Ciri Ciri Telur yang Bisa Ditetaskan, Teknik Mudah Peternak Ayam Pemula

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Mengetahui ciri ciri telur yang bisa ditetaskan merupakan langkah awal yang paling krusial bagi setiap peternak guna memastikan produktivitas ternak yang optimal. Sebelum melangkah lebih jauh ke ciri fisik, kita harus memahami esensi perbedaan mendasar antara telur fertil dan telur infertil atau konsumsi. 

Menurut Jurnal Peternakan Unggul| Vol 8 No 2 (2025): Hal 10-19, Syarat telur tetas yang baik adalah berasal dari induk (pembibit) yang sehat dan produktivitasnya tinggi (telur fertil) serta kualitas fisik telur baik.

Untuk mendapatkan telur dengan tingkat fertilitas tinggi, perbandingan antara jantan dan betina harus ideal, misalnya rasio 1:5 atau 1:8 untuk jenis ayam.

Telur yang layak masuk mesin tetas wajib melalui proses pembuahan oleh pejantan, berbeda dengan telur di peternakan komersial yang diproduksi tanpa pejantan sehingga mustahil untuk menetas. Pemahaman mengenai ciri ciri telur yang bisa ditetaskan akan menghindarkan Anda dari pemborosan waktu akibat mengerami telur yang sejak awal memang tidak memiliki embrio.

Ciri-Ciri Fisik Luar Telur yang Layak Tetas

Kualitas eksterior atau kulit luar telur adalah indikator pertama yang paling mudah diamati. Berikut adalah poin-poin detailnya:

1. Bentuk Telur yang Proporsional (Oval Sempurna)

Telur yang ideal memiliki bentuk oval yang simetris, dengan satu ujung sedikit lebih tumpul dibandingkan ujung lainnya. Bentuk ini bukan tanpa alasan; bentuk oval memberikan ruang yang cukup bagi embrio untuk berkembang dan memposisikan diri saat akan mematuk cangkang (pipping). Hindari telur yang:

Terlalu Bulat: Biasanya sulit bagi embrio untuk menentukan posisi kepala.

Terlalu Lonjong/Penyet: Ruang di dalam telur tidak seimbang untuk pertumbuhan organ embrio.

Memiliki Benjolan: Menandakan adanya gangguan kalsifikasi pada saluran telur induk.

2. Kualitas dan Ketebalan Cangkang

Cangkang berfungsi sebagai pelindung sekaligus sumber kalsium bagi embrio. Ciri ciri telur yang bisa ditetaskan adalah memiliki cangkang yang halus, tidak retak, dan memiliki ketebalan yang pas.

Tanpa Retakan: Bahkan retakan halus sehelai rambut (hairline crack) bisa berakibat fatal karena menyebabkan penguapan cairan berlebih dan jalan masuk bagi bakteri patogen.

Tekstur Rata: Jangan pilih telur yang memiliki bintik-bintik putih kapur yang menumpuk atau area yang sangat tipis (transparan saat disorot).

3. Kebersihan Cangkang

Telur tetas harus bersih, namun jangan pernah dicuci dengan air. Mencuci telur dengan air biasa akan menghilangkan lapisan pelindung alami (kutikula) yang menutup pori-pori telur. Jika kutikula hilang, bakteri akan sangat mudah masuk ke dalam telur dan membusukkan embrio. Gunakan amplas halus atau kain kering jika terdapat sedikit kotoran yang menempel.

Menggunakan Metode Candling

Metode candling atau peneropongan menggunakan cahaya kuat (senter LED) adalah cara paling akurat untuk melihat kondisi di dalam telur tanpa merusaknya.

Posisi Kantung Udara

Saat diteropong, telur yang baik memiliki kantung udara di bagian yang tumpul. Kantung udara ini harus tetap diam (tidak berpindah-pindah/goyang). Jika kantung udara terlihat bergerak bebas (free floating air cell), itu menandakan selaput internal telah putus, biasanya akibat guncangan keras saat pengiriman. Telur seperti ini hampir pasti gagal menetas.

Kebeningan Isi Telur (Sebelum Dierami)

Pada telur segar yang belum dierami, bagian dalamnya harus terlihat jernih dengan kuning telur yang tampak samar di tengah. Jika terlihat noda gelap atau bercak darah yang tidak wajar, ada kemungkinan telur tersebut sudah terkontaminasi atau mengalami kerusakan dini.

