Toren Air Sebaiknya Ditaruh Di Atas atau Di Bawah? Simak Perbandingannya!

3 hours ago 2

Toren yang diletakkan di tempat tinggi, seperti di atas dak beton atau menggunakan menara besi adalah metode yang paling banyak digunakan di perumahan. Prinsip utamanya adalah mengandalkan gaya gravitasi bumi agar air bisa mengalir turun dengan sendirinya ke dalam pipa-pipa rumah. 

Kelebihan:

1. Hemat Listrik

Penempatan toren air di atas sangat efektif untuk menekan biaya tagihan listrik bulanan. Sistem ini bekerja dengan prinsip pengisian tunggal, dimana pompa hanya akan aktif saat sensor mendeteksi volume air mulai berkurang. Setelah toren penuh, distribusi air ke seluruh area rumah sepenuhnya mengandalkan gravitasi sehingga tidak ada daya listrik yang terbuang setiap kali keran dibuka.

2. Aman Saat Listrik Padam

Kelebihan selanjutnya adalah tidak perlu khawatir kesulitan mandi atau mencuci saat mati lampu. Selama masih ada cadangan air di dalam toren, air akan tetap mengalir lancar karena tidak bergantung pada pompa pendorong. 

3. Tekanan Air Lebih Alami

Toren di aras menghasilkan aliran air yang konsisten berkat tekanan hidrolik alami. Kekuatan pancuran air pada keran atau shower dapat diatur sesuai kebutuhan dengan menyesuaikan ketinggian toren. Semakin tinggi jarak antara toren dengan titik keran, semakin deras pula debit air yang dihasilkan tanpa perlu memasang alat tambahan.

4. Usia Pompa Lebih Awet

Penggunaan toren di atas secara langsung meringankan beban kerja pompa air. Selain itu, risiko keausan komponen internal dan overheat pada motor pompa dapat diminimalisir karena frekuensi aktivasi mesin berkurang. Hal ini membuat investasi mesin pompa menjadi lebih awet untuk jangka panjang dan mengurangi frekuensi biaya servis.

Kekurangan: 

1. Butuh Struktur yang Kuat

Penempatan toren di atas menuntut perhitungan konstruksi yang sangat matang karena beban air sangatlah masif. Sebagai ilustrasi, kapasitas 1000 liter memberikan beban statis sebesar 1 ton pada struktur bangunan. Tanpa pondasi, dak beton, atau menara penyangga yang dirancang khusus untuk menahan beban berat tersebut, maka risiko keretakan struktur hingga potensi roboh sangat mungkin terjadi dalam jangka panjang.

2. Paparan Sinar Matahari

Toren yang diletakkan di luar ruangan akan terkena panas matahari langsung. Apabila kualitas toren kurang baik, air di dalamnya bisa terasa hangat dan dinding toren lebih mudah ditumbuhi lumut sehingga bisa menurunkan kualitas dan kebersihan air. 

3. Perawatan Lebih Repot

Proses perawatan toren di atas menjadi lebih sulit dan berisiko karena memerlukan tangga atau alat bantu untuk menjangkau lokasi. Kesulitan akses ini seringkali membuat jadwal pembersihan tangki terabaikan, sehingga endapan lumpur dan kotoran lebih mudah menumpuk di dasar toren.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|