15 Ide Jualan Keripik Daun untuk Usaha Rumahan, Modal Kecil tapi Menjanjikan di 2026

5 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Usaha rumahan masih menjadi pilihan banyak orang karena bisa dilakukan dengan modal terbatas dan risiko yang mudah dikendalikan. Di tengah kebutuhan ekonomi yang terus bergerak, masyarakat mulai mencari jenis usaha yang dekat dengan lingkungan sekitar dan tidak bergantung pada bahan mahal. Keripik daun menjadi salah satu peluang yang mulai dilirik karena bahan bakunya mudah ditemukan dan proses pembuatannya dapat dilakukan di dapur rumah.

Produk ini juga dapat diproduksi dalam jumlah kecil sehingga cocok bagi pemula yang ingin belajar usaha secara bertahap. Apalagi, kebutuhan masyarakat akan camilan juga tidak pernah berhenti, sehingga potensi keuntungan relatif stabil dengan segmentasi pasar yang berasal dari semua kalangan.

Jika saat ini anda sedang mencari referensi jualan, kirangan 15 ide jualan keripik berbahan daun berikut bisa jadi pertimbangan. Usaha ini bahkan bisa dijalankan hanya dengan modal maksimal Rp100.000 saja, namun cuan yang diperoleh bisa berlimpah. Yuk, simak informasi selengkapnya berikut, dirangkum Liputan6, Selasa (27/1).

1. Keripik Daun Singkong

Daun singkong mudah diperoleh dari pasar tradisional atau kebun rumah. Modal awal sekitar Rp70.000 digunakan untuk membeli daun, minyak goreng, tepung, bumbu dapur, dan plastik kemasan kecil. Jumlah tersebut cukup untuk satu kali produksi skala rumahan.

Proses pembuatan dimulai dari mencuci daun hingga bersih, merebus sebentar, kemudian mencelupkannya ke adonan tepung dan menggoreng hingga kering. Semua tahapan dapat dilakukan menggunakan peralatan dapur biasa tanpa alat tambahan.

Produk dikemas dalam plastik bening ukuran kecil dan diberi label sederhana. Pemasaran dapat dilakukan dari mulut ke mulut atau melalui pesan singkat. Dari satu kali produksi, potensi keuntungan bersih berkisar Rp30.000 hingga Rp50.000 tergantung jumlah kemasan terjual.

2. Keripik Daun Bayam

Daun bayam tersedia sepanjang tahun dan harganya terjangkau. Modal sekitar Rp60.000 mencakup pembelian daun bayam, tepung, minyak goreng, dan kemasan sederhana.

Daun bayam dicuci, dikeringkan, lalu dicelupkan ke adonan tipis sebelum digoreng. Proses ini tidak memerlukan waktu lama dan dapat dilakukan secara bertahap agar hasil produksi tetap stabil.

Keripik daun bayam dikemas dalam ukuran kecil dan dijual sebagai camilan rumahan. Potensi keuntungan dari satu kali produksi berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp45.000.

3. Keripik Daun Kelor

Daun kelor sering tumbuh di sekitar rumah dan tidak memerlukan biaya pembelian besar. Bentuknya khas, yakni sedikit bulat dan berwarna hijau pekat. Modal awal sekitar Rp50.000 digunakan untuk minyak goreng, tepung, dan kemasan.

Proses pembuatannya diawali dengan daun dipetik, dicuci, lalu langsung dicelupkan ke adonan dan digoreng hingga kering. Proses ini sederhana dan dapat dikerjakan oleh satu orang.

Pengemasan dilakukan setelah keripik dingin agar tidak lembap. Pemasaran dilakukan secara lokal. Keuntungan bersih dari satu kali produksi berkisar Rp20.000 hingga Rp40.000.

4. Keripik Daun Seledri

Daun seledri banyak dijual di pasar dan sering digunakan sebagai pelengkap masakan. Modal awal sekitar Rp80.000 cukup untuk membeli bahan, minyak, dan kemasan.

