Liputan6.com, Jakarta - Cara mencampur pakan ayam petelur merupakan pengetahuan penting bagi para peternak. Pencampuran pakan yang homogen merupakan kunci utama dalam mencapai produktivitas ayam petelur yang maksimal. Pakan yang tidak tercampur rata dapat menyebabkan ayam tidak mendapatkan nutrisi yang seimbang, sehingga berdampak pada kualitas dan kuantitas telur yang dihasilkan.
Biaya pakan sendiri menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan, mencapai sekitar 70% dari total biaya produksi. Oleh karena itu, efisiensi dan kualitas pencampuran pakan menjadi sangat krusial untuk menekan biaya dan meningkatkan keuntungan bagi para peternak.
Artikel ini akan merangkum berbagai teknik cara mencampur pakan ayam petelur, mulai dari metode manual hingga penggunaan mesin mixer, dilengkapi dengan formula dan tips penting guna memastikan pakan yang diberikan berkualitas tinggi. Jadi simak kumpulan cara mencampur pakan ayam petelur berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (29/1/2026).
1. Pencampuran Manual dengan Tangan
Metode pencampuran pakan secara manual menggunakan tangan sangat cocok untuk peternakan skala sangat kecil, biasanya dengan populasi ayam kurang dari 50 ekor. Alat yang dibutuhkan pun sederhana, hanya tangan dan ember besar, memungkinkan peternak untuk memastikan setiap bahan tercampur secara merata meskipun memerlukan waktu dan tenaga lebih.
Komposisi campuran pakan ayam petelur ini umumnya meliputi protein hewani seperti ikan tongkol atau maggot sekitar 20%, jagung 30-50%, dan katul maksimal 20%. Selain itu, ditambahkan pula CaCO3 sekitar 30 kg per ton pakan, premix Omega 3 secukupnya, serta suplemen probiotik cair sekitar dua tutup botol untuk setiap adukan pakan.
Prosesnya dimulai dengan menghaluskan protein hewani, lalu mencampurkan CaCO3 ke adonan tersebut. Selanjutnya, masukkan jagung giling dan katul ke ember besar, tambahkan suplemen probiotik cair, dan premix Omega 3, kemudian aduk semua bahan dengan tangan hingga benar-benar homogen dan tidak ada gumpalan.
2. Pencampuran Manual dengan Sekop
Metode pencampuran pakan dengan sekop ideal untuk peternakan skala rumahan dengan populasi ayam sekitar 100 hingga 500 ekor. Alat yang digunakan adalah sekop dan area pencampuran yang bersih dan rata, seperti terpal atau lantai semen, dengan teknik layering (berlapis) menjadi sangat penting untuk memastikan homogenitas pakan.
Komposisi umum untuk cara mencampur pakan ayam petelur ini mencakup 75 kg jagung giling, 50 kg konsentrat, dan 25 kg dedak atau bekatul. Premix dan mineral juga ditambahkan secukupnya di lapisan paling atas untuk melengkapi nutrisi.
Proses pencampuran dimulai dengan menyiapkan alas bersih, lalu meletakkan jagung giling sebagai lapisan paling bawah. Kemudian, tambahkan konsentrat, dedak/bekatul, serta premix/mineral secara berurutan di atasnya. Setelah semua bahan tertuang, aduk bolak-balik menggunakan sekop minimal tiga kali putaran hingga semua bahan tercampur rata dan warnanya homogen.
3. Pencampuran dengan Molen atau Mixer Vertikal
Mixer vertikal sangat cocok untuk peternakan skala menengah, dengan populasi ayam sekitar 500 hingga 2.000 ekor, menawarkan kapasitas besar dan kecepatan pencampuran sekitar 10-15 menit per batch. Jenis mixer ini efektif dalam memastikan homogenitas pakan ayam petelur.
Komposisi pakan untuk mixer vertikal biasanya terdiri dari 75 kg jagung giling, 50 kg konsentrat, dan 25 kg dedak/bekatul. Tambahan lain seperti 3 kg mineral vit dan 3 ons kunyit bubuk per adukan juga sering digunakan untuk meningkatkan kualitas pakan.
