10 Jenis Sayuran Hias yang Bisa Dimakan dan Mudah Dirawat di Teras

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Konsep sayuran hias yang bisa dimakan memadukan keindahan estetika dengan fungsi praktis sebagai sumber pangan segar. Tren ini semakin diminati masyarakat perkotaan karena memungkinkan berkebun di lahan terbatas seperti teras rumah.

Dengan pemilihan tanaman yang tepat dan perawatan mudah, teras dapat diubah menjadi kebun mini yang produktif dan menarik. Selain menyediakan sayuran, buah, dan herbal bebas pestisida, berkebun juga mempercantik hunian dan menjadi aktivitas yang menyenangkan.

Berikut Liputan6.com rangkun dari berbagai sumber pada Senin (2/2), sepuluh jenis sayuran hias yang indah, dapat dikonsumsi, dan relatif mudah dirawat di teras. Informasi ini diharapkan membantu pembaca memulai atau mengembangkan kebun sayuran hias untuk mendukung gaya hidup sehat dan hemat.

1. Selada (Lettuce)

Selada adalah pilihan populer untuk berkebun di teras karena daunnya yang renyah dan beragam warna, mulai dari hijau terang hingga merah marun, memberikan sentuhan estetika yang menarik. Beberapa varietas selada, seperti selada keriting atau selada merah, memiliki bentuk dan warna yang indah sehingga cocok sebagai tanaman hias. Pertumbuhannya yang relatif cepat juga memungkinkan panen berulang kali.

Daun selada dapat dipanen secara bertahap dengan memetik daun terluar, sehingga tanaman dapat terus tumbuh dan menghasilkan. Selada kaya akan multivitamin, seperti vitamin C, zat besi, dan serat. Kandungan nutrisinya yang kaya ini menjadikannya pilihan yang sehat untuk konsumsi harian, baik dalam salad, sandwich, atau sebagai pelengkap makanan lainnya.

Untuk perawatan di teras, selada membutuhkan sinar matahari tidak langsung dan tanah yang dikeringkan dengan baik. Penanaman dalam pot atau wadah memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap kondisi tanah dan penyiraman. Penyiraman rutin diperlukan untuk menjaga kelembaban tanah, namun hindari genangan air yang dapat menyebabkan pembusukan akar.

2. Bayam Merah (Red Amaranth)

Bayam merah memiliki daun berwarna merah keunguan yang mencolok, menjadikannya tanaman hias yang indah sekaligus sumber nutrisi. Warna merah pada daunnya berasal dari antosianin, senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Tanaman ini dapat tumbuh subur di pot dan memberikan sentuhan warna yang cerah pada teras rumah Anda.

Daun bayam merah dapat dipanen saat masih muda untuk salad atau dimasak seperti bayam hijau biasa. Dalam 100 gram bayam merah terkandung sekitar 41 kalori, 6,3 gram karbohidrat, 2,2 gram serat, 2,2 gram protein, dan 0,8 gram lemak. Tanaman ini juga kaya akan vitamin A, B, C, K, folat, serta mineral seperti kalium, zat besi, kalsium, dan natrium.

Perawatan bayam merah di pot cukup mudah. Pilih pot atau polybag dengan diameter minimal 20 cm dan kedalaman 15 cm yang memiliki lubang drainase yang cukup untuk mencegah genangan air. Media tanam yang baik adalah campuran tanah subur, pupuk kompos, dan pupuk kandang. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup agar warna daunnya tetap cerah.

3. Sawi (Mustard Greens)

Sawi, termasuk varietas seperti pakcoy atau sawi hijau, memiliki daun hijau cerah yang tumbuh tegak dan padat, memberikan tampilan yang rapi dan menarik di teras. Beberapa jenis sawi juga memiliki bunga kuning kecil yang dapat menambah keindahan. Menanam sawi di pot adalah solusi praktis bagi mereka yang memiliki lahan terbatas.

Daun sawi dapat dipanen sekitar 30-40 hari setelah tanam dan dapat digunakan dalam berbagai masakan, seperti tumisan, sup, atau direbus. Sawi adalah sayuran yang kaya akan vitamin dan mineral, menjadikannya tambahan yang sehat untuk diet sehari-hari. Panen dapat dilakukan berkali-kali dengan memotong daun terluar.

Untuk menanam sawi di pot, pilih pot dengan diameter 20-30 cm dan kedalaman minimal 20 cm dengan lubang drainase yang baik. Media tanam yang ideal adalah campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam padi atau pasir dengan perbandingan 2:1:1. Sawi membutuhkan penyiraman teratur dan sinar matahari yang cukup untuk tumbuh optimal.

