Liputan6.com, Jakarta - Tanaman kelengkeng dikenal sebagai tanaman buah yang cukup sensitif terhadap perubahan kondisi lingkungan, terutama terkait ketersediaan air. Kesalahan dalam pola penyiraman sering menjadi penyebab utama bunga dan buah kelengkeng mudah rontok sebelum masa panen. Padahal, penyiraman yang tepat berperan penting dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan tanaman.
Banyak petani maupun penghobi tanaman buah mengira semakin sering menyiram kelengkeng maka hasilnya akan semakin baik. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena kelebihan air justru dapat mengganggu sistem perakaran. Akar yang terlalu lembap berisiko mengalami pembusukan dan membuat tanaman stres.
Kondisi stres pada tanaman kelengkeng akan memicu gugurnya bunga dan buah muda sebagai bentuk adaptasi alami. Tanaman akan mengurangi beban pertumbuhan karena nutrisi dan air tidak terserap secara optimal. Oleh sebab itu, penyiraman harus dilakukan dengan teknik dan waktu yang tepat.
Berikut cara menyiram kelengkeng agar tidak mudah rontok yang dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber pada Senin (26/1). Setiap langkah dijelaskan secara detail dan mudah dipahami untuk pemula maupun yang sudah berpengalaman. Dengan perawatan air yang tepat, kelengkeng dapat tumbuh sehat dan menghasilkan buah yang lebih lebat.
1. Sesuaikan Frekuensi Penyiraman dengan Usia Tanaman
Usia tanaman kelengkeng sangat memengaruhi kebutuhan airnya. Tanaman muda membutuhkan penyiraman lebih sering karena sistem perakarannya belum berkembang sempurna. Sementara itu, tanaman dewasa memiliki akar lebih dalam yang mampu menyerap air dari lapisan tanah bawah.
Penyiraman yang disamakan antara tanaman muda dan dewasa dapat menyebabkan masalah. Tanaman muda bisa kekurangan air, sedangkan tanaman dewasa justru kelebihan air. Kondisi ini berpotensi memicu stres tanaman dan menyebabkan bunga serta buah mudah rontok.
Dengan menyesuaikan frekuensi penyiraman berdasarkan usia tanaman, kebutuhan air dapat terpenuhi secara optimal. Tanaman akan tumbuh lebih stabil dan tidak mengalami gangguan fisiologis. Hasilnya, bunga dan buah dapat bertahan hingga masa panen.
2. Siram Kelengkeng pada Waktu yang Tepat
Waktu penyiraman memiliki pengaruh besar terhadap penyerapan air oleh tanaman kelengkeng. Waktu terbaik untuk menyiram adalah pagi hari atau sore menjelang malam. Pada saat ini, suhu udara lebih sejuk sehingga penguapan air tidak terlalu cepat.
Menyiram pada siang hari saat matahari terik membuat air cepat menguap sebelum diserap akar. Kondisi tersebut menyebabkan tanaman tetap kekurangan air meskipun sudah disiram. Selain itu, air pada daun bisa memicu luka akibat panas matahari.
Dengan menyiram di waktu yang tepat, air dapat terserap maksimal oleh akar. Kelembapan tanah juga lebih terjaga dalam waktu lama. Hal ini membantu mencegah stres tanaman yang dapat menyebabkan kerontokan buah.
3. Perhatikan Volume Air saat Penyiraman
Volume air yang diberikan saat menyiram kelengkeng harus disesuaikan dengan kondisi tanah. Tanah cukup lembap namun tidak tergenang merupakan kondisi ideal bagi pertumbuhan akar. Penyiraman berlebihan justru membuat akar kekurangan oksigen.
Akar yang kekurangan oksigen tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik. Akibatnya, suplai nutrisi ke bunga dan buah terganggu. Kondisi ini sering menjadi penyebab utama buah kelengkeng rontok sebelum matang.
Dengan mengatur volume air secara tepat, akar dapat bekerja optimal. Penyerapan nutrisi berlangsung lancar dan tanaman tidak mengalami stres. Buah pun dapat berkembang hingga ukuran maksimal tanpa mudah gugur.
4. Pastikan Sistem Drainase Tanah Berfungsi Baik
Drainase tanah berperan penting dalam menjaga keseimbangan air pada tanaman kelengkeng. Tanah yang tidak memiliki drainase baik akan mudah tergenang setelah penyiraman atau hujan. Genangan air dapat merusak akar dan memicu penyakit.