Untuk membuat ini, mulanya daun dipilih yang utuh, dicuci, lalu digoreng menggunakan adonan tepung. Ukuran daun yang kecil memudahkan proses produksi dan pengemasan.

Produk kemudian bisa dipasarkan dalam kemasan kecil dan dititipkan di warung sekitar rumah. Potensi keuntungan dari produksi awal berkisar Rp30.000 hingga Rp50.000.

5. Keripik Daun Kemangi

Daun kemangi mudah ditemukan dan sering tersedia di pasar tradisional. Selain dijadikan lalapan, ternyata daun kemangi lezat dijadikan sebagai olahan keripik. Modal awal pun hanya sekitar Rp60.000 dan bisa digunakan untuk pembelian bahan pendukung seperti terigu, minyak goreng, kemasan dan lainnya.

Sebelum diolah, daun dicuci terlebih dahulu lalu dikeringkan. Kemudian, daun tersebut dimasukkan ke adonan tepung yang sudah diberi bumbu dan digoreng dengan minyak yang panas. Proses ini tidak memerlukan tahapan tambahan.

Keripik dikemas dalam plastik kecil dan dipasarkan melalui lingkungan sekitar. Potensi keuntungan dari satu kali produksi berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp40.000.

6. Keripik Daun Pepaya

Daun pepaya sering tidak dimanfaatkan dan dapat diperoleh dengan biaya rendah. Terkadang, daun ini juga hanya dijadikan sebagai tumisan. Namun, dengan modal sekitar Rp50.000, daun ini bisa dijadikan keripik lezat. Modal tersebut bisa digunakan untuk membeli minyak, tepung, bumbu-bumbu dan kemasan.

Langkah awal untuk membuatnya adalah dengan merebus daun secara singkat, dicuci ulang, lalu digoreng dengan adonan yang sudah diberi penyedap rasa. Proses ini dapat dilakukan sampai warnya golden brown dan renyah. Setelahnya, daun ditiriskan dan dikemas ke wadah plastik ataupun karton.

Produk dijual dalam kemasan kecil dengan harga terjangkau untuk semua kalangan. Potensi keuntungan sendiri bisa berkisar Rp20.000 hingga Rp35.000 per satu kali produksi.

7. Keripik Daun Pandan

Siapa sangka jika daun pandan yang banyak tumbuh di pekarangan bisa dijadikan sebagai camilan keripik lezat. Untuk membuat ini, modal awal hanya membutuhkan sekitar Rp80.000, mencakup bahan pendukung dan kemasan.

Mulanya, daun yang dipetik harus bersih dan terbebas dari ulat. Daun selanjutnya dipotong tipis, dicelupkan ke adonan yang sudah diberi bumbu serta penyedap rasa, lalu digoreng hingga kering. Proses ini mudah dilakukan di dapur rumah. Setelah diangkat dan ditiriskan, daun bisa dikemas ke dalam plastik tebal atau wadah karton.

Pemasaran dilakukan secara langsung ataupun media sosial lewat sistem pre order. Jika berhasil, anda bisa meraup keuntungan bersih sekitar Rp30.000 hingga Rp45.000 dalam satu kali produksi.

8. Keripik Daun Jeruk

Selain dijadikan sebagai penyedap dan campuran olahan menu nasi daun jeruk, daun jeruk yang tersedia di pasar dengan harga terjangkau ini juga bisa dijadikan sebagai keripik.

Rasanya kuat namun gurih dan nagih, membuat potensi keuntungan bisa berlipat ganda. Anda bisa memulainya dengan modal sekitar Rp70.000 digunakan untuk produksi awal.

Untuk membuatnya, daun dicuci, dikeringkan, lalu digoreng dengan adonan tepung berbumbu tipis. Proses ini menghasilkan keripik yang dapat disimpan beberapa hari. Produk lantas dikemas dan dipasarkan secara lokal. Potensi keuntungan berkisar Rp25.000 hingga Rp40.000.

