6 Cara Menyimpan Bawang agar Tidak Cepat Busuk dan Bertunas, Dijamin Tahan Lama

4 weeks ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Bawang adalah bahan dapur utama yang mudah rusak jika disimpan sembarangan. Mengetahui cara menyimpan bawang agar tidak cepat busuk dan bertunas penting agar bawang tetap segar dan awet digunakan.

Faktor udara, cahaya, dan kelembapan sangat memengaruhi ketahanan bawang. Dengan menerapkan cara menyimpan bawang agar tidak cepat busuk dan bertunas, kualitas bawang dapat dipertahankan lebih lama.

Penyimpanan yang tepat juga membantu mengurangi pemborosan dapur. Oleh karena itu, cara menyimpan bawang agar tidak cepat busuk dan bertunas layak diterapkan dalam keseharian.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara menyimpan bawang agar tidak cepat busuk dan bertunas, Senin (5/1/2026).

Cara Menyimpan Bawang agar Tidak Cepat Busuk dan Bertunas

Mengutip buku berjudul Panduan Mudah Budi Daya Bawang Merah dan Bawang Putih di Rumah (2024) oleh Vanesa Adisa, beberapa cara menyimpan bawang putih yaitu menyimpan bawang putih di suhu ruang, di lemari es, di freezer, menyimpan dalam keadaan kering, menyimpan dengan minyak zaitun, dan menyimpannya dengan garam dan cuka.

Untuk penyimpanan, bawang merah dan bawang putih sebaiknya ditempatkan dalam wadah yang terpisah. Hal ini karena perbedaan gas yang dihasilkan oleh masing-masing jenis bawang tersebut dapat mempercepat proses pembusukan jika disimpan bersama.

Berikut ini cara menyimpan bawang agar tidak cepat busuk dan bertunas:

1. Simpan di Tempat Sejuk dan Kering

Bawang utuh paling baik disimpan pada suhu sejuk berkisar 4–10°C agar proses metabolisme di dalam umbi berjalan lebih lambat. Suhu yang terlalu panas akan merangsang munculnya tunas, sedangkan suhu terlalu dingin seperti di dalam kulkas dapat membuat bawang menjadi lembek dan rasanya berubah. Selain suhu, kondisi kering juga penting karena bawang sangat mudah menyerap uap air dari lingkungan sekitarnya.

2. Gunakan Wadah dengan Ventilasi Baik

Sirkulasi udara berperan besar dalam menjaga bawang tetap awet. Wadah terbuka seperti keranjang anyaman, jaring, atau stoking bekas memungkinkan udara mengalir bebas sehingga kelembapan tidak terperangkap.

Hindari menyimpan bawang di kantong plastik tertutup karena uap air akan menumpuk dan mempercepat proses pembusukan dari dalam.

3. Jauhkan dari Cahaya Langsung

Cahaya matahari atau lampu terang dapat meningkatkan suhu di sekitar bawang dan memicu pertumbuhan tunas. Selain itu, paparan cahaya juga dapat membuat rasa bawang berubah menjadi lebih pahit.

Oleh karena itu, simpan bawang di tempat gelap seperti lemari dapur terbuka, rak penyimpanan tertutup, atau sudut ruangan yang teduh.

4. Hindari Kelembapan Tinggi

Kelembapan merupakan penyebab utama bawang cepat busuk dan berjamur. Pastikan bawang dalam kondisi benar-benar kering sebelum disimpan dan jangan mencucinya terlebih dahulu.

Jika bawang terkena air, keringkan dengan lap bersih atau angin-anginkan sebelum dimasukkan ke tempat penyimpanan agar tidak memicu pembusukan.

5. Pisahkan dari Kentang dan Bahan Lain

Bawang sebaiknya tidak disimpan berdekatan dengan kentang karena keduanya saling memengaruhi. Kentang melepaskan uap air yang dapat membuat bawang cepat busuk, sementara bawang menghasilkan gas yang merangsang kentang bertunas. Menyimpan bawang secara terpisah membantu memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitasnya.

6. Pilih dan Sortir Bawang Berkualitas

Saat membeli atau menyimpan bawang, lakukan penyortiran secara rutin. Pilih bawang yang terasa padat, kering, dan tidak memiliki tunas atau bercak lunak.

Singkirkan bawang yang memar, terpotong, berjamur, atau berbau tidak sedap karena satu bawang rusak dapat mempercepat kerusakan bawang lain di sekitarnya.

Penyebab Umum Bawang Bertunas dan Busuk

Mengutip buku berjudul Penyakit Tumbuhan yang Disebabkan oleh Jamur (2017) oleh Ika Rochdjatun Sastrahidayat, Botrytis allii merupakan patogen penyebab penyakit busuk pada bawang. Penyakit ini umumnya menyerang umbi setelah masa panen.

