Liputan6.com, Jakarta - Tanaman buah penahan longsor cocok di rumah perbukitan bisa menjadi solusi untuk hunian yang lebih aman, nyaman, dan produktif. Tinggal di kawasan dataran tinggi seperti Bandung, Bogor, atau Sumedang menawarkan daya tarik tersendiri dengan udara sejuk, pemandangan hijau, dan suasana tenang. Namun, di balik keindahan tersebut, terdapat risiko tanah longsor yang tidak bisa diabaikan, terutama saat musim hujan tiba. Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), lebih dari 90% peristiwa longsor di Indonesia terjadi di wilayah dengan kontur miring dan curah hujan tinggi.
Untuk mengatasi permasalahan ini, salah satu cara paling alami dan efektif adalah dengan menanam vegetasi penahan longsor di sekitar rumah. Tanaman ini bukan sekadar penghias halaman, melainkan memiliki sistem akar yang kuat untuk membantu menahan pergerakan tanah, menjaga kelembapan, dan mengurangi risiko erosi.
Artikel ini akan membahas 7 rekomendasi terbaik tanaman buah penahan longsor cocok di rumah perbukitan yang tidak hanya berfungsi sebagai stabilisator tanah, tetapi juga memberikan hasil buah yang dapat dikonsumsi atau memiliki nilai ekonomi. Simak rekomendasi tanaman buah penahan longsor selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (1/2/2026).
Pohon Alpukat
Pohon alpukat (Persea americana) adalah pohon berbuah yang dikenal memiliki akar tunggang sangat dalam dan kuat. Buahnya memiliki nilai ekonomi tinggi dan disukai banyak orang.
Sistem perakaran alpukat yang kuat dan dalam mampu menembus lapisan tanah, sehingga sangat efektif dalam menstabilkan lereng dari dalam. Akar-akar ini membantu mengikat partikel tanah dan mencegah pergerakan massa tanah.
Selain kemampuannya menahan longsor, pohon alpukat menghasilkan buah lezat dan bergizi, memberikan nilai tambah ekonomis bagi pemilik rumah di perbukitan.
Pohon alpukat membutuhkan ruang tumbuh yang cukup besar. Sebaiknya ditanam di bagian lereng yang relatif landai atau memiliki terasering memadai untuk mendukung pertumbuhannya.
Pohon Aren
Pohon aren (Arenga pinnata) adalah jenis palma multiguna yang memiliki sistem akar serabut sangat rapat. Tanaman ini sangat disarankan untuk konservasi tanah.
Jaringan akar serabut aren yang rapat membentuk "jaring" alami yang sangat efektif dalam mengikat partikel tanah dan menahan erosi. Akar ini juga membantu mengikat air dan menjaga struktur tanah di perbukitan tetap stabil, terutama terhadap erosi percikan dan aliran permukaan.
Selain buahnya yang dapat diolah menjadi kolang-kaling, hampir semua bagian pohon aren memiliki manfaat, seperti ijuk, nira, dan batangnya. Ini menjadikannya tanaman buah penahan longsor cocok di rumah perbukitan yang sangat produktif.
Pohon aren dikenal tahan di berbagai kondisi tanah dan sangat cocok ditanam di tepian tebing atau area yang membutuhkan penguatan struktur tanah secara intensif.
Pohon Kemiri
Pohon kemiri (Aleurites moluccana) adalah pohon dengan kanopi lebar dan sistem akar lebat serta menyebar luas. Buahnya, kemiri, memiliki nilai ekonomi sebagai bumbu masakan.
Akar lateral kemiri yang luas dan lebat berperan penting dalam meningkatkan kohesi tanah dan mencegah pergerakan massa tanah di tebing. Sistem akarnya yang menyebar membantu mengikat lapisan tanah permukaan dan bawah.
Buah kemiri memiliki nilai ekonomi yang baik, dan kayunya juga dapat dimanfaatkan. Ini menjadikan kemiri pilihan yang baik sebagai tanaman buah penahan longsor cocok di rumah perbukitan yang multifungsi.
Pohon kemiri cocok untuk pengisi area tengah lereng, di mana akarnya dapat menyebar luas untuk memberikan dukungan maksimal pada struktur tanah.
Jambu Air
Jambu air (Syzygium aquaeum) adalah pohon buah dengan perakaran cukup dalam dan kokoh. Tanaman ini relatif mudah dirawat dan pertumbuhannya cepat.
Perakaran jambu air yang cukup dalam membantu menahan tanah di lereng. Keunggulannya adalah akarnya mudah dikendalikan melalui pemangkasan, sehingga risiko merusak pondasi rumah dapat diminimalisir.
Tanaman ini menghasilkan buah segar yang disukai banyak orang. Perawatannya relatif mudah dan pertumbuhannya cepat, sehingga cepat memberikan manfaat penahan longsor dan hasil buah.
