Liputan6.com, Jakarta - Cara cegah rontok bunga dan bakal buah tabulampot penting untuk diketahui agar petani tidak mengalami kerugian. Musim hujan kerap menjadi tantangan besar bagi para pehobi tanaman, khususnya bagi mereka yang membudidayakan tanaman buah dalam pot atau tabulampot. Curah hujan yang tinggi serta kelembapan ekstrem dapat berdampak signifikan pada fase kritis pembungaan dan pembuahan. Masalah paling umum yang sering ditemui adalah kerontokan bunga dan bakal buah.
Kerontokan bunga dan bakal buah sebenarnya merupakan mekanisme alami tanaman saat mengalami stres. Namun, kondisi ini dapat diminimalisir secara signifikan dengan perawatan yang tepat dan terarah.
Panduan ini mencakup tips untuk tabulampot seperti jambu, mangga, jeruk, kelengkeng, dan lainnya, guna membantu Anda dalam cara mencegah rontok bunga dan bakal buah di musim penghujan. Ikuti langkah-langkah ini, diharapkan tanaman Anda tetap produktif, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (29/1/2026).
1. Atur Pola Pemupukan, Kurangi Nitrogen
Kelebihan unsur Nitrogen (N), terutama nitrat, saat tanaman sedang giat berbunga dapat membuat tanaman cenderung kembali aktif membentuk organ-organ pertumbuhan vegetatif seperti tunas-tunas daun. Kondisi ini mengorbankan pembentukan bunga, sehingga bunga yang sudah muncul menjadi rentan dan mudah rontok. Di musim penghujan, kadar air yang berlimpah membuat nitrogen dalam tanah lebih mudah larut dan cepat diserap tanaman.
Jika jumlahnya berlebihan, tanaman akan tumbuh terlalu subur dengan daun yang lebat, tetapi justru mengorbankan pembentukan bunga dan buah. Oleh karena itu, saat tanaman telah memasuki fase berbunga, disarankan untuk menggunakan pupuk dengan kandungan N rendah dan meningkatkan unsur Fosfor (P) serta Kalium (K). Fosfor berperan penting dalam pembentukan energi cadangan bagi tanaman, sehingga kecukupan unsur P sangat penting menjelang pembentukan bunga.
Kalium juga merupakan unsur hara yang banyak diperlukan pada fase generatif, yaitu saat berbunga dan berbuah. Anda bisa menggunakan pupuk majemuk dengan rumus NPK yang P dan K-nya tinggi, atau pupuk tunggal seperti TSP (fosfat) dan KCl/KNO3 (kalium). Pupuk MKP (Mono Kalium Fosfat) juga direkomendasikan sebagai pupuk perangsang buah dan bunga. Aplikasi pupuk kalium dapat dilakukan dalam bentuk tunggal maupun majemuk.
2. Tambahkan Kalsium (Ca) secara Rutin
Kalsium (Ca) merupakan unsur hara penting yang berperan besar dalam menjaga kekuatan dinding sel tanaman, termasuk pada jaringan bunga dan buah muda. Defisiensi kalsium dapat menjadi salah satu penyebab kerontokan bunga dan buah, karena berakibat pada menipisnya dinding sel dan lignin, sehingga tanaman menjadi rentan. Di musim penghujan, ketersediaan kalsium di dalam tanah seringkali berkurang karena mudah tercuci (leaching) oleh kelebihan air, sehingga tanaman sulit menyerapnya secara optimal.
Oleh karena itu, petani perlu melakukan penambahan kalsium secara rutin untuk mengatasi masalah ini. Aplikasi pupuk kalsium dapat dilakukan baik melalui pengocoran ke tanah maupun penyemprotan langsung ke daun dan bunga (foliar). Produk seperti CAL-HA yang dilengkapi humat dan mineral kationik dapat memperkuat tangkai bunga dan buah.
Pemberian kalsium secara teratur membantu memperkuat jaringan bunga, meningkatkan kualitas penyerbukan, serta memastikan bunga yang terbentuk lebih tahan terhadap kondisi cuaca lembap. Kekurangan kalsium juga dapat menyebabkan gangguan fisiologis seperti ujung bunga atau buah muda menghitam (blossom end rot) pada cabai dan tomat. Aplikasi kalsium bisa dilakukan setiap dua minggu sekali, dan bisa dirapatkan sesuai kondisi tanaman.
3. Optimalkan Penyiraman & Pastikan Drainase Sempurna
Masa berbunga adalah persiapan pembentukan calon buah, di mana beban metabolisme tanaman meningkat pesat dan sangat membutuhkan air yang cukup. Minimnya pasokan air membuat tanaman berusaha mengurangi beban metabolisme dengan menggugurkan sebagian bunga dan daun melalui pembentukan jaringan gabus (absisi). Sebaliknya, pengairan yang berlebihan juga akan membuat sel-sel tanaman menjadi turgid dan rentan, termasuk sel-sel tangkai bunga sehingga mudah rontok.
