Cara Budidaya Ayam Petelur Tanpa Kandang, Panduan Lengkap Hemat Biaya dan Produksi Stabil

2 days ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Cara budidaya ayam petelur tanpa kandang atau sistem umbaran semakin diminati karena dinilai lebih alami, hemat modal, serta mampu menghasilkan telur yang berkualitas baik jika dikelola dengan benar dan konsisten. Sistem ini membiarkan ayam bergerak bebas di area tertentu sehingga ayam tidak mudah stres, lebih aktif, serta memiliki daya tahan tubuh yang relatif lebih baik dibandingkan sistem kandang baterai yang sempit. Dengan manajemen yang tepat, peternak pemula maupun skala rumahan dapat menjalankan usaha ini secara berkelanjutan.

Selain itu, telur dari ayam yang dipelihara tanpa kandang biasanya memiliki nilai jual lebih tinggi karena dianggap lebih sehat, alami, dan ramah lingkungan. Namun, meskipun terlihat sederhana, budidaya ayam petelur tanpa kandang tetap membutuhkan perencanaan, pengawasan, dan teknik pemeliharaan yang tepat agar produksi telur stabil serta risiko penyakit dan kehilangan ayam dapat diminimalkan sejak awal pemeliharaan.

Berikut cara budidaya ayam petelur tanpa kadang yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Jumat (30/1/2026). 

1. Menyiapkan Area Umbaran yang Nyaman dan Aman

Langkah pertama dalam cara budidaya ayam petelur tanpa kandang adalah menyiapkan area umbaran yang cukup luas, bersih, serta aman dari gangguan luar seperti predator maupun pencurian. Idealnya, setiap ekor ayam memiliki ruang gerak sekitar 3–5 meter persegi agar ayam tidak saling berebut pakan, tidak mudah stres, serta bisa bergerak bebas mencari pakan alami di sekitar lahan. Area ini sebaiknya dipagari menggunakan kawat, bambu, atau jaring agar ayam tidak keluar dan tetap terlindungi.

Selain pagar, area umbaran juga perlu memiliki tempat berteduh yang bisa berupa pepohonan, atap sederhana, atau gubuk kecil sebagai perlindungan dari panas matahari, hujan, serta angin kencang. Ayam yang merasa nyaman secara lingkungan akan lebih aktif, jarang sakit, dan produksi telurnya cenderung lebih stabil dari waktu ke waktu. Lingkungan yang nyaman juga membantu mengurangi tingkat stres yang sering menjadi penyebab utama turunnya produksi telur.

Permukaan tanah di area umbaran sebaiknya tidak terlalu becek dan memiliki drainase yang baik agar tidak menjadi sarang penyakit dan parasit. Anda dapat menaburkan pasir, sekam, atau jerami di beberapa titik agar ayam bisa mandi debu, yang berfungsi menjaga kebersihan bulu sekaligus membantu mengurangi kutu dan jamur pada tubuh ayam secara alami.

2. Memilih Bibit Ayam Petelur yang Berkualitas

Keberhasilan budidaya ayam petelur tanpa kandang sangat ditentukan oleh kualitas bibit ayam yang digunakan sejak awal pemeliharaan. Pilih ayam yang sehat, aktif bergerak, bulunya mengilap, matanya jernih, dan tidak menunjukkan tanda-tanda cacat fisik maupun penyakit. Untuk sistem umbaran, ayam yang adaptif seperti ayam petelur cokelat, ayam kampung super, atau layer yang sudah terbiasa dengan lingkungan terbuka lebih direkomendasikan.

Usia ayam juga perlu diperhatikan agar waktu produksi tidak terlalu lama menunggu. Peternak pemula biasanya lebih praktis membeli ayam pullet umur 12–16 minggu atau ayam siap produksi, sehingga tidak perlu merawat dari DOC yang membutuhkan perawatan lebih intensif. Dengan ayam yang hampir bertelur, risiko kematian lebih kecil dan perputaran modal bisa lebih cepat.

Selain itu, sebelum dilepas ke area luas, ayam perlu proses adaptasi terlebih dahulu di area terbatas selama beberapa hari agar mengenali lokasi makan, minum, serta tempat bertelur. Adaptasi ini penting agar ayam tidak bertelur sembarangan dan lebih mudah diarahkan ke sarang yang sudah disediakan.

3. Menyediakan Sarang Bertelur yang Tepat

Walaupun tanpa kandang, ayam petelur tetap membutuhkan sarang khusus agar telur tidak tercecer, kotor, atau pecah. Sarang bisa dibuat dari kotak kayu, keranjang plastik, ember bekas, atau rak sederhana yang diisi jerami, sekam, atau rumput kering agar telur tetap bersih dan aman. Satu sarang idealnya digunakan untuk 4–5 ekor ayam agar tidak terlalu penuh.

Letak sarang sebaiknya berada di tempat yang agak gelap, tenang, dan tidak langsung terkena hujan maupun panas matahari. Posisi sarang sedikit lebih tinggi dari tanah agar tidak lembap dan terhindar dari semut atau hewan kecil lainnya. Lingkungan sarang yang nyaman akan membuat ayam terbiasa bertelur di satu tempat sehingga memudahkan proses panen.

