6 Cara Cegah Bunga Alpukat Rontok agar Berbuah Lebat dan Stabil

6 days ago 11

Berikut ini beberapa cara cegah bunga alpukat rontok yang dapat diterapkan berdasarkan sumber pertanian, buku, dan praktik budidaya yang telah terbukti.

1. Menjaga Keseimbangan Unsur Hara

Nutrisi memegang peranan sangat penting dalam fase pembungaan. Menurut greg.app, kelebihan nitrogen dapat memicu pertumbuhan daun berlebihan, namun justru menghambat pembentukan dan ketahanan bunga. Oleh karena itu, saat tanaman memasuki fase generatif, pemupukan sebaiknya difokuskan pada unsur fosfor (P) dan kalium (K).

Fosfor berperan dalam pembentukan bunga dan pembuahan, sedangkan kalium meningkatkan ketahanan bunga terhadap stres lingkungan. Pupuk seperti KCl atau pupuk majemuk dengan kandungan P dan K tinggi sangat dianjurkan, sebagaimana dijelaskan dalam literatur teknis budidaya alpukat dari pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id.

2. Pengaturan Air dan Stres Air Terkontrol

Air merupakan faktor krusial dalam cara cegah bunga alpukat rontok. Penyiraman yang tidak stabil, terutama saat bunga mulai muncul, dapat memicu kerontokan massal. Namun menariknya, stres air yang terkontrol justru dapat dimanfaatkan untuk merangsang pembungaan.

Menurut panduan teknis pembungaan alpukat dari Kementerian Pertanian, stres air dilakukan dengan menghentikan penyiraman sementara hingga tanaman menunjukkan gejala layu ringan, kemudian diikuti dengan pengairan intensif. Perlakuan ini memicu “alarm fisiologis” tanaman sehingga energi diarahkan ke pembungaan yang lebih serempak dan kuat.

3. Pemangkasan Cabang yang Tepat

Pemangkasan merupakan strategi penting namun sering diabaikan. Berdasarkan sumber pustaka.bppsdmp.pertanian.go.id, pemangkasan sebaiknya dilakukan setelah panen dengan membuang cabang tidak produktif, cabang sakit, cabang yang saling bersilangan, serta tunas air.

Pemangkasan membantu memperbaiki sirkulasi udara dan penetrasi cahaya, dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap ketahanan bunga. Selain itu, pemangkasan ujung cabang (terminal) juga mendorong munculnya tunas baru yang berpotensi menghasilkan bunga lebih berkualitas.

4. Menanam Alpukat Tipe A dan B Secara Bersamaan

Karena sifat pembungaan alpukat yang unik, peluang penyerbukan akan meningkat jika terdapat dua tipe bunga yang berbeda. Literatur pertanian menyebutkan bahwa menanam alpukat tipe A dan B dalam satu area akan meningkatkan sinkronisasi penyerbukan silang.

Langkah ini terbukti efektif terutama di dataran rendah, di mana suhu yang lebih tinggi sering menyebabkan pembungaan kurang optimal. Dengan kombinasi tipe bunga, peluang bunga bertahan dan berkembang menjadi buah akan semakin besar.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit Sejak Dini

Hama seperti kutu putih dan aphids sering menyerang bagian daun dan bunga alpukat. Serangan ringan saja dapat menyebabkan bunga gugur. Roely Ardiansyah (2010) menegaskan bahwa bunga alpukat sangat sensitif terhadap gangguan eksternal.

Penggunaan insektisida nabati atau kimia sesuai dosis anjuran dapat menjadi solusi. Pemantauan rutin perlu dilakukan agar serangan dapat dikendalikan sebelum merusak bunga secara masif.

6. Pemberian ZPT atau Hormon Perangsang Secara Bijak

Dalam kondisi tertentu, pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti NAA atau KNO₃ dapat membantu memperkuat pembungaan. Panduan teknis pembungaan alpukat menyarankan aplikasi ZPT dilakukan saat daun ujung cabang telah berwarna hijau tua, dengan penyemprotan pada pagi atau sore hari.

Namun, penggunaan hormon harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai dosis, karena kesalahan aplikasi justru dapat meningkatkan stres tanaman.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|