Air yang berlebihan juga akan membuat tanah kurang oksigen, yang merupakan salah satu syarat bagi pembentukan bunga. Untuk mengatasi ini, pastikan pot memiliki lubang drainase yang cukup. Jika air mudah menggenang, perlu dilakukan pembenahan drainase yang lebih baik. Menjaga kadar air pada tanah dalam kondisi selalu lembap dan tidak tergenang sangat penting pada fase ini.
Jika tanah terlalu kering, perlu dilakukan penyiraman lebih intensif. Pada musim kemarau, penyiraman bisa dua kali sehari, sedangkan pada musim biasa bisa sekali pada sore hari. Untuk tanaman mangga dalam pot di musim hujan, penutup pot dengan plastik dapat mencegah pot terlalu basah akibat curah hujan tinggi, sehingga membantu cara mencegah rontok bunga dan bakal buah.
4. Lakukan Pemangkasan Tunas Air dan Pengaturan Cabang
Tunas air (water shoot) yang tumbuh subur, terutama di musim hujan, dapat menjadi "pencuri" nutrisi dan energi yang seharusnya dialokasikan untuk pembentukan bunga dan buah. Energi tanaman akan lebih banyak terserap untuk pertumbuhan vegetatif, sehingga bunga yang terbentuk menjadi lemah, mudah layu, bahkan rontok sebelum sempat berkembang menjadi buah. Ini adalah salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam cara mencegah rontok bunga dan bakal buah.
Solusi praktisnya adalah pangkas rutin tunas air yang muncul di batang utama atau ketiak daun yang tidak produktif. Pada tanaman jambu air tabulampot, tunas air yang bermunculan perlu dipangkas agar tidak mengganggu proses perkembangan bunga dan buah. Pemangkasan juga dapat dilakukan pada ujung-ujung tanaman untuk mengalihkan nutrisi ke bunga yang sedang tumbuh.
Pastikan untuk memangkas dengan alat yang steril guna menghindari penyebaran penyakit. Untuk tanaman yang sedang berbuah lebat, mengurangi cabang atau cabang kecil yang tidak berbuah juga dapat membantu agar energi terfokus pada pembesaran buah yang sudah ada.
5. Lakukan Pengendalian Hama & Penyakit dengan Tepat
Kelembapan tinggi di musim hujan mendorong perkembangan penyakit jamur dan bakteri. Serangan hama dan penyakit dapat memperparah kerontokan bunga dan bakal buah. Ketika tanaman terserang hama dan penyakit, respon awal mereka adalah membentuk senyawa pertahanan alamiah yang membutuhkan energi. Akibatnya, tanaman akan menggugurkan bunga untuk mengurangi beban metabolisme demi prioritas bertahan hidup.
Sebagai tindakan preventif, semprotkan fungisida nabati atau kimia (sesuai anjuran) secara rutin sebagai pencegahan. Untuk mencegah rontok pada bunga di musim hujan, fungisida kontak dan sistemik dapat digunakan bersama KNO3 untuk memperkuat tanaman. Jika terlihat gejala serangan, segera ambil tindakan dengan insektisida atau fungisida yang tepat.
Hama seperti ulat dapat memakan bakal buah yang baru terbentuk, sedangkan hama penggerek menghisap cairan sel bakal buah. Jaga kebersihan dengan membuang daun atau buah yang busuk dan jatuh di sekitar pot. Sebagai alternatif organik, gunakan pestisida nabati dari daun mimba atau daun sirsak; mungkin perlu diberikan lebih sering pada serangan yang banyak.
6. Bantu dengan Zat Pengatur Tumbuh & Pupuk Organik Cair
Penggunaan plant regulator atau zat pengatur tumbuh (ZPT) dapat membantu mencegah kerontokan bunga di musim penghujan. ZPT adalah senyawa alami maupun sintetis yang berfungsi mengatur proses fisiologis tanaman, termasuk pembungaan, pembuahan, dan pertumbuhan vegetatif. ZPT seperti auksin dapat memperkuat tangkai bunga agar tidak mudah rontok, sementara sitokinin membantu mempertahankan bunga tetap segar lebih lama.
Solusi praktisnya adalah mengaplikasikan pupuk organik cair (POC) kalium tinggi atau ZPT yang direkomendasikan untuk fase generatif. Pupuk organik cair yang mengandung kalium tinggi, seperti pupuk pabrikan ZK Plus, dapat digunakan untuk mencegah kerontokan bunga dan buah, serta memberikan rasa manis pada buah. Penggunaan ZPT menyeimbangkan metabolisme tanaman.
