7 Cara Mencuci Keset Kaki tanpa Disikat Tapi tetap Bersih dan Wangi

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Bau tak sedap pada keset kaki seringkali menjadi masalah yang mengganggu di banyak rumah, bahkan setelah dicuci. Keset kaki, yang setiap hari terpapar debu, keringat, dan kelembapan, dapat menjadi sarang bakteri dan jamur penyebab aroma tidak sedap. Mencuci keset dengan cara biasa sering kali tidak cukup untuk menghilangkan sumber bau ini, sehingga diperlukan teknik dan bahan pembersih yang lebih tepat.

Penumpukan kotoran yang tidak dibersihkan secara rutin juga berperan besar dalam masalah bau keset kaki. Jika keset tidak dicuci secara teratur, kotoran dan debu yang menumpuk akan semakin sulit dihilangkan, bahkan setelah pencucian biasa. Hal ini membuat keset tidak hanya kurang higienis, tetapi juga tidak berfungsi efektif dalam menangkap kotoran, sehingga bau tidak sedap terus muncul.

Berikut selengkapnya:

Cuci dengan Air Panas

Mencuci keset dengan air panas merupakan metode yang sangat efektif untuk mengatasi bau dan kotoran membandel. Air panas memiliki kemampuan untuk melarutkan sisa sabun, minyak tubuh, dan keringat yang sering menjadi sumber bau tak sedap. Proses ini membantu mengangkat kotoran yang menempel kuat pada serat keset, memastikan pembersihan yang lebih menyeluruh.

Sebelum dicuci, rendam keset selama 10–15 menit dalam air panas, bisa di wastafel atau ember yang dialasi. Perendaman ini akan melunakkan kotoran dan minyak, sehingga lebih mudah diangkat pada tahap pencucian selanjutnya. Setelah direndam, gosok perlahan bagian yang kotor untuk membantu melepaskan partikel-partikel yang menempel.

Penting untuk memastikan bahwa keset yang akan dicuci tahan panas, terutama jika berbahan karet atau sintetis, agar tidak rusak. Beberapa material mungkin sensitif terhadap suhu tinggi dan dapat mengalami deformasi atau kerusakan. Setelah proses perendaman dan penggosokan, bilas keset dengan air bersih hingga tidak ada sisa busa yang tertinggal, lalu lanjutkan ke tahap pembersihan tambahan jika diperlukan.

Rendam dalam Larutan Deterjen

Perendaman keset dalam larutan deterjen adalah langkah krusial untuk memastikan bahan pembersih bekerja secara maksimal. Proses ini memberikan waktu yang cukup bagi molekul deterjen untuk menembus serat keset secara mendalam. Dengan demikian, kotoran, minyak, dan noda membandel yang terperangkap dapat dilonggarkan secara efektif.

Disarankan untuk merendam keset dalam larutan pembersih selama 15 hingga 30 menit, atau bahkan hingga satu jam untuk keset yang sangat kotor. Waktu perendaman yang memadai memungkinkan deterjen untuk mengurai ikatan antara kotoran dan serat kain. Hal ini sangat membantu dalam proses pembersihan tanpa perlu menyikat secara agresif.

Setelah perendaman, Anda bisa melanjutkan dengan metode pembersihan lain seperti menyemprot dengan jet water atau membilasnya. Deterjen dengan formula antibakteri atau yang dirancang khusus untuk kain berbulu tebal akan lebih efektif. Pastikan untuk membilas keset hingga bersih sempurna untuk menghindari residu sabun yang dapat menyebabkan bau tidak sedap di kemudian hari.

Tambahkan Cuka Putih

Cuka putih, atau cuka apel, merupakan bahan alami serbaguna yang sangat efektif untuk menghilangkan bau tak sedap pada keset. Sifat asam pada cuka tidak hanya membantu melarutkan sisa minyak dan mineral yang menempel, tetapi juga memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Ini membantu membasmi sumber bau pada keset kaki secara alami.

Untuk menggunakannya, campurkan satu bagian cuka dengan dua bagian air, lalu semprotkan atau tuangkan langsung ke keset. Biarkan larutan cuka bekerja selama beberapa saat, sekitar 10-20 menit, agar dapat menetralkan bau dan menghilangkan residu sabun atau kotoran yang sulit hilang. Cuka juga membantu mencegah keset menjadi licin kembali karena dapat menetralkan residu sabun atau minyak yang mungkin tertinggal.

Setelah perendaman dengan cuka, cuci keset seperti biasa dengan deterjen, bilas hingga bersih, lalu peras dan keringkan. Cuka putih aman untuk hampir semua jenis keset dan tidak meninggalkan residu berbahaya. Kombinasi cuka dan pencucian rutin membuat keset kaki lebih higienis dan wangi alami, mengatasi masalah bau yang seringkali tidak tuntas hanya dengan deterjen standar.

Mengaplikasikan Soda Kue (Baking Soda)

Soda kue, atau baking soda, adalah pembersih alami yang ampuh untuk mengatasi noda membandel dan menghilangkan bau tidak sedap pada keset. Sifat abrasif ringan dan kemampuan menyerap bau menjadikannya pilihan yang sangat baik. Soda kue merupakan senyawa alkali yang efektif dalam membersihkan noda dan zat asam, sehingga sangat cocok untuk mengangkat kotoran berminyak.

Anda bisa menaburkan soda kue secara merata langsung ke permukaan keset yang berminyak atau berbau. Alternatif lain adalah mencampurnya dengan sedikit air hingga membentuk pasta, lalu oleskan pada area yang kotor. Diamkan beberapa saat, sekitar 15-30 menit, agar soda kue dapat bekerja menyerap bau dan mengangkat kotoran halus yang menempel di serat keset.