Dalam proses pencampuran, semua bahan baku dimasukkan ke dalam tabung mixer secara berurutan, dimulai dari bahan dengan komposisi terbesar, namun tidak boleh melebihi 90% kapasitas mixer. Pengaduk vertikal akan membawa bahan pakan ke atas lalu jatuh kembali karena gravitasi, menciptakan campuran yang merata dalam durasi 10-15 menit, sambil menghindari pengadukan terlalu lama yang dapat menyebabkan segregasi.
4. Pencampuran dengan Mixer Horizontal
Mixer horizontal merupakan pilihan ideal untuk peternakan skala besar dengan populasi ayam lebih dari 2.000 ekor, karena keunggulannya dalam menghasilkan homogenitas yang tinggi. Mixer ini mampu mencampur bahan dengan ukuran partikel dan densitas yang berbeda secara efektif.
Komposisi pakan yang digunakan pada mixer horizontal serupa dengan mixer vertikal, meliputi 75 kg jagung giling, 50 kg konsentrat, dan 25 kg dedak/bekatul. Selain itu, 3 kg mineral vit dan 3 ons kunyit bubuk per adukan juga sering ditambahkan untuk nutrisi optimal.
Proses pencampuran melibatkan pemasukan bahan baku ke dalam mixer, mengikuti urutan dari bahan terbanyak ke paling sedikit. Pengaduk horizontal akan menyatukan bahan pakan ke bagian tengah, lalu mengaduknya ke samping dan ke atas, dengan dua pengaduk bergerak berlawanan arah untuk memastikan pencampuran menyeluruh dalam durasi yang efisien.
5. Teknik Berlapis (Layering) untuk Hasil Homogen
Teknik layering adalah prinsip dasar dalam cara mencampur pakan ayam petelur, baik secara manual maupun semi-otomatis, untuk memastikan homogenitas. Prinsipnya adalah menyusun bahan secara berurutan berdasarkan berat dan jumlahnya.
Komposisi campuran pakan dengan teknik ini umumnya terdiri dari 75 kg jagung giling (sekitar 50% dari total), 50 kg konsentrat, dan 25 kg dedak/bekatul. Mineral tambahan sekitar 3 kg dan premix sekitar 0,5 kg juga ditaburkan di lapisan paling atas.
Prosesnya dimulai dengan meletakkan dedak/bekatul sebagai lapisan paling bawah, diikuti jagung giling, konsentrat, serta mineral tambahan dan premix di lapisan paling atas. Setelah semua bahan tertuang, aduk dengan sekop atau alat lain dari bawah ke atas, membolak-balikkan campuran hingga merata sempurna.
6. Pencampuran dengan Tambahan Bahan Cair
Beberapa formula pakan ayam petelur memerlukan penambahan bahan cair seperti minyak, probiotik cair, atau cairan maggot/ikan. Penambahan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menggumpal dan tetap tercampur rata.
Komposisi pakan dasar (jagung, konsentrat, bekatul) disesuaikan dengan rasio standar, seperti 3:2:1. Suplemen probiotik cair diberikan dosis 0,3 ml/ekor/hari, yang dapat dicampurkan ke air minum atau dibibis ke pakan, sementara cairan ikan/maggot ditambahkan sesuai kebutuhan protein.
Langkah pencampurannya meliputi pengadukan bahan kering hingga setengah homogen, lalu melarutkan probiotik cair atau menyiapkan cairan ikan/maggot. Bahan cair kemudian dibibiskan atau disemprotkan secara merata ke seluruh permukaan pakan kering sambil terus diaduk, memastikan tidak ada bagian yang terlalu basah atau menggumpal hingga terserap sempurna.
7. Pencampuran Sistem ‘321’ dengan Patokan Konsentrat
Sistem '321' adalah rasio perbandingan jagung, konsentrat, dan bekatul yang umum digunakan, yaitu 3 bagian jagung, 2 bagian konsentrat, dan 1 bagian bekatul. Patokan ini memudahkan peternak dalam menghitung komposisi pakan, terutama jika membeli konsentrat dalam kemasan standar.
