Liputan6.com, Jakarta - Berkebun bumbu dapur di rumah kini menjadi tren yang semakin populer, menawarkan manfaat ekonomis dan kemudahan dalam memasak sehari-hari. Memilih tanaman bumbu dapur yang bisa dipanen berkali-kali adalah langkah cerdas bagi rumah tangga yang ingin menghemat pengeluaran sekaligus menjamin pasokan bumbu segar. Konsep panen berkelanjutan atau cut-and-come-again ini memungkinkan pengambilan bagian yang diperlukan tanpa harus menanam ulang, sehingga satu kali tanam dapat memberikan hasil panen berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Keunggulan utama dari tanaman bumbu dapur yang bisa dipanen berkali-kali terletak pada sifat perenialnya yang mampu tumbuh dan beregenerasi secara terus-menerus. Berbeda dengan tanaman semusim yang memerlukan penanaman ulang setelah panen, jenis bumbu ini memiliki kemampuan alami untuk menghasilkan bagian baru setelah dipetik. Ini tidak hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga mengurangi biaya pembelian bibit atau benih secara berkala.
Berikut ini telah Liputan6 ulas, sepuluh jenis tanaman bumbu dapur yang bisa dipanen berkali-kali lengkap dengan panduan teknik panen yang tepat untuk menjaga produktivitas optimal, pada Kamis (8/1). Setiap tanaman memiliki karakteristik dan metode panen yang unik, mulai dari memotong bagian atas hingga menggali sebagian rimpang. Dengan memahami tanaman bumbu dapur yang bisa dipanen berkali-kali dan cara perawatannya, Anda dapat menciptakan kebun bumbu mini yang efisien dan berkelanjutan di rumah.
Tanaman Rimpang untuk Panen Jangka Panjang
Beberapa jenis tanaman bumbu dapur yang bisa dipanen berkali-kali yang termasuk kategori rimpang menawarkan solusi jangka panjang untuk kebutuhan bumbu rumah tangga. Tanaman rimpang ini memiliki sistem perakaran yang memungkinkan regenerasi terus-menerus, sehingga dapat dipanen secara parsial tanpa harus mencabut seluruh tanaman.
Kunyit: Emas Kuning Kaya Manfaat
Kunyit adalah tanaman rimpang perenial yang sangat berharga, dikenal karena khasiat obatnya yang luar biasa dan warna kuning khasnya. Panen kunyit secara berkelanjutan dilakukan dengan menggali sebagian rimpang yang sudah matang, biasanya bagian tepi atau anakan yang tumbuh di samping rimpang induk. Rimpang induk dan sistem akar utama harus dibiarkan utuh di dalam tanah untuk memastikan regenerasi yang berkelanjutan.
Waktu ideal untuk memanen kunyit adalah setelah tanaman berusia 8-10 bulan, ditandai dengan menguningnya daun bagian bawah. Teknik penggalian harus dilakukan dengan hati-hati menggunakan sekop kecil atau tangan untuk menghindari kerusakan pada rimpang induk. Setelah panen, lubang bekas galian perlu ditutup kembali dengan tanah yang dicampur kompos untuk menyediakan nutrisi bagi pertumbuhan rimpang baru.
Jahe: Rempah Hangat Multifungsi
Jahe memiliki pola pertumbuhan mirip kunyit, di mana rimpang induk akan terus menghasilkan anakan baru. Panen jahe berkelanjutan dilakukan dengan mengambil sebagian rimpang yang berada di bagian luar rumpun, sementara rimpang pusat dan anakan yang masih kecil dibiarkan tumbuh. Jahe muda dapat dipanen setelah 4-6 bulan untuk bumbu segar, sedangkan jahe tua dengan rasa lebih kuat bisa dipanen setelah 8-12 bulan.
Indikator kematangan jahe adalah kulit rimpang yang mengeras dan berwarna kecoklatan. Proses penggalian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau untuk mencegah pembusukan rimpang akibat kelembaban berlebih. Setelah dipanen, rimpang jahe perlu dikering-anginkan sebentar sebelum disimpan atau langsung digunakan.
