Liputan6.com, Jakarta Rumah sederhana dari batako dengan atap pelana semakin diminati karena proses pembangunan lebih cepat, biaya terkendali, dan hasil akhir tetap rapi. Bentuk atap pelana yang memiliki dua sisi miring sangat sesuai untuk iklim tropis karena memudahkan air hujan mengalir turun dan mengurangi risiko kebocoran. Selain itu, desain ini memberi tambahan volume plafon sehingga ruang dalam terasa lega.
Urutan model disusun mulai dari konsep paling sederhana hingga bentuk yang lebih kompleks dan siap dikembangkan. Dengan penjelasan rinci, pembaca dapat meniru model sesuai kebutuhan dan kondisi lahan yang dimiliki.
Prinsip penting dalam pembangunan rumah batako dengan atap pelana adalah ketepatan dalam pemasangan dinding, penggunaan kolom dan ring balok untuk memperkuat struktur, serta pemilihan sudut kemiringan atap di kisaran 30–40 derajat. Dengan langkah tepat, rumah sederhana ini bisa bertahan lama, hemat biaya, dan nyaman ditinggali. Simak informasinya berikut, dirangkum Liputan6, Rabu (20/8).
Model Rumah 6×6 Satu Kamar
Model paling sederhana adalah rumah berukuran 6×6 meter dengan satu kamar tidur. Denah dibuat ringkas dengan ruang tamu menyatu pantry serta kamar mandi di bagian belakang. Dinding batako dipasang menggunakan modul standar, sehingga pengerjaan lebih cepat dan biaya material lebih hemat.
Struktur rumah tetap membutuhkan kolom praktis di setiap sudut serta ring balok di bagian atas agar dinding tidak mudah retak. Atap pelana dibuat dengan bentang pendek sehingga kuda-kuda lebih efisien dan kemiringan tetap sesuai standar tropis.
Ventilasi silang dihadirkan dengan menempatkan jendela berhadapan. Meskipun ukurannya kecil, rumah ini tetap nyaman berkat aliran udara yang lancar dan pencahayaan alami yang cukup.
Model Rumah Memanjang dengan Koridor Samping
Untuk lahan dengan ukuran memanjang, rumah dibuat berderet mulai dari ruang tamu, pantry, kamar tidur, hingga kamar mandi. Koridor samping difungsikan sebagai jalur servis sekaligus ventilasi silang, sehingga udara bisa mengalir lebih baik.
Dinding batako dipasang menggunakan modul seragam agar pekerjaan lebih cepat dan rapi. Kolom praktis ditempatkan di setiap pertemuan dinding serta di sisi bukaan untuk menjaga struktur tetap kuat.
Atap pelana dipasang sejajar dengan panjang rumah sehingga air hujan langsung turun ke sisi kiri dan kanan. Tambahan overstek menjaga dinding tetap kering meski terkena tampias hujan.
Model Rumah L dengan Teras Samping
Model berbentuk L cocok untuk lahan sudut atau pemilik rumah yang ingin memiliki area duduk semi-outdoor. Denah dibagi dua zona: area siang seperti ruang tamu dan teras, serta area malam berupa kamar tidur yang mengapit halaman kecil.
Dinding batako dilapisi plester dan acian agar lebih tahan terhadap kelembapan. Kolom praktis dan ring balok dipasang secara merata setiap tiga meter untuk mengikat dinding dan menjaga kestabilan bangunan.
Atap pelana menutupi bagian teras sehingga tetap teduh dan nyaman meski hujan. Jendela ditempatkan di ujung bentuk L agar cahaya alami tetap masuk ke dalam rumah.
Model Rumah dengan Teras Lebar
Rumah dengan teras lebar di bagian depan banyak dipilih untuk area komunal. Teras berfungsi sebagai ruang tamu kedua dan tempat berkumpul bersama tetangga. Penataan ruang dalam pun lebih fleksibel karena teras sudah berperan sebagai area penerima tamu.
Pemasangan dinding batako dipercepat dengan modul seragam sehingga tukang bisa lebih fokus pada detail fasad. Atap pelana utama dikombinasikan dengan kanopi ringan agar teras tetap terlindung dari hujan.