Akar yang terendam air terlalu lama akan membusuk dan kehilangan fungsinya. Kondisi ini membuat tanaman kekurangan nutrisi dan energi untuk mempertahankan buah. Akibatnya, buah dan bunga akan rontok secara bertahap.
Dengan sistem drainase yang baik, kelebihan air dapat segera keluar dari area perakaran. Tanah tetap lembap namun tidak becek. Kondisi ini sangat ideal untuk menjaga kesehatan tanaman dan mempertahankan buah.
5. Kurangi Penyiraman saat Tanaman Berbunga
Saat kelengkeng mulai berbunga, pola penyiraman perlu disesuaikan. Penyiraman berlebihan pada fase ini dapat menyebabkan bunga rontok sebelum sempat menjadi buah. Tanaman justru membutuhkan kondisi tanah yang lebih stabil dan tidak terlalu basah.
Pengurangan penyiraman bertujuan untuk merangsang pembentukan buah. Tanaman akan memfokuskan energinya pada proses pembuahan, bukan pada pertumbuhan vegetatif. Cara ini sering diterapkan untuk meningkatkan keberhasilan pembentukan buah.
Dengan penyiraman yang terkontrol saat berbunga, bunga kelengkeng dapat bertahan lebih lama. Peluang bunga berkembang menjadi buah pun semakin besar. Hasil panen akan lebih maksimal dan merata.
6. Gunakan Mulsa untuk Menjaga Kelembapan Tanah
Mulsa berfungsi menjaga kelembapan tanah di sekitar tanaman kelengkeng. Bahan mulsa bisa berupa jerami kering, daun kering, atau kompos. Mulsa membantu mengurangi penguapan air akibat panas matahari.
Selain menjaga kelembapan, mulsa juga melindungi tanah dari erosi dan perubahan suhu ekstrem. Akar tanaman menjadi lebih nyaman dan stabil dalam menyerap air serta nutrisi. Kondisi ini sangat mendukung pertumbuhan buah.
Dengan penggunaan mulsa, frekuensi penyiraman dapat dikurangi tanpa mengurangi kebutuhan air tanaman. Tanaman tidak mudah stres akibat kekeringan. Buah kelengkeng pun lebih kuat dan tidak mudah rontok.
7. Kombinasikan Penyiraman dengan Pemupukan Tepat
Penyiraman yang baik sebaiknya diiringi dengan pemupukan yang tepat. Air berfungsi membantu melarutkan dan menyalurkan nutrisi ke seluruh bagian tanaman. Tanpa nutrisi yang cukup, penyiraman saja tidak akan memberikan hasil optimal.
Pemupukan seimbang membantu memperkuat jaringan tanaman dan meningkatkan daya tahan bunga serta buah. Tanaman yang sehat lebih mampu mempertahankan buah hingga masa panen. Penyiraman setelah pemupukan juga membantu nutrisi cepat terserap.
Dengan kombinasi penyiraman dan pemupukan yang tepat, tanaman kelengkeng akan tumbuh lebih kuat. Risiko kerontokan buah dapat ditekan secara signifikan. Panen pun menjadi lebih melimpah dan berkualitas.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
1. Berapa kali idealnya menyiram tanaman kelengkeng?
Idealnya satu hingga dua kali sehari tergantung usia tanaman dan kondisi cuaca.
2. Apakah kelengkeng boleh disiram setiap hari?
Boleh, asalkan volume air tidak berlebihan dan tanah memiliki drainase baik.
3. Kenapa buah kelengkeng rontok meski sering disiram?
Kemungkinan karena kelebihan air, drainase buruk, atau kurang nutrisi pendukung.
4. Apakah penyiraman berpengaruh pada rasa buah kelengkeng?
Ya, penyiraman yang seimbang membantu buah tumbuh optimal dan rasanya lebih manis.

6 days ago
10
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368253/original/080065000_1759368915-persib-bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416915/original/001660200_1763477034-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-13.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489755/original/043626800_1769931236-InShot_20260201_143209720.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489907/original/081252300_1769946099-1000355816.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489817/original/060182500_1769934694-ALBA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488065/original/098648900_1769702710-Persebaya_Surabaya_vs_Dewa_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489815/original/061708800_1769933719-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_15.09.47__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489875/original/060739600_1769941602-Sore_Ini_Kita_Harus_Menang__Come_On_Borneo______BorneoFC__Samarinda__Manyala__SuperLeague.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)