10 Daftar Tanaman Sayur yang Cocok Ditanam di Cocopeat untuk Pemula di Rumah

3 days ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Cocopeat semakin populer sebagai media tanam alternatif karena praktis, bersih, dan ramah lingkungan, terutama bagi pemula yang ingin berkebun di rumah. Terbuat dari serbuk sabut kelapa, cocopeat memiliki daya serap air tinggi, tekstur ringan, serta cocok digunakan di pot, polybag, maupun sistem hidroponik sederhana.

Bagi pemula, pemilihan tanaman sayur yang tepat sangat penting karena tidak semua tanaman langsung cocok ditanam di cocopeat. Tanaman dengan akar yang mudah beradaptasi, siklus panen cepat, dan kebutuhan nutrisi sederhana lebih mudah dirawat. Keunggulan cocopeat dalam menjaga kelembapan dan minim hama tanah juga membantu tanaman tumbuh lebih sehat sejak awal.

Berikut beberapa daftar tanaman sayur yang paling cocok ditanam di cocopeat untuk pemula di rumah yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber pada Kamis (29/1). 

1. Kangkung

Kangkung merupakan sayuran yang sangat mudah tumbuh dan cepat dipanen, sehingga ideal untuk pemula yang baru mencoba menanam di cocopeat. Akar kangkung mampu beradaptasi dengan baik di media tanam ringan dan lembap seperti cocopeat. Dengan perawatan sederhana, kangkung sudah bisa dipanen dalam waktu sekitar tiga minggu.

Cocopeat membantu menjaga kelembapan akar kangkung sehingga pertumbuhannya lebih stabil. Penyiraman cukup dilakukan satu hingga dua kali sehari tergantung kondisi cuaca. Pemberian nutrisi cair secara rutin akan membuat daun kangkung tumbuh lebih hijau dan segar.

Menanam kangkung di cocopeat sangat cocok dilakukan di pot kecil atau wadah bekas. Selain hemat tempat, hasil panennya pun cukup melimpah untuk kebutuhan dapur sehari-hari.

2. Selada

Selada menjadi salah satu tanaman favorit untuk ditanam di cocopeat karena akarnya dangkal dan tidak membutuhkan media tanam yang berat. Tekstur cocopeat yang gembur memudahkan akar selada berkembang dengan baik tanpa hambatan. Tanaman ini juga relatif tahan terhadap kesalahan perawatan ringan.

Kelembapan cocopeat membantu daun selada tumbuh renyah dan segar. Selada membutuhkan sinar matahari pagi yang cukup, namun tidak terlalu menyukai panas berlebih. Dengan penempatan yang tepat, pertumbuhannya akan optimal.

Selada yang ditanam di cocopeat sangat cocok untuk kebutuhan salad rumahan. Selain segar, sayuran ini juga dapat dipanen secara bertahap tanpa harus mencabut seluruh tanaman.

3. Bayam

Bayam termasuk sayuran daun yang sangat adaptif terhadap berbagai media tanam, termasuk cocopeat. Media ini membantu akar bayam mendapatkan oksigen dan air secara seimbang. Hasilnya, pertumbuhan bayam cenderung lebih cepat dan merata.

Perawatan bayam di cocopeat tergolong mudah dan tidak memerlukan banyak pupuk. Cukup tambahkan nutrisi cair ringan secara berkala agar daun tumbuh subur. Bayam juga relatif tahan terhadap perubahan cuaca ringan.

Dalam waktu sekitar 20 hingga 25 hari, bayam sudah bisa dipanen. Hal ini menjadikannya pilihan ideal bagi pemula yang ingin melihat hasil cepat dari kegiatan berkebun di rumah.

4. Pakcoy

Pakcoy atau sawi sendok sangat cocok ditanam di cocopeat karena sistem perakarannya tidak terlalu dalam. Cocopeat membantu menjaga kelembapan media sehingga batang pakcoy tumbuh lebih kokoh. Tanaman ini juga tidak terlalu rewel dalam perawatan.

Pakcoy membutuhkan cahaya matahari yang cukup agar daunnya tidak memanjang berlebihan. Penyiraman sebaiknya dilakukan secara rutin namun tidak berlebihan. Nutrisi tambahan akan membantu daun tumbuh lebar dan hijau segar.

Pakcoy yang ditanam di cocopeat biasanya bisa dipanen dalam waktu 30 hari. Sayuran ini cocok diolah menjadi berbagai menu sederhana seperti tumisan dan sup.

5. Sawi Hijau

Sawi hijau termasuk sayuran yang cepat tumbuh dan mudah dirawat di media cocopeat. Tekstur media yang ringan membantu akar sawi berkembang tanpa terhambat. Dengan nutrisi yang cukup, daun sawi akan tumbuh lebat dan segar.