9. Keripik Daun Kenikir

Daun kenikir mudah ditemukan di wilayah tertentu. Modal sekitar Rp60.000 digunakan untuk bahan pendukung dan kemasan.

Daun dicuci bersih, dicelupkan ke adonan, lalu digoreng hingga kering. Proses ini dapat dilakukan tanpa alat tambahan.

Pemasaran dilakukan secara langsung atau titip jual. Keuntungan bersih dari satu produksi berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp35.000.

10. Keripik Daun Katuk

Daun katuk sering dijual sebagai sayuran. Modal awal sekitar Rp70.000 digunakan untuk produksi awal skala rumahan.

Daun dicuci dan digoreng menggunakan adonan sederhana. Prosesnya singkat dan dapat dilakukan secara rutin.

Produk dikemas kecil dan dijual di sekitar rumah. Potensi keuntungan dari satu produksi sekitar Rp30.000.

11. Keripik Daun Talas

Daun talas tersedia di daerah tertentu dan mudah diperoleh. Modal sekitar Rp80.000 digunakan untuk membeli bahan pendukung dan kemasan.

Daun dicuci, direbus sebentar, lalu digoreng hingga kering. Proses ini dapat dilakukan di dapur rumah tanpa alat khusus.

Penjualan dilakukan secara lokal. Keuntungan dari satu kali produksi berkisar Rp30.000 hingga Rp45.000.

12. Keripik Daun Beluntas

Daun beluntas sering tumbuh di pekarangan. Modal awal sekitar Rp50.000 digunakan untuk produksi awal.

Daun dicuci, dicelupkan ke adonan, lalu digoreng hingga kering. Proses ini sederhana dan mudah diikuti.

Produk dijual dalam kemasan kecil. Potensi keuntungan bersih sekitar Rp25.000 per produksi.

13. Keripik Daun Salam

Daun salam mudah ditemukan di pasar tradisional. Modal sekitar Rp60.000 cukup untuk produksi awal.

Daun dicuci, dikeringkan, lalu digoreng menggunakan adonan. Proses ini tidak memerlukan tahapan rumit.

Keripik dijual sebagai camilan rumahan dengan keuntungan sekitar Rp30.000 per produksi.

14. Keripik Daun Sirsak

Daun sirsak dapat diperoleh dari lingkungan sekitar. Modal awal sekitar Rp70.000 digunakan untuk bahan pendukung.

Daun dicuci, dikeringkan, lalu digoreng hingga kering. Proses ini dapat dilakukan secara bertahap.

Produk dipasarkan secara lokal. Potensi keuntungan berkisar Rp30.000 hingga Rp45.000.

15. Keripik Daun Ubi

Daun ubi mudah diperoleh di pasar tradisional. Modal sekitar Rp60.000 digunakan untuk produksi awal.

Daun dicuci, direbus sebentar, lalu digoreng dengan adonan. Proses ini dapat dilakukan tanpa alat khusus.

Produk dijual dalam kemasan kecil dengan potensi keuntungan Rp25.000 hingga Rp40.000 per produksi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Apa itu usaha keripik daun rumahan?

A: Usaha keripik daun rumahan adalah kegiatan produksi camilan berbahan daun yang dilakukan dari rumah dengan modal kecil.

Q: Berapa modal awal jualan keripik daun?

A: Modal awal berkisar di bawah Rp100.000 untuk satu kali produksi skala kecil.

Q: Apakah usaha keripik daun cocok untuk pemula?

A: Usaha ini cocok untuk pemula karena prosesnya sederhana dan bahan mudah didapat.

Q: Bagaimana cara menjual keripik daun?

A: Penjualan dapat dilakukan secara langsung di lingkungan sekitar atau melalui media pesan singkat.

Q: Apakah usaha keripik daun menguntungkan?

A: Keuntungan dapat diperoleh secara bertahap tergantung volume produksi dan penjualan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|