Liputan6.com, Jakarta - Berkebun cabai di rumah menjadi pilihan menarik bagi banyak orang, terutama bagi yang ingin berhemat. Kini, keterbatasan lahan pun bukan lagi penghalang untuk mewujudkan pertanian sederhana yang produktif. Dengan sedikit kreativitas untuk mengubah lahan serta memanfaatkan bahan dapur sebagai pupuk, siapa pun dapat menanam cabai segar tanpa khawatir gagal.
Pemanfaatan kompos dapur menjadi solusi efektif untuk menyuburkan tanaman cabai. Kompos dapur sendiri merupakan hasil penguraian bahan organik seperti sisa makanan, dedaunan, dan limbah taman oleh mikroorganisme. Proses ini menghasilkan bahan kaya nutrisi yang dapat digunakan sebagai pupuk alami. Kompos meningkatkan struktur tanah, meningkatkan kapasitas penyerapan air, dan menyediakan nutrisi penting bagi tanaman.
Jika saat ini anda sedang berencana membuat kebun cabai secara mandiri di rumah serta memanfaatkan sisa limbah rumah tangga sebagai pupuk alaminya, Liputan6 akan merekomendasikan 8 ide kebun cabai tanpa pupuk pakai kompos dapur yang cocok bagi pemula. Dengan pendekatan ramah lingkungan ini, hasil panen bisa melimpah dan mampu menjaga ketahanan pangan keluarga dengan hemat biaya. Simak selengkapnya, kami rangkum, Senin (26/1).
Kebun Cabai dalam Pot atau Polybag
Menanam cabai dalam pot atau polybag merupakan metode yang mudah dan cocok untuk pemula, terutama bagi mereka yang memiliki lahan terbatas. Metode ini memungkinkan penanaman cabai di pekarangan, balkon, atau teras rumah. Selain itu, tanaman cabai dalam pot dapat berfungsi sebagai tanaman hias.
Pilih benih cabai berkualitas yang tahan penyakit dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Media tanam yang baik adalah campuran tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 3:2:1. Pastikan pot atau polybag memiliki lubang drainase untuk mencegah genangan air.
Penyiraman dilakukan secara teratur, dua kali sehari pada pagi dan sore, namun hindari penyiraman berlebihan. Pemberian kompos dapur dapat dilakukan setiap dua minggu untuk memastikan nutrisi tanaman terpenuhi. Untuk mencegah hama, lakukan pengamatan rutin dan buang hama yang terlihat atau gunakan pestisida organik dari ekstrak bawang putih.
Kebun Vertikal Botol Plastik Bekas
Kebun vertikal menggunakan botol plastik bekas adalah solusi ramah lingkungan dan hemat biaya untuk lahan sempit. Botol plastik ukuran 1,5 liter dapat dipotong dua, dengan bagian atas dibalik sebagai pot dan bagian bawah sebagai penampung air. Desain ini mendukung upaya daur ulang dan mengurangi limbah plastik.
Susun botol-botol ini secara vertikal pada dinding atau pagar. Pastikan setiap botol memiliki lubang drainase dan sirkulasi udara yang baik. Media tanam yang ringan seperti campuran tanah, kompos, dan sekam bakar dapat digunakan.
Penyiraman dapat dilakukan dengan sistem tetes atau manual, memastikan setiap tanaman mendapat air cukup. Kompos dapur dapat ditambahkan langsung ke media tanam atau dibuat menjadi pupuk cair untuk disiramkan. Untuk perlindungan dari hama, periksa tanaman secara berkala dan gunakan semprotan pestisida nabati jika diperlukan.
Kebun Cabai Sistem Hidroponik Sumbu
Sistem hidroponik sumbu adalah metode sederhana yang cocok untuk pemula karena tidak memerlukan pompa listrik. Konsepnya menggunakan kain flanel sebagai perantara untuk mengalirkan nutrisi dari tandon air ke media tanam secara kapiler. Sistem ini menghasilkan buah cabai yang bersih dan bebas residu pestisida.
Gunakan wadah transparan atau botol plastik bekas untuk menghemat biaya. Pastikan larutan nutrisi dalam wadah selalu tersedia. Meskipun sistem ini umumnya menggunakan larutan nutrisi khusus, kompos dapur dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang kemudian dicampurkan ke dalam air tandon.
Perawatan sistem sumbu ini rendah, hanya perlu memastikan ketersediaan larutan nutrisi. Pengamatan terhadap tanaman tetap penting untuk mendeteksi tanda-tanda hama atau penyakit. Lingkungan yang bersih dan sirkulasi udara yang baik dapat membantu mencegah masalah hama.
