Cara Menanam Daun Pandan di Media Air, Lebih Mudah Cocok untuk Pemula

1 week ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Menanam pandan tidak selalu harus menggunakan tanah. Saat ini, cara menanam daun pandan di air semakin diminati karena dinilai praktis, bersih, dan cocok diterapkan di rumah dengan lahan terbatas. Metode ini juga relatif mudah diikuti oleh pemula karena Anda bisa langsung memantau pertumbuhan akar tanpa perlu khawatir soal media tanam yang rumit. Bahkan, pandan yang ditanam di air tetap mampu tumbuh sehat dan menghasilkan daun aromatik jika dirawat dengan benar.

Menariknya, cara menanam daun pandan di air juga sering dipilih sebagai tahap awal sebelum tanaman dipindahkan ke media tanah. Metode ini membantu bibit beradaptasi dan memperkuat perakaran sejak dini.

Berdasarkan berbagai sumber, berikut adalah cara menanam daun pandan di dalam air yang telah dirangkum oleh Liputan6.com.

Siapkan Batang Pandan untuk Bibit

Langkah pertama yang perlu Anda perhatikan adalah pemilihan batang pandan sebagai bibit. Gunakan batang pandan yang berasal dari tanaman induk sehat, berwarna hijau segar, dan tidak menunjukkan tanda busuk atau penyakit. Batang yang ideal biasanya memiliki tekstur keras namun masih segar, bukan yang terlalu tua atau kering.

Panjang batang yang disarankan untuk dijadikan bibit berkisar antara 20 hingga 30 cm. Pastikan batang tersebut memiliki beberapa ruas daun dan, jika memungkinkan, bakal akar di bagian pangkal. Batang dengan calon akar akan lebih cepat beradaptasi saat diterapkan teknik menanam pandan di air.

Saat memotong batang, gunakan pisau atau gunting yang tajam dan bersih. Potong dengan arah miring agar area penyerapan air lebih luas. Setelah dipotong, buang sebagian daun bagian bawah untuk mengurangi penguapan, namun sisakan daun atas agar proses fotosintesis tetap berjalan.

Siapkan Media Tanam Berupa Wadah dan Air

Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari kaca, plastik, atau botol bekas yang bersih. Wadah transparan lebih disarankan karena memudahkan Anda memantau kondisi air dan pertumbuhan akar. Pastikan ukuran wadah cukup stabil agar batang pandan tidak mudah roboh.

Jumlah air dalam wadah tidak perlu terlalu banyak. Cukup hingga bagian pangkal batang terendam sekitar 3 hingga 5 cm. Jangan sampai seluruh batang terendam karena hal ini bisa memicu pembusukan. Air berfungsi sebagai media tumbuh sekaligus sumber kelembapan awal bagi bibit.

Gunakan air bersih yang tidak tercemar. Air sumur atau air hujan yang disaring bisa menjadi pilihan. Jika menggunakan air keran, sebaiknya endapkan terlebih dahulu selama 12 hingga 24 jam agar kandungan klorin berkurang, sehingga lebih aman bagi tanaman pandan.

Langkah-Langkah Menanam Daun Pandan di Air

  1. Pastikan batang pandan yang sudah dipotong berada dalam kondisi segar dan tidak layu sebelum ditanam.
  2. Masukkan air bersih ke dalam wadah hingga mencapai ketinggian sekitar 3 hingga 5 cm.
  3. Letakkan batang pandan secara tegak dengan bagian pangkal menghadap ke bawah dan menyentuh air.
  4. Pastikan daun tidak ikut terendam agar tidak membusuk dan tetap bisa berfotosintesis.
  5. Atur posisi batang agar stabil, Anda bisa menggunakan penyangga sederhana jika diperlukan.
  6. Simpan wadah di tempat yang terang namun tidak terkena sinar matahari langsung.
  7. Biarkan batang pandan beradaptasi selama beberapa hari tanpa dipindahkan.
  8. Amati pertumbuhan akar yang biasanya mulai muncul dalam 7 hingga 14 hari.
  9. Ganti air secara berkala jika mulai terlihat keruh atau berbau.
  10. Lanjutkan perawatan hingga akar tumbuh cukup panjang dan kuat.

Bagian ini menjadi inti dari cara menanam daun pandan di air, karena ketelitian dalam setiap langkah akan sangat memengaruhi keberhasilan pertumbuhan akar dan kesehatan tanaman.