Selain itu, alas sarang perlu diganti secara rutin agar tidak basah, bau, dan menjadi sumber penyakit. Sarang yang bersih membantu menjaga kualitas telur tetap baik, mengurangi risiko telur pecah, serta membuat ayam merasa aman saat bertelur setiap hari.

4. Manajemen Pakan dan Air Minum

Dalam sistem tanpa kandang, ayam memang bisa mencari pakan alami seperti serangga, rumput, dan biji-bijian, tetapi pakan utama tetap harus disediakan agar produksi telur maksimal. Gunakan pakan khusus ayam petelur yang mengandung protein, energi, vitamin, dan mineral yang seimbang untuk menunjang pembentukan telur secara optimal.

Pemberian pakan biasanya dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore, dengan jumlah yang cukup agar ayam tidak kekurangan nutrisi. Selain pakan pabrikan, Anda bisa menambahkan pakan alternatif seperti dedak, jagung giling, nasi sisa, ampas tahu, atau sayuran cincang untuk menekan biaya sekaligus menambah variasi nutrisi.

Air minum juga harus selalu tersedia dan bersih setiap hari karena ayam yang kekurangan air akan langsung mengalami penurunan produksi telur. Tempat minum sebaiknya diletakkan di beberapa titik agar ayam tidak berebut dan tetap terhidrasi sepanjang waktu, terutama saat cuaca panas.

5. Menjaga Kesehatan dan Kebersihan Ayam

Budidaya ayam petelur tanpa kandang membutuhkan pengawasan kesehatan yang lebih intensif karena ayam langsung bersentuhan dengan tanah dan lingkungan luar. Lakukan vaksinasi sesuai jadwal seperti ND, gumboro, atau vaksin lain yang dianjurkan agar ayam memiliki daya tahan tubuh yang baik terhadap penyakit menular.

Kebersihan area umbaran juga harus dijaga dengan membersihkan kotoran yang menumpuk serta mengganti alas sarang secara rutin. Lingkungan yang bersih akan mengurangi risiko serangan bakteri, jamur, maupun parasit yang bisa mengganggu kesehatan ayam dan menurunkan produktivitas telur.

Selain itu, amati perilaku ayam setiap hari, seperti nafsu makan, aktivitas, dan kondisi bulu. Jika ada ayam yang terlihat lemas atau menyendiri, segera pisahkan agar tidak menularkan penyakit ke ayam lain dan lakukan penanganan sejak dini.

6. Keamanan dari Predator dan Gangguan Luar

Karena tidak dikurung, ayam lebih rentan terhadap gangguan predator seperti anjing, kucing, musang, ular, maupun pencurian. Oleh sebab itu, pagar harus dibuat cukup rapat dan kuat, terutama di bagian bawah agar tidak mudah dimasuki hewan dari luar.

Pada malam hari, walaupun siang diumbar, ayam sebaiknya diarahkan ke rumah tidur sederhana atau area tertutup sebagai tempat istirahat. Rumah tidur ini tidak perlu sempit, tetapi cukup aman dari hujan dan serangan hewan liar yang sering muncul saat malam.

Penambahan lampu penerangan di sekitar area juga dapat membantu mengurangi risiko gangguan serta memudahkan pengawasan. Sistem keamanan yang baik akan menjaga populasi ayam tetap utuh dan membuat usaha budidaya lebih berkelanjutan.

7. Pengelolaan Panen dan Produksi Telur

Panen telur sebaiknya dilakukan setiap pagi dan sore agar telur tidak terlalu lama berada di sarang. Telur yang cepat diambil akan tetap bersih, tidak pecah, serta mengurangi risiko dimakan ayam sendiri akibat kebiasaan buruk.

Catat jumlah telur harian untuk memantau produktivitas ayam. Jika terjadi penurunan produksi, segera evaluasi pakan, kesehatan, serta kenyamanan lingkungan agar masalah dapat diatasi lebih cepat dan tidak berlangsung lama.

Dengan pengelolaan yang tepat, ayam petelur tanpa kandang tetap mampu menghasilkan telur secara konsisten. Bahkan, telur umbaran biasanya memiliki nilai jual lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan keuntungan peternak secara bertahap.

Pertanyaan dan Jawaban

Q: Apakah ayam petelur tanpa kandang bisa produktif?

A: Bisa, asalkan pakan, kesehatan, dan lingkungan dikelola dengan baik dan konsisten.

Q: Berapa luas ideal area umbaran ayam petelur?

A: Idealnya 3–5 meter persegi per ekor agar ayam nyaman dan tidak stres.

Q: Apakah pakan pabrikan masih diperlukan?

A: Ya, karena pakan pabrikan mengandung nutrisi lengkap yang tidak selalu didapat dari alam.

Q: Bagaimana mencegah ayam bertelur sembarangan?

A: Sediakan sarang yang nyaman dan biasakan ayam mengenali tempat bertelur sejak awal.

Q: Apakah sistem tanpa kandang cocok untuk pemula?

A: Cocok, karena lebih hemat biaya kandang dan mudah dikelola jika keamanan serta pakan diperhatikan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|