Kebun Cabai di Rak Gantung
Rak gantung merupakan cara efektif untuk memanfaatkan ruang vertikal, membuat rumah terlihat lebih hijau. Pot atau growbag dapat digantung pada dinding, pagar, atau balkon menggunakan tali atau kawat. Model ini cocok untuk berbagai jenis cabai.
Pilih pot dengan diameter 15-20 cm untuk pertumbuhan akar yang optimal. Media tanam yang digunakan adalah campuran tanah dan kompos. Pastikan rak gantung kuat menopang berat pot dan tanaman.
Penyiraman dilakukan secara teratur, disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi cuaca. Kompos dapur dapat dicampurkan ke media tanam saat penanaman awal dan ditambahkan secara berkala sebagai nutrisi tambahan. Untuk menghindari hama, periksa bagian bawah daun secara rutin dan bersihkan jika ada tanda-tanda serangan.
Kebun Cabai di Area Dapur atau Jendela
Menempatkan pot cabai kecil di dekat jendela dapur atau area yang mendapat sinar matahari cukup adalah ide praktis. Selain mudah dipetik saat memasak, tanaman cabai juga menambah estetika ruangan. Pastikan area tersebut mendapat sinar matahari minimal 4-6 jam per hari.
Gunakan pot berukuran kecil hingga sedang dengan media tanam yang subur. Campuran tanah dan kompos dapur akan memberikan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Pilih varietas cabai yang tidak terlalu besar agar sesuai dengan ukuran pot.
Penyiraman dilakukan saat media tanam mulai kering. Kompos dapur dapat ditambahkan ke permukaan media tanam setiap beberapa minggu. Untuk mencegah hama, bersihkan daun secara rutin dari debu dan periksa adanya serangga kecil. Penggunaan semprotan air sabun encer dapat membantu mengusir hama.
Kebun Cabai dengan Ember Bekas Sistem Dutch Bucket
Sistem Dutch Bucket adalah metode hidroponik yang menggunakan ember bekas sebagai wadah tanam. Meskipun lebih kompleks dari sistem sumbu, ini masih dapat diadaptasi untuk pemula dengan modifikasi sederhana. Sistem ini memungkinkan tanaman mendapatkan nutrisi secara efisien.
Ember bekas dapat dimodifikasi dengan membuat lubang di bagian bawah untuk drainase dan sirkulasi larutan nutrisi. Media tanam inert seperti cocopeat atau arang sekam dapat digunakan, namun kompos dapur cair dapat menjadi sumber nutrisi utama.
Larutan nutrisi dari kompos dapur cair dialirkan ke setiap ember secara berkala. Pastikan larutan tidak mengendap dan sirkulasi berjalan baik. Pemantauan pH larutan nutrisi penting untuk pertumbuhan tanaman. Pencegahan hama dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan sistem dan lingkungan sekitar.
Kebun Cabai di Styrofoam Bekas
Pemanfaatan styrofoam bekas buah atau ikan sebagai wadah tanam adalah cara kreatif dan hemat biaya. Styrofoam memiliki sifat isolasi yang baik, membantu menjaga suhu media tanam tetap stabil. Ini cocok untuk menanam cabai di lahan sempit.
Buat lubang drainase di bagian bawah styrofoam. Isi dengan campuran tanah dan kompos dapur. Styrofoam dapat disusun bertingkat atau diletakkan di area yang mendapat sinar matahari cukup.
Penyiraman dilakukan secara teratur, memastikan media tanam lembap namun tidak tergenang. Penambahan kompos dapur secara berkala akan menjaga kesuburan tanah. Untuk mencegah hama, periksa tanaman secara rutin dan gunakan perangkap hama alami jika diperlukan.
Kebun Cabai di Galon Air Bekas
Galon air bekas dapat diubah menjadi pot tanam yang besar dan stabil untuk cabai. Ukuran galon yang besar memberikan ruang cukup bagi akar cabai untuk berkembang, mendukung pertumbuhan tanaman yang kuat. Ini adalah pilihan yang baik untuk menanam beberapa tanaman cabai.
Potong galon air bekas menjadi dua atau buat lubang besar di bagian samping untuk menanam. Pastikan ada lubang drainase di bagian bawah. Isi dengan media tanam yang kaya kompos dapur.
Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan tanaman, hindari kekeringan atau kelebihan air. Kompos dapur dapat ditambahkan sebagai pupuk dasar dan pupuk susulan. Untuk perlindungan dari hama, perhatikan tanda-tanda awal serangan dan gunakan metode pengendalian hama organik seperti semprotan daun nimba.
