Liputan6.com, Jakarta - Durian, yang kerap dijuluki "raja buah" di Asia, merupakan salah satu buah tropis favorit banyak orang karena cita rasa dagingnya yang kaya dan lezat. Namun, di balik kenikmatannya, durian juga dikenal dengan aromanya yang kuat dan seringkali kontroversial, membelah selera menjadi dua kubu. Aroma khas ini menjadi indikator penting kematangan durian, tetapi tidak semua aroma menjamin kematangan alami.
Sayangnya, praktik curang oleh oknum penjual nakal kerap ditemukan, seperti memanipulasi kematangan durian dengan karbit atau menambahkan aroma buatan. Hal ini tentu merugikan pembeli yang mendambakan durian berkualitas. Oleh karena itu, penting bagi para penggemar durian untuk memahami tips bedakan bau durian asli dan palsu agar tidak salah pilih dan selalu mendapatkan durian dengan kualitas terbaik.
Artikel ini akan menyajikan panduan komprehensif dan praktis mengenai tips bedakan bau durian asli dan palsu, dilengkapi dengan indikator fisik lainnya yang mendukung. Dengan informasi ini, Anda dapat menikmati durian matang sempurna tanpa khawatir tertipu, memastikan setiap gigitan adalah pengalaman yang memuaskan. Simak tips selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (27/1/2026).
Mengidentifikasi Aroma Khas Durian Matang Asli
Salah satu tips bedakan bau durian asli dan palsu yang paling mendasar adalah dengan mencium aroma pada bagian ujung tangkai atau garis-garis belahan durian. Durian yang matang secara alami akan mengeluarkan aroma yang harum, tajam, dan manis menyengat yang tercium jelas dari kulitnya. Aroma ini merupakan tanda bahwa durian telah matang sempurna di pohon.
Aroma durian matang umumnya lebih kuat dan lebih menyengat dibandingkan dengan durian yang belum matang. Semakin harum dan menyengat aromanya, semakin besar kemungkinan durian tersebut sudah matang sempurna dan siap disantap.
Penciuman yang kuat ini menjadi indikator utama bagi para pencinta durian untuk memastikan buah yang akan dikonsumsi memiliki rasa manis dan legit yang optimal. Memahami karakteristik aroma ini adalah kunci pertama dalam tips bedakan bau durian asli dan palsu.
Waspadai Aroma Samar dan Tidak Lazim
Berbeda dengan durian matang asli, durian palsu atau yang belum matang (mentah/karbitan) memiliki ciri aroma yang sangat berbeda. Aroma durian yang samar, lemah, atau bahkan berbau apek dan asam, merupakan indikasi kuat bahwa durian tersebut belum matang secara alami.
Aroma yang seperti sampah atau fermentasi tidak wajar juga bisa menjadi pertanda durian yang dipaksa matang atau sudah tidak segar. Buah yang matang dengan karbit cenderung tidak memiliki aroma khas atau bahkan mengeluarkan bau asam yang tidak biasa, karena proses pematangannya tidak fisiologis alami.
Mengenali aroma yang tidak normal ini adalah tips bedakan bau durian asli dan palsu yang krusial untuk menghindari kekecewaan saat membeli. Pastikan Anda tidak memilih durian dengan aroma yang mencurigakan.
Periksa Bagian Bawah Buah dan Konsistensi Kematangan
Selain ujung tangkai, bagian bawah durian (ujung yang berlawanan dengan tangkai) juga merupakan titik penting untuk memeriksa aroma. Aroma yang terpusat dan kuat di bagian bawah buah menunjukkan kematangan yang konsisten di seluruh bagian durian.
Ini menandakan bahwa buah telah matang merata, bukan hanya di satu sisi saja. Tips bedakan bau durian asli dan palsu ini membantu memastikan bahwa daging durian di setiap juringnya akan memiliki kualitas dan rasa yang seragam.
Jika aroma hanya kuat di satu area dan lemah di area lain, bisa jadi durian tersebut belum matang sempurna atau mengalami pematangan yang tidak merata. Konsistensi aroma adalah petunjuk penting.