Kencur: Bumbu Tradisional Serbaguna
Kencur memiliki keunikan karena selain rimpangnya, daun mudanya juga dapat dimanfaatkan sebagai lalapan atau bumbu. Panen rimpang kencur dilakukan seperti kunyit dan jahe, yaitu mengambil anakan rimpang di bagian tepi sambil mempertahankan rimpang induk. Daun kencur muda dapat dipetik secara berkala tanpa mengganggu pertumbuhan rimpang.
Kencur relatif lebih cepat menghasilkan anakan dibandingkan kunyit dan jahe, sehingga panen perdana dapat dilakukan setelah 6-8 bulan. Tanaman kencur juga lebih toleran terhadap berbagai kondisi tanah dan cuaca, menjadikannya pilihan ideal bagi pemula yang ingin belajar budidaya rimpang berkelanjutan.
Tanaman Bumbu Daun dengan Produktivitas Tinggi
Selain rimpang, ada pula beragam tanaman bumbu dapur yang bisa dipanen berkali-kali dari jenis daun yang menawarkan produktivitas tinggi dan pertumbuhan cepat. Tanaman-tanaman ini sangat cocok untuk kebun rumahan karena kemudahannya dalam perawatan dan kemampuan regenerasinya.
Daun Bawang: Pertumbuhan Cepat dan Mudah
Daun bawang adalah tanaman bumbu yang sangat mudah dan cepat dalam sistem panen berkelanjutan. Teknik panen optimal dilakukan dengan memotong batang daun sekitar 2-3 cm di atas pangkal akar putih, memastikan titik tumbuh tetap utuh untuk regenerasi. Dalam kondisi normal, daun baru akan muncul dalam 7-10 hari setelah pemotongan, memungkinkan panen setiap 2-3 minggu.
Daun bawang dapat tumbuh subur di berbagai media tanam. Untuk produktivitas maksimal, berikan pupuk organik cair setiap dua minggu sekali dan pastikan media tanam selalu lembab namun tidak tergenang. Daun bawang juga mudah diperbanyak melalui pembagian rumpun yang sudah besar.
Mint: Tanaman Merambat yang Ekspansif
Mint memiliki karakteristik pertumbuhan yang sangat agresif melalui sistem stolon atau runner yang merambat, menjadikannya favorit karena aroma segarnya. Panen mint yang benar dilakukan dengan memotong batang tepat di atas node atau buku daun, di mana tunas baru akan muncul. Semakin sering mint dipanen, tanaman akan semakin rimbun dan menghasilkan daun lebih banyak dengan aroma yang kuat.
Karena sifatnya yang invasif, mint sebaiknya ditanam dalam pot atau wadah untuk mengontrol penyebarannya. Pemangkasan rutin tidak hanya untuk panen tetapi juga untuk menjaga bentuk tanaman dan mencegah pertumbuhan liar. Mint juga perlu dipangkas berkala untuk mencegah pembungaan yang dapat mengurangi kualitas daun.
Kemangi: Bumbu Aromatik yang Produktif
Kemangi memerlukan manajemen panen yang tepat untuk mempertahankan produktivitasnya. Panen dilakukan dengan memotong batang tepat di atas sepasang daun terdekat dengan batang utama, teknik ini dikenal sebagai pinching. Pemotongan ini akan merangsang pertumbuhan cabang baru dari tunas aksila, menghasilkan tanaman yang lebih rimbun dan produktif.
Pencegahan pembungaan sangat penting dalam budidaya kemangi berkelanjutan. Bunga yang mulai terbentuk harus segera dipotong karena pembungaan akan mengalihkan energi tanaman dan membuat rasa daun menjadi pahit. Dengan manajemen yang tepat, satu tanaman kemangi dapat dipanen secara berkelanjutan selama 3-4 bulan sebelum perlu diganti.
