Liputan6.com, Jakarta - Menanam alpukat dari biji kerap dianggap sekadar eksperimen rumahan, padahal jika dilakukan dengan urutan yang tepat, metode ini mampu menghasilkan pohon produktif yang berbuah lebat dalam beberapa tahun ke depan. Banyak kegagalan panen alpukat justru berawal dari kesalahan sederhana di tahap awal yang sering diabaikan.
Proses menanam alpukat dari biji bukan hanya soal menunggu biji tumbuh, melainkan rangkaian tahapan berkelanjutan yang saling memengaruhi, mulai dari pemilihan biji, cara perkecambahan, hingga perawatan jangka panjang di lahan tanam permanen. Setiap langkah memiliki konsekuensi langsung terhadap kecepatan tumbuh dan kualitas buah yang dihasilkan.
Panduan ini merangkum tahapan menanam alpukat dari biji secara kronologis dan menyeluruh, berdasarkan praktik budidaya yang umum digunakan, sehingga dapat menjadi acuan bagi pemula maupun penanam rumahan yang ingin memperoleh hasil maksimal.
1. Persiapan Biji Menentukan Keberhasilan Awal Pertumbuhan
Persiapan biji alpukat menjadi fondasi utama karena kualitas biji sangat memengaruhi kekuatan akar dan kecepatan tumbuh tanaman sejak awal. Biji sebaiknya diambil dari buah alpukat yang telah matang sempurna agar cadangan nutrisinya optimal untuk mendukung perkecambahan.
Setelah biji dipisahkan dari daging buah, proses pembersihan perlu dilakukan hingga tidak ada sisa lendir yang menempel karena dapat memicu pembusukan saat proses perendaman. Biji kemudian dijemur singkat sekitar beberapa jam agar permukaan tidak terlalu lembap tanpa mengeringkan bagian dalamnya.
Kulit cokelat luar biji sebaiknya dikupas secara perlahan untuk mempercepat proses tumbuh, sekaligus memudahkan identifikasi bagian atas yang runcing dan bagian bawah yang lebih rata sebagai penentu posisi tanam.
2. Metode Perkecambahan Air Membantu Akar Tumbuh Lebih Terarah
Perkecambahan menggunakan media air banyak dipilih karena memungkinkan pemantauan pertumbuhan akar secara visual sejak hari pertama. Tusuk gigi ditancapkan di sisi biji untuk menjaga posisi biji tetap menggantung dan stabil di atas wadah air.
Bagian bawah biji harus terendam sekitar seperempat bagian agar area akar mendapatkan kelembapan konstan tanpa membuat biji terendam penuh. Wadah diletakkan di tempat hangat yang tidak terkena sinar matahari langsung untuk mencegah penguapan berlebihan.
Air perlu diganti secara rutin agar tetap bersih dan bebas bakteri, karena kualitas air sangat memengaruhi kecepatan munculnya akar yang biasanya mulai terlihat dalam rentang waktu empat hingga delapan minggu.
3. Penyemaian Awal Menjadi Masa Adaptasi Bibit Alpukat
Setelah akar tumbuh cukup panjang dan tunas mulai muncul, biji alpukat memasuki tahap penyemaian awal di media tanam. Media yang digunakan sebaiknya campuran tanah gembur, sekam, dan pupuk kandang agar aerasi serta nutrisi seimbang.
Penanaman dilakukan dengan posisi bagian tumpul berada di bawah, sementara sebagian biji dibiarkan sedikit muncul di permukaan tanah untuk mencegah pembusukan. Polybag atau wadah semai kemudian ditempatkan di area teduh dengan sirkulasi udara baik.
Penyiraman dilakukan secara teratur dengan volume secukupnya agar media tetap lembap tanpa menimbulkan genangan yang berpotensi merusak akar muda.
4. Persiapan Lahan Menentukan Daya Tahan Tanaman Jangka Panjang
Lahan tanam permanen perlu disiapkan jauh sebelum pemindahan bibit agar struktur tanah siap menerima tanaman. Pembersihan area dari gulma dan sisa tanaman lain penting untuk mengurangi kompetisi nutrisi sejak awal.
Tanah digemburkan dan dibuat lubang tanam berukuran cukup besar agar akar memiliki ruang berkembang secara optimal. Lubang tanam biasanya dibiarkan terbuka selama beberapa hari untuk menurunkan kadar gas beracun dalam tanah.
Pupuk dasar berupa kompos atau pupuk kandang dimasukkan ke dalam lubang tanam satu hingga dua minggu sebelum bibit dipindahkan untuk memastikan unsur hara sudah menyatu dengan tanah.
5. Pemindahan Bibit Harus Dilakukan pada Ukuran Ideal
Bibit alpukat siap dipindahkan ke lahan permanen ketika telah mencapai tinggi sekitar satu meter dan memiliki batang yang cukup kokoh. Pemindahan pada ukuran ini membantu tanaman beradaptasi lebih cepat dengan lingkungan terbuka.
