5 Tips Agar Pohon Manggis Berbuah Lebat, Rahasia Panen Melimpah

1 week ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Membuat pohon manggis berbuah lebat memang membutuhkan kesabaran ekstra, mengingat reputasinya sebagai tanaman yang lambat dalam menghasilkan buah. Namun, dengan penerapan teknik budidaya yang tepat, Anda dapat mengoptimalkan produktivitasnya secara maksimal. 

Pohon manggis yang sehat dan produktif adalah impian setiap pekebun. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan pemahaman mendalam mengenai kebutuhan spesifik tanaman ini. Berbagai tips agar pohon manggis berbuah lebat akan diuraikan secara rinci, mencakup aspek pemupukan, pengelolaan air, pemangkasan, serta perlindungan dari serangan hama dan penyakit yang sering mengganggu.

Dengan menerapkan serangkaian tips agar pohon manggis berbuah lebat ini secara konsisten, Anda tidak hanya akan mempercepat proses pembuahan tetapi juga meningkatkan kualitas dan kuantitas buah yang dihasilkan.

Mari kita selami lebih dalam strategi-strategi ampuh untuk membuat pohon manggis Anda berbuah melimpah dan meraih panen yang sukses, dalam rangkuman yang telah Liputan6 ulas berikut ini, pada Minggu (25/1/2026).

1. Nutrisi dan Pemupukan Optimal untuk Manggis

Pohon manggis memerlukan asupan nutrisi yang spesifik untuk mendukung pertumbuhan vegetatif serta merangsang pembungaan dan pembuahan yang optimal. Ketersediaan unsur hara yang cukup sangat krusial agar tanaman dapat berkembang dengan baik dan menghasilkan buah berkualitas.

Pemberian pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos yang sudah matang sangat dianjurkan. Pupuk ini sebaiknya diberikan setiap enam bulan sekali untuk menjaga struktur tanah dan menyediakan unsur hara mikro serta makro yang esensial bagi kesuburan tanaman. Pemupukan dengan pupuk kandang dapat dilakukan dua kali setahun, yaitu menjelang musim hujan dan setelah pemangkasan.

Untuk pupuk kimia, pada fase pertumbuhan vegetatif, gunakan pupuk NPK dengan kadar Nitrogen (N) yang tinggi. Unsur N berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman, seperti batang, daun, dan akar, yang merupakan fondasi kuat bagi produktivitas di masa depan.

Menjelang pembungaan dan pembuahan, gunakan pupuk dengan kadar Fosfor (P) dan Kalium (K) yang tinggi. Fosfor berperan dalam pembentukan bunga dan buah, sementara Kalium meningkatkan kualitas buah serta ketahanannya agar tidak mudah rontok.

2. Memicu Pembungaan dengan Teknik Stress Air

Teknik stress air merupakan salah satu metode efektif untuk memicu pembungaan pada pohon manggis, terutama bagi tanaman yang sulit berbunga. Metode ini memanfaatkan respons alami tanaman terhadap kondisi lingkungan yang kurang ideal.

Cara penerapannya cukup sederhana namun memerlukan ketelitian. Saat memasuki awal musim kemarau, hentikan penyiraman pohon selama kurang lebih 2-4 minggu, atau sampai daun tanaman terlihat sedikit layu. Kondisi 'stres' akibat kekurangan air ini akan memicu tanaman untuk segera bereproduksi, yaitu dengan mengeluarkan bunga, terutama saat penyiraman kembali dilakukan secara mendadak dan intensif.

Secara mekanisme, stress air dapat menginduksi pembungaan karena menyebabkan penurunan hormon giberelin dan peningkatan nisbah karbon-nitrogen (C/N) pada pucuk tanaman. Kondisi ini mendorong tanaman untuk beralih dari fase pertumbuhan vegetatif ke fase generatif, sehingga pembentukan bunga dapat terjadi lebih cepat dan serempak.

3. Pemangkasan Rutin untuk Produktivitas Berkelanjutan

Pemangkasan rutin sangat penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitas pohon manggis dalam jangka panjang. Praktik ini tidak hanya membentuk struktur pohon yang ideal tetapi juga mengoptimalkan distribusi nutrisi.

Tujuan pemangkasan yang tepat adalah membantu mengontrol bentuk pohon, memperbaiki sirkulasi udara di dalam tajuk, dan memungkinkan sinar matahari menembus ke bagian dalam pohon. Hal ini juga berguna untuk merangsang pertumbuhan tunas baru dan mengalihkan nutrisi ke pembentukan akar yang lebih kuat.

