Liputan6.com, Jakarta - Daun salam (Syzygium polyanthum) merupakan bumbu dapur esensial yang tak terpisahkan dari masakan Indonesia, dikenal karena aroma khasnya yang mampu memperkaya cita rasa hidangan. Selain kegunaan kuliner, tanaman ini juga memiliki khasiat kesehatan dan dapat menambah nilai estetika di rumah. Menanam daun salam sendiri di rumah menjadi pilihan cerdas, terutama bagi mereka yang memiliki lahan terbatas seperti di apartemen atau pekarangan sempit, mendukung praktik urban farming.
Kebutuhan akan daun salam segar yang selalu tersedia mendorong banyak orang untuk membudidayakannya sendiri. Meskipun sering dianggap sulit, menanam daun salam di rumah, bahkan dalam pot, sebenarnya cukup mudah dilakukan dengan panduan yang tepat. Hal ini memungkinkan setiap rumah tangga untuk menikmati pasokan daun salam berkualitas tanpa harus bergantung pada pembelian di pasar.
Artikel ini akan menguraikan tujuh langkah praktis dan mudah diikuti mengenai cara menanam daun salam di pot, mulai dari pemilihan bibit hingga perawatan rutin. Dengan mengikuti panduan ini secara cermat, tanaman daun salam Anda diharapkan dapat tumbuh subur dan lebat, siap untuk dipanen kapan saja. Ini adalah solusi ideal untuk memastikan ketersediaan bumbu dapur alami di dapur Anda. Jadi simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (27/1/2026).
1. Siapkan Bibit Unggul dengan Stek Batang
Langkah awal yang krusial dalam cara menanam daun salam di pot adalah memastikan pemilihan bibit yang berkualitas. Metode stek batang sangat dianjurkan karena menawarkan proses yang lebih cepat dan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan penanaman dari biji. Pemilihan bibit yang tepat akan sangat menentukan pertumbuhan tanaman di kemudian hari.
Pilihlah batang entres yang sehat dan produktif dari pohon salam yang sudah matang, dengan pucuk daun yang terlihat berkualitas baik. Batang yang ideal tidak terlalu tua atau terlalu muda, serta memiliki diameter sedang untuk memastikan daya tahan saat proses penanaman. Kualitas batang sangat mempengaruhi potensi pertumbuhan akar.
Setelah memilih batang, potonglah sepanjang sekitar 20-25 cm, dan sisakan hanya dua hingga tiga helai daun saja. Beberapa sumber lain juga menyarankan panjang potongan sekitar 20-30 cm, dengan tujuan utama mengurangi penguapan yang berlebihan. Merapikan bekas potongan menggunakan gunting atau cutter dan memberikan perangsang akar dapat membantu mempercepat pertumbuhan akar baru.
2. Pilih Pot dan Media Tanam yang Tepat
Pemilihan pot dan media tanam yang sesuai merupakan fondasi penting untuk keberhasilan cara menanam daun salam di pot. Ukuran pot yang memadai akan memberikan ruang yang cukup bagi akar untuk berkembang, mendukung pertumbuhan tanaman secara keseluruhan. Pot atau planter bag yang terlalu kecil dapat menghambat perkembangan daun salam.
Disarankan untuk menggunakan pot atau planter bag berukuran minimal 30 liter, terutama saat tanaman mulai membesar dan membutuhkan ruang lebih. Penggunaan pot yang lebih besar sejak awal dapat mengurangi frekuensi pemindahan tanaman di kemudian hari, yang bisa menimbulkan stres pada tanaman. Ukuran pot yang tepat akan menunjang kesehatan akar.
Siapkan media tanam yang subur dan memiliki drainase yang baik, karena daun salam tidak menyukai genangan air. Campuran umum yang efektif adalah tanah, kompos, arang sekam, dan sekam mentah, yang akan menciptakan media lembab namun tidak becek. Media tanam yang ideal akan menyediakan nutrisi dan sirkulasi udara yang baik bagi akar.
3. Tanam dengan Teknik yang Benar
Setelah bibit dan media siap, proses penanaman harus dilakukan dengan teknik yang benar untuk memastikan keberhasilan. Pengisian pot dengan media tanam yang tepat adalah langkah awal dalam proses ini. Pastikan media tanam sudah tercampur rata dan siap digunakan.