Bibit dikeluarkan dari polybag secara hati-hati agar akar tidak rusak, kemudian diletakkan di tengah lubang tanam dengan posisi tegak lurus. Tanah ditimbun kembali sambil dipadatkan ringan untuk menjaga kestabilan tanaman.
Ajir atau tongkat penyangga dipasang di sisi tanaman untuk mencegah batang miring akibat angin, terutama pada fase awal pertumbuhan di lahan terbuka.
6. Perawatan Rutin Menentukan Cepat Lambatnya Pohon Berbuah
Perawatan rutin menjadi faktor penentu keberhasilan jangka panjang karena alpukat membutuhkan keseimbangan air, nutrisi, dan cahaya untuk tumbuh optimal. Penyiraman dilakukan intensif pada awal tanam dan dikurangi secara bertahap setelah tanaman mapan.
Pemupukan berkala menggunakan pupuk organik atau NPK membantu memenuhi kebutuhan unsur hara yang terus meningkat seiring pertumbuhan tanaman. Pemangkasan cabang yang terlalu rimbun diperlukan untuk menjaga sirkulasi udara dan penetrasi cahaya.
Penyiangan gulma dilakukan secara rutin agar tidak mengganggu penyerapan nutrisi, sekaligus mengurangi risiko serangan hama yang bersarang di sekitar tanaman.
7. Waktu Panen Bergantung pada Konsistensi Perawatan
Pohon alpukat yang ditanam dari biji umumnya mulai berbuah dalam rentang waktu tiga hingga lima tahun tergantung varietas dan intensitas perawatan. Konsistensi perawatan sejak awal menjadi faktor utama yang mempercepat masa berbuah.
Buah alpukat yang siap panen biasanya ditandai dengan perubahan warna kulit, aroma khas yang mulai tercium, serta tekstur buah yang tidak terlalu keras saat ditekan. Beberapa buah juga akan jatuh sendiri ketika mencapai tingkat kematangan tertentu.
Menurut panduan budidaya yang umum digunakan, alpukat sebaiknya dipanen pada kondisi matang fisiologis agar kualitas rasa dan tekstur daging buah tetap optimal saat dikonsumsi.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menanam Alpukat dari Biji
1. Apakah alpukat dari biji bisa berbuah?
Alpukat dari biji dapat berbuah jika seluruh tahapan penanaman dan perawatan dilakukan secara konsisten dan berurutan.
2. Berapa lama alpukat dari biji mulai berbuah?
Rata-rata alpukat dari biji mulai berbuah dalam waktu tiga hingga lima tahun tergantung perawatan dan kondisi lingkungan.
3. Apakah alpukat dari biji harus dicangkok agar cepat berbuah?
Pencangkokan tidak wajib, namun teknik sambung atau okulasi dapat mempercepat masa berbuah dan menyeragamkan kualitas buah.
4. Lebih baik menanam alpukat dari biji atau bibit hasil okulasi?
Bibit hasil okulasi umumnya lebih cepat berbuah, sementara biji lebih cocok untuk pembelajaran dan penanaman jangka panjang.
5. Apakah alpukat bisa ditanam di halaman rumah?
Alpukat dapat ditanam di halaman rumah asalkan tersedia ruang cukup dan sinar matahari yang memadai.

23 hours ago
12
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468051/original/071008000_1767940675-Gemini_Generated_Image_bspk5zbspk5zbspk.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468036/original/060095500_1767940283-ide_usaha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467909/original/028900500_1767934980-ChatGPT_Image_9_Jan_2026__12.01.20.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468020/original/037548400_1767940068-unnamed-44.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467823/original/090096600_1767931519-Aquaponik_Galon_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467876/original/092000400_1767933619-Gemini_Generated_Image_ykmz7nykmz7nykmz.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467619/original/096017400_1767925342-kandang_kabel_ayam_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462151/original/067522800_1767509835-unnamed-44.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451354/original/067804000_1766288659-Ide_Usaha_Daging_Frozen_Nuget_Ayam_Rumahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467814/original/082106000_1767931247-sutil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467832/original/056410000_1767931869-Gemini_Generated_Image_yrjvm7yrjvm7yrjv.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467797/original/077638100_1767930992-desain_teras_kombinasi_carport_dan_ruang_santai_yang_aman_dan_nyaman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467813/original/009776900_1767931215-57e96bbe-ddbc-4ddb-9997-e599bb6ea93b.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467774/original/016077600_1767929829-anti_genangan_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467755/original/033887700_1767929593-Menanam_Bawang_Merah_di_Galon_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467764/original/041849200_1767929598-cara_menanam_cabai_di_galon_bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467803/original/009511100_1767931007-celana_tiga_per_delapan8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467788/original/053517900_1767930507-ChatGPT_Image_9_Jan_2026__10.47.28.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467747/original/063524500_1767929414-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1812875/original/075735600_1514339241-3083204_orig.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)