Pangkep, Bumi Tiga Dimensi, Herman Djide: Potensi Wisata Mangrove dan Bandeng yang Mendunia

1 day ago 10

PANGKEP SULSEL  – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Kabupaten Pangkep, Herman Djide, saat mengunjungi kawasan wisata Mangrove di Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, pada Kamis (3/4/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung potensi wisata bahari yang dimiliki daerah pesisir tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Herman Djide yang juga merupakan Pimpinan Redaksi Media Indonesia Satu Perwakilan Kabupaten Pangkep menekankan pentingnya pengembangan sektor wisata berbasis alam. Menurutnya, Pangkep memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Setidaknya, daerah kita ini benar-benar kaya dengan potensi alam yang dimiliki. Pangkep ini, sejak nenek moyang kita, sudah dikenal di Indonesia sebagai daerah para pelaut. Selain itu, kita juga terkenal sebagai penghasil ikan bandeng yang paling enak ikan bandennya. Hal ini bisa kita kembangkan lebih jauh melalui sektor wisata, ” ungkapnya.

Pangkep dikenal sebagai “Bumi Tiga Dimensi” yang terdiri dari kepulauan, daratan, dan pegunungan. Dengan kekayaan alam yang berlimpah, menurut Herman, sudah seharusnya masyarakat Pangkep keluar dari garis kemiskinan dengan menggenjot potensi yang ada di setiap wilayah.

“Kita harus berinovasi dan mengembangkan sektor unggulan. Wisata berbasis bahari seperti yang ada di Desa Bulu Cindea ini sangat potensial untuk terus di kembangkan, Apalagi, mangrove di sini cukup luas dan bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan ” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Herman juga menyampaikan kepada wartawan bahwa keberadaan tambak ikan bandeng yang tersebar di pesisir Pangkep dapat dikemas menjadi bagian dari wisata edukasi dan kuliner. Wisatawan bisa menikmati keindahan alam sekaligus mencicipi ikan bandeng segar hasil budidaya masyarakat setempat.

DPD JNI Pangkep mendorong Dinas Terkait dan pelaku usaha untuk berkolaborasi dalam membangun ekosistem wisata yang berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan fasilitas pendukung seperti dermaga kecil, rumah makan terapung, dan spot foto berbasis alam dapat meningkatkan daya tarik wisata di kawasan tersebut.

Selain itu, Herman juga menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat pesisir dalam pengelolaan wisata. Ia menegaskan bahwa jika masyarakat terlibat aktif, maka manfaat ekonomi dari sektor wisata ini bisa dirasakan secara langsung oleh mereka.

“Kita harus membuat wisata ini berbasis komunitas, di mana masyarakat sekitar berperan sebagai pelaku utama. Ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan ekonomi lokal, ” tegasnya.

Sementara itu, beberapa warga setempat yang hadir dalam kunjungan tersebut menyambut baik gagasan tersebut. Mereka berharap ada dukungan konkret dari pemerintah dan pihak terkait untuk mengembangkan potensi wisata di daerahnya.

“Kami siap mendukung dan berkontribusi jika wisata ini dikembangkan. Sudah banyak pengunjung yang datang, tinggal bagaimana kita mengelola dan menatanya agar lebih menarik, ” ujar salah satu warga Desa Bulu Cindea.

Herman Djide menutup kunjungannya dengan menyampaikan harapannya agar potensi wisata bahari di Pangkep bisa lebih dikenal secara nasional bahkan internasional. Menurutnya, dengan promosi yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, Pangkep bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Sulawesi Selatan.

“Kita harus yakin bahwa Pangkep bisa maju dengan potensi yang ada. Semua pihak harus bersinergi untuk mewujudkan itu, ” pungkasnya.( Yopi)

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|