Liputan6.com, Jakarta - Membudidayakan ikan kini tidak selalu membutuhkan kolam luas atau modal besar. Dengan metode sederhana, Anda sudah bisa memulai usaha perikanan skala rumahan. Salah satu cara yang banyak dicoba adalah menerapkan tips ternak ikan wader cuma pakai galon yang terbukti praktis dan mudah diterapkan.
Teknik ini cocok untuk Anda yang memiliki keterbatasan lahan, tetapi ingin memelihara ikan wader untuk konsumsi maupun pembesaran. Dengan perawatan yang tepat, ternak ikan wader di galon tetap bisa menghasilkan panen optimal.
1. Pemilihan Bibit Ikan Wader yang Tepat
Langkah awal dalam tips ternak ikan wader cuma pakai galon adalah memastikan kualitas bibit. Pilih indukan wader yang sehat, aktif berenang, serta tidak memiliki cacat fisik.
Menurut Kanal YouTube Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi, ukuran indukan ideal ikan wader minimal adalah tujuh cm agar siap dipijahkan dan mampu menghasilkan telur yang berkualitas.
Perbedaan wader jantan dan betina perlu Anda kenali sejak awal. Betina biasanya memiliki perut lebih besar dan lunak, sedangkan jantan cenderung ramping. Saat dilakukan pengurutan lembut dari perut ke arah lubang urogenital, jantan akan mengeluarkan cairan putih berupa sperma.
Pemilihan indukan yang tepat sangat menentukan tingkat keberhasilan pemijahan. Induk yang matang gonad cenderung lebih cepat bertelur dan menghasilkan larva dengan tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi.
2. Menyiapkan Media Ternak Menggunakan Galon
Media ternak bisa menggunakan galon air mineral bekas berkapasitas 15–19 liter. Potong bagian atas galon agar memudahkan sirkulasi udara dan pengamatan ikan. Isi air bersih sebanyak 10–12 liter agar ikan memiliki ruang gerak cukup.
Air yang digunakan sebaiknya sudah diendapkan minimal 24 jam untuk menghilangkan kandungan klorin. Anda juga bisa menambahkan aerator kecil agar kadar oksigen tetap stabil selama proses pemijahan dan pemeliharaan.
Penempatan galon sebaiknya di lokasi teduh, tidak terkena sinar matahari langsung. Suhu air ideal berkisar 26–28 derajat Celsius agar ikan wader tetap aktif dan tidak mudah stres.
3. Pemeliharaan Indukan Selama Proses Pemijahan
Setelah media siap, indukan ikan wader dimasukkan secara perlahan agar tidak stres. Pemeliharaan pada fase ini sangat menentukan keberhasilan budidaya. Ikan yang stres cenderung enggan memijah atau menghasilkan telur dalam jumlah sedikit.
Selama pemeliharaan, perhatikan perilaku ikan setiap hari. Indukan yang siap memijah biasanya terlihat lebih aktif dan sering bergerak di dasar galon. Proses pemijahan umumnya terjadi pada malam hari hingga dini hari dalam kondisi air yang tenang.
Pemberian pakan tetap perlu diperhatikan, meskipun tidak berlebihan. Gunakan pakan alami seperti cacing sutra atau kutu air dalam jumlah secukupnya. Pakan berkualitas membantu menjaga stamina indukan serta meningkatkan kualitas telur yang dihasilkan.
4. Pengambilan Telur Agar Tidak Dimakan Induk
Begitu telur terlihat menempel di dinding galon atau dasar wadah, langkah selanjutnya adalah segera memisahkan telur dari indukan. Hal ini penting karena ikan wader memiliki sifat kanibal terhadap telur jika dibiarkan terlalu lama dalam satu wadah.
Pengambilan telur bisa dilakukan menggunakan sendok plastik, pipet besar, atau selang kecil. Lakukan dengan sangat hati-hati agar telur tidak pecah atau rusak. Pastikan alat yang digunakan bersih untuk mencegah jamur atau bakteri menyerang telur.
Setelah telur dipindahkan, indukan sebaiknya segera dikeluarkan dari galon dan dikondisikan kembali. Pemisahan yang cepat akan meningkatkan persentase telur menetas dan mengurangi risiko kegagalan penetasan.