Setelah didiamkan, gosok keset dengan sikat berbulu lembut jika diperlukan, atau cukup bilas hingga bersih. Dengan rutin menggunakan baking soda, keset kaki tidak hanya bebas bau, tetapi juga terasa lebih segar dan lembut ketika diinjak. Pastikan untuk membilas keset hingga tidak ada residu soda kue yang tertinggal.

Mencuci dengan Mesin Cuci

Mencuci keset kaki dengan mesin cuci bisa menjadi pilihan yang sangat praktis dan efisien. Metode ini sangat membantu, terutama jika Anda memiliki banyak pekerjaan rumah lain atau jumlah keset yang perlu dibersihkan cukup banyak. Mesin cuci dapat membersihkan keset secara menyeluruh dengan sedikit usaha manual.

Sebelum memasukkan keset ke dalam mesin cuci, penting untuk mengibaskan keset terlebih dahulu. Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan debu, pasir, atau kotoran berukuran besar yang menempel. Menghilangkan kotoran awal ini dapat mencegah penyumbatan pada mesin cuci dan memastikan proses pembersihan lebih efektif.

Pada dasarnya, mencuci keset kain dengan mesin cuci hampir sama dengan mencuci baju pada umumnya. Gunakan deterjen yang sesuai dan pilih siklus pencucian yang lembut atau sesuai dengan bahan keset. Setelah dicuci, pastikan keset dibilas hingga bersih dan dikeringkan dengan sempurna untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab bau.

Pembilasan Awal dengan Air Hangat

Langkah pertama yang krusial dalam membersihkan keset, terutama yang berminyak, adalah melakukan pembilasan awal menggunakan air hangat. Tahap ini berfungsi untuk melunakkan kotoran serta minyak yang menempel pada serat keset. Air hangat efektif dalam mengendurkan partikel kotoran, sehingga lebih mudah diangkat pada tahap pencucian selanjutnya.

Disarankan untuk membasahi keset kain dapur dengan air hangat untuk melunakkan kotoran dan minyak yang menempel. Setelah pembilasan awal, goyangkan keset dengan kuat. Tujuan dari langkah ini adalah untuk menghilangkan sebanyak mungkin kotoran berukuran besar, pasir, atau debu yang mungkin masih menempel pada serat keset.

Pembilasan awal ini sangat penting untuk mempersiapkan keset agar proses pembersihan berikutnya menjadi lebih efektif. Dengan kotoran awal yang sudah terangkat, deterjen atau bahan pembersih lainnya dapat bekerja lebih optimal dalam membersihkan noda dan bau yang tersisa. Ini juga mengurangi beban kerja pada proses pencucian utama.

Menggunakan Jet Water

Untuk keset yang sangat kotor atau memiliki noda membandel, penggunaan alat seperti jet water atau semprotan air bertekanan tinggi dapat menjadi solusi yang sangat efektif. Metode ini memungkinkan pembersihan mendalam tanpa perlu menyikat secara fisik. Jet water mampu menghilangkan kotoran yang sulit dijangkau oleh metode pencucian biasa.

Proses penggunaannya cukup mudah: setelah merendam keset dalam air deterjen selama kurang lebih satu jam, semprotkan keset dengan jet water. Tekanan air yang tinggi akan secara paksa mengangkat kotoran yang menempel kuat pada serat keset, membuatnya bersih kembali. Hasilnya seringkali sangat memuaskan, membuat keset terlihat seperti baru lagi.

Metode ini sangat cocok untuk keset berbahan tebal atau yang memiliki tekstur kasar, di mana kotoran cenderung menumpuk lebih dalam. Dengan jet water, Anda dapat membersihkan keset dengan mudah dan cepat, menghemat waktu dan tenaga. Pastikan untuk membilas keset hingga benar-benar bersih dari sisa deterjen setelah menggunakan jet water.

5 Pertanyaan dan Jawaban

1. Kenapa keset kaki tetap bau meski sudah dicuci?

Keset kaki bisa tetap bau karena bakteri dan jamur masih tertinggal di dalam serat keset. Pencucian biasa sering kali hanya membersihkan permukaan, sementara kotoran, keringat, dan minyak sudah menumpuk lebih dalam sehingga membutuhkan perendaman atau bahan pembersih tambahan.

2. Apakah mencuci keset kaki dengan air panas aman untuk semua bahan?

Tidak semua keset aman dicuci dengan air panas. Keset berbahan karet, sintetis tertentu, atau yang memiliki lapisan perekat bisa rusak jika terkena suhu tinggi. Oleh karena itu, penting untuk mengecek jenis bahan keset sebelum menggunakan air panas.

3. Apakah cuka benar-benar efektif menghilangkan bau keset kaki?

Ya, cuka putih efektif menghilangkan bau keset kaki karena memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Cuka membantu menetralkan sumber bau, melarutkan residu sabun, serta membunuh mikroorganisme penyebab aroma tidak sedap secara alami.

4. Bolehkah keset kaki dicuci menggunakan mesin cuci?

Keset kaki berbahan kain umumnya aman dicuci menggunakan mesin cuci, asalkan menggunakan siklus lembut dan deterjen yang sesuai. Namun, keset berbahan tebal atau memiliki lapisan karet sebaiknya dicuci terpisah dan tidak terlalu sering menggunakan mesin agar tidak cepat rusak.

5. Bagaimana cara mencegah keset kaki agar tidak cepat bau?

Untuk mencegah keset kaki cepat bau, bersihkan secara rutin, keringkan hingga benar-benar kering setelah dicuci, dan hindari menyimpannya dalam kondisi lembap. Menjemur keset di bawah sinar matahari juga membantu membunuh bakteri dan jamur penyebab bau.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|