Teknik Goyang dan Ketuk untuk Deteksi Kematangan
Metode goyangan dan ketukan juga merupakan tips bedakan bau durian asli dan palsu yang efektif. Saat durian digoyangkan, jika tidak terdengar suara benturan atau hanya terdengar suara samar (menandakan isi padat), serta tercium bau harum, itu adalah pertanda durian matang dengan baik.
Sebaliknya, suara benturan yang terlalu keras saat digoyangkan bisa menandakan bahwa isi durian sudah tidak segar atau dagingnya belum padat. Selain itu, mengetuk durian dengan kayu atau ujung pisau juga bisa memberikan petunjuk: bunyi "bluk bluk" yang teredam menunjukkan kematangan, sementara bunyi nyaring menandakan durian masih mentah.
Durian yang matang umumnya menghasilkan suara yang lebih nyaring dan resonan daripada yang belum matang saat diketuk. Gabungan aroma dan suara ini sangat membantu dalam menerapkan tips bedakan bau durian asli dan palsu.
Indikator Visual dari Duri dan Kulit Durian
Warna dan kondisi duri juga dapat menjadi tips bedakan bau durian asli dan palsu secara visual. Durian yang matang biasanya memiliki duri berwarna cokelat kering atau hijau dengan ujung yang sedikit cokelat. Ini menunjukkan kematangan yang baik dan seringkali berkorelasi dengan aroma yang kuat.
Sebaliknya, durian dengan duri hijau terang biasanya belum matang dan tidak akan mengeluarkan aroma yang kuat. Selain itu, duri durian yang matang akan terasa lebih lunak dan lentur saat ditekan, terutama di bagian tengah, dibandingkan dengan duri yang masih tajam dan keras pada durian mentah.
Perubahan warna kulit durian juga dapat menjadi petunjuk kematangannya; kulit yang lebih kuning atau cokelat kekuningan seringkali menandakan durian yang matang. Perhatikan baik-baik ciri-ciri fisik ini sebagai bagian dari tips bedakan bau durian asli dan palsu.
Kombinasi Indera Penciuman dan Perabaan Kulit
Menggabungkan indera penciuman dengan perabaan adalah tips bedakan bau durian asli dan palsu yang lebih akurat. Sentuh kulit durian dengan lembut; durian yang matang biasanya memiliki kulit yang agak fleksibel dan memberikan sedikit tekanan lembut.
Jika kulit terasa fleksibel saat ditekan dan pada saat yang sama mengeluarkan aroma yang wangi, ini adalah tanda ideal durian yang matang sempurna. Kulit yang keras mungkin menandakan durian belum matang, sedangkan kulit yang terlalu lembek bisa berarti durian sudah terlalu matang atau mulai busuk.
Coba tekan kulit durian di antara duri-duri; jika terasa agak empuk, ini menunjukkan daging di dalamnya sudah matang. Metode ini melengkapi tips bedakan bau durian asli dan palsu lainnya.
Membandingkan Berat dan Aroma Buah
Durian yang matang biasanya terasa lebih berat dibandingkan dengan yang belum matang. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar air dan gula dalam buah, yang memberikan rasa lebih kaya dan manis.
Menggabungkan tips bedakan bau durian asli dan palsu dengan indikator berat ini sangat membantu. Jika durian terasa berat dan pada saat yang sama mengeluarkan aroma harum menyengat, ini adalah pertanda kuat bahwa durian tersebut matang dan berisi daging yang tebal.
Sebaliknya, durian yang terlalu ringan mungkin memiliki banyak biji besar atau kualitas dagingnya tidak banyak. Pilihlah durian dengan berat yang proporsional untuk hasil terbaik.
Mengenali Aroma Durian Buatan
Beberapa oknum penjual nakal terkadang menambahkan aroma durian buatan untuk membuat aroma durian semerbak, padahal buahnya belum matang. Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai aroma yang terlalu menusuk dan terasa tidak alami.
