10 Tanaman Sayur yang Cocok Ditanam di Pot dan Bisa Dipanen Jangka Panjang

5 days ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Menanam sayuran di pot adalah solusi ideal bagi mereka yang memiliki lahan terbatas, seperti di apartemen atau pekarangan rumah perkotaan. Dengan menanam sayuran di pot, Anda dapat menikmati hasil segar tanpa perlu sering mengganti media tanam atau memulai proses dari awal. Beberapa tanaman sayur memiliki karakter pertumbuhan regeneratif, di mana bagian tanaman dapat tumbuh kembali setelah dipetik, sehingga memungkinkan panen berkali-kali.

Berikut adalah daftar 10 tanaman sayur yang cocok ditanam di pot dan bisa dipanen dalam jangka panjang. Tanaman-tanaman ini tidak hanya mudah dirawat, tetapi juga memberikan hasil yang memuaskan bagi para penghobi berkebun di rumah. Mari kita simak satu per satu jenis tanaman sayur yang bisa menjadi pilihan terbaik untuk ditanam di pot.

1. Kangkung

Kangkung merupakan salah satu sayuran yang sangat mudah tumbuh dan perawatannya tergolong sederhana. Tanaman ini dapat ditanam di pot berukuran sedang dan juga bisa tumbuh dengan baik secara hidroponik. Kelebihan dari kangkung adalah kemampuannya untuk tumbuh kembali setelah dipanen, sehingga Anda bisa menikmati hasil panen berkali-kali tanpa harus menanam ulang.

Setelah memotong batang bagian atas, pangkal tanaman kangkung akan tumbuh kembali dalam waktu relatif singkat, dan Anda bisa memanennya lagi. Dalam satu tanaman kangkung, Anda bisa mendapatkan hingga 15 kali panen jika dirawat dengan baik. Kangkung biasanya siap dipanen sekitar 20-30 hari setelah tanam, menjadikannya pilihan yang sangat efisien untuk ditanam di pot.

Untuk perawatan kangkung, pastikan pot memiliki lubang drainase di bagian bawah dan gunakan media tanam yang subur serta gembur. Lakukan penyiraman secara rutin dan pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup, sehingga pertumbuhannya optimal.

2. Bayam

Bayam adalah sayuran yang sangat cocok untuk ditanam di pot, terutama bagi pemula yang ingin mencoba berkebun. Tanaman ini dapat tumbuh subur di tempat yang teduh maupun di bawah sinar matahari, sehingga memberikan fleksibilitas bagi Anda untuk menempatkannya di berbagai lokasi. Bayam juga memiliki kemampuan untuk dipanen berkali-kali, yang membuatnya semakin menarik untuk ditanam.

Pemanenan bayam dilakukan secara selektif dengan mengambil daun-daun yang sudah cukup besar, sementara tunas muda dibiarkan tumbuh. Dengan cara ini, Anda dapat memetik bayam beberapa kali sebelum masa produktifnya berakhir. Bayam biasanya siap dipanen dalam waktu sekitar 20-30 hari setelah tanam, menjadikannya pilihan yang cepat dan praktis.

Untuk merawat bayam, gunakan pot berukuran sedang hingga besar dengan lubang drainase yang baik. Campuran tanah, kompos, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1 sangat direkomendasikan sebagai media tanam. Pastikan tanah tetap lembap tetapi tidak tergenang air, dan berikan sinar matahari 4-6 jam per hari untuk pertumbuhan optimal.

3. Sawi (Pakcoy/Sawi Sendok)

Sawi, termasuk pakcoy, adalah sayuran yang sangat cepat tumbuh dan mudah dibudidayakan di pot. Tanaman ini sangat cocok untuk ditanam di lahan sempit dan memiliki kemampuan untuk dipanen berulang kali. Dengan memetik daun-daun luar dan membiarkan bagian tengahnya tumbuh, Anda bisa mendapatkan hasil panen yang berkelanjutan.

Sawi biasanya siap dipanen dalam waktu 30-45 hari setelah tanam, tergantung pada kondisi pertumbuhannya. Untuk perawatan, Anda bisa menggunakan pot atau polybag yang sesuai, serta media tanam yang terdiri dari tanah humus yang dicampur dengan pupuk organik. Penyiraman dan pemupukan secara teratur juga sangat penting untuk menjaga kesehatan tanaman.

Tanaman sawi dapat tumbuh dengan baik di bawah sinar matahari penuh, tetapi tempat teduh sebagian lebih baik untuk sawi sendok. Pastikan Anda memberikan perawatan yang tepat agar sawi dapat tumbuh optimal dan memberikan hasil panen yang memuaskan.

