7 Ide Kebun Cabai di Karung Beras Bekas untuk Panen Lebat Sepanjang Tahun

1 week ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Urban farming atau pertanian perkotaan semakin menjadi tren di tengah masyarakat, terutama dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pangan sehat dan fluktuasi harga komoditas seperti cabai. Keterbatasan lahan di perkotaan seringkali menjadi tantangan, namun hal ini dapat diatasi dengan memanfaatkan barang bekas seperti karung beras.

Menanam cabai di karung bekas menawarkan solusi praktis, hemat lahan, dan memungkinkan kontrol media tanam yang lebih baik. Selain itu, metode ini juga berkontribusi dalam mengurangi limbah plastik yang tidak terpakai.

Dengan sedikit kreativitas, karung bekas yang tadinya tidak bernilai dapat disulap menjadi wadah tanam yang ergonomis dan tahan lama. Berikut tujuh ide kreatif untuk kebun cabai di karung beras bekas yang dapat membantu Anda mencapai panen lebat sepanjang tahun, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (24/1/2026).

Sistem Karung Lipat Vertikal (Planter Bag Style)

Konsep ini melibatkan pelipatan bagian atas karung ke arah luar hingga membentuk pot yang kokoh dan rapi. Model karung lipat ini sangat stabil dan cocok untuk menanam tanaman dengan akar yang kuat seperti cabai, terong, atau tomat.

Model ini memberikan stabilitas yang baik, sehingga tanaman tidak mudah rebah saat tumbuh besar dan berbuah lebat. Untuk mengimplementasikannya, Anda dapat melipat sekitar sepertiga bagian atas karung ke luar. Susunlah karung-karung ini secara berkelompok berdasarkan jenis tanaman untuk memudahkan perawatan.

Satu karung dapat menampung beberapa tanaman. Misalnya, satu karung bisa ditanami 3 pohon cabai agar rimbun dan berbuah banyak. Untuk penataan di area sempit, gunakan rak besi bertingkat agar Anda bisa menaruh lebih banyak karung dalam satu titik koordinat, sehingga sisa ruang lantai bisa digunakan untuk aktivitas lain.

Model ini ideal untuk berbagai jenis cabai, termasuk cabai rawit atau cabai keriting yang cenderung berbuah banyak, memastikan panen lebat yang berkelanjutan.

Karung Dalam Berlapis (Layered Planting System)

Sistem ini berfokus pada penyusunan media tanam secara berlapis untuk mengoptimalkan nutrisi dan drainase bagi tanaman cabai. Media tanam yang baik sangat penting untuk pertumbuhan cabai yang subur dan hasil panen yang maksimal.

Untuk media tanam, Anda bisa menggunakan campuran tanah, kompos atau pupuk kandang, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Radar Pertanian mengklaim bahwa penggunaan kotoran kambing dan kotoran sapi sebagai media tanam utama, yang diklaim tidak memerlukan pemupukan tambahan.

Penyusunan media tanam berlapis dapat membantu mengontrol nutrisi yang diterima tanaman dan memastikan drainase yang baik, yang penting untuk mencegah akar busuk. Pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang kaya akan unsur hara seperti Fosfor, Kalium, dan Nitrogen, serta mikroba tanah yang bermanfaat.

Dengan media tanam yang terkontrol dan kaya nutrisi, tanaman cabai diharapkan dapat tumbuh lebih sehat dan menghasilkan buah yang lebih besar dan padat, mendukung ide kebun cabai di karung beras bekas untuk panen lebat.

Karung Gantung Bertingkat (Vertical Hanging Garden)

Model ini memanfaatkan ruang vertikal dengan menggantung karung-karung berukuran kecil pada pagar atau kerangka besi. Ini adalah solusi yang efektif untuk menghemat ruang lantai, sangat cocok untuk lingkungan perkotaan.

Kebun vertikal merupakan pola bercocok tanam secara bertingkat sehingga dapat menghemat ruang. Model ini sangat cocok untuk menanam tanaman merambat ringan atau tanaman hias gantung yang tidak memerlukan volume tanah terlalu besar.

Untuk menatanya agar rapi, gunakan tali nilon yang kuat dan atur ketinggian karung secara bertingkat (staircase effect) agar semua tanaman mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Meskipun tanaman hias gantung sering disebutkan, cabai rawit hias atau cabai kecil juga dapat ditanam dengan metode ini.

Hindari menggantung karung terlalu dekat dengan pintu masuk agar tidak mengganggu akses jalan di lorong yang sempit, menjaga fungsionalitas ruang.

Karung Tanam Dalam + Penyangga Internal (Deep Stake System)

Model ini menggunakan karung beras berukuran 25-50 kg yang diisi penuh dengan tanah, memberikan ruang yang cukup bagi akar untuk berkembang secara vertikal. Penambahan penyangga internal sangat penting untuk tanaman cabai yang berbuah lebat.