Untuk cara mencampur pakan ayam petelur dengan sistem ini, patokan umumnya adalah 1 sak konsentrat (50 kg). Berdasarkan rasio 3:2:1, maka dibutuhkan 75 kg jagung giling dan 25 kg dedak/bekatul untuk melengkapi campuran pakan.
Setelah menentukan patokan dan menghitung kebutuhan bahan lain, ketiga bahan ini dicampurkan menggunakan metode manual (tangan/sekop) atau mixer. Penting untuk memperhatikan teknik layering guna mencapai homogenitas yang optimal dalam setiap adukan pakan.
8. Teknik Pencampuran dengan Premix & Mineral
Penambahan premix dan mineral sangat penting dalam cara mencampur pakan ayam petelur untuk memastikan ayam mendapatkan nutrisi mikro yang cukup. Mineral, khususnya kalsium, esensial untuk cangkang telur yang kuat, sementara premix menyediakan vitamin dan mineral penting lainnya untuk kesehatan dan produktivitas.
Komposisi pakan dasar (jagung, konsentrat, bekatul) disesuaikan dengan rasio standar yang digunakan. Untuk setiap adukan (misalnya untuk 1 sak konsentrat), ditambahkan 3 kg mineral vit, 0,5 kg premix, dan 3 ons kunyit bubuk untuk menjaga nafsu makan ayam.
Prosesnya meliputi pengadukan bahan dasar hingga setengah homogen, lalu menaburkan mineral dan premix secara merata ke seluruh campuran. Jika menggunakan kunyit bubuk, tambahkan juga pada tahap ini, kemudian lanjutkan pengadukan hingga semua bahan tambahan tercampur sempurna dan tidak ada gumpalan.
9. Pencampuran Pakan Protein Tinggi dengan Ikan atau Maggot
Untuk ayam kampung petelur atau pada fase produksi tinggi yang membutuhkan protein lebih, penambahan ikan atau maggot dapat menjadi solusi efektif. Namun, proporsinya perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan masalah seperti prolaps pada ayam petelur.
Komposisi campuran pakan ini meliputi 40% jagung, 20% dedak/bekatul, dan 35% ikan atau maggot yang sudah dihaluskan. Premix Omega 3 sebanyak 5% dan CaCO3 secukupnya juga ditambahkan, dengan limbah organik dapur opsional maksimal 10%.
Prosesnya dimulai dengan menghaluskan ikan/maggot, lalu mencampurkannya dengan bahan kering seperti jagung, dedak/bekatul, CaCO3, dan premix Omega 3. Semua bahan kemudian diaduk hingga homogen, dan sedikit air dapat ditambahkan jika campuran terlalu kering.
10. Pencampuran dengan Pengawasan Homogenitas
Kunci keberhasilan dalam cara mencampur pakan ayam petelur adalah homogenitas, yang memastikan setiap ayam mendapatkan nutrisi yang sama. Pengawasan ketat terhadap homogenitas sangat penting untuk efektivitas pakan.
Setelah pencampuran, lakukan pengecekan visual untuk memastikan tidak ada gumpalan dan warna pakan terlihat merata di seluruh bagian. Untuk uji sederhana, ambil sampel pakan dari beberapa titik berbeda (atas, tengah, bawah, samping) dan bandingkan komposisi serta teksturnya.
Untuk peternakan skala besar, uji kadar garam (NaCl) dapat dilakukan, di mana nilai coefficient of variation (CV) kadar garam di bawah 10% menunjukkan pencampuran yang baik. Ini menjadi indikator akurat untuk menilai seberapa homogen pakan yang telah dicampur.
Tips Penting untuk Hasil Pencampuran Optimal
- Pastikan Bahan Kering: Kadar air pada bahan baku, terutama jagung, sangat krusial; jagung giling sebaiknya memiliki kadar air tidak lebih dari 17% untuk mencegah jamur dan mikotoksin berbahaya.