Munculnya "Spider Web" (Setelah 4-7 Hari Pengeraman)

Ini adalah bukti mutlak fertilitas. Setelah dimasukkan ke mesin tetas selama beberapa hari, lakukan candling ulang. Ciri ciri telur yang bisa ditetaskan adalah munculnya titik gelap di tengah dengan serabut merah menjalar ke samping seperti kaki laba-laba. Jika telur tetap bening (kopong), maka telur tersebut infertil.

Faktor Usia dan Penyimpanan Telur

Waktu adalah musuh utama dalam penetasan telur. Kesegaran telur sangat menentukan daya hidup embrio.

  • Usia Telur Maksimal 7-10 Hari: Sangat disarankan untuk menetaskan telur yang usianya tidak lebih dari 7 hari setelah dikeluarkan oleh induk. Meskipun secara teknis telur usia 14 hari masih bisa menetas, namun persentasenya akan menurun secara signifikan (daya tetas turun sekitar 5-10% setiap harinya setelah lewat seminggu).
  • Suhu Penyimpanan yang Tepat: Sebelum masuk ke mesin tetas, telur harus disimpan di ruangan yang sejuk dengan suhu sekitar 15–18 derajat Celcius. Jangan simpan di dalam kulkas (suhu terlalu dingin akan mematikan sel embrio) dan jangan di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.

Mengapa Memilih Telur yang Tepat Itu Penting?

Memilih telur berdasarkan ciri ciri telur yang bisa ditetaskan bukan sekadar masalah teknis, melainkan investasi hasil. Telur yang cacat secara fisik atau sudah terlalu lama disimpan cenderung akan:

  • Meledak di Mesin Tetas: Telur yang terkontaminasi bakteri akan menghasilkan gas. Jika tekanan gas terlalu tinggi, telur bisa meledak dan menyebarkan bakteri ke seluruh telur sehat lainnya di dalam mesin.
  • Kematian Embrio Dini: Embrio mungkin mulai berkembang, namun karena nutrisi atau perlindungan cangkang yang buruk, ia akan mati di tengah jalan (sering disebut diser).
  • Anak Unggas Cacat: Telur yang bentuknya tidak normal seringkali menghasilkan anak ayam yang kakinya pengkor atau paruhnya tidak simetris.

Strategi Memaksimalkan Potensi Penetasan

Setelah Anda mendapatkan telur dengan ciri-ciri di atas, langkah selanjutnya adalah penanganan yang benar:

  • Posisi Peletakan: Simpan telur dengan bagian tumpul di atas. Ini menjaga agar kantung udara tetap di posisi yang benar.
  • Kelembapan Mesin: Pastikan kelembapan mesin tetas stabil sesuai jenis unggasnya (biasanya 55-60% untuk ayam).
  • Pembalikan Telur: Lakukan pembalikan minimal 3 kali sehari agar embrio tidak menempel pada dinding cangkang.

Dengan memahami seluruh aspek ini, Anda tidak lagi hanya mengandalkan keberuntungan, melainkan menggunakan sains dan ketelitian untuk mendapatkan hasil tetasan yang maksimal.

FAQ: Pertanyaan Sering Diajukan

Apakah telur dari supermarket bisa ditetaskan?

Secara umum tidak bisa, karena telur supermarket biasanya berasal dari peternakan petelur tanpa pejantan (infertil) dan sudah melewati proses pendinginan yang lama.

Apa yang harus dilakukan jika telur sedikit kotor karena kotoran ayam?

Bersihkan secara perlahan menggunakan amplas sangat halus (nomor 400 ke atas) atau kain kering. Hindari menggunakan air agar lapisan pelindung cangkang tidak rusak.

Berapa hari lama pengeraman telur ayam hingga menetas?

Telur ayam biasanya membutuhkan waktu 21 hari. Namun, suhu mesin tetas yang tidak stabil bisa mempercepat atau memperlambat proses ini selama 1-2 hari.

Mengapa telur yang sudah diteropong dan ada pembuluh darahnya bisa mati di tengah jalan?

Banyak faktor, mulai dari fluktuasi suhu mesin tetas yang ekstrem, kelembapan yang terlalu rendah, atau infeksi bakteri yang masuk melalui pori-pori cangkang.

Bisakah telur retak halus diperbaiki dengan isolasi?

Beberapa penghobi mencoba menutup retakan kecil dengan selotip atau cat kuku, namun peluang keberhasilannya sangat rendah dan berisiko menularkan bakteri ke telur lain.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|