7 Tips Ternak Domba Garut Unggulan agar Cepat Besar dan Bernilai Tinggi, Rahasia Sukses

5 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya domba Garut bukan hanya sekadar usaha, tetapi juga sebuah petualangan yang membuka pintu peluang besar bagi para peternak. Domba Garut dikenal sebagai salah satu jenis domba unggulan di Indonesia yang banyak diminati, baik untuk kontes maupun sebagai hewan ternak bernilai tinggi. Keunggulan domba ini meliputi pertumbuhan yang cepat, daya tahan tubuh kuat, harga jual mahal, kualitas daging lebih baik, serta kemampuan adaptasi mudah terhadap lingkungan.

Dengan perawatan yang baik, domba Garut lebih tahan terhadap kondisi lingkungan beragam, sehingga risiko kerugian akibat penyakit atau kematian ternak dapat ditekan. Daging domba Garut memiliki porsi lebih banyak, tekstur lembut, cita rasa enak, dan kadar lemak cenderung rendah dibandingkan domba pada umumnya. Hal ini membuat harga jualnya cenderung lebih tinggi, bahkan domba Garut kualitas unggulan bisa bernilai puluhan juta rupiah.

Kesuksesan dalam beternak domba Garut tidak hanya bergantung pada modal, tetapi juga pada penerapan teknik perawatan tepat dan strategi manajemen efektif. Sayangnya, banyak peternak pemula gagal karena kurang memahami cara budidaya yang benar, terutama tips menjaga kesehatan domba Garut. Artikel ini akan menjadi panduan komprehensif yang merangkum tips ternak domba Garut unggulan, membantu Anda mencapai kesuksesan dalam usaha budidaya ini. Simak tips selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (27/1/2026).

1. Seleksi Bibit Berkualitas dengan Mata Teliti

Pemilihan bibit merupakan langkah fundamental dalam tips ternak domba Garut unggulan. Penting untuk memilih induk yang memiliki kualitas terbaik agar menghasilkan keturunan yang unggul. Pilihlah domba yang sehat, aktif, tidak cacat fisik, serta memiliki postur tubuh besar dan kaki kokoh.

Induk betina sebaiknya berasal dari keturunan produktif, sedangkan pejantan dipilih yang memiliki tubuh tegap, bebas penyakit, dan nafsu kawin tinggi. Pastikan memilih indukan yang tidak sedarah (inbreeding) untuk mendapatkan keturunan dengan genetik unggul. Seleksi genetik adalah hal utama, seperti yang ditekankan oleh Kang Dundun dari Arsitani Farm, yang mendapatkan bibit dari rekan-rekan terpercaya dengan ternakan yang sudah terbukti bagus.

2. Desain Kandang Panggung yang Nyaman dan Higienis

Manajemen kandang yang tepat adalah kunci dalam tips ternak domba Garut unggulan untuk menjaga kebersihan dan mencegah penyakit. Penggunaan kandang panggung disarankan untuk menjaga kebersihan dan sirkulasi udara, menghindari penyakit kuku dan lainnya.

Domba Garut cenderung agresif, sehingga sistem kandang individu atau baterai lebih disarankan daripada kandang koloni untuk menghindari perkelahian dan cedera. Kandang harus memiliki sirkulasi udara yang baik, cukup sinar matahari, dan tetap kering. Lantai kandang sebaiknya diberi alas panggung kayu atau bambu dengan celah tertentu untuk memudahkan kotoran jatuh, menjaga kebersihan, dan mencegah kelembapan.

Ukuran kandang perlu disesuaikan; misalnya, kandang untuk penggemukan direkomendasikan berukuran sekitar 1 x 1 meter, kandang untuk induk 1,5 x 1 meter, anak domba 0,75 x 1 meter, dan pejantan sekitar 2 x 1,5 meter. Kebersihan kandang adalah hal penting yang tidak boleh diabaikan, dengan kotoran yang dibersihkan setiap hari. Sediakan ventilasi yang baik agar sirkulasi udara tetap lancar.

3. Racik Pakan Seimbang, Hijauan & Konsentrat

Pemberian pakan bernutrisi seimbang adalah salah satu tips ternak domba Garut unggulan yang krusial untuk pertumbuhan optimal. Berikan pakan berkualitas yang terdiri dari rumput lapangan, dedaunan, dan konsentrat. Domba Garut membutuhkan pakan hijauan berkualitas seperti rumput gajah, rumput odot, kaliandra, daun lamtoro, dan leguminosa lainnya.

Selain itu, berikan pakan tambahan (konsentrat) berupa dedak padi, bungkil kedelai, bungkil kelapa, ampas tahu, atau jagung giling untuk meningkatkan asupan protein dan energi. Pakan tambahan seperti ampas tahu dapat membantu meningkatkan bobot domba.

Pakan hijauan sebaiknya diberikan minimal 2–3 kali sehari dalam keadaan segar, sedangkan konsentrat diberikan sesuai kebutuhan bobot tubuh domba, biasanya 1–2% dari berat badan. Induk bunting atau menyusui dan pejantan membutuhkan nutrisi ekstra, dengan protein dan energi yang lebih tinggi. Air minum yang bersih dan segar harus selalu tersedia secara terus-menerus untuk mencegah dehidrasi.

4. Terapkan Perawatan Kesehatan Preventif Rutin

Perawatan intensif dan rutin adalah bagian tak terpisahkan dari tips ternak domba Garut unggulan untuk menjaga kesehatan dan produktivitas. Melibatkan perawatan rutin seperti mandi dengan sabun khusus, sikat bulu, serta pemotongan bulu dan kuku secara berkala sangat diperlukan.

