Liputan6.com, Jakarta - Peternak kambing modern terus mencari alternatif pakan yang tidak hanya ekonomis tetapi juga berkualitas tinggi demi meningkatkan produktivitas ternak mereka. Dalam upaya ini, cara buat pakan kambing fermentasi dari daun liar pekarangan muncul sebagai solusi cerdas. Metode ini tidak hanya menghemat biaya operasional, tetapi juga secara optimal memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di sekitar lingkungan rumah.
Teknik fermentasi telah terbukti dapat meningkatkan nilai gizi pakan sekaligus memperbaiki palatabilitas atau daya tarik pakan bagi kambing. Dengan menerapkan cara buat pakan kambing fermentasi dari daun liar pekarangan, peternak dapat mengubah bahan baku sederhana menjadi sumber nutrisi yang lebih mudah dicerna dan disukai ternak.
Proses ini melibatkan aktivitas bakteri menguntungkan yang memecah serat kasar dalam daun-daun liar, sehingga meningkatkan kandungan protein dan vitamin B kompleks. Oleh karena itu, mempelajari cara buat pakan kambing fermentasi dari daun liar pekarangan sangat relevan untuk peternak yang ingin mandiri dalam penyediaan pakan berkualitas.
Lebih jelasnya, berikut ini telah LIputan6 ulas informasi legkapnya, pada Kamis (29/1).
Identifikasi dan Sortir Daun Liar yang Aman
Fermentasi pakan merupakan proses biokimia kompleks yang melibatkan aktivitas mikroorganisme menguntungkan untuk mengubah komposisi nutrisi bahan pakan. Dalam konteks pakan ternak, fermentasi anaerob, yaitu tanpa oksigen, menjadi metode paling efektif. Proses ini menghasilkan asam laktat yang dapat mengawetkan pakan dalam jangka waktu lama sambil meningkatkan nilai gizinya.
Proses fermentasi bekerja dengan memecah struktur serat kasar seperti selulosa dan hemiselulosa menjadi senyawa yang lebih sederhana dan mudah dicerna. Bakteri fermentasi memanfaatkan karbohidrat sebagai sumber energi, menghasilkan berbagai enzim yang membantu proses pencernaan. Selain itu, aktivitas mikroba juga memproduksi protein mikroba dan vitamin B kompleks yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan serta kesehatan kambing.
Keberhasilan fermentasi sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang tepat. Ini mencakup kelembapan optimal sekitar 60-70%, pH asam antara 3,8-4,2, dan lingkungan anaerob yang sempurna. Faktor-faktor ini harus dikontrol dengan baik agar proses fermentasi berjalan sesuai harapan dan menghasilkan pakan berkualitas tinggi.
Kriteria Pemilihan Daun Liar
Langkah awal dalam pembuatan pakan fermentasi adalah mengidentifikasi jenis-jenis daun liar yang aman dan bergizi untuk kambing. Daun rumput gajah, rumput raja, rumput setaria, turi, dan kaliandra merupakan pilihan yang baik karena disukai kambing dan memiliki potensi nutrisi yang tinggi.
Penting untuk menghindari daun-daun yang mengandung racun atau alkaloid berbahaya, seperti daun yang mengeluarkan getah putih pekat, memiliki aroma menyengat tidak normal, atau dikenal bersifat toksik. Beberapa tanaman yang harus dihindari sepenuhnya karena dapat menyebabkan keracunan pada ternak meliputi daun jarak, gamal, lamtoro tua, kacang koro, singkong tua, oleander, ricinus, dan euphoria. Daun akasia juga mengandung tanin yang dapat mengiritasi lambung dan usus kambing.
Proses Pelayuan untuk Optimasi Kadar Air
Setelah pengumpulan, daun liar perlu dilayukan untuk mencapai kadar air optimal sekitar 60-65%. Proses pelayuan dilakukan dengan menyebar daun di atas terpal atau alas bersih di bawah sinar matahari selama 2-4 jam. Pelayuan yang tepat sangat krusial karena kadar air yang terlalu tinggi dapat menyebabkan fermentasi butirat yang menghasilkan bau busuk dan berbahaya bagi ternak.
Indikator pelayuan yang tepat adalah ketika daun terasa agak layu namun masih mempertahankan warna hijau dan tidak rapuh saat dipegang. Daun yang terlalu kering akan sulit dipadatkan dalam proses selanjutnya, sedangkan yang terlalu basah akan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri merugikan.