Isi pot dengan media tanam hingga sekitar dua pertiga bagian, jangan sampai penuh. Untuk dasar pot, mungkin bisa diisi sekitar 10 cm terlebih dahulu sebelum meletakkan bibit. Hal ini memberikan ruang untuk penambahan media di kemudian hari jika diperlukan.
Buatlah lubang di tengah media tanam, lalu masukkan stek batang sedalam 5-7 cm, kemudian padatkan media di sekeliling batang agar tidak goyang dan berdiri kokoh. Penanaman yang stabil akan membantu akar tumbuh tanpa hambatan dan mengurangi risiko tanaman roboh.
4. Atur Penempatan Awal untuk Adaptasi
Penempatan awal pot setelah penanaman memegang peranan krusial untuk mengurangi stres pada tanaman yang baru dipindahkan. Proses adaptasi ini sangat penting agar bibit dapat pulih dan mulai tumbuh dengan baik. Lingkungan yang tepat di awal akan mendukung kelangsungan hidup tanaman.
Setelah penanaman, simpan pot di tempat yang teduh selama satu hingga tiga hari, menghindari paparan sinar matahari langsung yang berlebihan. Kondisi teduh ini membantu tanaman beradaptasi dengan lingkungan barunya tanpa mengalami kejutan suhu atau kelembaban. Ini adalah fase kritis untuk pembentukan akar.
Setelah tanaman menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan baru, pindahkan pot ke lokasi yang mendapatkan sinar matahari langsung minimal 4-6 jam sehari. Sinar matahari yang cukup sangat penting untuk fotosintesis, membantu daun salam tumbuh optimal dan menghasilkan daun berkualitas tinggi dengan aroma yang kuat.
5. Siram dengan Bijak, Jangan Berlebihan
Penyiraman merupakan salah satu aspek paling penting dalam cara menanam daun salam di pot, dan harus dilakukan dengan bijak. Keseimbangan kelembaban tanah sangat vital karena daun salam tidak tahan terhadap genangan air. Penyiraman yang tepat akan mendukung kesehatan akar dan pertumbuhan tanaman.
Siram tanaman secara teratur, namun pastikan media tanam tidak tergenang air setelah penyiraman. Penting untuk selalu memeriksa kelembaban tanah sebelum menyiram; siram hanya jika permukaan tanah terlihat kering untuk menghindari kelembaban berlebih. Media tanam yang lembab namun tidak becek adalah kondisi ideal.
Penyiraman yang terlalu berlebihan dapat menyebabkan akar tanaman membusuk, yang pada akhirnya akan menghambat pertumbuhannya. Drainase yang baik pada pot dan media tanam adalah kunci untuk mencegah masalah ini. Pastikan lubang drainase di pot tidak tersumbat.
6. Beri Nutrisi dengan Pupuk Organik
Untuk memastikan daun salam tumbuh subur dan lebat di dalam pot, pemberian nutrisi tambahan secara berkala sangat diperlukan. Tanaman yang mendapatkan asupan nutrisi yang cukup akan memiliki daya tahan lebih baik terhadap penyakit dan menghasilkan daun yang lebih banyak. Pupuk yang tepat adalah investasi untuk pertumbuhan.
Gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk NPK seimbang setiap 2-3 bulan sekali untuk memberikan nutrisi esensial. Pupuk cair daun juga dapat ditambahkan jika pertumbuhan tanaman terlihat lambat atau kurang vigor. Pemberian pupuk secara teratur akan mendukung perkembangan daun dan batang.
Pupuk organik membantu meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki struktur media tanam, yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan jangka panjang. Pastikan dosis pupuk sesuai anjuran agar tidak merusak tanaman. Tanaman yang subur akan lebih produktif dalam menghasilkan daun salam.
7. Lakukan Pemangkasan Rutin
Pemangkasan adalah bagian integral dari perawatan daun salam di pot untuk menjaga bentuk tanaman dan merangsang pertumbuhan baru. Aktivitas ini tidak hanya membuat tanaman terlihat rapi, tetapi juga mendorong produksi daun yang lebih banyak dan lebih sehat. Pemangkasan yang tepat akan memaksimalkan potensi tanaman.
