Liputan6.com, Jakarta - Tidak semua orang yang mencoba menanam tomat dan cabai di pekarangan rumah berhasil tumbuh sesuai harapan. Ada kalanya tanaman tomat tampak segar bugar dan berbunga banyak, tapi tiba-tiba mati saat buah mulai muncul. Sementara pada tanaman cabai, masalah yang sering dialami
Berupa serangan kutu daun hingga daun keriting. Dasemi (86), lansia asal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, membagikan pengalamannya merawat tomat dan cabai di pekarangan rumah hingga bisa berbuah lebat padahal tidak dipupuk.
“Sejak awal cara berkebunnya harus benar. Siapkan tanah yang subur, tempatnya menanam harus sejuk tapi terpapar sinar matahari langsung ,” ungkap nenek dari sembilan cucu ini kepada Liputan6.com pada Minggu (25/1/2026).
Bagi pemula, tips berkebun tomat dan cabai di pekarangan rumah sering terdengar rumit. Padahal, menurut kesaksian Dasemi, tanaman tomat dan cabai termasuk sayuran adaptif jika lingkungannya sesuai. Pemilihan lokasi, media tanam, hingga cara penyiraman, semuanya berpengaruh besar terhadap jumlah buah. Jika dilakukan dengan benar, tomat dan cabai bisa berbuah lebat secara alami tanpa bergantung pada pupuk kimia.
1. Memilih Lokasi Pekarangan yang Tepat
Lokasi menjadi faktor utama keberhasilan menanam tomat dan cabai di pekarangan rumah. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari langsung minimal enam jam setiap hari agar proses fotosintesis berjalan optimal. Pekarangan yang terlalu teduh sering membuat tanaman tumbuh tinggi tetapi minim buah. Oleh karena itu, penempatan pot atau bedengan harus diperhatikan sejak awal.
Selain cahaya, sirkulasi udara juga berpengaruh pada kesehatan tanaman tomat dan cabai. Pekarangan yang pengap cenderung memicu penyakit jamur yang menghambat pembentukan buah. Sementara aliran udara yang baik membuat daun cepat kering setelah disiram atau terkena hujan. Kondisi ini membantu tanaman tetap sehat meski tanpa pupuk.
2. Media Tanam Gembur dan Kaya Bahan Organik
Rahasia tomat dan cabai tetap subur tanpa pupuk terletak pada media tanamnya. Tanah yang gembur memudahkan akar menyerap air dan nutrisi alami yang tersedia. Campuran tanah, kompos matang, dan sekam bakar bisa menjadi media tanam ideal untuk pekarangan rumah. Media seperti ini mampu menyimpan kelembapan tanpa membuat akar membusuk.
“Saya pakai tanah dan kompos untuk media tanam. Komposnya dari sampah macem-macem itu, ada kulit buah, sisa sayur, daun-daunan, pokoknya sampah rumah tangga. Kalau cuma tanah kurang subur tanamannya,” imbuh Dasemi.
Bahan organik dalam media tanam akan terurai perlahan dan menjadi sumber nutrisi alami. Proses ini membuat tomat dan cabai mendapatkan asupan hara secara bertahap. Dengan demikian, tanaman tidak kaget seperti saat diberi pupuk kimia dosis tinggi. Hasilnya, pertumbuhan stabil dan pembentukan buah lebih konsisten.
3. Penyiraman Teratur tapi Tidak Berlebihan
Banyak orang gagal panen tomat dan cabai karena kesalahan penyiraman. Tanaman ini tidak menyukai kondisi tanah yang terlalu basah. Penyiraman berlebihan justru membuat akar kekurangan oksigen dan mudah terserang penyakit. Di pekarangan rumah, cukup siram satu hingga dua kali sehari tergantung cuaca.
“Kalau musim hujan seperti sekarang, enggak tak siram sama sekali, soalnya sudah basah kena hujan. Kalau seharian tidak hujan, baru saya siram kadang pagi hari aja, kadang pagi dan sore hari,” papar ibu lima anak itu.
Waktu penyiraman juga memengaruhi hasil buah. Pagi dan sore hari adalah waktu terbaik karena air tidak cepat menguap. Dengan pola penyiraman yang tepat, tomat dan cabai mampu membentuk bunga dan buah lebih banyak.
4. Pemangkasan Daun yang Tidak Produktif
Pemangkasan adalah rahasia yang sering diabaikan saat menanam tomat dan cabai di pekarangan rumah. Daun yang terlalu rimbun justru menyerap energi tanaman secara berlebihan. Dengan memangkas daun tua atau cabang tidak produktif, nutrisi alami bisa difokuskan ke pembentukan buah. Tanaman pun menjadi lebih seimbang antara daun dan buah.
“Setiap hari kegiatan saya memang cuma berkebun jadi istilahnya apa ya, fokus, banyak waktu untuk memperhatikan tanaman. Selain memangkas daun-daun yang mulai kuning, kalau cabai atau tomat itu daunnya penuh sampai batang bawah juga tak ambili, biar enggak kebanyakan daun tapi bunganya dikit,” imbuh Dasemi.
