Liputan6.com, Jakarta - Menanam seledri di pot menjadi pilihan praktis bagi penghobi tanaman atau pemilik rumah yang ingin memiliki sayuran segar langsung di rumah. Selain mudah dirawat, menanam seledri di pot memungkinkan kontrol lebih baik terhadap media tanam, penyiraman, dan pencahayaan, sehingga tanaman bisa tumbuh optimal meski di ruang terbatas. Namun, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: berapa lama waktu yang dibutuhkan sebelum seledri siap dipanen?
Waktu panen seledri tergantung pada varietas, kondisi pertumbuhan, dan teknik perawatan. Secara umum, seledri yang ditanam di pot bisa mulai dipanen dalam kurun waktu tertentu setelah bibit ditanam, selama tanaman mendapatkan nutrisi, cahaya, dan air yang cukup. Artikel ini akan membahas perkiraan waktu panen seledri di pot dan tips perawatan agar hasil panen lebih segar dan maksimal.
Waktu Panen Seledri Berdasarkan Metode Tanam
Waktu yang dibutuhkan seledri untuk siap panen sangat dipengaruhi oleh metode penanaman awal. Jika Anda menanam seledri dari biji secara konvensional, prosesnya akan memakan waktu lebih lama dibandingkan metode lainnya. Umumnya, seledri yang ditanam dari biji siap panen dalam 80 hingga 100 hari setelah tanam, dengan panen pertama bisa dilakukan setelah tanaman berumur satu hingga tiga bulan.
Proses penanaman dari biji memerlukan fase penyemaian yang cukup panjang, sekitar 45-50 hari, sebelum bibit siap dipindahkan. Beberapa varietas, terutama yang menyukai cuaca dingin, bahkan membutuhkan waktu hingga 16 minggu untuk mencapai usia panen yang ideal. Tanaman seledri dianggap siap panen ketika tingginya sudah mencapai 25-30 cm, menunjukkan pertumbuhan yang cukup matang.
Berbeda halnya jika Anda menggunakan metode regrowing atau menanam dari pangkal batang sisa dapur. Dengan metode ini, daun muda seledri bisa dipetik jauh lebih cepat, yaitu sekitar 3-4 minggu setelah akar dan tunas baru mulai tumbuh. Sementara itu, untuk budidaya seledri dengan sistem hidroponik, waktu panen bisa lebih singkat lagi, yakni dalam kurun waktu 1 hingga 1,5 bulan saja, berkat nutrisi yang langsung tersedia.
Tips Penting Perawatan Seledri di Pot
Menanam seledri di pot sangat direkomendasikan bagi pemula karena kondisi pertumbuhannya lebih mudah dikontrol. Untuk memastikan seledri tumbuh subur dan menghasilkan panen yang segar serta maksimal, beberapa tips perawatan esensial perlu diperhatikan. Perawatan yang tepat akan mendukung pertumbuhan akar yang kuat dan daun yang rimbun.
Salah satu kunci utama adalah memastikan seledri mendapatkan lingkungan tumbuh yang sesuai, mulai dari media tanam hingga paparan sinar matahari. Pemilihan pot yang tepat dengan drainase baik serta media tanam yang kaya nutrisi akan menjadi fondasi bagi kesehatan tanaman. Konsistensi dalam penyiraman juga sangat krusial untuk menjaga kelembaban tanah yang disukai seledri.
Selain itu, pemupukan secara berkala dan pemilihan varietas yang cocok dengan iklim setempat akan sangat membantu. Dengan mengikuti pedoman perawatan ini, Anda dapat meminimalkan risiko kegagalan dan memaksimalkan potensi hasil panen seledri di pot Anda.
Memilih Pot dan Media Tanam Ideal
Pemilihan pot yang tepat adalah langkah awal yang krusial. Pastikan pot atau polybag memiliki lubang drainase yang memadai untuk mencegah genangan air, yang dapat menyebabkan akar busuk. Seledri memiliki akar yang cukup panjang, sehingga disarankan menggunakan pot dengan kedalaman minimal 20 cm, atau idealnya 30 cm, dan diameter sekitar 25-35 cm. Pot plastik lebih disarankan karena dapat membantu mempertahankan kelembaban tanah dibandingkan pot tanah liat tanpa glasir.
Media tanam juga memegang peranan penting. Gunakan campuran media yang gembur dan subur, seperti kombinasi tanah, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Tanah kebun yang kaya humus dan bahan organik sangat baik untuk nutrisi seledri. Jika tanah terlalu padat, campurkan dengan pasir atau kompos untuk memperbaiki tekstur dan kesuburannya.
Tingkat keasaman tanah (pH) yang disukai seledri berkisar antara 6.0-6.5, atau antara 6-7. Anda juga bisa menggunakan cocopeat sebagai media tanam karena ringan dan mampu menyimpan air, namun perlu dicampur dengan bahan lain untuk nutrisi. Setelah mencampur media tanam, diamkan beberapa minggu sebelum digunakan untuk menanam agar nutrisinya menyatu sempurna.
Penyiraman dan Sinar Matahari Optimal
Seledri adalah tanaman yang sangat menyukai kelembaban, sehingga membutuhkan banyak air dan kondisi tanah yang konsisten lembap, namun tidak becek. Penyiraman sebaiknya dilakukan secara teratur, satu hingga dua kali sehari pada pagi dan sore hari, terutama pada fase awal pertumbuhan. Seiring waktu, frekuensi penyiraman dapat disesuaikan menjadi satu hari sekali atau tiga kali seminggu, tergantung kondisi cuaca dan kelembaban media tanam. Hindari penyiraman berlebihan yang bisa menyebabkan akar busuk. Penggunaan mulsa juga dapat membantu menjaga kelembaban tanah lebih lama.