4. Selada

Selada adalah salah satu sayuran yang sangat populer dan cocok ditanam di pot. Tanaman ini memiliki sistem akar yang dangkal dan tumbuh cepat, sehingga sangat baik untuk wadah. Selada dapat dipanen berulang kali dengan cara memetik daun bagian luar dan membiarkan bagian tengahnya tumbuh, sehingga Anda bisa menikmati hasil segar dalam waktu singkat.

Selada biasanya siap dipanen ketika berusia satu bulan, atau sekitar 25 hari setelah tanam. Untuk perawatan, pilih pot yang dangkal tetapi lebar, serta gunakan media tanam yang subur dan kaya bahan organik. Pastikan kondisi tanah tetap lembap dan berikan akses air yang teratur untuk pertumbuhan optimal.

Selada membutuhkan sinar matahari penuh hingga teduh sebagian, sehingga Anda bisa menempatkannya di lokasi yang sesuai. Dengan perawatan yang tepat, selada akan kembali siap panen dalam waktu tiga hingga empat minggu setelah pemetikan.

5. Cabai

Cabai adalah tanaman pot berumur panjang yang sangat produktif dan cocok ditanam di pot. Tanaman ini tidak memerlukan banyak ruang untuk akar dan dapat menghasilkan buah secara bertahap selama beberapa bulan. Dalam satu kali masa tanam, tanaman cabai mampu dipanen berkali-kali, menjadikannya pilihan menarik untuk kebun rumah.

Waktu panen cabai bervariasi tergantung pada varietas, kondisi lingkungan, dan perawatan yang diberikan. Cabai biasanya mulai berbuah dan siap dipanen dalam waktu dua hingga tiga bulan setelah tanam. Untuk perawatan, gunakan pot dengan diameter 30 cm dan pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik.

Gunakan media tanam berkualitas baik, seperti campuran sekam padi bakar, tanah murni, dolomit, dan kotoran ayam petelur yang difermentasi. Penyiraman rutin dan pemupukan organik sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tanaman cabai agar tetap produktif.

6. Tomat

Tomat adalah salah satu sayuran yang sangat baik ditanam di pot, terutama varietas determinan yang tidak terlalu merambat. Tanaman tomat dapat menghasilkan buah secara berulang dalam beberapa fase panen, sehingga memberikan hasil yang memuaskan bagi para pekebun. Setelah satu siklus buah dipetik, bunga baru akan muncul dan berkembang menjadi buah berikutnya.

Buah tomat tidak matang secara serentak, yang memungkinkan Anda untuk melakukan panen berkelanjutan. Untuk merawat tomat, pilih pot yang besar dan pastikan media tanam terdiri dari campuran tanah dengan pupuk kandang atau kompos. Penyiraman harus dilakukan setiap hari, dan jaga agar daun tetap kering untuk mencegah penyakit.

Tanaman tomat membutuhkan setidaknya 6-8 jam sinar matahari langsung setiap hari, sehingga pastikan Anda menempatkannya di lokasi yang mendapatkan cahaya cukup. Dengan perawatan yang baik, tomat akan terus berbuah dan memberikan hasil panen yang melimpah.

7. Daun Bawang

Daun bawang adalah tanaman favorit untuk ditanam di pot karena pertumbuhannya yang cepat dan tidak memerlukan perawatan rumit. Tanaman ini sangat cocok untuk lahan sempit dan dapat dipanen secara berkelanjutan. Setelah bagian daunnya dipotong sesuai kebutuhan, sisa batang dan akar tetap hidup di dalam media tanam, dan dalam hitungan hari, tunas baru akan muncul.

Panen daun bawang dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga Anda selalu memiliki pasokan bumbu segar di dapur. Untuk perawatan, gunakan polybag ukuran 2-3 kg dan pastikan media tanam tetap lembap. Penyiraman rutin sangat penting agar tanaman tetap sehat dan produktif.

Daun bawang dapat tumbuh baik di berbagai kondisi, baik di dataran tinggi maupun rendah, dan bahkan di suhu panas. Dengan perawatan yang tepat, tanaman ini akan terus memberikan hasil panen yang memuaskan.

8. Seledri

Seledri dikenal sebagai tanaman daun aromatik yang dapat dipanen secara bertahap. Tanaman ini relatif mudah ditanam di rumah dan sangat cocok untuk ditanam di pot. Pemanenan seledri cukup dilakukan pada bagian daun dan batang luar tanpa perlu mencabut tanaman dari pot, sehingga Anda bisa menikmati hasil segar secara berkelanjutan.

Selama akarnya tetap tertanam dan mendapat asupan air serta nutrisi yang cukup, seledri akan terus menghasilkan daun baru. Seledri dapat dipanen pada umur 60-70 hari setelah tanam, atau 80-100 hari setelah tanam jika dari benih. Untuk perawatan, gunakan pot minimal 30 cm dalam dan lebar agar akarnya dapat tumbuh dengan baik.