Model "Tanam Dalam" ini memungkinkan tanaman seperti cabai untuk tumbuh optimal karena akarnya memiliki ruang yang luas. Tanaman cabai dapat hidup dan berbuah terus-menerus hingga sekitar 8-9 bulan. enyangga internal berupa kayu atau bambu yang ditanam bersamaan dengan bibit akan mencegah tanaman roboh saat mulai berbuah lebat.

Pasang 2-3 bambu atau kayu penopang di dalam karung sejak dini, sebelum tanaman cabai tumbuh besar. Ini akan memastikan buah tidak menyentuh tanah, menjaga kualitasnya tetap premium dan mendukung panen lebat.

Karena bobotnya yang berat, letakkan model ini di titik yang paling permanen dan tidak sering dipindah-pindah. Pastikan jarak antar karung minimal 30 cm untuk sirkulasi udara yang baik, menjaga kesehatan tanaman cabai.

Model Karung Bertingkat (Stepped Sacks)

Mengadopsi konsep terasering, model kebun mini dengan karung bekas ini disusun di atas tangga kayu atau bambu yang dibuat khusus. Setiap anak tangga diisi dengan dua atau tiga karung kecil, menciptakan gradasi hijau yang indah dan fungsional.

Model ini memudahkan Anda menjangkau setiap tanaman saat menyiram dan merawatnya. Untuk area terbatas, gunakan tangga dengan kemiringan yang agak curam (sekitar 70 derajat) agar tidak terlalu banyak memakan luas lantai.

Letakkan tanaman yang lebih tinggi di anak tangga terbawah dan tanaman pendek di atas agar pemandangan kebun tetap terlihat proporsional. Penataan ini juga memastikan semua tanaman mendapatkan cahaya matahari yang cukup, krusial untuk pertumbuhan cabai.

Model Karung Horizontal (Slab Garden)

Berbeda dengan model berdiri, model kebun mini dengan karung bekas secara horizontal dilakukan dengan merebahkan karung di permukaan tanah dan melubangi bagian atasnya. Ini menawarkan pendekatan yang berbeda dalam memanfaatkan ruang.

Model ini sangat efektif untuk menanam tanaman rimpang seperti jahe atau kunyit. Meskipun demikian, dengan modifikasi yang tepat, model ini juga dapat digunakan untuk menanam cabai, terutama varietas yang cenderung tumbuh menyebar atau untuk memaksimalkan area perakaran.

Agar tetap rapi di lahan sempit, susun karung secara berjejer memanjang mengikuti garis dinding atau pagar. Anda bisa menumpuk dua karung secara horizontal jika ingin menanam tanaman yang membutuhkan media lebih dalam, namun pastikan ada lubang drainase di bagian samping bawah karung untuk mencegah genangan air.

Karung Dekoratif Produktif (Edible Landscape)

Untuk menghilangkan kesan kusam dari karung bekas, model ini melibatkan proses pengecatan atau pemberian sarung kain pada bagian luar karung. Ini adalah solusi bagi Anda yang ingin berkebun sekaligus menambah nilai artistik pada desain interior atau eksterior rumah minimalis.

Model ini cocok untuk ditempatkan di teras depan atau area yang terlihat, memberikan nilai estetika tinggi pada hunian Anda. Pilihlah warna-warna cerah atau senada dengan cat rumah agar kebun tidak terlihat seperti tumpukan sampah, melainkan elemen dekoratif.

Susun karung-karung cantik ini secara bertingkat dengan tinggi berbeda untuk menciptakan tampilan yang menarik. Anda bisa menanam cabai hias yang memiliki warna buah menarik, dikombinasikan dengan cabai konsumsi. Letakkan karung-karung ini di area transisi seperti antara ruang tamu dan teras untuk memberikan kesan menyambut bagi tamu yang berkunjung.

FAQ

Q: Berapa banyak bibit cabai per karung beras 25kg?

A: Model karung lipat (Planter Bag Style) paling stabil untuk menanam tanaman dengan akar yang kuat seperti cabai. Satu karung bisa ditanami 3 pohon cabai agar rimbun dan berbuah banyak.

Q: Media tanam apa yang terbaik untuk cabai dalam karung?

A: Media tanam yang baik untuk cabai dalam karung adalah campuran tanah, kompos atau pupuk kandang, dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1:1. Penggunaan kotoran kambing dan kotoran sapi juga bisa menjadi media tanam utama.

Q: Berapa lama karung bertahan sebelum diganti?

A: Karung plastik biasanya bertahan 1-2 tahun, sedangkan karung goni sekitar 6-12 bulan, tergantung cuaca. Tanaman cabai dapat hidup sekitar 8-9 bulan dan berbuah terus-menerus, setelah itu media tanam atas perlu diganti.

Q: Bagaimana cara menyiram cabai di karung yang tepat?

A: Penyiraman harus dilakukan secara rutin, namun jangan berlebihan. Disarankan untuk menyiram sekitar 2 hari sekali setiap sore, terutama saat musim kemarau, memastikan tanah tetap lembab tetapi tidak tergenang.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|