7 Penyebab Cabai Buahnya Kecil-Kecil dan Cara Mengatasinya agar Panen Besar

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Panen cabai yang melimpah, tetapi ukuran buahnya kecil-kecil tentu membuat Anda bertanya-tanya. Penyebab cabai buahnya kecil-kecil sering kali tidak berdiri sendiri, melainkan akibat kombinasi faktor lingkungan, perawatan, dan kondisi tanaman. Masalah ini cukup umum terjadi, baik pada budidaya skala rumahan maupun kebun yang lebih luas.

Dengan mengenali penyebab sejak dini, Anda bisa melakukan perbaikan sebelum tanaman memasuki fase panen puncak. Berikut ini pembahasan lengkap dari Liputan6.com, Senin (2/2/2026) tentang berbagai faktor utama yang memengaruhi ukuran buah cabai, sekaligus langkah praktis yang dapat Anda terapkan agar hasil panen berikutnya lebih baik.

1. Kondisi Lingkungan Tidak Mendukung

Lingkungan tumbuh sangat menentukan perkembangan buah. Tanah dengan pH terlalu asam atau basa membuat akar kesulitan menyerap unsur hara.

Menurut laman Savvy Gardening, cabai idealnya tumbuh pada pH 5,5–6,8 dengan struktur tanah gembur dan kaya bahan organik agar akar berkembang optimal.

Curah hujan dan kelembapan juga berpengaruh besar. Lingkungan yang terlalu lembap memicu stres tanaman dan pembusukan akar, sementara kondisi terlalu kering menghambat pembentukan buah.

Untuk mengatasinya, perbaiki drainase lahan, tambahkan kompos matang, serta lakukan pengapuran jika pH tanah terlalu rendah agar tanaman tumbuh seimbang.

2. Serangan Hama

Hama seperti thrips, kutu daun, tungau, dan lalat buah kerap menjadi pemicu penyebab cabai buahnya kecil-kecil karena mengganggu proses fotosintesis dan distribusi nutrisi. Serangan pada fase bunga membuat buah tidak berkembang maksimal atau gugur lebih awal.

Pengendalian dapat dimulai dari langkah alami, seperti menjaga kebersihan kebun dan memanfaatkan pestisida nabati. Jika populasi hama tinggi, penggunaan insektisida sesuai dosis dapat menjadi pilihan, asalkan tidak dilakukan berlebihan agar tidak merusak musuh alami hama.

3. Nutrisi Tidak Optimal

Kesalahan pemupukan sering terjadi tanpa disadari. Kekurangan kalium dan fosfor menyebabkan buah sulit membesar, sementara kelebihan nitrogen justru membuat tanaman fokus pada pertumbuhan daun.

Solusi terbaik adalah menyesuaikan jenis pupuk dengan fase pertumbuhan. Saat pembungaan dan pembuahan, gunakan pupuk dengan kandungan K dan P lebih tinggi. Pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang matang juga membantu memperbaiki kesuburan tanah secara berkelanjutan.

5. Penyerbukan Tidak Optimal

Penyerbukan yang kurang sempurna dapat menyebabkan buah cabai tumbuh kecil dan tidak seragam. Minimnya serangga penyerbuk seperti lebah sering terjadi akibat penggunaan pestisida kimia atau lingkungan kebun yang kurang ramah polinator.

Untuk meningkatkan penyerbukan, tanam bunga di sekitar kebun sebagai daya tarik serangga. Pada budidaya rumahan, menggoyangkan tanaman secara perlahan di pagi hari juga membantu proses penyerbukan alami.

6. Pengairan Kurang Tepat

Air memiliki peran penting dalam pembentukan buah. Penyiraman berlebihan membuat akar kekurangan oksigen, sedangkan kekurangan air memicu stres tanaman. Kedua kondisi ini sering menjadi penyebab cabai buahnya kecil-kecil karena nutrisi tidak terserap dengan baik.

Penyiraman ideal dilakukan secara teratur dengan volume cukup, terutama saat tanaman mulai berbunga. Pastikan tanah lembap, bukan becek. Penggunaan mulsa dapat membantu menjaga kelembapan tanah lebih stabil.

6. Penyakit Tanaman

Penyakit seperti layu fusarium, antraknosa, dan virus kuning dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan buah. Tanaman yang terinfeksi biasanya menunjukkan gejala daun menguning, layu, atau bercak pada batang dan buah.

Pencegahan dilakukan dengan penggunaan benih sehat, rotasi tanaman, serta menjaga sanitasi lahan. Jika penyakit sudah muncul, segera buang bagian tanaman yang terinfeksi dan gunakan fungisida atau bakterisida sesuai kebutuhan agar penyebaran tidak meluas.

7. Suhu Ekstrem

Suhu lingkungan juga memengaruhi ukuran buah cabai. Tanaman cabai tumbuh optimal pada suhu 24–30°C. Suhu terlalu panas atau terlalu dingin mengganggu pembentukan bunga dan buah, sehingga hasilnya kurang maksimal.

Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan paranet saat cuaca terlalu panas atau menyesuaikan waktu tanam agar tidak bertepatan dengan musim ekstrem. Penyiraman pagi hari juga membantu menurunkan stres panas pada tanaman.

Memahami berbagai faktor di atas membantu Anda mengidentifikasi penyebab cabai buahnya kecil-kecil secara lebih tepat. Dengan perbaikan lingkungan, nutrisi, pengairan, serta pengendalian hama dan penyakit yang seimbang, ukuran buah cabai dapat ditingkatkan. Perawatan konsisten menjadi kunci agar tanaman menghasilkan buah yang lebih besar, sehat, dan bernilai jual tinggi.

Pertanyaan Seputar Buah Cabai yang Kecil

Pupuk apa supaya cabai cepat besar?

Gunakan pupuk dengan kandungan kalium (K) dan fosfor (P) tinggi. Kalium berperan dalam pembesaran dan kualitas buah, sedangkan fosfor mendukung pembentukan bunga. Anda bisa memakai pupuk NPK dengan rasio K lebih tinggi atau pupuk organik cair yang diperkaya unsur K, diaplikasikan saat fase berbunga hingga pembuahan.

Bagaimana cara agar tanaman cabai berbuah lebat?

Pastikan tanaman mendapat sinar matahari cukup, penyiraman teratur, dan pemupukan seimbang. Lakukan pemangkasan tunas yang tidak produktif, jaga jarak tanam agar sirkulasi udara baik, serta kendalikan hama sejak dini agar bunga tidak rontok.

Apa ciri-ciri tanaman cabai kekurangan kalsium?

Ujung buah busuk, daun muda menggulung, serta pertumbuhan akar terhambat. Kekurangan kalsium sering muncul saat penyiraman tidak stabil meski tanah subur.

Apakah garam bagus untuk pupuk cabai?

Garam dapur tidak dianjurkan karena dapat merusak struktur tanah dan menghambat penyerapan nutrisi. Lebih baik gunakan pupuk kalsium khusus atau dolomit sesuai dosis.   

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|