6 Cara Meredakan Tangan Panas Akibat Cabai, Cepat dan Efektif

2 days ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Cara meredakan tangan panas akibat cabai penting untuk diketahui karena rasa panas sering muncul setelah mengolah cabai, terutama saat kulit terpapar zat capsaicin. Kondisi ini dapat menimbulkan perih yang cukup mengganggu jika tidak segera ditangani, sehingga berpengaruh pada kenyamanan saat memasak sehari-hari.

Sensasi terbakar yang bertahan lama kerap membuat tangan terasa tidak nyaman dan sulit beraktivitas. Dengan memahami cara meredakan tangan panas akibat cabai, rasa perih dapat dikurangi lebih cepat melalui langkah sederhana yang mudah dilakukan di rumah.

Banyak orang belum menyadari bahwa penanganan yang tepat berpengaruh besar pada kesehatan kulit. Oleh sebab itu, penerapan cara meredakan tangan panas akibat cabai dapat membantu menjaga tangan tetap aman dan nyaman setelah mengolah bahan pedas.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara meredakan tangan panas akibat cabai, Jumat (30/1/2026).

1. Manfaatkan Minyak untuk Melarutkan Capsaicin

Mengutip buku berjudul Health Secret of Pepper (2014) oleh Lanny Lingga, Ph.D, siapa pun bisa merasakan panas yang ditimbulkan oleh zat aktif cabai. Saat terkena cabai segar ataupun cabai kering, tangan dan membran yang ada di saluran napas kita akan merasakan sensasi panasnya cabai. Sensasi panas tersebut sulit dihilangkan karena bekerja pada sistem neuron, sehingga perlu waktu untuk menghentikan pengaruh zat penimbul panas tersebut hilang.

Cara meredakan tangan panas akibat cabai yang paling efektif adalah menggunakan minyak, karena capsaicin larut dalam lemak. Saat tangan diolesi minyak, senyawa pedas akan lebih mudah terangkat dari permukaan kulit.

Gunakan minyak sayur, minyak zaitun, atau minyak kelapa, lalu pijat tangan secara lembut selama beberapa menit agar minyak bekerja maksimal. Setelah itu, cuci tangan dengan sabun dan air hangat untuk menghilangkan sisa minyak dan rasa panas yang menempel. 

2. Gunakan Sabun Cuci Piring

Masih mengutip buku berjudul Health Secret of Pepper (2014) oleh Lanny Lingga, Ph.D, Untuk mengurangi rasa panas di kulit, Anda dapat menggunakan sabun (detergen). Namun, cara ini hanya sedikit mengurangi rasa panas yang dirasakan kulit, namun tidak menghilangkannya secara serta-merta. Bila efek cabai terasa kuat, hal ini tidak akan efektif, khususnya bagi Anda yang memiliki kulit sensitif.

Sabun cuci piring memiliki kandungan pembersih yang kuat untuk memecah minyak dan capsaicin pada kulit. Cara ini cukup efektif jika tangan terasa sangat perih setelah memotong atau mengulek cabai.

Gosok tangan dengan sabun cuci piring menggunakan air dingin agar pori-pori tidak terbuka dan mencegah rasa panas semakin parah. Lakukan pencucian secara menyeluruh dan ulangi bila perlu sampai sensasi panas benar-benar berkurang. 

3. Manfaatkan Susu dan Produk Olahannya

Dari buku yang sama dijelaskan juga bahwa hanya ada satu cara yang terbukti dapat menyingkirkan pengaruh capsaicin yang mengenai kulit kita, yaitu dengan membasuhnya menggunakan susu.

Susu mengandung protein susu (casein) yang terbukti efektif menghilangkan sensasi panas akibat capsaicin. Dalam hal ini, casein bekerja sebagai pelarut yang baik terhadap capsaicin.

Susu segar lebih efektif untuk melarutkan capsaicin dibanding susu bubuk, namun bila Anda tidak memilikinya, Anda pun dapat menggantinya dengan larutan susu bubuk full cream yang dibuat menjadi larutan pekat.

Susu dan produk olahannya dikenal mampu meredakan rasa pedas karena membantu mengikat capsaicin. Untuk meredakan tangan panas akibat cabai, rendam tangan dalam susu dingin selama beberapa menit atau oleskan yogurt maupun krim asam pada area yang terasa perih.

Biarkan bahan tersebut menempel sejenak hingga sensasi panas mulai berkurang, lalu bilas tangan dengan air bersih sampai terasa lebih nyaman. 

4. Gunakan Alkohol atau Hand Sanitizer

Alkohol dapat membantu melarutkan capsaicin dengan cepat, sehingga cocok digunakan sebagai solusi darurat. Oleskan sedikit alkohol gosok atau hand sanitizer ke tangan, kemudian gosok secara merata pada area yang terasa panas. Setelah rasa perih mulai mereda, segera cuci tangan menggunakan sabun agar sisa capsaicin tidak tertinggal dan kulit tetap bersih. 

5. Netralkan dengan Bahan Asam

Bahan asam seperti cuka, air perasan lemon, atau saus tomat juga dapat membantu menetralkan sensasi panas pada kulit. Anda bisa merendam tangan dalam larutan cuka encer atau menggosokkan irisan lemon langsung ke tangan. Diamkan beberapa saat agar bahan asam bekerja, lalu bilas dengan air bersih hingga rasa panas berangsur hilang. 

6. Gunakan Pasta Soda Kue atau Tepung Maizena

Soda kue dan tepung maizena memiliki kemampuan menyerap minyak capsaicin yang menempel di kulit. Campurkan salah satu bahan dengan sedikit air hingga membentuk pasta kental, lalu oleskan secara merata ke tangan. Gosok perlahan agar capsaicin terangkat, kemudian bilas dengan air bersih sampai tangan terasa lebih lega dan tidak perih

Q & A Seputar Topik 

Apa penyebab tangan terasa panas setelah memegang cabai?

Tangan terasa panas setelah memegang cabai disebabkan oleh senyawa capsaicin yang terkandung dalam cabai. Senyawa ini berinteraksi dengan reseptor nyeri di kulit, menimbulkan sensasi terbakar.

Mengapa minyak efektif menghilangkan rasa pedas di tangan?

Minyak efektif karena capsaicin bersifat lipofilik, artinya larut dalam lemak dan minyak, tetapi tidak larut dalam air. Minyak membantu melarutkan dan mengangkat capsaicin dari kulit.

Bahan apa saja yang bisa digunakan untuk meredakan tangan panas akibat cabai?

Beberapa bahan yang bisa digunakan antara lain minyak sayur, sabun cuci piring, susu atau produk olahan susu, alkohol atau hand sanitizer, cuka atau bahan asam lainnya, serta pasta soda kue atau tepung maizena.

Apakah air dingin atau air panas yang lebih baik untuk mencuci tangan pedas?

Disarankan menggunakan air dingin saat mencuci tangan dengan sabun cuci piring, karena air panas dapat membuka pori-pori dan berpotensi memperparah sensasi terbakar.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|