Cilantro/Ketumbar Daun: Bumbu Asia yang Serbaguna
Cilantro memiliki kebiasaan tumbuh yang cenderung cepat berbunga (bolt) dalam cuaca panas. Panen berkelanjutan cilantro dilakukan dengan mengambil daun-daun terluar yang paling besar dari pangkal tanaman, meninggalkan titik tumbuh di tengah untuk terus menghasilkan daun baru. Teknik penanaman berurutan (successive planting) juga dapat diterapkan dengan menanam bibit baru setiap dua minggu untuk memastikan pasokan yang kontinyu.
Untuk memperpanjang masa produktif cilantro, tanaman sebaiknya ditanam di lokasi yang mendapat sinar matahari pagi namun terlindung dari panas sore. Penyiraman yang konsisten dan mulching dapat membantu menjaga kelembaban serta suhu tanah yang optimal untuk pertumbuhannya.
Tanaman Bumbu Aromatik Jangka Panjang
Untuk kebutuhan bumbu dengan aroma khas yang dapat bertahan lama, beberapa tanaman bumbu dapur yang bisa dipanen berkali-kali dari kategori aromatik jangka panjang menjadi pilihan tepat. Tanaman ini umumnya berumur panjang dan mampu menghasilkan daun atau batang aromatik selama bertahun-tahun.
Serai: Rumput Aromatik Perenial
Serai tumbuh dalam bentuk rumpun yang terus membesar seiring waktu, menjadikannya ideal untuk panen berkelanjutan jangka panjang. Panen serai dilakukan dengan memotong batang yang paling tua dan besar dari bagian tepi rumpun, menggunakan pisau tajam dan memotong sedekat mungkin dengan permukaan tanah. Rumpun yang tersisa akan terus menghasilkan batang baru dari rimpang yang aktif.
Serai memiliki daya adaptasi yang sangat baik terhadap berbagai kondisi lingkungan dan memerlukan perawatan minimal. Pemupukan dengan kompos setiap 3-4 bulan dan pembagian rumpun setiap 2-3 tahun sudah cukup untuk menjaga produktivitas optimal. Batang serai yang dipanen dapat disimpan dalam lemari es hingga beberapa minggu atau dikeringkan untuk penyimpanan jangka panjang.
Daun Jeruk Purut: Aroma Citrus yang Khas
Pohon jeruk purut merupakan investasi jangka panjang yang dapat menghasilkan daun aromatik selama puluhan tahun. Panen daun jeruk purut dilakukan dengan memetik daun yang sudah matang dan berwarna hijau tua, menghindari daun muda yang masih lunak. Pemanenan harus dilakukan secara selektif, tidak mengambil semua daun dalam satu cabang untuk mempertahankan kemampuan fotosintesis tanaman.
Daun jeruk purut akan bertunas kembali dalam 1-2 bulan setelah dipanen, dan dapat dipanen kembali setiap 2-3 bulan berikutnya. Pemangkasan ringan setiap enam bulan dapat membantu membentuk kanopi yang ideal dan merangsang pertumbuhan cabang baru yang akan menghasilkan lebih banyak daun.
Daun Salam: Bumbu Klasik Indonesia
Daun salam dari pohon salam Indonesia memiliki aroma yang berbeda dan lebih kuat dibandingkan bay leaves Eropa. Panen daun salam dilakukan dengan memetik daun yang sudah tua dan matang, biasanya berwarna hijau gelap dan memiliki tekstur agak kaku. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari ketika kandungan minyak esensial dalam daun sedang optimal.
Pohon salam termasuk pohon yang tumbuh lambat namun sangat berumur panjang dan dapat menghasilkan daun secara kontinyu selama bertahun-tahun. Pemupukan dengan NPK seimbang setiap 4-6 bulan dan penyiraman teratur selama musim kemarau sudah cukup untuk mempertahankan kesehatan dan produktivitas pohon salam.
Tips Sukses Panen Tanaman Bumbu Dapur yang Bisa Dipanen Berkali-kali
Prinsip Panen yang Berkelanjutan
Kunci keberhasilan panen berkelanjutan dari tanaman bumbu dapur yang bisa dipanen berkali-kali terletak pada pemahaman anatomi dan fisiologi tanaman. Selalu pastikan bahwa titik tumbuh (growing point), sistem akar, atau organ regeneratif tetap utuh dan tidak terganggu selama proses panen. Gunakan alat potong yang tajam dan steril untuk mencegah kerusakan pada jaringan tanaman dan mengurangi risiko infeksi patogen.
