Cara Mematangkan Alpukat yang Terlanjur Terpotong, Siap Konsumsi

5 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Alpukat yang terlanjur dipotong sebelum matang sering terasa keras dan kurang sedap. Karena itu, penting mengetahui cara mematangkan alpukat yang terlanjur terpotong agar teksturnya menjadi lebih lembut.

Kesalahan menilai kematangan alpukat cukup sering terjadi, terutama jika hanya melihat kulit luarnya. Dengan menerapkan cara mematangkan alpukat yang terlanjur terpotong, buah tetap bisa dimanfaatkan tanpa harus dibuang.

Pemahaman tentang cara mematangkan alpukat yang terlanjur terpotong membantu mengurangi pemborosan dan membuat alpukat tetap layak diolah untuk berbagai menu yang enak dan mudah dibuat.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara mematangkan alpukat yang terlanjur terpotong, Selasa (27/1/2026).

1. Menyatukan Kembali Belahan Alpukat Seperti Semula

Mengutip buku berjudul Meraup Untung Bertanam Alpukat (2022) oleh Eva Riyanti Lubis, karena memiliki banyak varietas, bentuk alpukat memiliki ciri khas masing-masing. Mulai dari bulat, bulat lonjong, dan sebagainya.

Daging alpukat tergolong tebal dengan warna daging kuning kehijauan dan tekstur lunak. Rasa daging alpukat beragam. Ada yang manis, gurih, hingga agak pahit. Biasanya alpukat dijadikan jus atau minuman penyegar lainnya. Bisa ditambah dengan gula, sirup, susu, dan es batu.

Salah satu langkah awal yang penting saat alpukat terlanjur dipotong sebelum matang adalah menyatukan kembali kedua belahannya. Jika biji alpukat sudah terlepas, sebaiknya masukkan kembali biji tersebut ke dalam rongganya karena biji dapat membantu memperlambat oksidasi pada bagian daging buah.

Dengan menyatukan kembali alpukat, permukaan potongan akan saling menutup sehingga paparan udara dapat diminimalkan. Cara ini memungkinkan proses pematangan alami tetap berjalan, meskipun alpukat sudah dalam kondisi terbelah.

2. Membungkus Alpukat dengan Rapat Menggunakan Plastic Wrap

Setelah belahan alpukat disatukan, langkah selanjutnya adalah membungkusnya secara rapat menggunakan plastic wrap atau mengikatnya dengan karet gelang. Pembungkusan ini berfungsi untuk menjaga posisi alpukat agar tetap menyatu dan mencegah udara masuk ke bagian daging yang terbuka.

Paparan oksigen yang berlebihan dapat menyebabkan alpukat cepat menghitam dan membusuk. Dengan kondisi tertutup rapat, gas etilen alami yang dihasilkan alpukat dapat terperangkap dan membantu proses pematangan secara bertahap.

3. Menyimpan dalam Kantong Kertas Bersama Buah Penghasil Etilen

Mengutip buku berjudul Tips Mudah Membuat Olahan dari Buah Alpukat (2024) oleh Tjahjono Tri, tanaman alpukat sangat bernilai dan mempunyai nilai komersial tinggi. Oleh karena itu,tanaman ini berpotensi untuk dibudidayakan, khususnya di kawasan tropis dan Mediterania.

Tanaman alpukat termasuk flora yang dapat melakukan penyerbukan sendiri. Pada umumnya, perbanyakan alpukat dilakukan dengan cara okulasi untuk mendapatkan kualitas buah yang sama baik dan mempunyai sifat sama seperti induknya.

Untuk mempercepat proses pematangan, alpukat yang sudah dibungkus dapat dimasukkan ke dalam kantong kertas. Tambahkan buah lain seperti pisang matang atau apel yang dikenal menghasilkan gas etilen tinggi.

Kantong kertas berfungsi menahan gas tersebut agar terkonsentrasi di sekitar alpukat. Kombinasi ini dapat membantu alpukat yang terlanjur terpotong menjadi lebih cepat lunak dan matang dalam waktu sekitar dua hingga tiga hari, tergantung kondisi awal buah.

4. Mengoleskan Perasan Lemon atau Jeruk Nipis

Alpukat yang terpotong sangat rentan mengalami perubahan warna menjadi cokelat akibat oksidasi. Untuk mengatasinya, oleskan perasan lemon atau jeruk nipis secara merata pada permukaan daging alpukat yang terbuka.

Kandungan asam alami pada citrus berperan sebagai antioksidan yang mampu memperlambat reaksi pencoklatan. Setelah diolesi, satukan kembali belahan alpukat dan bungkus rapat sebelum disimpan.

Cara ini membantu menjaga tampilan alpukat tetap segar sekaligus memungkinkan proses pematangan berlangsung secara perlahan.

5. Menggunakan Bubuk Vitamin C sebagai Antioksidan Alami

Selain citrus, bubuk vitamin C juga dapat dimanfaatkan untuk mencegah oksidasi pada alpukat terpotong. Taburkan bubuk vitamin C secukupnya pada bagian daging yang terbuka, lalu ratakan secara perlahan.

Vitamin C memiliki sifat antioksidan yang efektif dalam melindungi warna alami alpukat. Setelah itu, satukan kembali belahan alpukat dan bungkus rapat. Metode ini cocok bagi yang tidak ingin rasa asam dari lemon memengaruhi cita rasa alpukat.

6. Melembutkan Alpukat dengan Bantuan Panas (Microwave atau Oven)

Jika alpukat perlu segera digunakan tanpa menunggu proses pematangan alami, metode pemanasan bisa menjadi solusi cepat. Bungkus belahan alpukat dengan plastic wrap lalu panaskan di microwave selama 30 detik, kemudian periksa teksturnya secara berkala.

Alternatif lain adalah memanggang alpukat dalam oven bersuhu rendah sekitar 95°C dengan aluminium foil. Metode ini bertujuan melembutkan tekstur daging alpukat, meskipun rasa dan aromanya mungkin sedikit berbeda dibandingkan alpukat matang alami. Cara ini paling cocok untuk kebutuhan instan seperti smoothie atau campuran saus.

Q & A Seputar Topik

Apa langkah pertama jika alpukat terlanjur dipotong tapi masih mentah?

Langkah pertama adalah menyatukan kembali kedua belahan alpukat, termasuk bijinya jika sudah dilepas, lalu membungkusnya dengan rapat menggunakan plastic wrap atau karet gelang untuk mencegah oksidasi dan menjaga gas etilen tetap di dalam buah.

Bagaimana cara mempercepat pematangan alpukat terpotong menggunakan buah lain?

Setelah menyatukan dan membungkus rapat alpukat, masukkan ke dalam kantong kertas bersama buah penghasil gas etilen tinggi seperti pisang matang atau apel. Kantong kertas akan memerangkap gas etilen, mempercepat proses pematangan.

Adakah cara instan untuk melembutkan alpukat yang terlanjur terpotong?

Anda bisa menggunakan microwave dengan membungkus masing-masing belahan alpukat dengan plastic wrap dan memanaskannya dalam interval 30 detik. Alternatif lain adalah memanggangnya dalam oven bersuhu rendah (sekitar 95°C) setelah dibungkus aluminium foil.

Bagaimana cara mencegah alpukat terpotong dari pencoklatan saat dimatangkan?

Oleskan perasan jeruk nipis atau lemon, atau bubuk vitamin C, pada bagian daging alpukat yang terbuka sebelum menyatukan kembali dan membungkusnya rapat. Ini akan membantu mencegah oksidasi dan pencoklatan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|