Selain air, sinar matahari juga merupakan faktor vital bagi pertumbuhan seledri. Tanaman ini membutuhkan minimal 4 jam sinar matahari langsung setiap hari untuk tumbuh subur. Meskipun seledri masih bisa tumbuh di tempat tanpa sinar matahari langsung, cahaya yang cukup akan menghasilkan daun yang lebih hijau dan sehat. Untuk iklim tropis seperti Indonesia, letakkan pot seledri di tempat yang terkena matahari pagi dan pindahkan ke area teduh saat matahari siang terlalu terik untuk mencegah daun layu. Penggunaan naungan bisa menjadi solusi efektif saat cuaca sangat panas.
Strategi Pemupukan dan Pengendalian Hama
Pemupukan adalah kunci untuk memastikan seledri mendapatkan nutrisi yang cukup dan tumbuh maksimal. Untuk budidaya organik, pupuk organik cair sangat efektif sebagai pupuk susulan yang diberikan setiap satu minggu sekali. Alternatifnya, pupuk kompos atau pupuk kandang dapat ditaburkan sebanyak 1-2 genggam setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Setelah pindah tanam, pemupukan rutin bisa dilakukan setiap dua minggu sekali menggunakan pupuk kimia, baik secara kocor maupun tabur.
Pengendalian hama dan penyakit pada seledri di pot relatif lebih mudah. Hama seperti ulat tanah, keong, kutu, dan tunggau jarang menjadi masalah serius dan seringkali bisa diberantas dengan dipungut langsung. Penyakit seperti cercospora, bercak septoria, dan virus aster yellow dapat dicegah dengan pemilihan benih yang baik, sanitasi kebun yang rutin, dan pemupukan yang seimbang. Jika serangan hama atau penyakit menghebat, penggunaan pestisida organik dapat menjadi pilihan terakhir. Penting untuk selalu memantau tanaman secara berkala untuk deteksi dini.
Panen Berkelanjutan dan Perawatan Pasca Panen
Salah satu keunggulan menanam seledri di pot adalah kemampuannya untuk dipanen secara berkelanjutan, dikenal dengan metode cut-and-come-again. Seledri dapat dipanen hingga 8-10 kali atau bahkan bertahan tahunan, karena tunas baru akan terus tumbuh setelah dipotong. Panen dilakukan saat daunnya sudah rimbun dan anakannya banyak, dengan cara memotong pangkal batang secara periodik, biasanya satu hingga dua minggu sekali. Penting untuk tidak mencabut tanaman agar dapat terus berproduksi.
Setelah panen, ada beberapa langkah perawatan pasca panen yang perlu dilakukan untuk mendukung pertumbuhan tunas berikutnya. Gemburkan kembali tanah di pot untuk memperbaiki aerasi. Berikan nutrisi tambahan berupa pupuk susulan secara teratur, misalnya setiap dua kali seminggu, dan tambahkan media tanam baru untuk mengisi kembali nutrisi yang berkurang. Penyiraman dengan air kolam, jika tersedia, juga dapat memberikan nutrisi alami. Dengan perawatan ini, seledri Anda akan terus menghasilkan daun segar untuk waktu yang lama.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Berapa lama seledri bisa dipanen setelah ditanam di pot?
Waktu panen seledri di pot bervariasi tergantung metode. Jika dari biji, sekitar 80-100 hari. Metode <em>regrowing</em> dari pangkal batang bisa dipanen dalam 3-4 minggu, dan hidroponik sekitar 1-1,5 bulan.
2. Bagaimana cara agar seledri di pot bisa dipanen berkali-kali?
Seledri dapat dipanen secara berkelanjutan hingga 8-10 kali atau bahkan tahunan. Caranya dengan memotong pangkal batang secara periodik tanpa mencabut tanaman, lalu berikan pupuk susulan dan gemburkan tanah setelah panen.
3. Media tanam seperti apa yang ideal untuk menanam seledri di pot?
Media tanam ideal untuk seledri di pot adalah campuran gembur dan subur seperti tanah, kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Pastikan pH tanah 6.0-6.5 dan pot memiliki drainase yang baik.

3 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493154/original/064002400_1770196137-Budidaya_Tabulampot.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494073/original/053956000_1770276785-Menunjukkan_sisa_sabun_di_gelas__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491475/original/047526200_1770097030-unnamed-40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493754/original/092150600_1770266481-1de8e231-05da-4a77-bf9f-0c2d07950489.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494065/original/053302700_1770276743-Cara_Agar_Keset_Tidak_Dikencingi_Kucing.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3904986/original/089636400_1642321633-pexels-zen-chung-5749098_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493953/original/044452900_1770272610-Gemini_Generated_Image_19lx6119lx6119lx.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494011/original/017794000_1770274657-Cara_Menyimpan_Sapu__Pel__dan_Ember_di_Rumah_Sempit.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494230/original/084541800_1770281870-3808af0d-9325-43c1-ba69-642a6d86e427.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494023/original/065691500_1770274808-floor_drain.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493908/original/078176700_1770271630-keset_kamar_mandi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494009/original/026102200_1770274555-d1806f11-baad-49a1-8d88-8aa57e0684af.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493883/original/004016200_1770270995-Menunjukkan_menu_sahur_catering__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4015772/original/037558000_1651927860-pexels-nithin-pa-2583028__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493861/original/033961400_1770270332-spons_cuci_piring.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493665/original/055433600_1770262597-nathan-cima-5mjpjs2Kyds-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493978/original/041936100_1770273427-8b6d304a-2812-4ab5-8e89-9e6c8eeb10e0.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3795863/original/039993700_1640500692-photo-1606784042834-712ae615334f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493850/original/043698900_1770268999-lidah_buaya.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)