5. Proses Penetasan Telur Ikan Wader
Telur yang sudah dipisahkan sebaiknya ditetaskan di akuarium kecil atau wadah transparan dengan sirkulasi air yang baik. Aerator dengan aliran lembut sangat disarankan agar oksigen terlarut tetap mencukupi tanpa membuat telur terbawa arus.
Dalam kondisi normal, telur ikan wader akan menetas dalam waktu sekitar 24–30 jam. Suhu air ideal berkisar 26–28 derajat Celsius untuk mendukung perkembangan embrio. Hindari memindahkan wadah terlalu sering agar telur tidak terganggu.
Setelah menetas, telur berubah menjadi larva yang masih membawa cadangan kuning telur. Pada fase ini, larva belum membutuhkan pakan tambahan dan cukup dibiarkan berenang bebas hingga siap masuk tahap pendederan.
6. Pendederan Pertama Setelah Telur Menetas
Pendederan pertama dimulai ketika larva sudah mampu berenang aktif, biasanya pada hari ketiga setelah menetas. Gunakan wadah terpisah dengan kepadatan rendah agar pertumbuhan ikan lebih merata dan tidak saling berebut pakan.
Pakan awal yang diberikan bisa berupa infusoria, air hijau, atau kuning telur rebus yang dilarutkan dengan air. Pemberian pakan dilakukan sedikit tetapi rutin agar air tidak cepat kotor.
Pada fase ini, penggantian air perlu dilakukan secara berkala sekitar 20–30 persen setiap dua hingga tiga hari. Pendederan pertama berlangsung sekitar 3–4 minggu hingga ikan mencapai ukuran kurang lebih 1 cm.
7. Pendederan Kedua Hingga Ikan Siap Dikonsumsi
Pendederan kedua dilakukan setelah ikan berumur sekitar satu bulan dengan ukuran 1–2 cm. Pada tahap ini, ikan membutuhkan ruang yang lebih luas karena aktivitas berenang semakin aktif dan nafsu makan meningkat.
Proses pendederan kedua berlangsung sekitar 60–75 hari hingga ikan mencapai ukuran 4–5 cm. Pakan bisa ditingkatkan menggunakan tepung pelet halus atau pakan alami berukuran kecil agar pertumbuhan lebih optimal.
Setelah mencapai ukuran tersebut, ikan wader dapat dibesarkan hingga 7 cm agar siap dikonsumsi atau dijual. Dengan menerapkan tips ternak ikan wader cuma pakai galon secara konsisten, hasil panen tetap maksimal meski menggunakan media sederhana.
Pertanyaan Seputar Ternak Ikan Wader
Berapa lama waktu panen ikan wader?
Waktu panen ikan wader umumnya berkisar 3–4 bulan sejak telur menetas. Pada fase ini, ikan biasanya sudah mencapai ukuran 5–7 cm sehingga layak dikonsumsi.
Apa pakan terbaik untuk ikan wader?
Pakan terbaik untuk ikan wader menyesuaikan fase pertumbuhannya. Larva membutuhkan pakan alami seperti infusoria atau kuning telur rebus, lalu beralih ke cacing sutra, kutu air, atau pelet halus. Saat ikan membesar, pelet berprotein sedang sudah cukup untuk mendukung pertumbuhan stabil.
Berapa harga ikan wader per kilo?
Harga ikan wader per kilogram bervariasi tergantung daerah dan ukuran, namun umumnya berada di kisaran Rp40.000–Rp80.000 per kg.
Apakah ikan wader butuh aerator?
Ikan wader tidak selalu membutuhkan aerator, terutama jika dipelihara dalam jumlah terbatas dan air rutin diganti. Namun, penggunaan aerator tetap dianjurkan untuk menjaga kadar oksigen terlarut, mencegah air cepat keruh, serta mendukung pertumbuhan ikan yang lebih sehat dan merata.

5 days ago
10
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489817/original/060182500_1769934694-ALBA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488065/original/098648900_1769702710-Persebaya_Surabaya_vs_Dewa_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489815/original/061708800_1769933719-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_15.09.47__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489875/original/060739600_1769941602-Sore_Ini_Kita_Harus_Menang__Come_On_Borneo______BorneoFC__Samarinda__Manyala__SuperLeague.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)