Jambu air ideal ditanam di lereng dekat area hunian karena akarnya yang "ramah" dan mudah dikelola, menjadikannya tanaman buah penahan longsor cocok di rumah perbukitan yang praktis.
Pohon Nangka
Pohon nangka (Artocarpus heterophyllus) adalah pohon besar berbuah yang termasuk dalam famili Moraceae. Tanaman ini dapat mencapai ketinggian hingga 20 meter dan memiliki sistem akar tunjang.
Pohon nangka memiliki akar tunggang yang dalam dan akar lateral yang luas, memberikan penahanan mekanis sangat baik untuk lereng, termasuk lereng curam. Akar kuat ini mampu menancap pada tanah dengan cukup kuat sehingga bisa menjaganya agar tidak mudah terkikis oleh air atau angin.
Nangka dikenal dengan produktivitas buahnya yang tinggi dan dapat menjadi sumber pangan yang baik. Selain itu, kayunya juga bernilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Pohon nangka juga mampu menyerap karbon dioksida hingga 126,51 kg/tahun.
Pohon nangka membutuhkan lahan yang cukup luas untuk pertumbuhannya. Tanaman ini paling baik tumbuh di tanah yang dalam, berdrainase baik, aluvial, berpasir atau lempung liat dengan pH 6,0-7,5. Cocok ditanam di bagian bawah lereng atau area terbuka yang luas.
Pohon Sukun
Pohon sukun (Artocarpus altilis) adalah tanaman berkayu yang menghasilkan buah tanpa biji, sering disebut juga sebagai "breadfruit" di beberapa negara. Pohon ini dapat tumbuh hingga 10-20 meter.
Pohon sukun memiliki akar tunggang yang dalam dan akar samping yang dangkal, namun menyebar luas. Lebar akar sukun dapat mencapai belasan hingga 20 meter, yang sangat efektif dalam mencegah pergerakan tanah dan longsor. Akarnya yang mencengkeram tanah dengan kuat dapat mengurangi erosi, terutama di lereng-lereng gunung. Selain itu, akarnya juga mampu menyerap air dalam jumlah banyak, membantu mengurangi kejenuhan tanah saat musim hujan.
Buah sukun merupakan sumber karbohidrat alternatif potensial dan dapat diolah menjadi berbagai makanan. Selain itu, pohon sukun juga dapat menyimpan air hujan, sehingga di mana ada kumpulan pohon sukun, di situ ada sumber mata air.
Sukun menyukai daerah dengan iklim tropis, banyak hujan dan lembab, serta lebih cocok di dataran rendah di bawah 600 mdpl, meskipun juga dijumpai tumbuh sampai ketinggian 1500 mdpl. Tanaman ini membutuhkan matahari penuh untuk tumbuh besar. Cocok untuk puncak atau punggung bukit yang terbuka, atau area yang membutuhkan konsolidasi tanah yang luas.
Pisang
Pisang (Musa spp.) adalah tanaman berumpun yang dikenal dengan buahnya yang lezat dan bergizi. Meskipun sering disebut pohon, pisang sebenarnya adalah herba raksasa dengan batang semu.
Tanaman pisang memiliki sistem perakaran serabut yang padat dan menyebar luas. Akar-akar ini sangat efektif dalam menahan tanah permukaan, sehingga mengurangi risiko erosi akibat hujan deras atau angin kencang. Daun pisang yang lebar juga mampu mengurangi dampak air hujan langsung pada permukaan tanah, menjaga stabilitas struktur tanah.
Pisang cepat berbuah dan mudah diperbanyak. Selain buahnya, daun, pelepah, dan bonggol pisang juga memiliki berbagai manfaat, menjadikannya tanaman multifungsi. Budidaya pisang juga merupakan sumber pendapatan utama bagi jutaan petani di seluruh dunia.
Pisang dapat ditanam dalam barisan mengikuti kontur (contour planting) di lereng untuk membentuk "sabuk hijau" penahan. Penanaman pisang di lereng atau area rawan erosi dapat membantu mencegah longsor dan menjaga stabilitas tanah.
Tips Strategis Menanam & Merawat Tanaman Buah Penahan Longsor
Untuk mencapai perlindungan maksimal dan memastikan keberlanjutan fungsi konservasi serta produktivitas buah, penanaman tanaman buah penahan longsor cocok di rumah perbukitan memerlukan strategi terencana. Berikut adalah beberapa tips penting yang dapat Anda terapkan:
Sistem Vegetasi Berlapis
Kombinasikan tanaman buah dengan tanaman konservasi non-buah untuk perlindungan maksimal.
- Lapisan 1 (Permukaan/Tepi Atas): Tanam rumput vetiver (akar wangi) atau rumput gajah mini di bagian paling atas atau tepi tebing. Tanaman ini memiliki sistem akar sangat dalam dan kuat, bahkan bisa mencapai 3–4 meter di bawah permukaan tanah, berfungsi menyerap air dan menahan partikel tanah halus.
