Cara Ternak Ikan Gabus di Ember Bekas Cat, Cepat Besar dan Sehat

6 days ago 9

Sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk memahami mengapa wadah sederhana sangat direkomendasikan bagi pemula. Wadah seperti ember, drum, atau kolam terpal berukuran besar biasanya memiliki ketebalan dinding yang cukup baik untuk menahan tekanan air dan suhu lingkungan yang fluktuatif.

Selain efisiensi biaya, penggunaan wadah sederhana memungkinkan pengawasan yang lebih intensif terhadap setiap ekor ikan. Anda bisa dengan mudah mendeteksi jika ada ikan yang sakit atau pertumbuhan yang tidak merata tanpa harus menyelam ke dalam kolam tanah yang luas.

Untuk mencapai keberhasilan dalam budidaya ikan gabus, Anda harus mengikuti urutan teknis yang sistematis. Berikut adalah penjabaran detail berdasarkan data lapangan yang sudah teruji:

1. Persiapan Wadah

Wadah sederhana adalah media yang sangat praktis, namun memerlukan modifikasi agar layak menjadi tempat tinggal ikan dalam jangka panjang.

Pembersihan Total: Cuci bersih wadah hingga benar-benar bersih. Pastikan tidak ada sisa bau atau residu kimia yang tertinggal karena bisa meracuni benih ikan.

Sistem Drainase: Lubangi bagian bawah wadah untuk memasang kran pembuangan. Ini akan memudahkan Anda saat melakukan proses sipon atau penyedotan kotoran.

Sistem Over-flow: Buat lubang-lubang kecil di bagian atas (sekitar 5 cm dari bibir wadah) sebagai saluran sirkulasi dan pencegah air meluap (over-flow) saat terjadi hujan lebat jika wadah diletakkan di area terbuka.

2. Persiapan Air yang Ideal

Air bukan sekadar media hidup, melainkan pondasi utama kesehatan ikan. Mengabaikan kualitas air adalah penyebab kegagalan nomor satu dalam budidaya ikan di wadah terbatas.

Ketinggian Air: Isi air setinggi 40-60 cm atau sekitar tiga perempat dari volume wadah. Jangan mengisinya terlalu penuh agar ikan tidak mudah melompat keluar.

Proses Deklorinasi: Endapkan air selama minimal 24 jam sebelum ikan dimasukkan. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan kaporit jika menggunakan air PAM atau menetralkan kandungan logam berat pada air sumur.

Kondisioner Air: Tambahkan probiotik perikanan yang tersedia di toko pertanian atau gunakan daun ketapang kering. Daun ketapang berfungsi sebagai antibiotik alami dan penyeimbang pH air yang sangat disukai ikan gabus.

3. Pemilihan dan Penebaran Benih

Kualitas benih menentukan 70% kesuksesan panen Anda. Jangan tergiur dengan harga benih yang terlalu murah namun memiliki riwayat kesehatan yang buruk.

Kriteria Benih: Pilih benih ikan gabus yang sehat, lincah, tidak cacat, dan yang paling penting adalah memiliki ukuran yang seragam (sekitar 5-7 cm). Keseragaman ukuran sangat penting untuk menekan sifat kanibalisme.

Padat Tebar: Untuk wadah ukuran 80-100 liter, padat tebar ideal adalah sekitar 25 ekor. Melebihi kapasitas ini akan membuat pertumbuhan ikan melambat karena perebutan ruang dan oksigen.

Proses Aklimatisasi: Jangan langsung menuang benih ke air wadah. Apungkan kantong plastik berisi benih di dalam wadah selama 15-20 menit agar suhu di dalam plastik perlahan sama dengan suhu air di wadah. Baru setelah itu, lepaskan ikan secara perlahan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|