Dengan begitu, energi tidak hanya terserap untuk pertumbuhan daun, tetapi juga dialokasikan untuk mempertahankan bunga dan buah muda. Selain mencegah kerontokan, pupuk organik cair kalium tinggi juga dapat meningkatkan kemanisan buah. Aplikasi pupuk ini dapat diulang setiap dua minggu sekali, sebagai bagian penting dari cara mencegah rontok bunga dan bakal buah.
7. Lakukan Perlindungan Fisik & Bantu Penyerbukan
Hujan deras dan angin kencang secara fisik dapat merontokkan bunga dan merusak putik atau serbuk sari, menggagalkan penyerbukan. Kegagalan proses penyerbukan bisa disebabkan oleh tidak adanya serangga penyerbuk karena penggunaan insektisida berlebihan, penyemprotan pestisida yang mengenai putik sari, tiupan angin yang terlalu kencang, atau hujan deras yang meluruhkan serbuk sari.
Solusi praktisnya, jika memungkinkan, pindahkan pot ke area yang lebih terlindung seperti teras beratap atau bawah kanopi saat hujan lebat atau angin kencang. Manakala penyerbukan alami gagal, bunga akan mandul dan gugur dengan sendirinya. Di musim hujan, serangga penyerbuk jarang datang, sehingga Anda perlu melakukan penyerbukan buatan dengan bantuan tenaga manusia, misalnya dengan kuas halus menyapukan serbuk sari ke kepala putik.
Untuk menarik serangga penyerbuk, tanamlah bunga-bunga pemikat seperti kenikir, calendula, marigold, bunga matahari, atau bunga berwarna kuning/putih di sekitar area tanam. Setelah bakal buah terbentuk, bungkus dengan plastik berlubang atau kain kasa untuk melindungi dari hama (terutama lalat buah) dan cipratan hujan yang membawa penyakit. Pembungkusan buah juga dapat mengatasi lalat buah, melengkapi upaya cara mencegah rontok bunga dan bakal buah.
FAQ
Q: Pupuk apa yang paling cepat mengatasi kerontongan bunga?
A: Pupuk yang mengandung Kalium (K) dan Kalsium (Ca) bekerja relatif cepat, terutama jika diaplikasikan lewat daun (foliar spray). Kombinasi pupuk KCl dan kalsium nitrat yang disemprotkan bisa jadi pertolongan pertama.
Q: Apakah tunas air harus selalu dipotong?
A: Ya, disarankan untuk dipotong, terutama saat tanaman sedang fokus berbunga atau berbuah. Tunas air menyedot banyak energi dan nutrisi yang seharusnya untuk perkembangan buah. Pangkas sedekat mungkin dengan batang.
Q: Bagaimana cara mengetahui penyebab kerontokan pada tanaman saya?
A: Amati gejalanya. Misalnya rontok masal + daun hijau subur (kelebihan Nitrogen); tangkai bunga/buah lemas/membusuk (kekurangan Kalsium atau penyakit); rontok setelah hujan deras (faktor fisik atau gagal penyerbukan); ada bercak/bintik pada bunga/buah sebelum rontok (serangan hama/penyakit).
Q: Berapa kali interval penyemprotan fungisida di musim hujan?
A: Interval bisa lebih rapat, misalnya setiap 7-10 hari sekali sebagai tindakan pencegahan. Gunakan fungisida yang bersifat protektif. Jika sudah ada gejala penyakit, gunakan fungisida kuratif sesuai petunjuk produk.
Q: Bisakah cara-cara ini diterapkan untuk tanaman di tanah langsung (bukan pot)?
A: Bisa, dengan penyesuaian. Prinsipnya sama: pengaturan pupuk, pengendalian hama, dan perbaikan drainase. Untuk tanaman di tanah, pastikan bedengan tinggi dan parit drainase berfungsi baik untuk mencegah genangan air di akar.

2 days ago
11
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489661/original/063378200_1769917422-Adrian_Luna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489659/original/048936800_1769917047-Dekorasi_rumah_murah_meriah_terbaru_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485525/original/093553600_1769510054-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489682/original/046153500_1769919815-Sinkronisasi-Agenda-Jadi-Fokus-Pertemuan-I-League-dan-John-Herdman-1769775735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489561/original/082116700_1769904661-cara_mencuci_serbet_berminyak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489619/original/087060400_1769914106-cetakan_kue_sedang_dibersihkan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1236627/original/033341900_1463540565-toren_air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489549/original/047677800_1769902095-desain_rumah_minimalis_cat_abu-abu_putih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489586/original/059200800_1769910312-WhatsApp_Image_2026-01-31_at_22.23.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489585/original/035445100_1769909129-Tips_Agar_Seledri_Tumbuh_Subur_di_Iklim_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489342/original/044078000_1769844565-Gemini_Generated_Image_1fr8021fr8021fr8.png)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)