- Lapisan 2 (Semak/Tengah Lereng): Gunakan tanaman semak seperti kaliandra atau lamtoro. Kaliandra dikenal mampu menahan air hujan sehingga mengurangi risiko erosi, sementara lamtoro membantu memperbaiki kesuburan tanah berkat kemampuannya mengikat nitrogen. Tanaman ini memperkuat struktur tanah bagian tengah.
- Lapisan 3 (Pohon/Bawah Lereng): Pilih tanaman buah penahan longsor seperti Alpukat, Aren, atau Nangka. Tanaman ini berfungsi sebagai penahan utama dan pemberi hasil buah.
Teknik Penanaman Kontur
Tanamlah mengikuti garis kontur lereng, bukan lurus ke bawah. Teknik ini membantu memperlambat aliran air permukaan, sehingga memberikan lebih banyak waktu bagi air untuk meresap ke dalam tanah dan mengurangi erosi.
Pemilihan Lokasi
Sesuaikan ukuran pohon dengan luas lahan tersedia. Pohon besar seperti nangka atau sukun membutuhkan lahan luas dan cocok untuk bagian bawah lereng atau area terbuka. Sementara itu, pohon sedang seperti alpukat atau jambu air lebih sesuai untuk area sekitar rumah dengan jarak tanam aman dari pondasi.
Perawatan Awal
Pastikan penyiraman cukup dan pemberian pupuk organik di tahun pertama penanaman. Hal ini penting untuk mempercepat pertumbuhan akar kuat, yang merupakan kunci efektivitas tanaman dalam menahan longsor.
Pemangkasan
Lakukan pemangkasan rutin pada cabang dan daun untuk menjaga bentuk dan kesehatan tanaman. Jika diperlukan, pemangkasan akar permukaan juga dapat dilakukan untuk mengarahkan pertumbuhan akar dan mencegah potensi kerusakan infrastruktur, terutama untuk tanaman yang ditanam dekat bangunan.
Memilih tanaman buah penahan longsor cocok di rumah perbukitan adalah investasi cerdas untuk keamanan dan kemandirian pangan. Dengan sistem perakaran yang kuat, tanaman-tanaman ini tidak hanya melindungi rumah Anda dari risiko longsor, tetapi juga mempercantik lingkungan dan menyediakan sumber pangan yang sehat. Keselamatan dari bencana longsor bisa berjalan seiring dengan produktivitas kebun.
FAQ
Q: Apakah hanya menanam tanaman buah saja cukup untuk mencegah longsor di perbukitan?
A: Tidak disarankan. Untuk efektivitas maksimal, terapkan sistem vegetasi berlapis. Kombinasikan tanaman buah penahan longsor dengan tanaman konservasi khusus (seperti vetiver, bambu) untuk perlindungan komprehensif dari permukaan hingga lapisan dalam tanah.
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan tanaman buah ini mulai efektif menahan tanah?
A: Waktu kritis pertumbuhan akar adalah 1-3 tahun pertama. Tanaman seperti pisang dan jambu air menunjukkan efek lebih cepat (1-2 tahun). Sementara alpukat, aren, atau nangka membutuhkan 3-5 tahun untuk sistem perakaran optimalnya terbentuk penuh. Selama masa ini, dukung dengan tanaman penutup tanah.
Q: Bagaimana jika lahan perbukitan di rumah saya sangat curam?
A: Untuk lereng sangat curam, prioritaskan tanaman konservasi berakar super kuat seperti vetiver dan bambu di bagian paling kritis. Tanaman buah penahan longsor seperti aren atau kemiri dapat ditanam di bagian yang agak landai atau di terasering yang telah dibuat. Konsultasi dengan ahli geoteknik atau penyuluh pertanian sangat disarankan.
Q: Apakah ada risiko akar tanaman buah merusak pondasi rumah di perbukitan?
A: Risiko ada, terutama untuk pohon berakar luas seperti nangka. Kunci pencegahannya adalah: 1) Jaga jarak tanam aman dari pondasi (minimal 1.5x perkiraan lebar kanopi dewasa), 2) Pilih spesies dengan akar lebih "terkendali" seperti jambu air untuk area dekat bangunan, 3) Lakukan pemangkasan akar rutin jika diperlukan.
Q: Selain yang disebutkan, apakah ada alternatif tanaman buah lokal lainnya?
A: Tentu. Beberapa alternatif lain yang cukup baik antara lain: Manggis (akar tunggang dalam), Durian (akar kuat), dan Sirsak. Pilih yang paling sesuai dengan iklim mikro dan jenis tanah di lokasi Anda.

4 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489661/original/063378200_1769917422-Adrian_Luna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489659/original/048936800_1769917047-Dekorasi_rumah_murah_meriah_terbaru_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485525/original/093553600_1769510054-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489682/original/046153500_1769919815-Sinkronisasi-Agenda-Jadi-Fokus-Pertemuan-I-League-dan-John-Herdman-1769775735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489561/original/082116700_1769904661-cara_mencuci_serbet_berminyak.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)