7 Cara Mengolah Kulit Pisang Jadi Pakan Ternak, Solusi Nutrisi Ekonomis untuk Kambing, Ayam, dan Sapi

6 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Kulit pisang, yang seringkali dianggap sebagai limbah tak bernilai, ternyata menyimpan potensi besar sebagai sumber pakan ternak yang kaya nutrisi. Pemanfaatan limbah pertanian ini menjadi strategi cerdas bagi peternak untuk menekan biaya operasional yang terus meningkat. Dengan mengolah kulit pisang, peternak dapat mengurangi ketergantungan pada pakan komersial yang mahal.

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa proses pengolahan, terutama fermentasi, dapat secara signifikan meningkatkan kandungan gizi kulit pisang. Sebagai contoh, kadar Protein Kasar (PK) kulit pisang segar dapat melonjak hampir dua kali lipat setelah difermentasi, dari sekitar 6,56% menjadi 14,88%. Selain itu, proses ini juga efektif menurunkan kadar Serat Kasar (SK) yang semula 15,32% menjadi 11,43%, sehingga pakan lebih mudah dicerna oleh sistem pencernaan ternak.

Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai cara mengolah kulit pisang jadi pakan ternak, mulai dari metode fermentasi sederhana hingga pembuatan tepung. Panduan ini mencakup aplikasi untuk beragam jenis ternak seperti kambing, sapi, dan ayam, membantu peternak mengoptimalkan limbah, meningkatkan kesehatan ternak, dan pada akhirnya mendongkrak produktivitas usaha mereka. Jadi simak kumpulan cara mengolah kulit pisah jadi pakan ternak berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (26/1/2026).

Fermentasi Dasar Kulit Pisang untuk Ruminansia

Metode fermentasi dasar ini sangat sesuai untuk ternak ruminansia seperti kambing, domba, dan sapi, karena mampu meningkatkan palatabilitas dan nutrisi. Prosesnya melibatkan pencacahan kulit pisang dan pencampuran dengan bahan tambahan yang merangsang fermentasi. Kulit pisang yang dicacah kecil akan mempermudah proses dekomposisi oleh mikroorganisme.

Untuk memulai, siapkan 10 kg kulit pisang yang telah dicacah, 2-3 kg dedak atau bekatul, 50 ml EM4 Peternakan, serta 100 ml molase atau 250 gram gula pasir. Larutkan EM4 dan molase/gula dalam 1 liter air untuk mengaktifkan bakteri baik. Pastikan semua bahan tercampur rata sebelum dimasukkan ke wadah fermentasi.

Campurkan cacahan kulit pisang dengan dedak/bekatul dan larutan EM4 yang sudah diaktifkan, aduk hingga merata. Masukkan campuran ke dalam tong plastik atau kantong plastik, padatkan, dan tutup rapat untuk menciptakan kondisi anaerob. Diamkan selama 2-3 hari, atau bisa hingga 7 hari, untuk proses fermentasi optimal. Setelah fermentasi selesai, anginkan sebentar sebelum diberikan kepada ternak. Pastikan wadah kedap udara untuk hasil fermentasi yang optimal dan mencegah kontaminasi jamur.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|