8 Media Ternak Ikan Paling Murah: Solusi Praktis untuk Pemula dan Usaha Rumahan

1 day ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Ternak ikan merupakan salah satu sektor bisnis yang menjanjikan, namun seringkali terkendala oleh tingginya biaya investasi awal, terutama untuk pembangunan kolam. Kini, mencari media ternak ikan paling murah menjadi solusi cerdas bagi para pemula dan pelaku usaha skala rumah tangga yang ingin memulai bisnis perikanan dengan modal terbatas.

Dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana dan mudah didapat, siapa saja dapat memulai usaha budidaya ikan tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk infrastruktur kolam. Berbagai media alternatif seperti ember, terpal, ban bekas, dan bahan daur ulang lainnya telah terbukti mampu menghasilkan produktivitas yang tidak kalah dengan kolam permanen yang mahal.

Berikut ini telah Liputan6 ulas delapan jenis media ternak ikan paling murah yang telah terbukti efektif dan mudah diterapkan oleh siapa saja, pada Jumat (30/1).

1. Kolam Ember untuk Budidaya Intensif (Budikdamber)

Kolam ember, atau yang dikenal dengan sistem Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember), telah menjadi pilihan populer bagi peternak ikan pemula karena kemudahan pengelolaan dan efisiensinya. Sistem ini sangat cocok untuk budidaya ikan lele, nila, atau patin dalam skala kecil dengan hasil yang optimal. Keunggulan utama dari media ini adalah fleksibilitas penempatannya yang dapat diletakkan di berbagai lokasi seperti teras atau halaman belakang rumah.

Selain itu, sistem ini dapat dikombinasikan dengan menanam sayuran seperti kangkung atau bayam di bagian atas ember, menciptakan sistem akuaponik sederhana yang menghasilkan dua komoditas sekaligus.

Estimasi biaya untuk ember berkapasitas 80 liter bervariasi, mulai dari sekitar Rp 7.000 hingga Rp 109.826, tergantung jenis dan penjualnya. Paket Budikdamber lengkap dengan ember 80 liter dapat berkisar antara Rp 125.000 hingga Rp 130.000.

  • Pilih ember berkapasitas 80-100 liter yang sesuai untuk budidaya.
  • Buat lubang pada tutup ember untuk sirkulasi udara atau tempat menanam sayuran.
  • Pasang keran air di bagian bawah ember (opsional) untuk memudahkan pergantian air.
  • Isi ember dengan air dan diamkan selama 24 jam sebelum menebar benih ikan.
  • Berikan aerasi sederhana menggunakan pompa udara kecil jika diperlukan.

2. Kolam Terpal dengan Kerangka Bambu

Kolam terpal merupakan pilihan yang sangat populer untuk budidaya ikan skala menengah karena kombinasi antara biaya yang terjangkau dengan kapasitas yang memadai. Media ini memungkinkan peternak untuk memelihara ikan dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan ember, namun tetap dengan biaya investasi yang relatif rendah.

Kerangka bambu dipilih karena material ini mudah didapat, ramah lingkungan, dan memiliki daya tahan yang cukup baik untuk mendukung terpal yang berisi air.

Sistem drainase dan pergantian air juga dapat dirancang dengan mudah dengan menambahkan pipa PVC di bagian bawah kolam.

Estimasi biaya untuk kolam terpal bervariasi tergantung ukuran, namun umumnya lebih terjangkau dibandingkan kolam permanen.

  • Buat kerangka persegi panjang dari bambu dengan ukuran yang diinginkan.
  • Ikat sambungan bambu dengan tali nilon atau kawat yang kuat.
  • Bentangkan terpal berkualitas baik di dalam kerangka.
  • Lipat dan ikat terpal pada kerangka dengan rapi agar tidak ada kebocoran.
  • Isi air secara perlahan sambil memastikan terpal tidak robek.
  • Diamkan selama 2-3 hari sebelum menebar benih ikan.

3. Kolam dari Ban Bekas Kendaraan Berat

Ukuran ban yang besar memberikan ruang yang cukup untuk pertumbuhan ikan, sementara bentuk lingkarannya yang alami dapat menciptakan sirkulasi air yang baik. Media ini sangat cocok untuk budidaya ikan lele atau bawal, dan juga dapat berfungsi sebagai kolam hias di taman.