- Ukuran Partikel Seragam: Giling jagung dan bekatul hingga teksturnya lembut dan seragam, karena ukuran partikel yang berbeda dapat mengurangi homogenitas campuran dan menyebabkan segregasi.
- Urutan Pencampuran Tepat: Selalu mulai dengan bahan bervolume atau berat terbesar seperti jagung sebagai lapisan dasar, dan tambahkan bahan sedikit seperti premix di lapisan paling atas atau dicampur pendahuluan.
- Durasi Pengadukan Cukup: Sesuaikan durasi pencampuran; pengadukan terlalu singkat menghasilkan campuran tidak rata, sedangkan terlalu lama dapat menyebabkan segregasi partikel, dengan durasi ideal mixer vertikal sekitar 10-15 menit.
- Kapasitas Pengisian Mixer: Jika menggunakan mixer, pastikan kapasitas pengisian tidak melebihi 90% dari rekomendasi untuk menghindari terhambatnya proses pencampuran di bagian atas.
- Kebersihan Alat dan Tempat: Alas atau lantai tempat pencampuran serta alat-alat harus selalu bersih untuk mencegah kontaminasi dari sisa pakan sebelumnya atau kotoran yang dapat mempengaruhi kualitas pakan.
- Pengecekan Homogenitas: Setelah pencampuran, lakukan pengecekan visual untuk memastikan warna pakan merata dan tidak ada gumpalan, atau ambil sampel dari beberapa titik untuk memastikan komposisinya serupa.
FAQ
Q: Apa perbandingan ideal jagung, konsentrat, dan bekatul?
A: Rasio standar yang umum digunakan adalah 3:2:1 untuk jagung, konsentrat, dan bekatul. Sebagai contoh, untuk 50 kg konsentrat, Anda dapat menggunakan 75 kg jagung dan 25 kg bekatul.
Q: Bagaimana cara mencampur pakan ayam petelur secara manual yang benar?
A: Gunakan teknik berlapis di lantai yang bersih atau terpal. Letakkan bahan dari yang paling banyak (jagung) di bawah, diikuti konsentrat, bekatul, dan terakhir premix/mineral. Aduk dengan sekop secara bolak-balik minimal 3 kali putaran hingga warna merata dan tidak ada gumpalan.
Q: Perlukah menambahkan mineral dan premix?
A: Sangat disarankan untuk menambahkan mineral dan premix, terutama untuk ayam petelur fase layer. Mineral seperti kalsium sangat penting untuk pembentukan cangkang telur yang kuat, sementara premix menyediakan vitamin dan mineral esensial lainnya yang mendukung kesehatan dan produktivitas ayam.
Q: Bagaimana mengetahui pencampuran sudah homogen?
A: Anda dapat mengetahuinya dengan beberapa cara: secara visual, warna pakan terlihat merata di seluruh bagian dan tidak ada gumpalan. Untuk lebih akurat, ambil sampel dari beberapa titik berbeda dalam tumpukan pakan dan pastikan komposisinya terlihat serupa. Untuk skala besar, dapat dilakukan uji kadar garam (NaCl) dengan nilai coefficient of variation (CV) di bawah 10% menunjukkan homogenitas yang baik.

3 days ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489661/original/063378200_1769917422-Adrian_Luna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489659/original/048936800_1769917047-Dekorasi_rumah_murah_meriah_terbaru_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485525/original/093553600_1769510054-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489682/original/046153500_1769919815-Sinkronisasi-Agenda-Jadi-Fokus-Pertemuan-I-League-dan-John-Herdman-1769775735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489561/original/082116700_1769904661-cara_mencuci_serbet_berminyak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489619/original/087060400_1769914106-cetakan_kue_sedang_dibersihkan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1236627/original/033341900_1463540565-toren_air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489549/original/047677800_1769902095-desain_rumah_minimalis_cat_abu-abu_putih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489586/original/059200800_1769910312-WhatsApp_Image_2026-01-31_at_22.23.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489585/original/035445100_1769909129-Tips_Agar_Seledri_Tumbuh_Subur_di_Iklim_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489342/original/044078000_1769844565-Gemini_Generated_Image_1fr8021fr8021fr8.png)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)