Liputan6.com, Jakarta - Budidaya jangkrik saat ini semakin diminati oleh pelaku usaha mikro dan hobiis, menawarkan potensi keuntungan menjanjikan. Banyak pemula tertarik mencoba, tetapi sering kali melakukan langkah keliru yang menghambat pertumbuhan dan reproduksi jangkrik. Memahami kesalahan pemula saat budidaya jangkrik penting, agar usaha tetap produktif serta meminimalkan kerugian.
Beberapa kesalahan umum sering muncul akibat kurangnya pengalaman, termasuk penggunaan media kandang tidak sesuai dan pemilihan pakan yang kurang optimal. Ketidaktelitian ini dapat menurunkan kualitas hasil panen dan mempercepat kematian ternak. Membahas kesalahan pemula saat budidaya jangkrik membantu pembaca mengetahui jebakan potensial, sehingga bisa mengambil langkah pencegahan yang efektif.
Pengaturan suhu, kelembapan, serta kebersihan lingkungan menjadi faktor krusial dalam budidaya jangkrik. Pemula kerap mengabaikan hal-hal sederhana ini, padahal kondisi lingkungan yang ideal sangat memengaruhi kesehatan dan reproduksi jangkrik. Dengan memahami kesalahan pemula saat budidaya jangkrik, calon peternak dapat menyesuaikan strategi pengelolaan kandang agar produksi tetap stabil.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (28/1/2026).
Pemilihan Indukan yang Tidak Berkualitas
Salah satu kesalahan pemula saat budidaya jangkrik yang paling mendasar adalah mengabaikan kualitas indukan. Indukan yang tidak sehat atau tidak produktif akan menghasilkan telur yang sedikit, kecil, atau bahkan tidak menetas sama sekali, yang pada akhirnya akan menghambat keberhasilan panen. Pemilihan indukan yang tepat adalah fondasi utama dalam budidaya jangkrik yang sukses.
Untuk mengatasi masalah ini, peternak harus selektif dalam memilih indukan. Pilihlah jangkrik indukan yang sehat, aktif, memiliki ukuran tubuh ideal dan berasal dari peternak terpercaya yang sudah berpengalaman. Indukan yang berasal dari alam bebas seringkali memiliki imunitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan jangkrik hasil penangkaran, sehingga dapat menjadi pilihan yang baik jika memungkinkan.
Perbandingan ideal antara jangkrik jantan dan betina juga perlu diperhatikan, yaitu 1 jantan untuk 5 betina, untuk memastikan proses perkawinan yang optimal dan produksi telur yang maksimal. Cara membedakan jangkrik jantan dan betina yang paling mudah adalah melihat ekornya, di mana jangkrik jantan hanya memiliki dua helai ekor, sedangkan betina terlihat memiliki tiga helai ekor.
Kondisi Kandang yang Tidak Ideal dan Overcrowding
Kondisi kandang yang tidak steril dan lingkungan yang tidak sesuai merupakan kesalahan pemula saat budidaya jangkrik yang sering menyebabkan kematian massal. Kandang yang kotor atau tidak steril dapat menyebabkan penyakit menyebar di koloni jangkrik, berisiko membuat jangkrik mati secara massal. Jangkrik sangat sensitif terhadap kebersihan dan kondisi lingkungan.
Solusinya adalah menjaga kebersihan kandang secara rutin. Lakukan pembersihan sebelum dan sesudah penggunaan, serta sterilisasi kandang menggunakan air panas atau desinfektan ramah lingkungan untuk membunuh bakteri dan jamur. Selain itu, jangkrik menyukai lokasi tenang, sunyi, dan teduh, serta memiliki sirkulasi udara yang cukup, sehingga budidaya sebaiknya menghindari lokasi ramai dan bising, misalnya di pasar atau pinggir jalan raya.
Kepadatan kandang yang berlebihan (overcrowding) juga merupakan masalah serius. Memasukkan terlalu banyak jangkrik dalam satu kandang bisa memicu stres, persaingan makanan, dan kanibalisme yang berujung pada kematian. Pastikan ukuran kandang sesuai dengan jumlah jangkrik yang dibudidayakan untuk memberikan ruang gerak dan oksigen yang cukup, serta mencegah penyebaran penyakit.