Ban bekas memiliki daya tahan yang luar biasa terhadap cuaca dan dapat bertahan bertahun-tahun tanpa mengalami kerusakan yang berarti. Selain itu, bentuknya yang unik dapat menjadi elemen dekoratif yang menarik di halaman rumah, sehingga budidaya ikan menjadi bagian dari lanskap.

Biaya untuk ban bekas loader bisa sangat murah atau bahkan gratis jika didapatkan dari bengkel atau lokasi proyek. Biaya tambahan mungkin diperlukan untuk plastik atau bahan penutup dasar.

  • Pilih ban bekas berukuran besar dari truk atau traktor.
  • Bersihkan ban secara menyeluruh dari oli dan kotoran.
  • Potong bagian pinggir atas ban agar diameter lebih luas (opsional).
  • Lapisi bagian dalam ban dengan plastik tebal atau aplikasikan semen pada dasar ban.
  • Pastikan tidak ada kebocoran dengan mengisi air dan diamkan semalam.
  • Tambahkan tanaman air atau dekorasi sesuai keinginan.

4. Kolam Tanah Galian Tradisional

Kolam tanah galian merupakan media budidaya ikan yang paling alami dan dapat memberikan hasil terbaik untuk pertumbuhan ikan karena mengandung berbagai mikroorganisme dan pakan alami. Media ini memiliki biaya operasional yang sangat rendah dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama. Kolam tanah sangat ideal untuk budidaya ikan air tawar seperti gurame, mujair, atau ikan mas.

Ekosistem alami yang terbentuk dalam kolam tanah memberikan keseimbangan biologis yang optimal untuk pertumbuhan ikan. Plankton, cacing, dan mikroorganisme lainnya yang hidup secara alami di kolam tanah menjadi sumber protein tambahan yang sangat bermanfaat bagi ikan.

Biaya pembuatan kolam tanah galian bisa sangat rendah, bahkan Rp 0 jika dikerjakan sendiri, atau sekitar Rp 50.000 jika melibatkan biaya tenaga kerja atau sewa alat.

  • Tentukan lokasi yang strategis dengan sumber air yang memadai.
  • Gali tanah dengan kedalaman 80-120 cm dan bentuk yang diinginkan.
  • Buat saluran pemasukan dan pengeluaran air.
  • Biarkan dasar kolam mengering selama beberapa hari.
  • Taburi kapur tohor atau dolomit untuk menetralkan pH tanah.
  • Isi air secara bertahap dan diamkan 1-2 minggu sebelum penebaran benih.

5. Media Styrofoam Bekas dengan Lapisan Pelindung

Styrofoam bekas kemasan buah atau elektronik dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya ikan yang sangat ekonomis, terutama untuk pemeliharaan ikan hias atau pembenihan. Keunggulan styrofoam terletak pada sifatnya yang ringan, mudah dipindahkan, dan memiliki insulasi termal yang baik sehingga suhu air lebih stabil.

Media ini sangat cocok untuk pemula yang ingin belajar teknik budidaya ikan sebelum berinvestasi pada media yang lebih besar.

Meskipun berukuran kecil, media styrofoam sangat efektif untuk kegiatan pemijahan ikan atau pemeliharaan burayak (anak ikan) yang memerlukan perhatian khusus.

Estimasi biaya untuk styrofoam bekas dan bahan pelapis adalah sekitar Rp 10.000 - Rp 25.000.

  • Pilih styrofoam bekas yang masih dalam kondisi baik tanpa retakan.
  • Bersihkan styrofoam dari sisa-sisa kemasan atau stiker.
  • Lapisi bagian dalam dengan plastik mulsa atau cat khusus kolam.
  • Pastikan lapisan pelindung menutupi seluruh permukaan dalam styrofoam.
  • Buat lubang kecil di bagian bawah untuk drainase darurat.
  • Isi air dan diamkan 24 jam untuk memastikan tidak ada kebocoran.

6. Kolam Galon Air Mineral Bekas

Galon air mineral bekas yang sudah tidak terpakai dapat disulap menjadi media budidaya ikan yang sangat praktis dan ekonomis. Media ini sangat cocok untuk budidaya ikan cupang, guppy, atau ikan hias kecil lainnya, serta ikan lele.