Teknik Pencacahan dan Persiapan Bahan
Proses Pencacahan yang Efektif
Pencacahan merupakan tahap krusial yang menentukan keberhasilan proses fermentasi. Potong daun liar menjadi ukuran 3-5 cm menggunakan parang tajam atau mesin chopper untuk mendapatkan hasil yang seragam. Ukuran cacahan yang konsisten memungkinkan bakteri fermentasi bekerja lebih efektif karena luas permukaan yang lebih besar dan kemudahan dalam pemadatan.
Pencacahan yang tepat juga membantu menghilangkan rongga udara saat proses pemadatan. Rongga udara yang tersisa dapat menyebabkan fermentasi aerob yang tidak diinginkan, menghasilkan panas berlebihan yang dapat merusak nilai gizi pakan.
Persiapan Bahan Tambahan
Untuk membuat pakan fermentasi yang berkualitas, Anda akan memerlukan bahan-bahan tambahan berikut:
- Daun liar yang sudah dicacah (bahan utama).
- Dedak padi (katul) sebanyak 5% dari berat daun basah.
- Molase atau gula merah cair sebanyak 2-3% dari berat total.
- EM4 Peternakan atau starter fermentasi lainnya sesuai petunjuk kemasan.
- Air bersih secukupnya untuk melarutkan starter.
Dedak padi berfungsi sebagai sumber karbohidrat yang mudah difermentasi dan membantu penyerapan kelembapan berlebihan. Molase menyediakan gula sederhana yang dibutuhkan bakteri fermentasi untuk memulai aktivitasnya dengan cepat. EM4 Peternakan mengandung konsorsium bakteri menguntungkan yang mempercepat dan mengarahkan proses fermentasi ke arah yang diinginkan.
Proses Pencampuran dan Inokulasi
Teknik Pencampuran yang Homogen
Campurkan dedak padi dengan cacahan daun liar secara bertahap sambil diaduk merata menggunakan tangan atau sekop. Pastikan distribusi dedak merata di seluruh bagian campuran untuk mendapatkan hasil fermentasi yang seragam. Pencampuran yang tidak merata dapat menyebabkan beberapa bagian mengalami fermentasi berlebihan sementara bagian lain kurang terfermentasi.
Larutkan EM4 Peternakan dalam air hangat (suhu 30-35°C) bersama dengan molase sesuai petunjuk kemasan. Biarkan larutan starter ini aktif selama 15-30 menit sebelum digunakan. Larutan yang sudah aktif biasanya menunjukkan aroma asam manis yang khas dan terkadang mengeluarkan gelembung kecil.
Inokulasi dengan Starter Fermentasi
Semprotkan larutan starter secara merata ke seluruh permukaan campuran daun dan dedak sambil terus diaduk. Gunakan sprayer tangan atau botol semprot untuk mendapatkan distribusi yang lebih merata. Pastikan setiap bagian campuran mendapat inokulasi starter yang cukup namun tidak berlebihan hingga becek.
Kelembapan akhir campuran harus mencapai 60-65%, yang dapat diuji dengan cara menggenggam segenggam campuran. Jika keluar 1-2 tetes air saat digenggam kuat, maka kelembapan sudah tepat. Jika terlalu kering, tambahkan sedikit air; jika terlalu basah, tambahkan dedak padi.
Proses Pemadatan dan Penyimpanan Anaerob
Teknik Pemadatan dalam Wadah Silo
Langkah-langkah pemadatan pakan fermentasi adalah sebagai berikut:
- Persiapan wadah: Gunakan ember plastik food grade atau drum plastik dengan kapasitas 20-50 liter sesuai kebutuhan.
- Pembersihan: Cuci bersih wadah dengan air panas dan keringkan sempurna untuk menghilangkan kontaminan.
- Pengisian bertahap: Masukkan campuran pakan dalam lapisan setebal 10-15 cm.
- Pemadatan intensif: Padatkan setiap lapisan menggunakan penumbuk kayu atau dengan cara menginjak-injak.
- Eliminasi udara: Pastikan tidak ada rongga udara yang tersisa di dalam wadah.
Pemadatan yang optimal ditandai dengan keluarnya sedikit cairan dari campuran dan permukaan yang padat saat ditekan. Tingkat pemadatan yang baik akan mencegah masuknya udara dan memungkinkan bakteri anaerob bekerja dengan optimal.
Penyegelan Hermetic
Tutup wadah dengan rapat menggunakan tutup asli dan tambahkan segel plastik wrap atau lakban untuk memastikan tidak ada kebocoran udara sekecil apapun. Kebocoran udara dapat menyebabkan fermentasi aerob yang menghasilkan jamur dan pembusukan.