Ada beberapa jenis pemangkasan yang perlu dilakukan. Pertama, pangkas tunas air, yaitu cabang yang tumbuh tegak lurus ke atas dan tidak produktif, karena tunas ini cenderung menghabiskan nutrisi yang seharusnya dialokasikan untuk pembentukan bunga dan buah.

Kedua, singkirkan cabang yang kering, mati, atau terkena hama dan penyakit agar nutrisi dapat fokus disalurkan ke cabang-cabang yang sehat dan produktif. Pemangkasan daun pada batang pokok juga perlu dilakukan, dengan menyisakan beberapa pasang daun teratas untuk fotosintesis yang efisien.

4. Mengatasi Hama dan Penyakit: Fokus pada Getah Kuning

Pengendalian hama dan penyakit merupakan aspek krusial dalam menjaga kualitas buah manggis dan memastikan hasil panen yang optimal. Salah satu masalah utama yang sering menyerang buah manggis adalah getah kuning, yang dapat menurunkan nilai jual secara signifikan.

Getah kuning pada buah manggis dapat merusak kualitas dan nilai jual buah. Salah satu penyebab getah kuning adalah ketidakseimbangan penyerapan air dan penguapan, serta kondisi tanah yang terlalu lembab atau tergenang air. Kondisi ini sering terjadi akibat drainase yang buruk atau penyiraman yang berlebihan.

Pencegahan dan pengendalian getah kuning serta hama lainnya memerlukan perhatian khusus. Pastikan drainase tanah di sekitar pohon manggis baik dan tidak terjadi genangan air. Selain itu, gunakan insektisida nabati atau kimia secara bijak untuk mengendalikan hama seperti kutu daun atau ulat penggerek yang sering menyerang bakal buah, sehingga buah dapat berkembang tanpa gangguan.

5. Stimulasi dengan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)

Jika pohon manggis sudah cukup umur, biasanya di atas 7-10 tahun, namun belum juga menunjukkan tanda-tanda berbuah, pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dapat menjadi solusi yang efektif. ZPT dapat membantu memicu proses generatif pada tanaman.

Salah satu ZPT yang sering digunakan adalah Paklobutrazol. Hormon ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman, sehingga cadangan karbohidrat lebih banyak dialokasikan untuk pembentukan bunga dan buah. Dengan demikian, energi tanaman difokuskan pada produksi buah, bukan hanya pertumbuhan daun dan batang.

Konsentrasi Paklobutrazol sekitar 2.000 ppm per pohon terbukti efektif dalam meningkatkan jumlah bunga dan buah manggis. Dosis yang umum digunakan adalah 2 gram bahan aktif per pohon, dilarutkan dalam air dan disiramkan di sekitar pangkal batang (soil drenching) untuk penyerapan optimal oleh akar.

Penting untuk diingat bahwa penggunaan Paklobutrazol harus sesuai dosis anjuran. Penggunaan berlebihan secara terus-menerus tidak direkomendasikan karena dapat menyebabkan tanaman kerdil permanen dan merusak jaringan pohon dalam jangka panjang, sehingga justru merugikan produktivitas tanaman.

Tahapan Jenis Tindakan Waktu
Vegetatif Pupuk N tinggi + Kompos/Pupuk Kandang Awal musim hujan
Generatif Stress air + Pupuk P & K tinggi (misal NPK) Akhir musim hujan / Awal kemarau
Pemeliharaan Pemangkasan & Pembersihan Gulma Rutin setiap 3-4 bulan

Tanya Jawab (Q&A)

Q: Pada umur berapa pohon manggis biasanya mulai berbuah?

A: Pohon manggis umumnya mulai berbuah pada umur 7-10 tahun untuk tanaman dari biji, atau 4-6 tahun untuk tanaman hasil sambung atau cangkok. Namun, dengan perawatan optimal dan aplikasi teknik pemacuan, periode ini bisa dipercepat.

Q: Berapa kali dalam setahun pohon manggis bisa berbuah?

A: Pohon manggis umumnya berbuah sekali dalam setahun dengan musim panen yang berlangsung 3-4 bulan. Namun, pada kondisi iklim yang mendukung dan perawatan intensif, beberapa pohon dapat menghasilkan buah dua kali dalam setahun.

Q: Apakah teknik stress air aman untuk semua umur pohon manggis?

A: Teknik stress air sebaiknya hanya diterapkan pada pohon yang sudah dewasa (minimal 5 tahun) dan dalam kondisi sehat. Pohon muda atau yang sedang sakit dapat mengalami kerusakan permanen jika diperlakukan dengan teknik ini.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|