Mengenal Malaysia Airlines: Sejarah, Restrukturisasi, dan Panduan Reservasi Tiket

1 week ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Malaysia Airlines, sebagai maskapai penerbangan nasional Malaysia, memiliki jejak sejarah yang kaya dalam industri penerbangan Asia Tenggara. Berpusat di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, maskapai ini telah menjadi jembatan penting yang menghubungkan jutaan penumpang ke berbagai destinasi di Asia, Eropa, dan Oseania. Sebagai bagian integral dari Malaysia Aviation Group, Malaysia Airlines terus beradaptasi dan berinovasi.

Perjalanan panjang Malaysia Airlines dimulai pada era 1930-an, awalnya dikenal sebagai Malayan Airways Limited di Singapura, sebelum berevolusi menjadi entitas yang kita kenal saat ini. Melalui serangkaian transformasi nama dan struktur korporasi, maskapai ini telah membuktikan ketahanan luar biasa dalam menghadapi gejolak dan dinamika industri penerbangan global yang selalu berubah.

Saat ini, Malaysia Airlines berfokus pada upaya pemulihan reputasi dan penguatan posisi pasca-periode restrukturisasi besar-besaran. Dengan dukungan armada modern dan peningkatan layanan, komitmen Malaysia Airlines terhadap kualitas pelayanan tinggi dan efisiensi operasional menjadi prioritas utama. Berikut ini informasi lengkapnya, yang telah Liputan6 ulas pada Minggu (25/1).

Sejarah dan Evolusi Malaysia Airlines

Akar sejarah Malaysia Airlines dapat ditelusuri hingga tahun 1937, ketika Malayan Airways Limited (MAL) didirikan di Singapura. Maskapai ini memulai penerbangan komersial pertamanya pada 1 Mei 1947, menghubungkan Singapura dengan Kuala Lumpur, Ipoh, dan Penang menggunakan pesawat Airspeed Consul.

Setelah pembentukan Federasi Malaysia pada tahun 1963, nama maskapai diubah menjadi Malaysian Airways Limited. Pada tahun 1966, setelah Singapura berpisah dari Malaysia, maskapai ini kembali berganti nama menjadi Malaysia-Singapore Airlines (MSA).

Namun, perbedaan visi antara pemerintah Malaysia dan Singapura menyebabkan pemisahan pada tahun 1972, melahirkan Malaysian Airline System (MAS) dan Singapore Airlines (SIA). MAS mulai beroperasi pada 1 Oktober 1972 dengan 19 pesawat, melayani 35 rute domestik dan enam rute regional.

Era 1980-an hingga 1990-an menjadi periode pertumbuhan pesat bagi MAS, didorong oleh ledakan ekonomi Malaysia. Maskapai ini memperluas jaringannya secara agresif ke berbagai benua, termasuk menjadi maskapai pertama di Asia Tenggara yang terbang ke Amerika Selatan pada tahun 1993. Pada tahun 1997, MAS mencetak rekor penerbangan komersial terpanjang dari Seattle ke Kuala Lumpur dengan Boeing 777-200ER. Nama "Malaysia Airlines" secara resmi digunakan pada tahun 1987.

Pencapaian Penting dalam Sejarah Malaysia Airlines:

  • 1947: Memulai penerbangan komersial pertama sebagai Malayan Airways.
  • 1972: Berdiri sebagai Malaysian Airline System (MAS) setelah berpisah dengan Singapore Airlines.
  • 1976: Memperkenalkan pesawat berbadan lebar pertamanya, DC-10.
  • 1987: Resmi menggunakan nama Malaysia Airlines.
  • 1997: Memecahkan rekor penerbangan komersial terpanjang di dunia.

Krisis dan Transformasi Malaysia Airlines

Tahun 2014 menjadi periode paling menantang bagi Malaysia Airlines, ditandai dengan dua tragedi penerbangan yang mengguncang dunia, yaitu hilangnya MH370 pada Maret dan jatuhnya MH17 di Ukraina pada Juli. Kedua insiden ini tidak hanya merusak reputasi maskapai, tetapi juga memperburuk kondisi finansial yang sudah tertekan akibat persaingan ketat.

Sebagai respons, Khazanah Nasional Berhad, dana kekayaan negara Malaysia, meluncurkan "Rebuilding a National Icon: The MAS Recovery Plan" pada Agustus 2014. Rencana ini melibatkan pengurangan sekitar 6.000 hingga 8.000 karyawan, atau sekitar sepertiga dari total 20.000 tenaga kerja. Selain itu, jaringan rute dipersempit dengan fokus pada penerbangan jarak pendek yang menguntungkan, dan rute jarak jauh yang merugi dihentikan.

Pada Januari 2015, maskapai dinyatakan "bangkrut secara teknis" dan menjalani proses renasionalisasi. Seluruh operasi, aset, dan kewajiban dialihkan ke entitas baru bernama Malaysia Airlines Berhad (MAB) pada September 2015. Di bawah kepemimpinan CEO baru Christoph Mueller, maskapai menjalani rebranding total dengan logo, livery, dan strategi bisnis yang baru, sambil menjual aset non-produktif.

Strategi Pemulihan Utama:

  • Restrukturisasi Organisasi: Pengurangan tenaga kerja dan penyederhanaan operasi.
  • Optimalisasi Rute: Fokus pada penerbangan regional yang menguntungkan.
  • Rebranding: Pembaruan identitas visual dan strategi pemasaran.
  • Optimalisasi Aset: Penjualan aset non-produktif dan penyesuaian armada.
  • Restrukturisasi Keuangan: Rekapitalisasi dan perbaikan struktur keuangan dengan investasi hingga RM6 miliar dari Khazanah Nasional.