Selain meningkatkan hasil, pemangkasan membantu sirkulasi udara di sekitar tanaman. Daun yang jarang membuat sinar matahari menjangkau bagian dalam tanaman. Kondisi ini mempercepat pematangan buah tomat dan cabai. Meski tanpa pupuk, hasil panen tetap maksimal jika pemangkasan dilakukan rutin.
5. Mengatur Jarak Tanam agar Tidak Berebut Nutrisi
Jarak tanam yang terlalu rapat sering menjadi penyebab tomat dan cabai sulit berbuah. Tanaman yang berdekatan akan saling berebut air dan nutrisi alami dalam tanah. Di pekarangan rumah, memberi jarak yang cukup membuat setiap tanaman tumbuh optimal. Akar bisa berkembang bebas tanpa gangguan tanaman lain.
Dengan jarak tanam ideal, cahaya matahari juga merata ke setiap tanaman. Hal ini penting untuk proses pembentukan bunga dan buah. Tanaman yang mendapat cahaya cukup cenderung lebih kuat dan produktif. Tanpa tambahan pupuk pun, hasil panen bisa lebih lebat.
6. Memanfaatkan Mulsa Alami dari Pekarangan
Mulsa alami seperti daun kering atau jerami bisa menjadi pengganti pupuk tambahan. Mulsa membantu menjaga kelembapan tanah dan mencegah penguapan air berlebih. Di pekarangan rumah, bahan ini mudah ditemukan dan gratis. Penggunaan mulsa juga menekan pertumbuhan gulma yang mengganggu tanaman tomat dan cabai.
Seiring waktu, mulsa akan terurai dan menambah bahan organik pada tanah. Proses ini memperkaya media tanam secara alami. Tanaman pun mendapatkan nutrisi tambahan tanpa perlu pupuk kimia. Inilah salah satu tips berkebun sederhana yang berdampak besar.
7. Memilih Bibit Sehat dan Adaptif
Bibit adalah kunci keberhasilan menanam tomat dan cabai. Bibit yang sehat lebih tahan terhadap perubahan lingkungan pekarangan rumah. Tanaman dari bibit unggul mampu memanfaatkan nutrisi alami tanah dengan lebih efisien. Hasilnya, buah tetap lebat meski tanpa pemupukan rutin.
“Kalau bibit saya selalu punya sendiri. Kebetulan anakku punya toko kelontong (dulu toko milik Dasemi) yang jualan tomat dan cabai juga. Setiap hari saya milihi tomat dan cabai yang udah jelek dan hampir busuk, terus bijinya tak keringkan lalu tak sebar di pot atau di tanah langsung. Banyak yang tumbuh jadi bibit, kemudian kalau sudah cukup umur sekitar satu bulan itu saya pindah untuk ditanam betulan. Jadi enggak pernah beli bibit atau beli benih,” jelas Dasemi.
Selain sehat, bibit yang adaptif cenderung lebih cepat berbunga. Proses adaptasi yang baik mengurangi stres tanaman di fase awal pertumbuhan. Dengan kondisi ini, tomat dan cabai bisa berbuah lebih banyak dan tahan lama. Pemilihan bibit sering dianggap sepele, padahal dampaknya sangat besar.
Pertanyaan seputar Tomat dan Cabai Buahnya Lebat tanpa Dipupuk
1. Apakah tomat dan cabai bisa berbuah tanpa pupuk?
Bisa, asalkan media tanam kaya bahan organik dan perawatan dasar dilakukan dengan benar. Nutrisi alami dari tanah dan kompos sudah cukup untuk mendukung pertumbuhan buah.
2. Berapa lama tomat dan cabai mulai berbuah di pekarangan rumah?
Tomat biasanya mulai berbuah dalam 60–70 hari, sedangkan cabai sekitar 70–90 hari. Waktu ini tergantung varietas dan kondisi lingkungan.
3. Mengapa tomat dan cabai berbunga tapi tidak jadi buah?
Penyebabnya bisa karena kurang sinar matahari, penyiraman berlebihan, atau jarak tanam terlalu rapat. Kondisi ini menghambat proses pembuahan.
4. Apakah cocok menanam tomat dan cabai di pot di pekarangan rumah?
Sangat cocok, asalkan ukuran pot cukup besar dan drainase baik. Pot memudahkan pengaturan media tanam dan perawatan harian.

6 days ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368253/original/080065000_1759368915-persib-bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416915/original/001660200_1763477034-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-13.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489755/original/043626800_1769931236-InShot_20260201_143209720.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489907/original/081252300_1769946099-1000355816.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489817/original/060182500_1769934694-ALBA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488065/original/098648900_1769702710-Persebaya_Surabaya_vs_Dewa_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489815/original/061708800_1769933719-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_15.09.47__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489875/original/060739600_1769941602-Sore_Ini_Kita_Harus_Menang__Come_On_Borneo______BorneoFC__Samarinda__Manyala__SuperLeague.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)