Pangkaslah ujung cabang secara berkala untuk merangsang munculnya tunas-tunas baru, yang akan membuat tanaman lebih rimbun dan lebat. Pemangkasan ini juga dapat membantu mengarahkan energi tanaman untuk pertumbuhan vegetatif, bukan hanya pertumbuhan tinggi. Waktu terbaik untuk memangkas adalah setelah tanaman mencapai tinggi sekitar 50-60 cm.
Selain merangsang pertumbuhan, pemangkasan juga berfungsi untuk membuang daun-daun yang kering atau rusak, menjaga kesehatan dan estetika tanaman. Daun yang rusak atau sakit dapat menjadi sarang hama, sehingga perlu dihilangkan. Pemangkasan rutin akan memastikan tanaman tetap produktif dan menarik.
Menanam daun salam di pot adalah kegiatan yang sangat mungkin dan menguntungkan, bahkan untuk Anda yang memiliki lahan terbatas. Dengan mengikuti tujuh langkah praktis cara menanam daun salam di pot dan memberikan perawatan yang konsisten, Anda akan segera menikmati pasokan daun salam segar langsung dari kebun mini Anda. Mulailah berkebun sendiri dan rasakan manfaatnya, baik untuk kebutuhan kuliner maupun sebagai hiasan taman yang menarik. Jangan lupa untuk terus memantau pertumbuhan tanaman Anda dan menyesuaikan perawatan sesuai dengan kondisinya.
FAQ
Q: Berapa lama daun salam bisa dipanen pertama kali?
A: Biasanya, daun salam dapat mulai dipanen pertama kali sekitar 6–12 bulan setelah tanam, tergantung pada kondisi pertumbuhan dan perawatan yang diberikan.
Q: Apa penyebab daun salam menguning?
A: Daun salam menguning bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kelebihan air yang menyebabkan busuk akar, kekurangan sinar matahari, atau kekurangan nutrisi.
Q: Bisakah menanam daun salam dari biji?
A: Menanam daun salam dari biji memang bisa dilakukan, tetapi prosesnya cenderung lebih lama dan kurang umum dibandingkan metode stek batang. Stek batang lebih disarankan untuk pemula karena hasilnya lebih cepat dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi.
Q: Berapa frekuensi penyiraman yang ideal?
A: Frekuensi penyiraman yang ideal adalah 1–2 kali sehari di musim kemarau, namun perlu dikurangi di musim hujan. Penting untuk selalu memeriksa kelembaban tanah dan memastikan media tidak becek untuk mencegah busuk akar.
Q: Apakah daun salam bisa tumbuh di dalam ruangan?
A: Daun salam bisa tumbuh di dalam ruangan jika ditempatkan dekat jendela yang mendapatkan sinar matahari cukup. Namun, hasil pertumbuhan yang optimal umumnya dicapai saat tanaman diletakkan di luar ruangan dengan paparan sinar matahari langsung.

5 days ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489817/original/060182500_1769934694-ALBA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488065/original/098648900_1769702710-Persebaya_Surabaya_vs_Dewa_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489815/original/061708800_1769933719-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_15.09.47__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489875/original/060739600_1769941602-Sore_Ini_Kita_Harus_Menang__Come_On_Borneo______BorneoFC__Samarinda__Manyala__SuperLeague.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465808/original/017884500_1767776738-Gemini_Generated_Image_n3iemzn3iemzn3ie.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489638/original/052517500_1769915638-tanaman_buah_penahan_longsor_cocok_di_rumah_perbukitan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489627/original/041256600_1769914596-buka_puasa_di_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378193/original/050455500_1760219906-TIMNAS_INDONESIA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463180/original/007453900_1767601394-Akuaponik_Vertikal_dengan_Pipa_PVC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489476/original/037355100_1769872866-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488064/original/036961300_1769702673-Borneo_FC_Vs_PSIM_Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488299/original/019392400_1769746234-Rak_Susun_Seledri_dan_Daun_Bawang__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)