Sistem ini juga dapat dikembangkan menjadi rangkaian multiple tank untuk program pembiakan ikan hias atau sebagai sistem karantina ikan baru. Kemudahan dalam pembersihan dan sterilisasi menjadikan media ini sangat higienis untuk pemeliharaan ikan.

Galon bekas seringkali bisa didapatkan gratis atau dibeli dengan harga sangat murah, sekitar Rp 5.000 - Rp 20.000 per buah.

  • Pilih galon bekas yang masih bening dan tidak retak.
  • Potong bagian atas galon dengan rapi menggunakan cutter.
  • Haluskan bagian potongan agar tidak melukai ikan.
  • Bersihkan galon secara menyeluruh dengan sabun dan bilas hingga bersih.
  • Letakkan dalam posisi horizontal atau vertikal sesuai kebutuhan.
  • Tambahkan aerasi kecil jika diperlukan untuk ikan yang membutuhkan oksigen tinggi.

7. Kolam Batako dengan Minimalis Semen

Kolam batako merupakan media semi-permanen yang menawarkan durabilitas tinggi dengan biaya yang relatif terjangkau. Konstruksi ini sangat cocok untuk peternak yang menginginkan kolam yang lebih tahan lama namun tidak memiliki anggaran untuk membuat kolam semen full finishing. Teknik pemasangan yang sederhana memungkinkan pembuatan dilakukan secara mandiri tanpa harus menyewa tukang bangunan.

Kelebihan kolam batako terletak pada kemampuannya menahan tekanan air yang besar dan tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem.

Estimasi biaya untuk kolam batako berkisar antara Rp 200.000 - Rp 400.000 tergantung ukuran kolam.

  • Buat pondasi sederhana dengan menggali tanah sedalam 20-30 cm.
  • Susun batako membentuk dinding kolam dengan pola yang rapi.
  • Gunakan campuran semen dan pasir untuk mengisi celah antar batako.
  • Aplikasikan semen tipis pada sambungan dan dasar kolam.
  • Biarkan mengering selama 3-5 hari sebelum pengisian air.
  • Tes kebocoran dengan mengisi air secara bertahap.

8. Keramba Bambu untuk Budidaya di Perairan Alami

Keramba bambu merupakan media budidaya ikan yang sangat ekonomis bagi mereka yang tinggal dekat dengan sungai, danau, atau aliran air bersih lainnya. Sistem ini memanfaatkan aliran air alami untuk menjaga kualitas air dan menyediakan oksigen yang cukup bagi ikan.

Keramba bambu sangat cocok untuk budidaya ikan air tawar seperti nila, mas, atau patin dengan biaya operasional yang sangat minimal.

Estimasi biaya untuk bahan bambu dan aksesori keramba berkisar antara Rp 30.000 - Rp 70.000.

  • Potong bambu dengan ukuran yang seragam untuk membuat kerangka kotak.
  • Rakit bambu menggunakan tali nilon atau kawat menjadi bentuk kubus.
  • Buat celah antar bambu sekitar 1-2 cm agar air dapat mengalir namun ikan tidak keluar.
  • Tambahkan pelampung dari bambu atau drum plastik agar keramba mengapung.
  • Ikat keramba ke tiang pancang atau pohon di tepi sungai.
  • Pastikan posisi keramba berada di aliran air yang tidak terlalu deras.

Pertanyaan dan Jawaban

Q: Media mana yang paling cocok untuk pemula yang baru memulai budidaya ikan?

A: Kolam ember (Budikdamber) adalah pilihan terbaik untuk pemula karena mudah dikelola, biaya rendah, dan risiko kegagalan minimal. Sistem ini memungkinkan pembelajaran teknik dasar budidaya sebelum upgrade ke media yang lebih besar.

Q: Berapa kapasitas maksimal ikan yang bisa dipelihara dalam setiap media?

A: Ember 80L: 50-80 ekor lele ukuran 5-7cm; Kolam terpal 2x3m: 500-800 ekor; Ban bekas: 30-50 ekor; Galon 19L: 5-10 ekor ikan kecil. Padat tebar tergantung sistem aerasi dan manajemen kualitas air.

Q: Bagaimana cara menjaga kualitas air pada media budidaya murah?

A: Lakukan pergantian air 20-30% setiap 3-5 hari, gunakan biofilter sederhana dari ijuk atau spons, berikan pakan secukupnya tanpa berlebihan, dan pastikan aerasi yang cukup terutama untuk media tertutup seperti ember.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|