Media tanam yang subur dan gembur, campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 sangat dianjurkan. Pastikan penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan tanaman, dan hindari penyiraman berlebihan agar tanah tetap lembap dan berdrainase baik.

9. Kemangi

Kemangi adalah tanaman yang memiliki karakter pertumbuhan semakin subur saat pucuknya sering dipetik. Tanaman ini sangat mudah dibudidayakan di pot dan cocok untuk konsumsi jangka panjang. Dengan metode pemanenan pucuk, Anda dapat mendorong munculnya cabang baru dan daun lebih banyak, sehingga kemangi dapat terus dipanen.

Panen kemangi dapat dilakukan secara berkelanjutan, dan selama perawatan dasar terpenuhi, tanaman ini akan menjadi sumber daun segar untuk berbagai olahan masakan. Kemangi tidak memerlukan perawatan rumit, sehingga sangat cocok bagi pemula yang ingin mencoba berkebun di rumah.

Dengan perawatan yang tepat, kemangi akan tumbuh subur dan memberikan hasil panen yang melimpah. Anda bisa menanam kemangi di pot kecil atau besar, tergantung pada kebutuhan Anda.

10. Daun Mint

Daun mint dikenal sebagai tanaman herbal yang tumbuh cepat dan mudah beradaptasi di pot. Tanaman ini sangat cocok untuk konsumsi jangka panjang tanpa perlu sering menanam ulang. Pemetikan daun mint dapat dilakukan secara rutin, dan dalam waktu singkat, daun baru akan kembali tumbuh, sehingga Anda selalu memiliki pasokan daun mint segar.

Daun mint dapat ditanam di pot kecil atau besar, tergantung pada preferensi Anda. Tanaman ini tidak memerlukan perawatan yang rumit, sehingga sangat ideal bagi mereka yang baru memulai berkebun. Dengan perawatan yang tepat, daun mint akan tumbuh subur dan memberikan hasil panen yang melimpah.

Dengan menanam daun mint di rumah, Anda akan memiliki bahan segar yang siap digunakan dalam berbagai olahan masakan atau minuman. Tanaman ini juga dapat memberikan aroma segar di sekitar rumah.

Tips Umum untuk Tanaman Pot Panen Berulang

  • Ukuran Pot: Ukuran pot sangat memengaruhi perkembangan akar tanaman. Pot yang terlalu kecil dapat menghambat pertumbuhan, sementara pot berukuran sesuai memberi ruang bagi akar untuk menyerap nutrisi secara optimal.
  • Drainase: Pastikan pot memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang, yang dapat menyebabkan akar membusuk.
  • Media Tanam: Media tanam sebaiknya terdiri dari campuran tanah, kompos, dan bahan organik lain agar nutrisi tercukupi.
  • Penyiraman: Penyiraman perlu disesuaikan dengan jenis tanaman dan kondisi cuaca. Tanaman pot umumnya membutuhkan air lebih sering dibanding tanaman di tanah langsung.
  • Pemupukan: Tanaman yang sering dipanen membutuhkan tambahan nutrisi. Pupuk organik cair atau pupuk kompos dapat diberikan secara rutin.
  • Teknik Panen: Pemanenan sebaiknya dilakukan dengan memotong bagian daun atau batang tertentu tanpa mencabut tanaman.
  • Pemangkasan: Pemangkasan membantu merangsang pertumbuhan tunas baru dan menjaga bentuk tanaman tetap rapi.
  • Sinar Matahari: Letakkan pot di area yang mendapatkan sinar matahari sesuai kebutuhan tanaman agar pertumbuhan tetap optimal.
  • Pengendalian Hama: Periksa tanaman secara berkala untuk mendeteksi hama atau penyakit.

Pertanyaan dan Jawaban

Apa saja tanaman sayur yang cocok ditanam di pot?

Beberapa tanaman sayur yang cocok ditanam di pot antara lain kangkung, bayam, sawi, selada, cabai, tomat, daun bawang, seledri, kemangi, dan daun mint.

Berapa lama waktu panen untuk tanaman sayur di pot?

Waktu panen bervariasi, tetapi banyak tanaman sayur seperti kangkung dan bayam siap dipanen dalam waktu 20-30 hari setelah tanam.

Bagaimana cara merawat tanaman sayur di pot?

Merawat tanaman sayur di pot meliputi penyiraman rutin, pemupukan, dan memastikan pot memiliki lubang drainase yang baik.

Apakah tanaman sayur di pot bisa dipanen berkali-kali?

Ya, banyak tanaman sayur seperti kangkung, bayam, dan selada dapat dipanen berkali-kali dengan teknik pemanenan yang tepat.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|