Cara Membuat Kompos Dapur
Membuat kompos dapur adalah langkah penting untuk mendukung kebun cabai tanpa pupuk kimia. Kompos adalah hasil penguraian bahan organik oleh mikroorganisme. Proses ini mengubah sisa makanan dan limbah organik menjadi pupuk kaya nutrisi. Berikut cara membuatnya:
Bahan-bahan yang ibutuhkan:
- Sisa sayuran dan buah-buahan.
- Ampas kopi dan teh.
- Kulit telur yang dihancurkan.
- Potongan rumput dan daun kering.
- Kertas dan karton tanpa tinta berwarna.
Jangan gunakan:
- Daging.
- Produk hewani.
- Unsur lemak.
- Minyak-minyakan.
- Produk susu karena dapat menarik hama dan menimbulkan bau.
Cara membuatnya:
- Siapkan wadah kompos seperti komposter khusus.
- Buat lubang di tanah, atau wadah pot bekas.
- Pastikan wadah memiliki sirkulasi udara yang baik.
- Alasi dasar wadah dengan daun kering atau ranting kecil untuk drainase.
- Campurkan bahan hijau dengan bahan coklat secara berlapis.
- Jaga kelembaban tumpukan kompos dan aduk secara berkala.
- Kompos siap digunakan ketika warnanya menjadi gelap dan tidak berbau.
Tips Perawatan dan Pencegahan Hama
Perawatan tanaman cabai yang baik dan pencegahan hama adalah kunci untuk panen maksimal. Seringkali, proses perawatan ini yang kerap diabaikan karena merasa penyiraman di waktu random sudah cukup. Padahal, proses ini yang justru menentukan hasil panen. Berikut tips merawatnya agar hasil panen maksimal:
- Penyiraman wajib dilakukan secara teratur sebanyak dua kali sehari di pagi dan sore.
- Hindari penyiraman sampai menimbulkan genangan air.
- Perhatikan kelembaban tanah (jangan terlalu gembur atau terlalu kering).
- Lakukan pemangkasan tunas air atau cabang yang busuk atau menguning untuk mengarahkan energi tanaman pada pembentukan buah (termasuk sirkulasi udara)
- Saat tanaman bertambah tinggi, berikan penopang dari kayu atau bambu agar tanaman berdiri tegak dan tidak mudah roboh.
- Gunakan pestisida nabati dari ekstrak bawang putih, cengkeh, atau lengkuas bubuk sebagai pestisida organik.
- Semprotkan pada tanaman yang terserang hama.
- Larutan air sabun encer dapat digunakan untuk menyemprot hama kutu daun atau serangga kecil lainnya.
- Periksa tanaman secara berkala untuk mendeteksi tanda-tanda awal serangan hama.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Bagaimana cara menanam cabai di rumah untuk pemula?
A: Menanam cabai di rumah untuk pemula dapat dimulai dengan memilih benih berkualitas, menyemai di media tanam campuran tanah dan kompos, lalu memindahkan bibit ke pot atau polybag.
Q: Apa saja manfaat kompos dapur untuk tanaman cabai?
A: Kompos dapur menyediakan nutrisi penting dan meningkatkan struktur tanah serta kapasitas penyerapan air.
Q: Bagaimana cara membuat pupuk kompos dari sampah dapur?
A: Pupuk kompos dari sampah dapur dibuat dengan mengumpulkan sisa sayuran, buah, ampas kopi, dan kulit telur, kemudian dicampur dalam wadah kompos.
Q: Bagaimana cara mengatasi hama pada tanaman cabai secara alami?
A: Mengatasi hama dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati dari ekstrak bawang putih dan larutan air sabun encer.
Q: Berapa lama cabai bisa dipanen setelah ditanam?
A: Masa tanam cabai relatif singkat, dengan waktu panen bervariasi tergantung varietas dan kondisi lingkungan.

6 days ago
9
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368253/original/080065000_1759368915-persib-bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416915/original/001660200_1763477034-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-13.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489755/original/043626800_1769931236-InShot_20260201_143209720.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489907/original/081252300_1769946099-1000355816.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489817/original/060182500_1769934694-ALBA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488065/original/098648900_1769702710-Persebaya_Surabaya_vs_Dewa_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489815/original/061708800_1769933719-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_15.09.47__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489875/original/060739600_1769941602-Sore_Ini_Kita_Harus_Menang__Come_On_Borneo______BorneoFC__Samarinda__Manyala__SuperLeague.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)