Perawatan Pandan Air

Menurut laman ShunCy pandan menyukai media yang konsisten lembap dan tidak boleh terlalu kering, tetapi juga sangat sensitif terhadap pembusukan akar jika berada dalam kondisi terlalu basah terlalu lama. Ini berarti Anda harus memastikan media (air) tetap bersih dan berganti secara rutin sehingga batang yang tumbuh akar tetap sehat serta tidak berjamur atau berbau.

Selain itu, cahaya menjadi faktor penting dalam perawatan pandan. Tanaman pandan lebih menyukai cahaya yang terang namun tidak langsung terpapar sinar matahari penuh setiap hari, terutama ketika ditanam di dalam ruangan atau dekat jendela.

Untuk nutrisi, meskipun air sendiri tidak menyediakan banyak unsur hara, Anda bisa menambahkan sedikit nutrisi organik atau pupuk cair yang sangat encer ke dalam air setiap beberapa minggu sekali. Penambahan nutrisi ini dilakukan dengan dosis rendah agar tidak membuat air cepat keruh atau membahayakan akar baru.

Selain itu, pastikan air diganti secara berkala, minimal setiap 3 hingga 7 hari agar tidak terjadi penumpukan bakteri atau lumut yang dapat menghambat pertumbuhan akar. Mengamati aroma air dan kejernihannya dapat membantu Anda menentukan waktu penggantian terbaik.

Panen Pandan

Jika Anda ingin memindahkan pandan ke tanah, tunggu hingga akar tumbuh sepanjang minimal 5 hingga 10 cm. Akar yang kuat akan membantu tanaman beradaptasi dengan media baru tanpa mudah layu.

Gunakan tanah gembur yang dicampur kompos atau pupuk kandang matang. Siram secukupnya setelah dipindahkan dan letakkan di tempat teduh selama beberapa hari pertama agar tanaman tidak stres.

Daun pandan umumnya sudah bisa dipanen setelah tanaman cukup rimbun dan stabil, baik yang tetap ditanam di air maupun yang sudah dipindahkan ke tanah. Panen dilakukan dengan memotong daun bagian luar yang sudah tua menggunakan alat tajam.

Hindari memanen terlalu banyak daun sekaligus agar pertumbuhan tanaman tetap optimal. Dengan perawatan yang baik, pandan bisa dipanen secara berkala tanpa mengganggu kesehatan tanaman.

Metode Lain untuk Menanam Daun Pandan

Selain menggunakan air, pandan juga bisa ditanam dengan metode lain.

  • Media tanah: Cara ini paling umum digunakan. Pandan ditanam langsung di tanah gembur dengan drainase baik dan perawatan rutin berupa penyiraman serta pemupukan.
  • Media pot: Cocok untuk Anda yang memiliki ruang terbatas. Pandan ditanam dalam pot besar dengan campuran tanah dan kompos. Metode ini fleksibel karena pot bisa dipindahkan sesuai kebutuhan cahaya.
  • Kombinasi air dan tanah: Metode ini diawali dengan teknik menanam daun pandan di air, lalu dilanjutkan dengan pemindahan ke tanah setelah akar terbentuk kuat. Cara ini sering dipilih untuk meningkatkan tingkat keberhasilan bibit.

Dengan memahami setiap tahapan dan perawatannya, Anda bisa memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi rumah dan kebutuhan, sekaligus memastikan pandan tumbuh subur dan produktif.

Pertanyaan dan Jawaban

Media air atau tanah, mana yang lebih bagus untuk daun pandan?

Media tanah lebih bagus untuk pertumbuhan jangka panjang daun pandan karena menyediakan nutrisi yang lebih lengkap dan stabil. Media air cocok digunakan pada tahap awal perakaran atau perbanyakan bibit.

Kenapa daun pandan di media air layu?

Kualitas air yang buruk, jarang diganti, atau kekurangan oksigen. Selain itu, pandan juga bisa mengalami stres jika terkena sinar matahari langsung terlalu kuat saat akarnya belum berkembang sempurna.

Apakah pandan bisa tumbuh di akuarium?

Pandan bisa bertahan sementara di akuarium, tetapi tidak ideal untuk pertumbuhan jangka panjang. Akar pandan membutuhkan sirkulasi air yang baik dan tidak tahan jika terus terendam tanpa fase kering sama sekali.

Tanaman apa yang bagus ditanam di air?

Sirih gading, lucky bamboo, monstera kecil, philodendron, dan lidah mertua. 

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|