Manajemen Pakan yang Buruk
Pakan adalah faktor vital dalam pertumbuhan dan kesehatan jangkrik. Memberikan pakan sembarangan, seperti pakan basi atau tidak bernutrisi, dapat memperlambat pertumbuhan jangkrik atau bahkan membuat mereka sakit. Pakan yang tidak memenuhi kebutuhan nutrisi jangkrik dapat mengakibatkan kematian, termasuk pakan yang terlalu keras, mengandung bahan kimia, atau terkontaminasi jamur atau bakteri. Ini adalah kesalahan pemula saat budidaya jangkrik yang dapat merugikan.
Solusinya adalah memberikan pakan yang sesuai dan berkualitas tinggi. Jangkrik dapat diberi pakan berupa daun segar seperti daun pisang atau kangkung, serta tambahan pakan bernutrisi seperti pelet ikan. Pastikan pakan bebas dari kontaminasi jamur atau bahan kimia berbahaya, dan kombinasikan pakan utama dengan pakan tambahan untuk variasi nutrisi.
Selain makanan, jangkrik juga membutuhkan air yang cukup, yang dapat disediakan dalam bentuk gelas atau wadah kecil di dalam kandang, dan pastikan air selalu bersih dan segar. Kadar air yang terlalu tinggi pada pakan juga bisa menjadi masalah, karena dapat menyebabkan pakan cepat busuk dan memicu penyakit.
Suhu dan Kelembapan yang Tidak Terjaga
Jangkrik sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan kelembapan. Kondisi lingkungan yang tidak sesuai dapat menghambat pertumbuhan atau menurunkan tingkat produktivitas. Suhu kandang yang terlalu panas atau terlalu dingin, serta kelembapan yang tidak sesuai, dapat menyebabkan stres dan melemahkan jangkrik, bahkan menyebabkan kematian massal.
Pastikan suhu kandang berkisar antara 25-30°C dengan kelembapan sekitar 70-80%. Penggunaan termometer dan alat pengukur kelembapan sangat disarankan untuk memantau kondisi ini secara akurat. Ventilasi yang baik juga penting agar udara tetap segar dan tidak lembap berlebihan, yang dapat memicu pertumbuhan jamur.
Lokasi kandang juga harus diperhatikan agar tidak terkena sinar matahari langsung secara berlebihan, karena dapat menyebabkan suhu kandang terlalu panas. Lingkungan yang ideal akan mendukung pertumbuhan jangkrik yang optimal dan mengurangi risiko kematian, sehingga menghindari kesalahan pemula saat budidaya jangkrik ini sangat penting.
Kurangnya Pengendalian Hama dan Penyakit
Sama seperti budidaya hewan lainnya, budidaya jangkrik juga rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Mengabaikan pengendalian hama dan penyakit adalah kesalahan pemula saat budidaya jangkrik yang dapat menyebabkan kerugian besar, bahkan gagal panen total. Hama seperti tikus, cicak, tokek, kadal, dan semut dapat memangsa jangkrik, terutama jangkrik muda, dan sering kali menyebabkan kematian massal.
Penyakit juga dapat menyebar dengan cepat, terutama di kandang yang padat dan kurang bersih. Jangkrik rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur, dan penyakit ini sering kali menyebar dengan cepat di boks ternak yang padat. Sayangnya, jangkrik tidak memiliki pencegahan seperti vaksin, sehingga kebersihan dan lingkungan yang sehat menjadi kunci utama.
Untuk mencegah masalah ini, pastikan kandang aman dari jangkauan hama dan predator. Jaga kebersihan kandang secara ketat dan hindari kondisi lembap yang dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Pemantauan rutin terhadap kesehatan jangkrik juga diperlukan untuk mendeteksi tanda-tanda penyakit sejak dini.
Kurangnya Pemantauan Telur dan Anakan
Proses penetasan telur dan perawatan anakan jangkrik adalah fase kritis yang sering diabaikan oleh peternak pemula. Kesalahan pemula saat budidaya jangkrik dalam hal ini dapat menyebabkan tingkat penetasan yang rendah atau kematian anakan yang tinggi, sehingga mengurangi jumlah panen secara signifikan. Telur jangkrik biasanya akan menetas dalam waktu 7-10 hari.
