10 Bahaya Sisa Sabun Menempel di Alat Makan, Waspadai Gejalanya

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Bahaya sisa sabun menempel di alat makan merupakan isu kesehatan yang sering terabaikan. Residu kimia dari deterjen yang tidak terbilas sempurna dapat terakumulasi dan masuk ke dalam tubuh saat alat makan digunakan untuk mengonsumsi hidangan sehari-hari.

Adanya sisa sabun yang menempel di alat makan ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi saluran cerna hingga risiko penyakit kronis akibat paparan bahan kimia jangka panjang. Memahami dampak buruk dari kebiasaan mencuci piring yang kurang bersih sangat penting guna melindungi fungsi organ tubuh.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Rabu (5/2/2026).

1. Iritasi Lapisan Lambung

Bahaya sisa sabun menempel di alat makan dapat menyebabkan peradangan pada dinding lambung jika tertelan secara tidak sengaja. Gejala yang sering muncul akibat kondisi ini meliputi rasa mual, muntah, hingga nyeri perut yang mengganggu.

2. Kerusakan Penghalang Epitel Usus

Berdasarkan studi dari University of Zurich, bahan kimia alcohol ethoxylates dalam sabun pembilas dapat merusak lapisan pelindung alami pada usus manusia. Kerusakan ini berisiko memicu peradangan kronis dan memengaruhi kemampuan usus dalam menyerap nutrisi secara optimal.

3. Risiko Diare Akut

Kontaminasi zat kimia yang menjadi bahaya sisa sabun menempel di alat makan dapat memicu gangguan pengeluaran feses yang encer atau diare. Paparan bahan aktif sabun secara terus-menerus mengganggu keseimbangan bakteri baik di dalam sistem pencernaan.

4. Rasa Terbakar di Tenggorokan

Bahaya sisa sabun menempel di alat makan yang mengandung konsentrasi alkali tinggi dapat menimbulkan sensasi panas seperti terbakar di area kerongkongan. Menurut data National Institutes of Health (NIH), paparan zat korosif dalam deterjen dosis kecil sekalipun dapat mengiritasi jaringan lunak di mulut.

5. Gangguan Sistem Hormon (Endokrin)

Zat Phthalates yang sering ditemukan dalam sabun merupakan salah satu bahaya sisa sabun menempel di alat makan karena sifatnya sebagai pengganggu hormon. Environmental Working Group (EWG) menyatakan bahwa paparan zat ini dalam jangka panjang dapat memengaruhi proses pertumbuhan dan fungsi reproduksi.

6. Paparan Zat Karsinogenik

Beberapa produk pembersih mengandung bahan seperti DEA (Diethanolamine) yang menurut International Agency for Research on Cancer (IARC) berisiko memicu kanker. Penumpukan sisa bahan kimia ini di dalam tubuh dapat meningkatkan stres oksidatif pada organ vital manusia.

7. Reaksi Alergi dan Sensitivitas

Bahaya sisa sabun menempel di alat makan berupa pewarna dan pewangi sintetis dapat memicu reaksi alergi pada individu dengan sistem imun sensitif. Gejala yang umum ditemukan adalah gatal-gatal di sekitar mulut atau ruam kulit setelah kontak dengan residu sabun.

8. Pemicu Kontaminasi Silang Bakteri

Spons yang lembap dan masih mengandung sisa sabun dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri berbahaya. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperingatkan bahwa pembersihan yang tidak tuntas dapat memindahkan kuman ke peralatan makan lain.

9. Gangguan Fungsi Hati

Penelitian dalam jurnal JCI Insight menunjukkan bahwa sisa deterjen yang tertelan dapat meningkatkan ekspresi jalur kanker di organ hati dalam jangka panjang. Beban kimia tersebut memperberat kerja metabolisme hati dalam menyaring racun dari dalam tubuh.

10. Ketidakseimbangan Sirkulasi Darah

Tingkat keasaman atau alkali yang ekstrem dari sabun tertentu dapat mengganggu keseimbangan fungsi organ pencernaan jika tertelan. Dalam kondisi tertentu, hal ini berpotensi memengaruhi stabilitas sistem internal tubuh dan sirkulasi darah secara keseluruhan.

FAQ

Apakah residu sabun di piring benar-benar berbahaya?

Ya, residu kimia yang tertelan rutin dapat merusak lapisan pelindung usus dan memicu peradangan kronis.

Apa gejala utama jika tidak sengaja menelan sisa sabun?

Gejala umumnya meliputi mual, muntah, sakit perut, diare, hingga rasa terbakar di area tenggorokan.

Bahan kimia apa yang paling berbahaya dalam sabun cuci piring?

Zat karsinogen seperti DEA/MEA serta pengganggu hormon seperti phthalates dan triclosan sangat perlu diwaspadai.

Bagaimana cara memastikan piring sudah bebas residu sabun?

Bilas alat makan dengan air bersih mengalir sampai permukaan terasa kesat dan tidak ada sisa bau sabun.

Apakah piring dari mesin cuci otomatis lebih aman?

Tidak selalu, karena mesin cuci piring sering meninggalkan residu zat pembilas kimia yang berisiko bagi kesehatan usus.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|