7 Cara Bersihkan Minyak Jelantah Bekas Gorengan yang Hitam dan Kotor

23 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Minyak jelantah, atau minyak goreng bekas, seringkali menjadi masalah di dapur karena warnanya yang berubah menjadi hitam dan kotor setelah beberapa kali pemakaian. Kondisi minyak seperti ini tidak hanya mengurangi kualitas masakan, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan jika terus digunakan. Minyak jelantah yang tidak diolah dengan baik dapat mengandung residu makanan, senyawa oksidasi, dan bahkan zat karsinogenik yang berbahaya bagi tubuh.

Membuang minyak jelantah sembarangan juga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, seperti menyumbat saluran air dan merusak ekosistem. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara membersihkan minyak jelantah agar dapat dimanfaatkan kembali secara aman dan bertanggung jawab.

Berbagai metode sederhana dapat dilakukan di rumah menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan untuk menjernihkan minyak jelantah. Lantas bagaimana saja cara bersihkan minyak jelantah bekas gorengan yang hitam dan kotor? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (8/1/2026), simak ulasan informasinya berikut ini. 

1. Penyaringan Awal (Filtering)

Penyaringan merupakan langkah pertama dan paling fundamental dalam proses membersihkan minyak jelantah. Metode ini bertujuan untuk memisahkan sisa-sisa makanan padat dan partikel kecil yang mungkin mengendap dalam minyak setelah digunakan.

Proses penyaringan awal ini tidak hanya efektif menghilangkan kotoran fisik, tetapi juga dapat membantu mengurangi bau tengik yang sering muncul pada minyak jelantah. Dengan demikian, kualitas minyak akan meningkat secara signifikan sebelum dilakukan proses pembersihan lebih lanjut.

Untuk melakukannya, biarkan minyak jelantah mendingin sepenuhnya setelah digunakan. Kemudian, tuangkan minyak secara perlahan ke dalam wadah bersih melalui saringan jaring halus, kain kasa bersih, atau kertas penyaring kopi. Jika minyak sangat kotor, penyaringan ganda (double filtering) bisa dilakukan untuk hasil yang lebih jernih.

2. Menggunakan Tepung (Terigu, Maizena, atau Tapioka)

Tepung memiliki kemampuan unik untuk mengikat kotoran dan partikel halus yang terlarut dalam minyak, menjadikannya agen penjernih yang efektif. Tepung terigu, maizena, atau tapioka dapat digunakan untuk tujuan ini, masing-masing dengan sedikit perbedaan dalam cara kerjanya.

Untuk menggunakan tepung terigu, siapkan 2-3 sendok makan tepung lalu campurkan dengan sedikit air hingga membentuk pasta cair. Panaskan minyak jelantah hingga hangat, jangan sampai mendidih, lalu tuangkan larutan tepung dan aduk perlahan. Masak dengan api kecil hingga tepung menggumpal dan mengikat kotoran, kemudian saring setelah dingin.

Tepung maizena bekerja mirip dengan terigu, namun daya ikatnya lebih halus. Campurkan seperempat cangkir air dan 1 sendok makan tepung maizena untuk setiap cangkir minyak, lalu tuangkan ke minyak jelantah yang sudah dingin. Panaskan campuran ini dengan api kecil sambil diaduk hingga kotoran menggumpal bersama maizena, lalu saring.

Sementara itu, tepung tapioka juga sangat efektif. Larutkan 2 sendok makan tepung tapioka ke dalam sedikit air biasa, lalu panaskan minyak goreng bekas. Setelah minyak panas, masukkan adonan tapioka ke dalamnya dan goreng hingga berwarna kuning kecoklatan. Adonan ini akan mengikat kotoran, lalu angkat, buang adonan, dinginkan, dan saring minyaknya.

3. Menggunakan Putih Telur

Putih telur dikenal memiliki sifat koagulasi yang sangat baik, menjadikannya bahan alami yang ampuh untuk menjernihkan minyak jelantah. Ketika dipanaskan dalam minyak, protein dalam putih telur akan menggumpal dan secara efektif menangkap partikel kotoran yang ada.

Untuk menerapkan metode ini, siapkan 1 putih telur untuk setiap liter minyak jelantah yang akan dibersihkan. Kocok putih telur hingga sedikit berbusa, lalu campurkan ke dalam minyak jelantah. Panaskan minyak dengan api kecil sambil diaduk perlahan.

Saat minyak mulai hangat, putih telur akan mulai menggumpal dan membawa serta kotoran minyak. Setelah proses ini selesai dan minyak mendingin, saring minyak tersebut untuk memisahkan gumpalan putih telur dan kotoran yang telah terikat.

