8 Cara Mengatasi Air Kolam Ikan Bau Amis dan Kotor

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Bau amis pada kolam ikan sering membuat pemilik kolam merasa khawatir, apalagi jika air terlihat keruh dan ikan mulai kurang aktif. Cara mengatasi air kolam ikan bau amis perlu dilakukan dengan tepat karena aroma tidak sedap biasanya menjadi tanda adanya ketidakseimbangan ekosistem air, mulai dari penumpukan sisa pakan hingga kadar oksigen yang menurun.

Jika dibiarkan, kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berisiko menurunkan kesehatan ikan. Dengan perawatan yang konsisten seperti yang telah dirangkum oleh Liputan6.com, Senin (2/2/2026) berikut, Anda dapat menjaga air kolam tetap jernih, segar, dan aman untuk ikan peliharaan.

1. Jangan memberi pakan berlebihan

Memberi pakan terlalu banyak sering menjadi penyebab utama air kolam berbau amis. Sisa pakan yang tidak dimakan akan mengendap di dasar kolam dan terurai menjadi zat berbahaya seperti amonia. Proses pembusukan inilah yang memicu aroma tidak sedap dan membuat air cepat kotor.

Sebagai langkah perawatan kolam ikan, berikan pakan secukupnya, idealnya habis dalam waktu 2–3 menit. Jika masih tersisa, berarti takaran perlu dikurangi. Jadwal pemberian pakan juga sebaiknya teratur agar metabolisme ikan tetap stabil dan limbah tidak menumpuk.

2. Jaga kepadatan ikan dalam kolam

Kanal YouTube Eric Morron menyebutkan bahwa kepadatan ikan yang terlalu tinggi membuat kotoran dan sisa pakan menumpuk lebih cepat. Kondisi ini mempersulit sistem filtrasi bekerja optimal dan mempercepat timbulnya bau amis.

Sebagai panduan, kepadatan ideal untuk kolam ikan hias adalah sekitar 1 ekor ikan berukuran sedang per 10–15 liter air. Dengan jumlah ikan yang seimbang, kualitas air lebih mudah dijaga dan penyebab air kolam bau dapat diminimalkan sejak awal.

3. Pastikan filter bekerja optimal

Filter kolam berfungsi menyaring kotoran fisik dan biologis dari air. Jika filter jarang dibersihkan atau kapasitasnya tidak sesuai ukuran kolam, kotoran akan tetap beredar dan memicu bau.

Periksa aliran air secara berkala dan bersihkan media filter setiap 2–4 minggu sekali. Filter yang bersih membantu menjaga kejernihan air dan mempercepat proses penguraian limbah organik di dalam kolam.

4. Gunakan bakteri starter

Pemanfaatan bakteri starter membantu menguraikan sisa pakan dan kotoran ikan menjadi senyawa yang lebih aman. Bakteri baik ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem air.

Penggunaan bakteri starter sangat efektif sebagai bagian dari cara mengatasi air kolam ikan bau amis, terutama pada kolam baru atau setelah pembersihan besar. Aplikasikan sesuai dosis agar koloni bakteri dapat berkembang dengan optimal.

5. Bersihkan lumut dan alga

Lumut dan alga yang tumbuh berlebihan dapat mempercepat penurunan kualitas air. Saat mati, organisme ini akan membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap.

Membersihkan dinding kolam secara berkala membantu mencegah penumpukan alga. Anda bisa menggunakan sikat khusus kolam atau alat pembersih manual tanpa bahan kimia keras agar ikan tetap aman.

6. Jaga kadar pH air

Kadar pH yang tidak seimbang dapat memperburuk bau amis dan membuat ikan stres. pH ideal untuk sebagian besar ikan hias berada di kisaran 6,5–7,5.

Untuk mengecek pH, Anda bisa menggunakan test kit air kolam yang banyak dijual di pasaran. Jika pH terlalu asam atau basa, penyeimbangan bisa dilakukan dengan penggantian air bertahap atau penambahan media alami seperti batu kapur khusus kolam.

7. Pastikan aerator bekerja dengan baik

Aerator berfungsi menambah oksigen terlarut dalam air. Oksigen yang cukup membantu bakteri baik bekerja optimal dalam menguraikan limbah organik.

Jika aerator mati atau alirannya lemah, air akan cepat berbau dan ikan tampak malas bergerak. Pastikan aerator menyala sepanjang hari, terutama pada kolam dengan kepadatan ikan cukup tinggi.

8. Bersihkan kolam secara rutin

Pembersihan rutin menjadi langkah penting dalam tips menjaga air kolam tetap segar. Idealnya, kolam dibersihkan ringan setiap 1–2 minggu, dan pembersihan menyeluruh dilakukan setiap 1–2 bulan tergantung kondisi air.

Gunakan serokan untuk mengangkat kotoran kasar dan ganti sekitar 20–30 persen air kolam, bukan seluruhnya. Cara ini membantu menjaga kestabilan ekosistem tanpa membuat ikan stres.

Dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten, bau amis pada kolam ikan dapat diatasi dan dicegah. Perawatan yang tepat tidak hanya membuat kolam lebih nyaman dipandang, tetapi juga menjaga ikan tetap sehat dan aktif.   

Pertanyaan seputar kolam ikan bau amis

Kenapa kolam ikan bau amis?

Kolam ikan bau amis biasanya disebabkan penumpukan sisa pakan, kotoran ikan, dan daun atau lumut yang membusuk. Kondisi ini memicu peningkatan amonia dan bakteri jahat, apalagi jika aerasi dan filter tidak bekerja optimal. 

Kapan kolam ikan harus dibersihkan?

Kolam ikan sebaiknya dibersihkan ringan setiap 1–2 minggu dengan mengangkat kotoran mengambang dan mengganti sebagian air. Pembersihan menyeluruh dapat dilakukan setiap 1–2 bulan, tergantung kejernihan air dan jumlah ikan.

Apakah filter menghilangkan bau kolam ikan?

Filter membantu mengurangi bau dengan menyaring kotoran dan menguraikan limbah biologis. Namun, filter hanya efektif jika kapasitasnya sesuai dan dibersihkan secara rutin. Filter kotor justru bisa memperparah bau.

Apa ciri ikan sakit?

Terlihat lesu, nafsu makan menurun, sering diam di dasar kolam, warna tubuh memucat, atau berenang tidak seimbang. Tanda lain adalah munculnya bercak putih, luka, atau sirip yang rusak.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|