Sklerotia pada awalnya berwarna putih, kemudian berubah menjadi gelap dengan ukuran sekitar 2–4 mm. Konidiofor dan konidia terbentuk dari miselium yang terdapat di dalam jaringan tanaman atau berasal dari sklerotia.

Berikut ini penyebab bawang bertunas dan busuk:

1. Usia Bawang Terlalu Lama

Bawang yang disimpan terlalu lama secara alami akan memasuki fase pertumbuhan kembali. Pada tahap ini, bawang mulai mengeluarkan tunas sebagai bagian dari siklus hidupnya untuk bereproduksi.

2. Paparan Kelembapan Berlebih

Lingkungan yang lembap memicu bawang menyerap air, sehingga mempercepat munculnya tunas dan meningkatkan risiko pembusukan akibat jamur maupun bakteri.

3. Suhu Penyimpanan Terlalu Hangat

Suhu yang tinggi, terutama di dapur yang panas, dapat merangsang aktivitas enzim dalam bawang sehingga tunas tumbuh lebih cepat dan tekstur umbi menjadi lunak.

4. Sirkulasi Udara yang Buruk

Penyimpanan bawang di tempat tertutup tanpa ventilasi membuat udara lembap terperangkap, menciptakan kondisi ideal bagi mikroorganisme penyebab busuk.

5. Kerusakan atau Memar pada Umbi

Bawang yang memar, terpotong, atau rusak saat panen maupun distribusi menjadi pintu masuk bakteri dan jamur yang menyebabkan pembusukan lebih cepat.

6. Kondisi Pertumbuhan yang Tidak Seimbang

Tanah terlalu basah saat budidaya atau penggunaan nitrogen berlebihan dapat membuat umbi bawang lebih lunak, sehingga daya simpannya menurun dan mudah busuk.

Cara Menyimpan Bawang yang Sudah Dipotong, Dikupas, atau Dimasak

Berikut ini cara menyimpan bawang yang sudah dipotong:

1. Simpan Bawang Kupas di Lemari Es

Bawang yang sudah dikupas sebaiknya langsung disimpan di dalam wadah kedap udara dan diletakkan di lemari es. Dengan penyimpanan yang tepat, bawang kupas dapat bertahan hingga sekitar dua minggu tanpa cepat busuk.

2. Penyimpanan Bawang Iris atau Potong

Untuk bawang yang sudah diiris atau dipotong, masukkan ke dalam wadah kaca kedap udara agar aroma bawang tidak menyebar. Hindari wadah plastik karena mudah menyerap bau. Dalam kondisi ini, bawang dapat bertahan sekitar 7–10 hari di dalam lemari es.

3. Keringkan Sebelum Disimpan

Sebelum memasukkan bawang ke wadah penyimpanan, lap permukaan potongan dengan kain bersih atau tisu dapur. Langkah ini membantu menyerap kelembapan berlebih yang bisa memicu pembusukan dan pertumbuhan bakteri.

4. Simpan Bawang yang Sudah Dimasak

Bawang yang telah dimasak wajib disimpan di lemari es dalam wadah tertutup rapat. Bawang matang umumnya aman dikonsumsi selama 3–5 hari, selama tidak berbau asam atau berubah warna.

5. Gunakan Wadah Kedap Udara Berkualitas

Pilih wadah kaca atau kontainer khusus makanan dengan penutup rapat untuk menjaga kesegaran bawang. Wadah yang baik juga membantu mencegah kontaminasi silang dengan bahan makanan lain di kulkas.

6. Bekukan untuk Penyimpanan Jangka Panjang

Jika ingin menyimpan bawang lebih lama, bawang dapat dibekukan. Kupas dan cincang bawang, lalu simpan dalam kantong atau wadah khusus freezer. Keluarkan udara sebanyak mungkin untuk mencegah freezer burn. Bawang beku dapat bertahan hingga enam bulan atau lebih dan paling cocok digunakan untuk masakan karena teksturnya cenderung melunak setelah dicairkan.

Q & A Seputar Topik

Bagaimana cara menyimpan bawang utuh agar tidak cepat busuk dan bertunas?

Bawang utuh sebaiknya disimpan di tempat sejuk (sekitar 4-10°C), kering, gelap, dan berventilasi baik, seperti di keranjang jaring atau stoking bekas, bukan di kulkas atau kantong plastik tertutup.

Mengapa bawang tidak boleh disimpan dalam kantong plastik?

Kantong plastik tertutup rapat akan memerangkap kelembapan dan mencegah sirkulasi udara, kondisi ini mempercepat pembusukan, memicu pertumbuhan jamur, dan membuat bawang cepat bertunas.

Berapa lama bawang dapat bertahan jika disimpan dengan benar?

Bawang merah utuh dapat bertahan hingga 1-2 bulan, sedangkan bawang putih dapat bertahan 3-5 bulan jika disimpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|