Jaringan Destinasi dan Fokus Operasional

Jaringan destinasi Malaysia Airlines telah mengalami perubahan signifikan, beralih dari maskapai dengan jangkauan global menjadi operator yang lebih berfokus pada pasar regional dan rute internasional tertentu yang menguntungkan. Sebelum krisis 2014, maskapai ini mengoperasikan jaringan yang sangat luas, melayani 118 rute domestik dan 114 rute internasional yang menjangkau enam benua.

Pasca-restrukturisasi, strategi jaringan Malaysia Airlines berubah drastis, dengan fokus pada model hub-and-spoke dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) sebagai hub utama. Rute-rute yang tidak menguntungkan dihentikan, dan saat ini, London Heathrow menjadi salah satu destinasi Eropa yang tersisa dalam jaringan maskapai.

Transformasi ini juga melibatkan integrasi yang lebih erat dengan anak perusahaan seperti Firefly yang menangani rute regional, MASwings untuk destinasi di Borneo, dan MASkargo untuk layanan kargo. Strategi ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya dan meningkatkan efisiensi operasional, sambil tetap mempertahankan konektivitas yang diperlukan untuk mendukung ekonomi Malaysia.

Jaringan Penerbangan Saat Ini:

  • Hub Utama: Kuala Lumpur International Airport (KLIA).
  • Hub Sekunder: Kota Kinabalu International Airport.
  • Fokus Regional: Asia Tenggara, Asia Timur, dan Asia Selatan.
  • Destinasi Internasional Selektif: London, serta beberapa kota di Australia dan Selandia Baru.
  • Anak Perusahaan: Firefly (penerbangan regional), MASwings (penerbangan di Borneo), dan MASkargo (layanan kargo).

Panduan Mudah Reservasi Tiket Malaysia Airlines

Memesan tiket Malaysia Airlines kini semakin mudah berkat beragam platform digital yang tersedia, memungkinkan pelanggan memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Situs web resmi malaysiaairlines.com menawarkan pengalaman pemesanan yang komprehensif, lengkap dengan fitur pemilihan kursi, peningkatan kelas, dan penambahan layanan tambahan.

Keuntungan memesan langsung melalui situs resmi termasuk akumulasi poin Enrich, program loyalitas maskapai, serta kemudahan dalam mengelola preferensi penerbangan. Aplikasi seluler MHmobile memberikan fleksibilitas pemesanan kapan saja dan di mana saja, dengan fitur tambahan seperti mobile check-in dan boarding pass digital. Agen Perjalanan Online (OTA) seringkali menawarkan paket bundling dengan hotel dan promosi menarik.

Proses pembayaran juga telah disesuaikan dengan preferensi lokal, mulai dari kartu kredit internasional hingga e-wallet dan sistem pembayaran digital. Pelanggan juga perlu memperhatikan perbedaan kategori tarif seperti Economy Lite, Basic, dan Flex, yang masing-masing memiliki ketentuan bagasi dan fleksibilitas perubahan yang berbeda.

Langkah Pemesanan Melalui Situs Resmi:

  1. Akses Portal: Kunjungi malaysiaairlines.com.
  2. Input Rute dan Tanggal: Masukkan kota keberangkatan, tujuan, tanggal, dan jumlah penumpang.
  3. Pilih Jadwal dan Tarif: Bandingkan opsi waktu dan kategori harga yang tersedia.
  4. Input Data Penumpang: Masukkan informasi sesuai dokumen perjalanan.
  5. Tambahan Layanan: Pilih kursi, tambah bagasi, atau asuransi jika diperlukan.
  6. Proses Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi.
  7. Konfirmasi: Simpan e-ticket yang dikirim ke email.

Tips Penting Saat Memesan Tiket:

  • Validitas Paspor: Pastikan paspor berlaku minimal 6 bulan.
  • Program Loyalitas: Daftar sebagai anggota Enrich untuk akumulasi poin dan diskon tambahan.
  • Kategori Bagasi: Perhatikan perbedaan jatah bagasi untuk setiap tarif.
  • Web Check-in: Manfaatkan fasilitas check-in online yang tersedia mulai 48 jam hingga 90 menit sebelum keberangkatan.

Tanya Jawab (Q&A)

Q: Apa perbedaan antara kategori tarif Economy Lite, Basic, dan Flex di Malaysia Airlines?

A: Economy Lite hanya menyertakan bagasi kabin 7kg tanpa bagasi check-in, Basic menyertakan 30kg bagasi check-in dengan fleksibilitas terbatas, sedangkan Flex menawarkan fleksibilitas perubahan jadwal dan upgrade dengan biaya minimal serta bagasi yang lebih generous.

Q: Bagaimana cara mengumpulkan poin Enrich dan apa manfaatnya?

A: Daftar sebagai member Enrich gratis di website Malaysia Airlines. Poin terkumpul dari setiap penerbangan dan pembelian dengan partner. Manfaatnya termasuk upgrade kelas, tiket gratis, akses lounge, dan prioritas check-in tergantung level membership.

Q: Apakah bisa refund tiket Malaysia Airlines jika ada pembatalan?

A: Kebijakan refund tergantung jenis tarif yang dibeli. Tarif fleksibel umumnya dapat di-refund dengan potongan biaya administrasi, sementara tarif promo biasanya non-refundable tapi bisa di-reschedule dengan biaya tambahan sesuai terms and conditions.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|