Mandikan domba minimal seminggu sekali menggunakan sabun khusus atau desinfektan untuk mencegah penyakit kulit. Cukur bulu dan potong kuku secara berkala; pencukuran bulu pertama biasanya dilakukan pada umur 8 bulan, lalu setiap 3-6 bulan sekali. Pencukuran bulu membantu mencegah parasit dan memantau kondisi tubuh domba, serta mempermudah perawatan.

Lakukan vaksinasi rutin sesuai anjuran dinas peternakan setempat, terutama untuk mencegah penyakit menular seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Berikan vitamin dan obat cacing secara rutin untuk menjaga sistem pencernaan dan daya tahan tubuh. Pemeriksaan fisik rutin (3 hari - seminggu sekali) penting untuk deteksi dini penyakit. Suplemen Organik Cair (SOC) Spesialis Peternakan GDM, yang terbuat dari bahan organik, juga dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas domba.

5. Kelola Perkawinan dan Kebuntingan dengan Cermat

Manajemen perkembangbiakan yang tepat adalah salah satu tips ternak domba Garut unggulan untuk menghasilkan keturunan berkualitas. Biasanya, domba Garut pejantan siap kawin pada usia 12–15 bulan, sedangkan betina pada usia 10–12 bulan.

Pantau siklus birahi betina yang biasanya terjadi setiap 17 hari. Batasi frekuensi perkawinan pejantan, idealnya maksimal dua kali seminggu, untuk menjaga kualitas sperma. Sediakan kandang khusus untuk domba betina yang akan melahirkan dan selama masa bunting, serta berikan pakan bergizi lebih banyak untuk mempercepat pemulihan setelah melahirkan.

Hindari memindahkan kandang atau melakukan perawatan yang terlalu intensif (seperti memandikan atau memotong kuku) pada awal kehamilan (dua bulan pertama) untuk mengurangi risiko stres. Anak domba harus mendapatkan asupan susu induk yang cukup selama 3 bulan pertama agar tumbuh sehat dan kuat.

6. Lakukan Pemotongan Kuku dan Pengumbaran Rutin

Pemotongan kuku dan pengumbaran adalah bagian penting dari tips ternak domba Garut unggulan untuk menjaga kesehatan fisik. Kuku domba perlu dipotong agar tidak terlalu panjang, karena bisa menyebabkan infeksi atau kesulitan berjalan.

Pemotongan kuku secara berkala, bersamaan dengan mandi, membantu menjaga pondasi pijakan domba agar tidak mengganggu sendi dan tulang tubuh. Pengumbaran atau exercise diperlukan untuk melatih otot-otot tubuh dan menjaga metabolisme domba, terutama betina.

Untuk pejantan, pengumbaran harus dilakukan dengan diikat karena sifat agresif mereka.

7. Monitor Pertumbuhan dan Cegah Stres

Monitoring dan pencegahan stres merupakan tips ternak domba Garut unggulan yang tidak boleh diabaikan. Lakukan pemeriksaan fisik rutin (3 hari - seminggu sekali) untuk deteksi penyakit sedini mungkin.

Timbang berat badan secara berkala untuk memantau progres pertumbuhan domba. Domba Garut dikenal memiliki laju pertumbuhan yang relatif cepat dengan bobot tubuh yang bisa mencapai 60–80 kg untuk jantan dewasa. Ciptakan lingkungan yang tenang, hindari suara bising, perlakuan kasar, serta kepadatan kandang yang berlebihan.

Manajemen stres yang baik akan mendukung kesehatan dan produktivitas domba, karena ketika ternak sehat, antibodi mereka juga kuat.

Kesuksesan dalam tips ternak domba Garut unggulan sangat bergantung pada konsistensi penerapan manajemen segitiga emas, yang mencakup genetik unggul, kandang nyaman, dan pakan berkualitas. Dengan ketelatenan dalam perawatan dan pemberian pakan yang tepat, domba Garut akan tumbuh cepat, sehat, dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Teruslah belajar, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli peternakan atau peternak yang berpengalaman, dan pantau perkembangan ternak Anda secara detail. Dengan dedikasi dan strategi yang tepat, usaha budidaya domba Garut Anda akan mencapai hasil yang optimal dan bernilai tinggi.

FAQ

Q: Berapa modal awal untuk ternak domba Garut pemula?

A: Investasi awal beternak domba Garut cenderung terjangkau, fokuskan modal pada pembelian bibit unggul dan pembuatan kandang yang baik karena genetik menyumbang sebagian besar kesuksesan.

Q: Apa penyebab domba Garut kurus meski makan banyak?

A: Domba Garut yang kurus meskipun makan banyak kemungkinan besar terkena parasit internal (cacing) atau eksternal (kutu, caplak), sehingga perlu segera diberikan obat cacing dan periksa kebersihan kandang.

Q: Kapan waktu ideal pertama kali mencukur bulu domba Garut?

A: Waktu ideal pertama kali mencukur bulu domba Garut adalah saat domba mencapai dewasa biologis, yaitu sekitar umur 8 bulan, untuk merangsang pertumbuhan pesat pada fase berikutnya.

Q: Bagaimana cara mengetahui domba Garut sedang birahi?

A: Tanda-tanda domba Garut sedang birahi meliputi gelisah, ekor sering digerakkan, vulva membengkak dan kemerahan, serta mau berdiam jika dinaiki domba lain; siklus birahi betina biasanya terjadi setiap 17 hari.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|