7 Usaha Ternak Ikan di Rumah Sempit, Mudah dan Untung Besar untuk Pemula

6 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tak lagi menjadi penghalang untuk memulai usaha mandiri. Budidaya ikan skala rumahan kini menjadi peluang bisnis yang banyak dilirik, karena dapat dijalankan di ruang terbatas seperti teras atau halaman belakang rumah dengan hasil yang menjanjikan.

Usaha ternak ikan di lahan sempit bisa dijalankan dengan mudah, termasuk bagi pemula hingga pelaku usaha yang ingin memulai peluang jual beli ikan konsumsi. Anda pun bisa memilih ruang terbatas di sekitar rumah untuk dioptimalkan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan. 

Jenis usaha ini berpotensi untung berlipat, karena komoditas ikan air tawar menjadi salah satu bahan pangan yang banyak dicari. Selain menjadi sasaran konsumsi kelompok rumah tangga, banya di antaranya yang juga diburu para pengusaha makanan. Lantas apa saja jenis ikan yang bisa dibudidaya di area rumah yang sempit? Simak informasi selengkapnya, dirangkum Liputan6, Senin (26/1).

1. Budidaya Ikan Lele

Ikan lele merupakan komoditas perikanan yang populer di Indonesia. Daya tahan tubuh ikan lele kuat, sehingga dapat hidup di berbagai kondisi air. Budidaya ikan lele cocok dilakukan menggunakan kolam terpal, bak, atau tong, yang memungkinkan pemanfaatan area terbatas seperti samping rumah.

Perawatan ikan lele meliputi persiapan kolam, pemilihan bibit, pemberian pakan, dan menjaga kualitas air. Kolam terpal perlu disiapkan dengan volume yang disesuaikan dengan kondisi halaman rumah. Suhu air kolam harus terjaga antara 20 hingga 28 derajat Celsius untuk mendukung pertumbuhan optimal.

Pemberian pakan teratur dan pemantauan kualitas air dengan probiotik dapat mendukung pertumbuhan ikan. Siklus panen ikan lele relatif cepat, sekitar 2,5 hingga 3 bulan, sehingga memberikan keuntungan dalam waktu singkat.

2. Budidaya Ikan Nila

Ikan nila adalah jenis ikan air tawar yang mudah beradaptasi dengan lingkungan kolam kecil. Pertumbuhan ikan nila relatif cepat dan memiliki pangsa pasar luas, menjadikannya pilihan menarik untuk usaha rumahan. Budidaya ikan nila dapat dilakukan di lahan terbatas menggunakan kolam terpal.

Sistem budidaya Recirculating Aquaculture System (RAS) juga dapat diterapkan untuk memaksimalkan produksi ikan nila di lahan sempit. Sistem RAS membantu menjaga kualitas air tetap bersih dan ramah lingkungan. Perawatan ikan nila meliputi persiapan kolam terpal dengan kedalaman 50-75 cm.

Lanjut baca

Lokasi kolam harus mendapat sinar matahari cukup dan jauh dari sumber limbah. Kualitas air perlu dijaga dengan suhu 25-30°C dan pH 6,5-8. Pemilihan bibit unggul dengan ukuran 5-10 cm juga penting untuk keberhasilan usaha. Panen dapat dilakukan dalam 2 bulan dengan perawatan optimal.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|