7 Campuran Tanah Terbaik untuk Tomat agar Buah Lebat dan Tidak Busuk

23 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Menanam tomat di pot maupun pekarangan rumah membutuhkan perhatian khusus pada media tanam yang digunakan. Banyak tanaman tomat tumbuh subur di awal, tetapi gagal berbuah lebat atau justru busuk sebelum matang. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh komposisi tanah yang kurang tepat sejak awal penanaman.

Campuran tanah yang ideal mampu menahan nutrisi, menjaga kelembapan seimbang, serta tetap porous agar air tidak menggenang. Dengan komposisi yang tepat, tanaman tomat dapat tumbuh kuat dan menghasilkan buah secara optimal. Hal ini berlaku baik untuk penanaman di pot maupun langsung di tanah pekarangan.

Memahami jenis campuran tanah yang sesuai juga membantu mengurangi risiko buah busuk akibat serangan penyakit. Selain itu, perawatan tanaman menjadi lebih mudah dan hasil panen lebih memuaskan. Berikut tujuh campuran tanah terbaik untuk tomat yang bisa diracik sendiri di rumah.

1. Tanah Top Soil, Kompos dan Sekam Bakar

Campuran tanah top soil, kompos, dan sekam bakar menjadi media tanam favorit untuk tomat rumahan. Top soil menyediakan struktur dasar yang kuat bagi akar tanaman. Sementara itu, kompos berperan sebagai sumber nutrisi alami yang mendukung pertumbuhan buah.

Sekam bakar membantu meningkatkan porositas tanah sehingga air tidak mudah menggenang. Kondisi ini sangat penting untuk mencegah busuk akar dan buah tomat. Selain itu, sirkulasi udara di dalam media tanam menjadi lebih baik.

Perbandingan campuran ini umumnya dibuat seimbang agar fungsi masing-masing bahan berjalan optimal. Media tanam menjadi gembur, subur, dan stabil untuk jangka panjang. Hasilnya, tanaman tomat tumbuh sehat dan produktif.

2. Tanah Kebun, Pupuk Kandang Matang dan Pasir

Tanah kebun yang dicampur pupuk kandang matang mampu meningkatkan kesuburan media tanam. Pupuk kandang menyediakan unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tomat. Namun, pupuk harus benar-benar matang agar tidak merusak akar tanaman.

Penambahan pasir bertujuan memperbaiki drainase tanah yang cenderung padat. Pasir membantu air mengalir lebih lancar dan mengurangi kelembapan berlebih. Hal ini sangat penting untuk mencegah buah tomat mudah busuk.

Campuran ini cocok untuk pekarangan rumah dengan tanah berat. Media tanam menjadi lebih seimbang antara daya simpan air dan aliran udara. Tomat pun dapat berbuah lebih banyak dan merata.

3. Tanah Hitam, Kompos Daun dan Arang Sekam

Tanah hitam dikenal memiliki kandungan bahan organik yang cukup tinggi. Ketika dicampur dengan kompos daun, media tanam menjadi lebih kaya nutrisi alami. Kombinasi ini mendukung pertumbuhan vegetatif dan pembentukan bunga tomat.

Arang sekam berfungsi menyerap kelebihan air sekaligus menjaga struktur tanah tetap gembur. Selain itu, arang sekam membantu menekan pertumbuhan patogen penyebab penyakit. Kondisi ini membuat tanaman tomat lebih tahan terhadap busuk buah.

Campuran ini sangat cocok untuk pot karena ringan dan tidak mudah memadat. Akar tanaman dapat berkembang dengan baik tanpa hambatan. Produksi buah pun menjadi lebih stabil hingga masa panen.

4. Tanah Top Soil, Cocopeat dan Pupuk Organik

Cocopeat menjadi bahan populer karena kemampuannya menyimpan air dengan baik. Ketika dicampur dengan tanah top soil, media tanam menjadi lebih lembap namun tetap ringan. Hal ini membantu tanaman tomat bertahan saat cuaca panas.

Pupuk organik melengkapi kebutuhan nutrisi secara bertahap. Unsur hara dilepaskan perlahan sehingga tanaman tidak mengalami stres. Pertumbuhan buah menjadi lebih seragam dan sehat.

Campuran ini cocok untuk penanaman tomat di pot atau polybag. Media tanam tidak mudah kering maupun becek. Risiko buah busuk pun dapat diminimalkan secara alami.

5. Tanah Kebun, Kompos dan Dolomit

Dolomit sering ditambahkan untuk menyeimbangkan pH tanah. Tomat tumbuh optimal pada tanah dengan pH mendekati netral. Jika tanah terlalu asam, penyerapan nutrisi menjadi kurang maksimal.

Kompos membantu meningkatkan kandungan bahan organik dalam tanah. Sementara itu, tanah kebun berfungsi sebagai media utama penopang akar. Kombinasi ini menciptakan lingkungan tumbuh yang stabil bagi tomat.

Campuran ini cocok digunakan di pekarangan rumah yang tanahnya cenderung asam. Dengan pH yang seimbang, tanaman lebih tahan terhadap penyakit. Buah tomat pun tumbuh lebih lebat dan berkualitas.

6. Tanah Gembur, Pupuk Kandang, dan Sekam Mentah

Sekam mentah membantu meningkatkan aerasi media tanam secara alami. Bahan ini membuat tanah tidak mudah memadat meski sering disiram. Kondisi tersebut sangat mendukung pertumbuhan akar tomat.

Pupuk kandang menyediakan nutrisi penting untuk pembentukan bunga dan buah. Namun, penggunaannya harus seimbang agar tidak memicu pertumbuhan daun berlebihan. Tanah gembur berperan sebagai dasar yang menahan nutrisi.

Campuran ini cocok untuk tomat yang ditanam langsung di tanah. Media tanam menjadi lebih hidup dan subur. Risiko buah busuk akibat kelembapan berlebih dapat ditekan.

7. Tanah Top Soil, Vermikompos, dan Pasir Halus

Vermikompos dikenal kaya nutrisi dan mikroorganisme bermanfaat. Ketika dicampur dengan tanah top soil, media tanam menjadi sangat subur. Unsur hara mudah diserap oleh akar tanaman tomat.

Pasir halus membantu menjaga drainase tetap baik. Air tidak mengendap terlalu lama di sekitar akar dan buah. Hal ini penting untuk mencegah penyakit busuk buah.

Campuran ini cocok untuk tomat di pot maupun pekarangan rumah. Media tanam stabil dan tidak mudah rusak. Produksi buah menjadi lebih maksimal hingga akhir masa panen.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

1. Apakah tomat bisa ditanam hanya dengan tanah biasa?

Tomat bisa tumbuh di tanah biasa, tetapi hasil buah sering kurang optimal tanpa campuran bahan pendukung.

2. Mengapa buah tomat sering busuk sebelum matang?

Buah tomat mudah busuk akibat drainase buruk, kelembapan berlebih, atau serangan jamur dari tanah.

3. Apakah campuran tanah untuk pot dan pekarangan sama?

Prinsipnya sama, tetapi pot membutuhkan media yang lebih ringan dan porous agar air tidak menggenang.

4. Seberapa sering media tanam tomat perlu diganti?

Media tanam sebaiknya diganti setiap satu hingga dua musim tanam agar nutrisi tetap optimal.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|