4. Menggunakan Arang Aktif (Activated Charcoal)

Arang aktif merupakan adsorben yang sangat efektif, dikenal karena kemampuannya menyerap kotoran, zat warna, dan bau tidak sedap dari berbagai cairan, termasuk minyak. Pori-pori besar pada arang aktif memungkinkan penyerapan yang optimal.

Metode ini sangat ampuh untuk membuat minyak menjadi jauh lebih jernih dan mengurangi bau tengik secara drastis. Arang aktif juga dapat menghilangkan asam lemak bebas dan zat berbahaya lainnya dalam minyak jelantah.

Langkah-langkahnya meliputi menghancurkan arang aktif hingga menjadi bubuk halus. Taburkan 1-2 sendok makan bubuk arang aktif ke dalam minyak jelantah yang sudah dingin, aduk rata, dan diamkan selama 30 menit hingga beberapa jam agar arang menyerap kotoran. Terakhir, saring minyak menggunakan kain atau saringan kopi untuk memisahkan arang.

5. Menggunakan Kulit Pisang

Kulit pisang, terutama jenis kulit pisang kepok, telah diteliti dan terbukti efektif dalam menjernihkan minyak jelantah. Kemampuannya ini berasal dari kandungan selulosa dan pori-pori yang dapat menyerap warna, hasil degradasi minyak, dan peroksida.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kulit pisang dapat menurunkan kadar asam lemak bebas (FFA) dan membuat warna minyak lebih jernih. Hal ini menjadikan kulit pisang sebagai solusi ramah lingkungan untuk mengolah minyak bekas.

Untuk menggunakannya, potong kulit pisang menjadi bagian kecil-kecil. Panaskan minyak jelantah hingga hangat, lalu masukkan potongan kulit pisang ke dalamnya. Aduk-aduk selama beberapa menit, angkat kulit pisang, dan saring minyak untuk memisahkan sisa-sisa kulit pisang.

6. Menggunakan Nasi

Nasi putih yang sudah matang dapat dimanfaatkan untuk menyerap kotoran dan endapan dalam minyak jelantah. Metode ini cukup sederhana dan sering digunakan untuk membersihkan minyak bekas agar kembali jernih.

Kotoran dan remahan sisa makanan yang menempel pada minyak akan menempel pada nasi. Ini adalah cara yang praktis untuk membuat minyak goreng bekas lebih layak pakai kembali.

Caranya, ambil segenggam nasi putih yang sudah matang dan kepalkan hingga membentuk bulatan padat. Panaskan minyak jelantah dalam wajan, lalu masukkan bola nasi ke dalam minyak panas sambil ditekan-tekan dan digulingkan. Angkat nasi saat warnanya menguning dan saring minyaknya.

7. Menggunakan Kentang

Kentang memiliki kemampuan alami untuk menyerap kotoran dan membantu menurunkan tingkat oksidasi dalam minyak jelantah. Ini menjadikannya pilihan yang baik untuk menjernihkan minyak goreng bekas.

Proses ini membantu menghilangkan partikel-partikel yang membuat minyak terlihat keruh dan kotor. Kentang akan bertindak sebagai pengumpul kotoran saat digoreng dalam minyak bekas.

Kupas kentang dan potong menjadi dadu atau irisan kecil. Panaskan minyak jelantah hingga hangat, lalu masukkan potongan kentang. Goreng kentang selama beberapa menit hingga semua kotoran pada minyak menempel pada kentang dan kentang berubah warna. Angkat kentang dan saring minyaknya. Penting diingat, kentang yang sudah digunakan untuk membersihkan minyak tidak boleh dikonsumsi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Bersihkan Minyak Jelantah

1. Mengapa minyak jelantah perlu dibersihkan sebelum digunakan kembali?

Jawaban: Minyak jelantah perlu dibersihkan untuk menghilangkan kotoran, sisa makanan, mengurangi bau tengik, dan meminimalkan risiko kesehatan akibat senyawa berbahaya.

2. Bahan alami apa saja yang bisa digunakan untuk menjernihkan minyak jelantah?

Jawaban: Bahan alami yang efektif meliputi tepung (terigu, maizena, tapioka), putih telur, arang aktif, kulit pisang, nasi, dan kentang.

3. Apakah minyak jelantah yang sudah dijernihkan aman untuk digunakan kembali?

Jawaban: Minyak jelantah yang sudah dijernihkan dapat digunakan kembali, namun disarankan tidak terlalu sering dan perhatikan kondisi minyak untuk menjaga kesehatan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|