Waktu panen juga sangat krusial; panen terlalu dini dapat mengganggu perkembangan tanaman, sementara panen terlalu lambat dapat mengurangi kualitas dan memicu proses penuaan. Observasi harian terhadap kondisi tanaman akan membantu menentukan waktu panen optimal untuk setiap jenis bumbu.
Teknik Pemeliharaan untuk Produktivitas Maksimal
Pemupukan rutin dengan pupuk organik akan menjaga kesuburan tanah dan mendukung regenerasi berkelanjutan. Gunakan kompos matang atau pupuk kandang yang sudah difermentasi setiap 2-3 bulan, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap tanaman. Suplementasi mikronutrien juga penting, terutama untuk tanaman rimpang yang membutuhkan kalium dan fosfor tinggi.
Manajemen hama dan penyakit harus dilakukan secara preventif dengan praktik sanitasi yang baik, rotasi tanaman untuk tanaman tahunan, dan penggunaan serangga bermanfaat untuk pengendalian biologis. Pemantauan rutin akan membantu deteksi dini masalah sebelum menjadi ancaman serius terhadap produktivitas tanaman.
Tanya Jawab (QnA)
Q: Berapa lama tanaman bumbu berkelanjutan dapat terus dipanen sebelum perlu diganti?
A: Tergantung jenis tanamannya. Tanaman rimpang seperti kunyit, jahe, kencur dapat dipanen selama 3-5 tahun. Tanaman daun seperti mint dan serai bisa lebih dari 5 tahun. Daun bawang dapat dipanen kontinyu selama 1-2 tahun. Kemangi dan cilantro biasanya perlu replanting setiap 3-4 bulan karena sifatnya yang annual.
Q: Bagaimana cara mengetahui waktu yang tepat untuk memanen setiap jenis bumbu?
A: Untuk rimpang, tunggu hingga daun menguning (8-10 bulan). Daun bumbu seperti kemangi dan mint sebaiknya dipanen sebelum berbunga. Daun bawang bisa dipanen setelah mencapai tinggi 20-25 cm. Serai dipanen ketika batang sudah cukup besar dan keras. Amati visual cues seperti warna, ukuran, dan tekstura untuk menentukan kematangan optimal.

22 hours ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468051/original/071008000_1767940675-Gemini_Generated_Image_bspk5zbspk5zbspk.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468036/original/060095500_1767940283-ide_usaha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467909/original/028900500_1767934980-ChatGPT_Image_9_Jan_2026__12.01.20.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468020/original/037548400_1767940068-unnamed-44.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467823/original/090096600_1767931519-Aquaponik_Galon_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467876/original/092000400_1767933619-Gemini_Generated_Image_ykmz7nykmz7nykmz.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467619/original/096017400_1767925342-kandang_kabel_ayam_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462151/original/067522800_1767509835-unnamed-44.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451354/original/067804000_1766288659-Ide_Usaha_Daging_Frozen_Nuget_Ayam_Rumahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467814/original/082106000_1767931247-sutil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467832/original/056410000_1767931869-Gemini_Generated_Image_yrjvm7yrjvm7yrjv.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467797/original/077638100_1767930992-desain_teras_kombinasi_carport_dan_ruang_santai_yang_aman_dan_nyaman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467813/original/009776900_1767931215-57e96bbe-ddbc-4ddb-9997-e599bb6ea93b.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467774/original/016077600_1767929829-anti_genangan_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467755/original/033887700_1767929593-Menanam_Bawang_Merah_di_Galon_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467764/original/041849200_1767929598-cara_menanam_cabai_di_galon_bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467803/original/009511100_1767931007-celana_tiga_per_delapan8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467788/original/053517900_1767930507-ChatGPT_Image_9_Jan_2026__10.47.28.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467747/original/063524500_1767929414-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1812875/original/075735600_1514339241-3083204_orig.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)