Kelebihan menanam sawi di cocopeat adalah minimnya risiko penyakit yang berasal dari tanah. Hal ini membuat tanaman lebih sehat sejak awal pertumbuhan. Sawi hijau juga toleran terhadap kesalahan penyiraman ringan.

Dalam waktu kurang dari satu bulan, sawi hijau sudah siap dipanen. Tanaman ini cocok untuk pemula yang ingin hasil cepat dengan perawatan minimal.

6. Daun Bawang

Daun bawang dapat tumbuh dengan baik di cocopeat karena tidak memerlukan media tanam yang padat. Cocopeat menjaga kelembapan akar sehingga pertumbuhan batang lebih stabil. Tanaman ini juga tidak membutuhkan ruang tanam yang luas.

Perawatan daun bawang di cocopeat cukup sederhana, yaitu penyiraman rutin dan pemberian nutrisi secukupnya. Daun bawang dapat dipanen secara bertahap dengan memotong bagian atasnya. Cara ini memungkinkan tanaman terus tumbuh kembali.

Menanam daun bawang di rumah sangat menguntungkan karena selalu dibutuhkan sebagai pelengkap masakan. Dengan cocopeat, daun bawang bisa tumbuh rapi dan bersih.

7. Seledri

Seledri merupakan tanaman sayur daun yang cocok ditanam di cocopeat karena menyukai media lembap dan gembur. Akar seledri tidak terlalu dalam sehingga mudah beradaptasi. Media cocopeat membantu menjaga kelembapan yang dibutuhkan tanaman ini.

Seledri membutuhkan cahaya matahari tidak langsung agar daunnya tidak cepat layu. Penyiraman sebaiknya dilakukan secara rutin dengan jumlah air yang cukup. Nutrisi ringan membantu aroma dan rasa seledri menjadi lebih kuat.

Tanaman seledri dapat dipanen sebagian tanpa mencabut seluruh tanaman. Hal ini membuatnya cocok untuk kebutuhan dapur harian dalam jangka panjang.

8. Cabai Rawit

Cabai rawit bisa ditanam di cocopeat dengan hasil yang cukup baik jika nutrisi tercukupi. Media cocopeat membantu akar cabai berkembang tanpa risiko tanah padat. Hal ini mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih sehat.

Cabai rawit membutuhkan sinar matahari penuh agar dapat berbuah optimal. Penyiraman dilakukan secukupnya agar media tidak terlalu basah. Nutrisi tambahan sangat penting untuk mendukung fase berbunga dan berbuah.

Menanam cabai rawit di rumah memberikan keuntungan karena hasilnya bisa dipanen berkali-kali. Cocopeat membantu menjaga kebersihan tanaman dari penyakit tanah.

9. Tomat Ceri

Tomat ceri cocok ditanam di cocopeat karena memiliki akar yang relatif fleksibel. Media ini membantu menjaga keseimbangan air dan udara di sekitar akar. Dengan perawatan yang tepat, tomat ceri dapat tumbuh subur di pot.

Tomat membutuhkan sinar matahari cukup dan nutrisi yang seimbang. Penyiraman harus dijaga agar tidak berlebihan. Cocopeat membantu mengurangi risiko akar tergenang air.

Hasil panen tomat ceri dari cocopeat cukup memuaskan untuk skala rumahan. Buahnya segar dan cocok untuk konsumsi sehari-hari.

10. Mentimun

Mentimun termasuk tanaman merambat yang bisa ditanam di cocopeat dengan bantuan ajir atau rambatan. Media cocopeat membantu akar menyerap air dan nutrisi dengan baik. Pertumbuhan tanaman menjadi lebih cepat dan stabil.

Mentimun membutuhkan penyiraman rutin dan sinar matahari penuh. Nutrisi tambahan penting untuk mendukung pembentukan buah. Dengan perawatan konsisten, hasil panennya cukup melimpah.

Menanam mentimun di cocopeat cocok untuk pemula yang ingin mencoba tanaman berbuah. Selain praktis, hasilnya juga bisa langsung dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga.

Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan

1. Apakah cocopeat bisa langsung dipakai tanpa campuran?

Bisa, tetapi sebaiknya ditambah nutrisi atau pupuk cair agar tanaman tumbuh optimal.

2. Apakah cocopeat perlu disiram setiap hari?

Ya, karena cocopeat cepat kering di bagian atas meski menyimpan air di dalam.

3. Apakah cocopeat bisa dipakai ulang?

Bisa, asalkan dibersihkan dan disterilkan terlebih dahulu.

4. Cocokkah cocopeat untuk rumah tanpa halaman?

Sangat cocok, karena ringan, bersih, dan tidak mengotori ruangan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|