejak usia dini (sebelum bisa makan sendiri).
Metode: Tempel (dekatkan) kandang masteran dengan kandang anakan, namun beri sekat kain (krodong) agar burung fokus mendengar, bukan melihat.
Rekomendasi Burung Masteran
Cililin: Memberikan efek suara tembakan yang tajam dan panjang.
Kenari: Memberikan variasi lagu yang ngerol dan merdu.
Cucak Jenggot: Menambah variasi suara besetan yang kasar untuk mengintimidasi lawan di arena lomba.
Lovebird: Memberikan suara keke'an yang panjang dan berulang.
Analisis Bisnis: Potensi Cuan dari Ternak Murai
Berbicara soal cuan, budidaya Murai Batu menawarkan margin yang menggiurkan. Harga anakan (trotol) jantan yang sudah mandiri makan sendiri (usia sekitar 1,5 bulan) berkisar di angka Rp700.000 per ekor untuk kualitas standar. Sementara untuk betina, harganya lebih rendah, sekitar Rp200.000, dan biasanya disimpan untuk dijadikan indukan pengganti atau dijual ke peternak lain.
Namun, harga ini bisa melambung tinggi jika burung tersebut memiliki keistimewaan, seperti ekor yang ekstra panjang atau materi lagu yang istimewa. Burung yang sudah berprestasi di lapangan lomba harganya bisa menembus angka puluhan hingga ratusan juta rupiah. Dengan siklus produksi yang cepat (panen setiap bulan per pasang), memiliki 8 pasang indukan seperti Yugo bisa menjadi sumber penghasilan pasif yang melebihi gaji kantoran.
"Kalau anakannya sekarang ya yang umum yang standar lah. Paling 700 itu yang jantan. Betinanya ya paling 200. Murai itu dijual karena kicauannya. Betina lebih murah enggak bisa kicau. Kalau yang mahal-mahal banyak. Ada yang beli pernah beli paling mahal itu Rp3.000.000 satu ekor," tutup Yugo.
FAQ Seputar Budidaya Murai Batu
Berapa modal awal untuk ternak Murai Batu?
Modal bervariasi tergantung harga indukan. Untuk sepasang indukan siap produksi standar, siapkan budget sekitar Rp3-5 juta, ditambah biaya pembuatan kandang sekitar Rp500 ribu - Rp1 juta per petak.
Umur berapa Murai Batu siap dikawinkan?
Idealnya, jantan dan betina siap dikawinkan (siap produksi) pada umur 7 bulan ke atas. Pastikan keduanya dalam kondisi birahi dan sehat.
Bagaimana cara membedakan anakan Murai jantan dan betina?
Pada usia trotol, jantan biasanya memiliki warna hitam yang lebih pekat dan mengkilap di bagian leher/punggung, kepala lebih besar, dan postur lebih tegak. Betina warnanya lebih kusam atau keabu-abuan.
Apakah Murai Batu bisa makan voer (pelet)?
Bisa. Melatih makan voer dilakukan saat anakan mulai mandiri (usia 1 bulan). Namun, untuk indukan produktif, disarankan full serangga (jangkrik/kroto) untuk menjaga kualitas telur dan sperma.
Berapa lama telur Murai Batu menetas?
Masa pengeraman telur Murai Batu berlangsung selama kurang lebih 14 hari (2 minggu) sejak indukan mulai mengeram secara intensif.

1 day ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489659/original/048936800_1769917047-Dekorasi_rumah_murah_meriah_terbaru_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485525/original/093553600_1769510054-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489682/original/046153500_1769919815-Sinkronisasi-Agenda-Jadi-Fokus-Pertemuan-I-League-dan-John-Herdman-1769775735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489561/original/082116700_1769904661-cara_mencuci_serbet_berminyak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489619/original/087060400_1769914106-cetakan_kue_sedang_dibersihkan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1236627/original/033341900_1463540565-toren_air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489549/original/047677800_1769902095-desain_rumah_minimalis_cat_abu-abu_putih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489586/original/059200800_1769910312-WhatsApp_Image_2026-01-31_at_22.23.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489585/original/035445100_1769909129-Tips_Agar_Seledri_Tumbuh_Subur_di_Iklim_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489342/original/044078000_1769844565-Gemini_Generated_Image_1fr8021fr8021fr8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489046/original/047456600_1769778320-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378198/original/006045500_1760220581-irak_-_indo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489576/original/078791800_1769907622-Ansyari_Lubis.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489455/original/055722100_1769870330-InShot_20260131_213240929.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5464725/original/068475800_1767702507-IMG-20260106-WA0037.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)