4. Cabai Hias (Ornamental Pepper)

Cabai hias menawarkan keindahan buahnya yang berwarna-warni dan bentuknya yang beragam, mulai dari merah, oranye, kuning, hingga ungu, yang dapat tumbuh lebat pada satu tanaman. Varietas seperti 'Black Pearl' memiliki daun gelap dan buah ungu yang sangat dekoratif. Tanaman ini sangat cocok untuk mempercantik teras rumah Anda.

Buah cabai hias, meskipun seringkali sangat pedas, dapat dimakan dan digunakan sebagai bumbu masakan. Tingkat kepedasannya bervariasi tergantung jenisnya, ada yang setara cabai rawit. Buah yang matang berwarna merah dapat diiris tipis sebagai taburan pizza atau salad.

Untuk menanam cabai hias di pot, pilih pot dengan lubang drainase yang baik. Tanaman cabai membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup, setidaknya 6 jam sehari, untuk pertumbuhan dan produktivitas optimal. Media tanam yang subur dan penyiraman teratur dua kali sehari pada pagi dan sore hari sangat penting.

5. Tomat Ceri (Cherry Tomato)

Tomat ceri adalah tanaman yang produktif dan menarik secara visual dengan buah-buah kecil berwarna merah cerah atau kuning yang menggantung indah. Ukurannya yang ringkas membuatnya ideal untuk ditanam di pot atau wadah di teras, bahkan di lahan sempit.

Buah tomat ceri memiliki rasa manis dan segar, cocok untuk salad, camilan, atau hiasan makanan. Tomat ceri kaya akan vitamin dan antioksidan, menjadikannya pilihan yang sehat untuk dikonsumsi langsung dari kebun teras Anda. Anda dapat menikmati hasil panen tomat segar dari balkon, teras, atau sudut taman rumah tanpa memerlukan lahan yang luas.

Tomat ceri menyukai kehangatan dan membutuhkan sinar matahari setidaknya enam hingga delapan jam setiap hari. Tanah harus sedikit asam, gembur, dan memiliki drainase yang baik. Penanaman dalam pot berdiameter lebih dari 30 cm dengan media tanam campuran tanah, pupuk kompos, dan pasir dengan perbandingan 1:1:1/2 sangat dianjurkan.

6. Ubi Jalar Ungu (Purple Sweet Potato)

Ubi jalar ungu memiliki daun menjalar yang indah, seringkali dengan corak ungu atau hijau gelap, yang dapat tumbuh menjuntai dari pot gantung atau menutupi permukaan tanah. Umbinya yang berwarna ungu cerah juga sangat menarik saat dipanen. Tanaman ini dapat berfungsi ganda sebagai penutup tanah hias dan sumber makanan.

Umbi ubi jalar ungu kaya akan karbohidrat, serat, vitamin, mineral, dan pigmen antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan. Umbi ini dapat diolah menjadi berbagai makanan bergizi dan merupakan pengganti beras yang baik. Daun mudanya juga bisa dimakan sebagai sayuran yang lezat dan bergizi.

Untuk menanam ubi jalar ungu di pot, pilih pot berukuran besar dengan diameter 30-40 cm dan tinggi 50-60 cm. Media tanam harus subur, campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung dan penyiraman teratur. Penting untuk mengangkat batangnya setiap dua minggu sekali agar akar tidak tumbuh pada ruas batang dan umbi yang dihasilkan tidak kecil.

7. Terong Ungu (Purple Eggplant)

Terong ungu memiliki buah berwarna ungu gelap yang menarik dan daun hijau besar, menjadikannya tanaman hias yang eksotis di teras. Beberapa varietas terong hias juga memiliki bentuk buah yang unik, menambah daya tarik visual pada kebun mini Anda.

Buah terong ungu dapat diolah menjadi berbagai masakan, seperti tumisan, balado, atau digoreng. Terong kaya akan serat dan antioksidan, menjadikannya sayuran yang baik untuk kesehatan tubuh. Panen dilakukan saat buah mencapai ukuran yang diinginkan dan kulitnya mengkilap.

Untuk menanam terong ungu di pot, disarankan menggunakan pot atau polybag berukuran besar agar akar memiliki ruang yang cukup. Media tanam yang subur dapat dibuat dari campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam. Terong membutuhkan sinar matahari penuh dan penyiraman teratur untuk pertumbuhan yang optimal.

8. Mint

Mint adalah herba aromatik yang memiliki daun hijau segar dan dapat tumbuh rimbun, menjadikannya tanaman hias yang menarik dengan aroma yang menenangkan. Ada banyak varietas mint, seperti peppermint, spearmint, chocolate mint, atau pineapple mint, masing-masing dengan aroma dan rasa yang unik.