Aroma durian berkualitas baik seharusnya harum dan mengundang selera, namun tidak sampai menusuk hingga membuat pusing. Jika Anda mencium bau yang terlalu kuat, tetapi terasa "kosong" atau tidak disertai dengan indikator kematangan fisik lainnya, ada kemungkinan aroma tersebut adalah rekayasa.
Tips bedakan bau durian asli dan palsu ini menekankan pentingnya memercayai insting Anda terhadap aroma yang terasa "benar" dan alami, bukan aroma yang dipaksakan.
Membedakan Durian Jatuhan dan Durian Petik dari Batang
Perbedaan antara durian jatuhan (matang di pohon) dan durian petik (dipetik sebelum matang) juga dapat dilihat dari pangkal batangnya. Durian jatuhan, yang matang secara alami di pohon, biasanya memiliki pangkal batang yang sudah tidak ada atau terlihat tidak rata karena terlepas dari pohonnya.
Aroma durian jatuhan juga cenderung lebih harum dan pekat. Sebaliknya, durian petik yang dipetik sebelum waktunya akan memiliki pangkal batang yang terlihat rata karena dipotong, dan aromanya belum terlalu keluar.
Tips bedakan bau durian asli dan palsu ini sangat penting karena durian matang di pohon umumnya memiliki sensasi rasa dan aroma yang lebih lezat. Perhatikan detail kecil pada batang.
Pastikan Aroma Jelas dan Tidak Hambar
Durian yang matang sempurna harus memiliki aroma yang jelas dan kuat, bukan aroma yang netral atau hambar. Aroma yang hambar atau sangat lemah, meskipun kulitnya terlihat matang, bisa menjadi indikasi bahwa durian tersebut karbitan atau kualitasnya kurang baik.
Selain itu, hindari memilih durian yang kulitnya sudah terbuka. Durian dengan kulit yang terbuka akan kehilangan gasnya, dan rasa pada bagian yang terbuka akan hambar karena gas sudah menguap dan terpapar udara.
Memastikan aroma yang jelas dan tidak hambar adalah tips bedakan bau durian asli dan palsu terakhir yang akan membantu Anda mendapatkan durian dengan pengalaman rasa yang maksimal. Pilihlah durian dengan aroma yang meyakinkan.
FAQ
Q: Apa ciri aroma durian matang asli?
A: Aroma durian matang asli adalah harum yang kuat, manis, dan menyengat, serta tercium jelas dari kulitnya, terutama di bagian tangkai atau bawah buah.
Q: Bagaimana aroma durian karbitan?
A: Aroma durian karbitan cenderung sangat samar, lemah, apek, asam, atau bahkan seperti bau sampah, karena proses pematangannya tidak alami.
Q: Bisakah aroma durian dipalsukan?
A: Ya, beberapa oknum penjual nakal terkadang menambahkan aroma durian buatan untuk membuat durian terkesan matang, padahal sebenarnya tidak.
Q: Selain bau, apa lagi yang harus diperhatikan saat memilih durian?
A: Selain bau, perhatikan juga suara saat diketuk (bunyi tumpul), warna duri (cokelat kering), tekstur kulit (fleksibel), berat buah (lebih berat), dan kondisi tangkai (tidak rata untuk jatuhan).
Q: Apa perbedaan aroma durian jatuhan dan durian petik?
A: Durian jatuhan (matang di pohon) memiliki aroma yang lebih harum, pekat, dan alami, serta pangkal batangnya tidak rata. Durian petik (dipetik sebelum matang) seringkali kurang beraroma dan pangkal batangnya rata.

5 days ago
10
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489817/original/060182500_1769934694-ALBA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488065/original/098648900_1769702710-Persebaya_Surabaya_vs_Dewa_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489815/original/061708800_1769933719-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_15.09.47__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489875/original/060739600_1769941602-Sore_Ini_Kita_Harus_Menang__Come_On_Borneo______BorneoFC__Samarinda__Manyala__SuperLeague.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)