Setelah menetas, anakan jangkrik membutuhkan perhatian khusus, termasuk pakan yang sesuai dan lingkungan yang aman. Kurangnya pemantauan terhadap telur dapat menyebabkan telur tidak menetas dengan optimal, sementara kurangnya perhatian pada anakan dapat membuat mereka rentan terhadap kanibalisme atau kekurangan pakan.
Pastikan media penetasan telur selalu dalam kondisi yang tepat, tidak terlalu kering atau terlalu basah. Setelah menetas, segera berikan pakan yang lembut dan mudah dicerna oleh anakan jangkrik. Pisahkan anakan dari indukan jika diperlukan untuk mencegah kanibalisme dan pastikan mereka memiliki cukup ruang serta akses ke pakan dan air.
Kurangnya Pengetahuan dan Ketelatenan
Banyak kesalahan pemula saat budidaya jangkrik berakar pada kurangnya pengetahuan dasar tentang biologi jangkrik dan manajemen peternakan yang benar. Pemula seringkali belum menguasai sepenuhnya cara ternak jangkrik yang benar, yang berperan dalam menentukan keuntungan dan kerugian. Selain itu, budidaya jangkrik membutuhkan ketelatenan dan konsistensi dalam perawatan sehari-hari.
Menganggap enteng proses budidaya dapat berujung pada kegagalan, karena budidaya jangkrik merupakan hal yang gampang-gampang susah untuk dilakukan. Solusinya adalah terus belajar dan mencari informasi dari berbagai sumber terpercaya, baik dari buku, artikel, maupun peternak jangkrik yang lebih berpengalaman.
Bergabung dengan komunitas peternak jangkrik juga dapat memberikan wawasan dan dukungan yang berharga. Ketelatenan dalam memantau kondisi kandang, memberikan pakan, menjaga kebersihan, dan mengamati perilaku jangkrik akan sangat menentukan keberhasilan budidaya. Dengan pengetahuan yang cukup dan ketelatenan, kesalahan pemula saat budidaya jangkrik dapat diminimalisir, dan peluang untuk panen melimpah akan semakin besar.
FAQ Seputar Topik
Apa saja kesalahan umum pemula dalam budidaya jangkrik?
Kesalahan umum meliputi pemilihan indukan tidak berkualitas, kondisi kandang tidak ideal, manajemen pakan buruk, suhu dan kelembapan tidak terjaga, kurangnya pengendalian hama penyakit, serta kurangnya pengetahuan dan ketelatenan.
Bagaimana cara memilih indukan jangkrik yang berkualitas?
Pilih indukan yang sehat, aktif, ukuran tubuh ideal, dan berasal dari peternak terpercaya. Indukan dari alam bebas sering memiliki imunitas lebih tinggi.
Berapa suhu dan kelembapan ideal untuk budidaya jangkrik?
Suhu kandang ideal berkisar 25-30°C dengan kelembapan sekitar 70-80%.
Mengapa kepadatan kandang jangkrik perlu diperhatikan?
Kepadatan berlebihan dapat memicu stres, persaingan makanan, kanibalisme, dan penyebaran penyakit, yang berujung pada kematian massal.
Apa saja pakan yang baik untuk jangkrik?
Jangkrik dapat diberi daun segar (pisang, kangkung), sayuran, buah-buahan, serta pelet ikan atau voer yang bernutrisi dan bebas pestisida.

3 days ago
6
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489661/original/063378200_1769917422-Adrian_Luna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489659/original/048936800_1769917047-Dekorasi_rumah_murah_meriah_terbaru_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485525/original/093553600_1769510054-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489682/original/046153500_1769919815-Sinkronisasi-Agenda-Jadi-Fokus-Pertemuan-I-League-dan-John-Herdman-1769775735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489561/original/082116700_1769904661-cara_mencuci_serbet_berminyak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489619/original/087060400_1769914106-cetakan_kue_sedang_dibersihkan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1236627/original/033341900_1463540565-toren_air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489549/original/047677800_1769902095-desain_rumah_minimalis_cat_abu-abu_putih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489586/original/059200800_1769910312-WhatsApp_Image_2026-01-31_at_22.23.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489585/original/035445100_1769909129-Tips_Agar_Seledri_Tumbuh_Subur_di_Iklim_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489342/original/044078000_1769844565-Gemini_Generated_Image_1fr8021fr8021fr8.png)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)