Daun mint dapat digunakan sebagai bumbu salad buah, masakan daging atau ikan, serta untuk membuat teh atau minuman segar lainnya. Aroma mint yang segar juga bermanfaat sebagai pengusir nyamuk alami. Mint adalah tanaman serbaguna yang mudah diintegrasikan dalam kuliner sehari-hari Anda.

Mint paling baik ditanam dalam pot karena sifatnya yang invasif dan dapat menyebar dengan cepat jika ditanam langsung di tanah. Gunakan pot berukuran lebar, sekitar 30-40 cm, dengan lubang drainase yang baik. Mint tumbuh subur di lokasi yang menerima sinar matahari penuh hingga teduh parsial dan membutuhkan penyiraman rutin agar tanah tetap lembab.

9. Rosemary

Rosemary adalah herba beraroma kuat dengan daun seperti jarum berwarna hijau keperakan dan bunga biru cemerlang, menjadikannya tanaman hias yang elegan. Tanaman ini dapat tumbuh tegak atau menjuntai, tergantung varietasnya, dan memberikan tekstur menarik pada teras Anda.

Daun rosemary banyak digunakan sebagai bumbu masakan, terutama untuk daging panggang, kentang, atau roti. Aromanya yang khas juga sering dimanfaatkan dalam parfum dan sebagai pengusir nyamuk. Rosemary juga memiliki manfaat kesehatan, seperti mengatasi gejala flu dan nyeri otot.

Rosemary mudah dirawat dan dapat ditanam di pot, terutama di daerah beriklim dingin agar bisa dipindahkan ke dalam ruangan saat musim dingin. Tanaman ini membutuhkan tanah berpasir yang dikeringkan dengan baik dan sinar matahari penuh, setidaknya enam hingga delapan jam sehari. Pot terakota adalah pilihan yang baik karena memungkinkan tanah mengering lebih cepat.

10. Cuciwis (Brussels Sprouts)

Cuciwis, atau tunas brussel, memiliki bentuk yang unik dengan kuncup-kuncup kecil yang tumbuh di sepanjang batang, memberikan tampilan yang menarik dan berbeda dari sayuran lainnya. Daunnya yang hijau gelap juga menambah daya tarik visual. Menanam cuciwis di pot adalah solusi praktis untuk lahan terbatas.

Kuncup cuciwis dapat dipanen dan diolah menjadi berbagai hidangan, seperti ditumis, direbus, atau dipanggang. Cuciwis kaya akan vitamin dan mineral, menjadikannya sayuran yang sangat bergizi untuk dikonsumsi. Panen dapat dilakukan secara bertahap saat kuncup mencapai ukuran yang diinginkan.

Untuk menanam cuciwis di pot, pilih pot dengan lubang drainase yang baik untuk mencegah genangan air. Media tanam yang gembur dan subur, seperti campuran tanah, kompos, dan sekam bakar, sangat dianjurkan. Cuciwis membutuhkan sinar matahari yang cukup dan penyiraman teratur agar tumbuh optimal.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa saja manfaat menanam sayuran hias yang bisa dimakan di teras?

Menanam sayuran hias di teras memberikan manfaat ganda, yaitu mempercantik tampilan hunian dan menyediakan bahan makanan segar yang sehat. Ini juga merupakan solusi cerdas untuk masyarakat perkotaan dengan lahan terbatas yang ingin menikmati hasil panen organik sendiri.

2. Bagaimana cara memilih sayuran hias yang cocok untuk teras?

Pilih sayuran yang sesuai dengan kondisi teras Anda, seperti kebutuhan cahaya matahari, ketersediaan ruang, dan tingkat kesulitan perawatan. Banyak varietas memiliki daya tarik visual seperti daun berwarna-warni atau bentuk buah unik, cocok sebagai elemen dekoratif.

3. Apakah sayuran hias seperti cabai hias dan ubi jalar ungu benar-benar bisa dimakan?

Ya, cabai hias dan ubi jalar ungu adalah contoh sayuran hias yang dapat dimakan. Buah cabai hias, meskipun pedas, bisa digunakan sebagai bumbu masakan, sementara umbi ubi jalar ungu kaya nutrisi dan daun mudanya juga bisa dikonsumsi sebagai sayuran.

4. Tips perawatan dasar untuk sayuran hias di teras?

Pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup sesuai kebutuhannya, gunakan media tanam yang subur dan memiliki drainase baik, serta lakukan penyiraman secara teratur. Penanaman dalam pot juga memudahkan kontrol kondisi tanah dan air.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|