Tips Menyambung Kelengkeng Agar Cepat Berbuah dengan Cara Sederhana

1 week ago 17

Liputan6.com, Jakarta - Menyambung kelengkeng atau grafting merupakan teknik perbanyakan vegetatif yang banyak dipilih karena mampu menghasilkan tanaman yang lebih cepat berbuah dibandingkan menanam dari biji, sekaligus menjaga sifat unggul dari induk aslinya agar tetap sama pada tanaman baru yang dihasilkan. Cara ini sangat cocok diterapkan oleh pemula maupun penghobi tanaman buah, karena peralatannya sederhana, prosesnya bisa dilakukan di rumah, dan tingkat keberhasilannya cukup tinggi jika dilakukan dengan benar serta teliti sejak awal.

Selain mempercepat masa produktif, teknik sambung juga membantu petani atau pekebun rumahan memperoleh pohon kelengkeng yang pertumbuhannya seragam, lebih tahan terhadap kondisi lingkungan, serta lebih mudah dikontrol bentuk tajuk dan percabangannya. Dengan memahami trik yang tepat mulai dari pemilihan batang, teknik sayatan, hingga perawatan pasca sambung, tanaman kelengkeng dapat tumbuh sehat dan siap memasuki fase generatif dalam waktu yang lebih singkat.

1. Pilih Batang Bawah yang Sehat dan Kuat

Batang bawah menjadi fondasi utama dalam proses penyambungan karena bagian inilah yang akan menopang seluruh pertumbuhan tanaman, sehingga memilih bibit yang sehat, bebas penyakit, dan memiliki perakaran kuat sangat penting agar hasil sambungan dapat berkembang optimal dalam jangka panjang. Biasanya batang bawah berasal dari kelengkeng hasil semai biji yang telah berumur sekitar enam sampai dua belas bulan dengan diameter mendekati ukuran pensil agar cukup kokoh untuk menerima entres.

Selain umur dan ukuran, kondisi fisik batang bawah juga harus diperhatikan secara menyeluruh, mulai dari warna kulit yang segar, batang yang tidak keriput, serta daun yang tampak hijau tanpa bercak jamur atau serangan hama, karena tanaman yang stres akan memperlambat proses penyatuan jaringan. Jika batang bawah tidak sehat, meskipun teknik sambung sudah benar, kemungkinan besar entres akan gagal tumbuh atau mudah layu setelah beberapa hari.

Batang bawah yang kuat juga berfungsi sebagai penyedia nutrisi dan air bagi batang sambungan, sehingga sistem perakaran yang berkembang baik akan mempercepat adaptasi entres setelah disatukan. Dengan fondasi yang tepat sejak awal, pertumbuhan tunas baru akan lebih stabil dan risiko kematian sambungan dapat ditekan secara signifikan.

2. Gunakan Entres dari Pohon Induk Produktif

Entres atau batang atas merupakan bagian yang menentukan kualitas buah kelengkeng di masa depan, sehingga sumbernya harus benar-benar berasal dari pohon induk yang sudah terbukti produktif, sehat, dan menghasilkan buah berkualitas baik. Pemilihan entres yang tepat akan membuat tanaman hasil sambung memiliki sifat genetik sama dengan induknya, baik dari segi rasa, ukuran, maupun ketahanan terhadap lingkungan.

Cabang yang dipilih sebaiknya tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua, dengan warna hijau kecokelatan serta memiliki mata tunas aktif, karena kondisi ini menandakan jaringan masih segar dan mampu beradaptasi cepat setelah dipasang pada batang bawah. Panjang entres ideal sekitar sepuluh hingga lima belas sentimeter agar cukup memiliki cadangan energi untuk bertahan selama proses penyatuan jaringan berlangsung.

Sebelum disambungkan, sebagian daun pada entres perlu dipangkas untuk mengurangi penguapan air yang berlebihan, sehingga batang tidak cepat kering. Dengan cara ini, energi tanaman akan difokuskan pada pembentukan jaringan baru antara entres dan batang bawah, bukan habis untuk mempertahankan daun yang terlalu banyak.

3. Teknik Sayatan Harus Presisi

Keberhasilan sambung kelengkeng sangat dipengaruhi oleh ketepatan sayatan, karena bagian kambium dari batang bawah dan entres harus bertemu secara rapat agar proses penyatuan jaringan dapat berlangsung sempurna. Sayatan yang tidak rata atau tidak sejajar akan menghambat aliran nutrisi dan menyebabkan sambungan mudah gagal meskipun ikatan sudah terlihat kuat dari luar.

Batang bawah biasanya dipotong dan dibelah membentuk huruf V atau sayatan miring, sementara bagian bawah entres diruncingkan agar pas masuk ke celah tersebut, sehingga permukaan kambium dari kedua bagian saling menempel dengan baik. Pisau yang digunakan harus tajam dan bersih agar tidak merusak jaringan serta menghindari infeksi yang bisa mengganggu pertumbuhan sambungan.

Semakin presisi dan halus pertemuan dua jaringan tersebut, semakin cepat pula proses kalus terbentuk sebagai tanda penyatuan berhasil. Oleh karena itu, ketelitian pada tahap ini sangat menentukan cepat atau lambatnya tunas baru muncul setelah proses penyambungan dilakukan.