Kolom praktis dipasang pada sisi pintu dan jendela untuk mencegah retak akibat beban. Finishing luar menggunakan cat bertekstur menambah daya tahan dinding terhadap cuaca.
Model Rumah Tumbuh Modular
Rumah tumbuh dengan modul 3×3 meter memungkinkan pengembangan di masa depan. Denah awal disiapkan dengan dinding yang bisa ditembus untuk menambah ruang saat keluarga bertambah.
Struktur kolom dan ring balok sudah dipasang sejak awal agar penambahan ruangan tidak merusak bangunan lama. Atap pelana dirancang bongkar-pasang sehingga bisa dibuka sebagian saat ekspansi dilakukan.
Perhitungan kebutuhan batako lebih mudah karena modul standar memudahkan estimasi material. Contohnya, sekitar 11 batako ukuran 40×20×10 cm dibutuhkan per meter persegi dinding.
Model Rumah dengan Mezzanine
Atap pelana dengan kemiringan 30–35 derajat memberikan ruang kosong di bawah plafon yang bisa dimanfaatkan sebagai mezzanine. Area tambahan ini bisa dijadikan kamar tidur atau ruang kerja tanpa memperbesar tapak bangunan.
Mezzanine dibangun menggunakan rangka ringan seperti baja atau kayu agar tidak membebani dinding batako. Sementara itu, kolom praktis dan ring balok tetap diperlukan untuk menjaga kekuatan struktur rumah.
Ventilasi di bagian atas atap dibuat untuk mengeluarkan udara panas sehingga mezzanine tetap nyaman digunakan. Dengan cara ini, fungsi rumah sederhana menjadi lebih maksimal.
Model Rumah Hook dengan Atap Simetris
Untuk lahan sudut atau hook, rumah dengan dua fasad lebih menarik. Atap pelana simetris menjadi solusi praktis karena bentuknya sederhana dan mudah dikerjakan. Simetri atap mempercepat pemasangan sekaligus menekan biaya.
Dinding batako dipasang dengan kerapian tinggi agar fasad di kedua sisi sama-sama menarik. Kolom praktis diperkuat di pertemuan dua fasad untuk menjaga struktur tetap kokoh.
Sistem drainase dibuat ganda sehingga air hujan bisa mengalir ke dua arah halaman. Dengan tampilan simetris, rumah sederhana ini terlihat seimbang dan elegan.
Model Rumah Deret Repetitif
Model terakhir adalah rumah deret yang cocok untuk pembangunan massal atau cluster kecil. Semua unit dibuat dengan modul sama, termasuk ukuran dinding, bukaan, dan atap pelana.
Atap pelana yang seragam mempermudah pemasangan dan meminimalkan kesalahan kerja. Dinding batako dipastikan kualitasnya konsisten agar daya tahan rumah sama pada setiap unit.
Dengan standarisasi desain, sisa material bisa ditekan seminimal mungkin. Drainase sederhana diulang pada setiap unit agar area cluster tetap rapi dan bebas genangan.
People Also Ask
1. Berapa kemiringan ideal atap pelana untuk iklim hujan?
Kemiringan ideal berada pada kisaran 30–35 derajat agar air hujan cepat turun dan tidak menggenang.
2. Apa kelebihan atap pelana untuk rumah sederhana?
Atap pelana mudah dipasang, hemat material, dan cocok untuk iklim tropis karena aliran air hujan lebih lancar.
3. Apakah batako cocok untuk dinding rumah tinggal?
Cocok, asalkan dipadukan dengan plester serta pengikat kolom agar lebih kuat dan tahan lama.
4. Berapa kebutuhan batako per meter persegi dinding?
Dibutuhkan sekitar 11 buah batako ukuran 40×20×10 cm untuk tiap meter persegi dinding.
5. Seberapa rapat kolom praktis dipasang pada dinding batako?
Kolom praktis umumnya dipasang setiap 3 meter serta di setiap sudut dan sisi bukaan.