Beri label pada wadah dengan tanggal pembuatan dan perkiraan tanggal siap panen, yaitu 21 hari kemudian. Simpan wadah di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung, dengan suhu relatif stabil antara 25-30°C.
Monitoring dan Evaluasi Hasil Fermentasi
Periode Fermentasi dan Indikator Keberhasilan
Proses fermentasi memerlukan waktu minimal 14-21 hari untuk mencapai hasil yang optimal. Selama periode ini, terjadi perubahan bertahap dalam komposisi kimiawi pakan yang dapat diamati dari beberapa indikator fisik.
Ciri-ciri fermentasi yang berhasil meliputi aroma harum asam segar seperti tape atau yogurt. Warna pakan akan berubah dari hijau menjadi hijau kecokelatan, dan teksturnya menjadi lebih lunak serta mudah dicabik. Penting juga untuk memastikan tidak ada jamur berwarna hitam atau putih yang dominan, pH berada dalam kisaran 3,8-4,2, serta tidak ada bau busuk atau tengik.
Tahap Pembukaan dan Penyajian
Setelah masa fermentasi selesai, buka wadah dengan hati-hati dan evaluasi kualitas hasil fermentasi. Jika semua indikator menunjukkan hasil yang baik, ambil pakan secukupnya untuk kebutuhan harian dan angin-anginkan selama 15-30 menit sebelum diberikan kepada kambing.
Proses penganginan bertujuan untuk mengurangi kadar gas hasil fermentasi yang mungkin masih menempel pada pakan. Pakan yang langsung diberikan tanpa penganginan dapat menyebabkan kembung pada kambing karena kandungan gas CO2 dan alkohol yang masih tinggi.
Manfaat Nutrisi dan Ekonomi
Pakan fermentasi dari daun liar memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dibandingkan daun segar. Proses fermentasi dapat meningkatkan protein kasar hingga 15-20% dan mengurangi serat kasar hingga 25-30%. Selain itu, kandungan vitamin B kompleks, terutama B12, meningkat signifikan berkat aktivitas mikroba. Pakan fermentasi juga kaya akan probiotik dan prebiotik yang dapat memperkuat sistem imun kambing.
Dari segi ekonomi, biaya produksi pakan fermentasi dapat lebih hemat dibandingkan pakan konsentrat komersial. Dengan memanfaatkan daun liar yang tersedia gratis di pekarangan, peternak dapat menghemat biaya pakan secara signifikan tanpa mengorbankan kualitas nutrisi. Pakan fermentasi juga membantu peternak mengatasi kelangkaan pakan di musim kemarau.
Pertanyaan dan Jawaban
Q: Berapa lama pakan fermentasi dapat disimpan setelah dibuka?
A: Setelah dibuka, pakan fermentasi dapat bertahan 3-5 hari jika disimpan dalam wadah tertutup di tempat sejuk. Untuk penyimpanan lebih lama, ambil secukupnya dan tutup kembali wadah utama dengan rapat.
Q: Apakah semua jenis daun liar bisa difermentasi dengan cara ini?
A: Tidak semua daun liar cocok untuk difermentasi. Hindari daun yang mengandung tanin tinggi (seperti daun jambu), bergetah putih pekat, atau beracun. Pilih daun yang biasa dikonsumsi kambing dalam keadaan segar.
Q: Bagaimana cara mengetahui apakah fermentasi sudah berhasil?
A: Indikator utama adalah aroma asam segar seperti tape, warna hijau kecokelatan, dan tidak ada jamur hitam atau putih yang dominan. Jika berbau busuk atau tengik, berarti fermentasi gagal.

3 days ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489661/original/063378200_1769917422-Adrian_Luna.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489659/original/048936800_1769917047-Dekorasi_rumah_murah_meriah_terbaru_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485525/original/093553600_1769510054-kebun_rumah_dengan_kombinasi_pohon_buah_dan_tanaman_hias_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489682/original/046153500_1769919815-Sinkronisasi-Agenda-Jadi-Fokus-Pertemuan-I-League-dan-John-Herdman-1769775735.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489561/original/082116700_1769904661-cara_mencuci_serbet_berminyak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489619/original/087060400_1769914106-cetakan_kue_sedang_dibersihkan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1236627/original/033341900_1463540565-toren_air.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489549/original/047677800_1769902095-desain_rumah_minimalis_cat_abu-abu_putih.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489586/original/059200800_1769910312-WhatsApp_Image_2026-01-31_at_22.23.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489585/original/035445100_1769909129-Tips_Agar_Seledri_Tumbuh_Subur_di_Iklim_Indonesia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489342/original/044078000_1769844565-Gemini_Generated_Image_1fr8021fr8021fr8.png)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)