4. Ikat dan Tutup dengan Rapi

Setelah entres dimasukkan ke batang bawah, langkah selanjutnya adalah mengikat sambungan dengan rapi agar tidak bergeser akibat angin atau gerakan kecil saat penyiraman. Ikatan yang baik juga mencegah udara masuk ke celah sambungan yang dapat menyebabkan jaringan cepat kering dan menghambat proses penyatuan.

Bahan pengikat bisa berupa plastik grafting, isolasi bening, atau tali rafia halus yang dililit dari bawah ke atas dengan tekanan cukup, namun tidak terlalu kencang agar tidak melukai batang. Selain diikat, bagian sambungan juga sebaiknya ditutup plastik transparan membentuk sungkup kecil untuk menjaga kelembapan di sekitar entres.

Kelembapan yang stabil membantu entres bertahan hidup sebelum jaringan benar-benar menyatu, sehingga risiko layu bisa diminimalkan. Dengan ikatan dan penutup yang tepat, sambungan akan lebih terlindungi dari perubahan cuaca dan gangguan lingkungan luar.

5. Letakkan di Tempat Teduh Sementara

Tanaman hasil sambung tidak boleh langsung terkena sinar matahari penuh, karena kondisi panas berlebih dapat membuat entres cepat kehilangan air dan akhirnya mengering sebelum sempat menyatu dengan batang bawah. Oleh karena itu, penyimpanan sementara di tempat yang terang namun teduh menjadi langkah penting dalam fase awal pasca sambung.

Lokasi ideal adalah area yang mendapatkan cahaya pagi namun terlindung dari hujan deras dan angin kencang, sehingga sambungan tetap stabil dan tidak mudah bergeser. Biasanya dalam waktu sepuluh hingga empat belas hari, tanda keberhasilan mulai terlihat dari munculnya tunas baru pada entres.

Setelah tunas tumbuh, plastik penutup dapat dibuka secara bertahap agar tanaman beradaptasi dengan lingkungan luar tanpa mengalami stres mendadak. Proses adaptasi yang baik akan membuat pertumbuhan kelengkeng lebih kuat dan tidak mudah layu saat dipindahkan ke tempat terbuka.

6. Penyiraman dan Nutrisi yang Tepat

Perawatan pasca sambung memegang peranan besar dalam menentukan cepat atau lambatnya pertumbuhan kelengkeng, terutama dalam hal penyiraman dan pemberian nutrisi yang seimbang. Media tanam harus dijaga tetap lembap namun tidak becek agar akar bisa bernapas dengan baik tanpa risiko busuk.

Penyiraman sebaiknya dilakukan secara rutin sesuai kondisi cuaca, sementara pemberian pupuk bisa dimulai setelah tunas stabil, menggunakan pupuk organik matang atau NPK dosis rendah agar tidak membakar akar muda. Nutrisi yang cukup akan mempercepat pembentukan cabang dan daun sebagai persiapan menuju fase produktif.

Dengan suplai air dan unsur hara yang tepat, tanaman hasil sambung akan tumbuh lebih sehat, tidak mudah terserang penyakit, serta memiliki kekuatan yang cukup untuk memasuki masa pembungaan lebih cepat dibandingkan tanaman dari biji.

7. Pangkas Tunas Liar di Batang Bawah

Sering kali setelah penyambungan, batang bawah mengeluarkan tunas baru yang tumbuh lebih cepat dibanding entres, sehingga jika dibiarkan dapat merebut nutrisi yang seharusnya digunakan oleh batang sambungan. Kondisi ini membuat pertumbuhan entres menjadi lambat bahkan terhambat dalam jangka panjang.

Pemangkasan tunas liar harus dilakukan secara rutin dengan memotong bagian yang muncul di bawah titik sambungan, sehingga aliran nutrisi tetap terfokus ke entres sebagai calon tajuk utama tanaman kelengkeng. Cara ini juga membantu membentuk struktur tanaman yang rapi dan seimbang sejak awal pertumbuhan.

Dengan nutrisi yang terpusat, entres akan berkembang lebih cepat, membentuk cabang produktif, dan mempersingkat waktu menuju fase berbunga. Perawatan sederhana ini sering diabaikan, padahal pengaruhnya sangat besar terhadap keberhasilan sambung kelengkeng.

Pertanyaan dan Jawaban

Q: Berapa lama sambungan kelengkeng berhasil terlihat?

A: Biasanya dalam 10–14 hari sudah muncul tunas baru jika sambungan berhasil.

Q: Apakah kelengkeng sambung bisa ditanam di pot?

A: Bisa, asalkan pot cukup besar dan media tanamnya gembur serta subur.

Q: Kapan waktu terbaik melakukan sambung kelengkeng?

A: Pagi atau sore hari saat cuaca tidak terlalu panas agar entres tidak cepat kering.

Q: Berapa lama kelengkeng sambung mulai berbuah?

A: Umumnya 1,5–3 tahun tergantung perawatan dan kondisi lingkungan.

Q: Apakah semua jenis kelengkeng bisa disambung?

A: Hampir semua bisa, asalkan batang bawah dan entres masih satu jenis dan sehat.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|